Anda di halaman 1dari 6

GTZ Sustainable Urban Transport Project

Kantor Bappeda Surabaya, Ruang Prambanan,


Jl. Pacar No.8 Surabaya 60272, Indonesia
Tel 62-31-5353770; alt. 9982484
Fax 62-31 5353770; alt. 5319287
sutp@sutp.org; http://www.sutp.org

Deutsche Gesellschaft fr
Technische Zusammenarbeit (GTZ) GmbH
Kerjasama Teknis Jerman

20 Usul kebijakan untuk mencapai


transportasi kota yang berkelanjutan
Angkutan umum
Angkutan tak bermtor
Langkah-langkah teknis
Langkah-langkah keuangan,
penerapan pajak
Reformasi kelembagaan,
peranserta masyarakat

Sistem transportasi yang berkelanjutan


bagi Surabaya: 20 langkah
Revisi Mei 2001

1. Angkutan umum (2)

1. Angkutan umum (1)

1.2 Menyusun program penyelenggaraan bus-bus kota yang kurang


mencemari di Surabaya. Bus-bus yang kurang mencemari diperkendalkan
melalui program retrofit untuk bus-bus yang sedang digunakan dengan
memasang perangkap jelaga diesel dan pengenalan bus-bus berbahan bakar
gas yang memenuhi standar ULEV atau EEV.

1.1 Memperbaiki sistem angkutan umum. Segera dimulai perbaikan


percontohan dalam koridor-koridor kebutuhan angkutan umum yang tinggi
(penerapkan perizinan yang berdasarkan kriteria kualitas pelayanan dengan
izin dibagikan melalui tender dan berdasarkan atas pemantauan dan
penegakan yang ketat, gaji tetap untuk pengemudi bis). Menyesuaikan sistem
trayek agar memenuhi tuntutan angkutan umum secara lebih efisien; mereviu
struktur tarip guna mendukung mutu pelayanan, pengurangan emisi dan
tarip pengangkutan yang terjangkau, memastikan pengoperasian koridorkoridor permintaan yang tinggi dengan bus-bus mutakhir beremisi rendah,
membangun prasarana angkutan umum yang mendukung (halte-halte bis
yang terpelihara dengan baik, informasi konsumen, trotoar dan penyebrangan
jalan untuk penumpang bis); memastikan adanya satu badan yang
bertanggung-jawab atas penyediaan pelayanan bis kota di Surabaya.
Hasil dapat dicapai dalam:
Pelaksanaan:

Persyaratan untuk emisi (misalnya mengembangkan bus-bus BBG-ULEV atau


EEV) diperlukan. Sebagai langkah pertama: larangan pengoperasian bus-bus
tua yang tinggi pencemarannya di pusat kota. Ini merupakan pelaksanaan
teknologi modern secara bertahap. Bus-bus yang kurang mencemari dapat
diperkenalkan melalui sistem perizinan: misalnya dalam jangka waktu
menengah dapat dijadikan prasyarat untuk ikut dalam tender untuk trayek,
bahwa bus menggunakan BBG.
Hasil dapat dicapai dalam:
Pelaksanaan:

Jangka pendek hingga menengah

DLLAJ KS (Sie Angkutan, sie-sie lain); DLLAJ Jatim; DLLAJ


Sidoarjo; Dir-Jen Perhubungan Darat
(Pelaksanaan telah dimulai dalam suatu trayek percontohan)

Jangka menengah - jangka panjang

DLLAJ KS, DLLAJ Jatim; BPTD. Kerjasama pemerintah kota,


propinsi dan pusat; kemitraan swasta-pemerintah perlu dibentuk,
mempertimbangkan subsidi bagi pengusaha yang menerapkan
program ini, proyek perintis: mengimpor bus bahan bakar gas alam
dengan katalis dari Eropa untuk peragaan.

1.3 Meningkatkan perilaku berkendaraan, terutama pengemudi bus. Pengendalian


terhadap perizinan pengemudi bus perlu diperkuat dan tingkah laku pengemudi di
jalan raya dipantau dan diperbaiki.
Mengemudi secara rasional dapat mengurangi konsumsi bahan bakar dan biaya-biaya
perawatan dan suku cadang. Hasil-hasil latihan menunjukkan bahwa rata-rata 12
17% bahan bakar dihemat, setelah pengemudi mengikuti pelatihan mengemudi secara
ekonomis. Perusahaan angkutan tertarik karena pengurangan pemakaian bahan bakar
mempunyai dampak langsung atas biaya operasi, bahkan unsur-unsur biaya yang lain
juga berkurang akibat berkurangnya mengerem, misalnya ausnya mesin dan kopling.
Biaya yang relatif rendah untuk pelatihan, dengan 2 orang sopir mengopersikan satu
bus, dapat kembali setelah 2 3 bulan.
Pengurangan konsumsi bahan bakar pada gilirannya mengurangi emisi sekitar 30%.

Hasil dapat dicapai dalam:

Ijin mengemudi bus mewajibkan diperolehnya sertifikat dari kursus mengemudi


rasional, sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan perusahaan yang bersangkutan.
Hasil dapat dicapai dalam:
Pelaksanaan:

1.4 Memperkenalkan kewajiban untuk mendapatkan ijin taksi dan angkot,


yg terkait dengan persyaratan lingkungan. Penerbitan izin baru atau pembaharuan
izin untuk operasi taksi dan angkot harus dikaitkan dengan tingkat pencemaran dari
armada taksi atau angkot tersebut.
Pembatasan umur kendaraan pada 10 tahun.
Untuk izin baru hanya mobil dengan BBG yang diperbolehkan.
Untuk pembaharuan izin, izin inspeksi dan perawatan harus diperoleh 2 kali
setahun.
Penggunaan bensin tanpa timbal diharuskan sejak tersedianya bahan bakar
tersebut di Surabaya. Rencana peremajaan armada taksi dan angkot harus
dikembangkan.

Pelaksanaan:

Jangka waktu menengah panjang

Segera dimulai program pelatihan PO-PO & Damri, Organda, Satlantas,


DLLAJ. Pengalaman yang menguntungkan dari Bluebird dan PO di
Jakarta. Bahan pelatihan telah disiapkan di GTZ SUTP.
Pemda dapat menerapkan kewajiban untuk pemilik-pemilik trayek bis.
Mercedes-Benz di Jerman, Hino dan Mitsubishi memberikan kursus untuk
pengemudi. Pengamalan baik dari Spanyol, Jerman dan Meksiko.

Jangka pendek

Dalam 3 bulan persyaratan-persyaratan untuk penerbitan izin harus


sudah dikembangkan. Perkiraan-perkiraan untuk pengurangan emisi harus
diadakan. Dalam waktu 6 bulan sistim tersebut harus sudah terlaksana.
Sertifikat uji inspeksi dan perawatan harus disiapkan.
Program penggantian kendaraan-kendaraan tua harus didukung dengan
kredit berbunga rendah dari Dana Khusus Lingkungan. Perlu ada program
retrofit (pemasangan) kendaraan yang relatif baru (<5 tahun) dengan BBG.
Pengumuman tentang pembatasan umur kendaraan.
DLLAJ KS (Sie Angkutan, Sie lain); DLLAJ Jatim; BPTD

2. Angkutan tak bermotor (1)

2. Angkutan tak bermotor (2)

2.1 Menggalakkan penggunaan sepeda dan pejalan kaki, dan mengatur


penggunaan becak di Surabaya. Berjalan kaki adalah cara bertransportasi
yang paling ramah lingkungan, anti-kemacetan, dan sehat. Setiap perjalanan,
sekalipun dengan kendaraan bermotor, melibatkan perjalanan yang singkat
dengan berjalan kaki.

2.2 Memperbaiki fasilitas dan keselamatan bagi pejalan kaki:


memperbaiki dan memperlebar kakilima, menyediakan lebih banyak
zona pejalan kaki, memperbaiki rambu-rambu lalulintas dan menetapkan
persyaratan bagi para pedagang jalanan, menetapkan standar konstruksi.
Meningkatkan kenyamanan bagi pejalan kaki berarti: Mengalokasikan lahan
yang cukup untuk pejalan kaki. Trotoar yang terus-menerus (tidak berunjakunjak, tidak terpotong-potong misalnya oleh PK5, Halte bis, Pohon yg salah
letak, dll) Jaringan yang padat tidak harus memutar jauh! Rute-rute
yang menarik meningkatkan nilai rekreasi jalan kaki Pohon pelindung
yang tepat Tidak panas pada hari terik dan tidak langsung basah pada
hari hujan Tidak bising meningkatkan nilai sosial pejalan kaki Menekan
gangguan lainnya: polusi debu, bau atau asap, dll. Membuat akses yang
mudah ke tempat-tempat tujuan (misalnya tidak harus menyeberang jalan
lebar untuk masuk ke sebuah toko atau halte bis dll.)

Menyusun suatu rencana mengenai sepeda dan becak, yang berkaitan dengan
peningkatan keselamatan, citra, rute-rute pilihan yang direkomendasikan
untuk penggunaan sepeda dan becak, jalur sepeda, penggalakan sepeda
pengangkut barang, menentukan standar konstruksinya, mencanangkan satu
hari bersepeda dalam satu minggu, misalnya Jumat.
Hasil dapat dicapai dalam:
Pelaksanaan:

Jangka waktu menengah

DLLAJ KS (Sie Teknik Sarana dan Prasarana), Dinas PU Bina Marga,


Dinas Taman. Membentuk komisi Angkutan tidak bermotor dalam
BPTD. Berdasarkan survai di lapangan, menentukan titik-titik bermasalah. Menyiapkan rancangan-rancangan perbaikan secara rinci.
Melaksanakan perbaikan dalam dua daerah percontohan (Kedungdoro
dan Jemursari). Memantau dan menyempurnakan pelaksanaan.
Mengembangkan perbaikan-perbaikan yang mirip di lokasi-lokasi lain
di Surabaya.

Hasil dapat dicapai dalam:


Efisiensi:

Jangka pendek - menengah

Rendah (tetapi meningkatkan daya tarik kota); kebanyakan biaya


rendah

Pelaksanaan; pengalaman: Pemerintah kota, pengalaman dunia luas

2. Angkutan tak bermotor (3)

3. Langkah-langkah teknis (1)


3.1 Perbaikan program inspeksi & perawatan. Program Inspeksi dan Perawatan
yang efektif harus dilaksanakan secara bertahap. Suatu jadwal untuk jenis-jenis
kendaraan yang berbeda harus disusun. Beroperasinya suatu fasilitas I/P yang
terpusat harus dilaksanakan oleh perusahaan swasta setelah memenangkan
lelang.

2.3 Mengembangkan strategi untuk memperlambat lalu lintas di daerah


pemukiman dan daerah campuran. Dengan upaya-upaya peredaan lalulintas
bisa dicapai penurunan kecepatan kendaraan, peningkatan keselamatan,
pengurangan kebisingan dan pencemaran udara, penghijauan, dan revitalisasi
toko-toko di pinggir jalan. Ini pada akhirnya akan punya kontribusi kuat
untuk meningkatkan perekonomian setempat dan nilai lingkungan terutama
untuk daerah-daerah yang sensitif seperti perumahan, rumah sakit, sekolah,
dll. Lankgah ini bukan saja akan mendorong penggalakan pejalan kaki dan
pemakaian kendaraan tidak bermotor, tetapi juga akan menigkatkan ekonomi
setempat dan nilai sosial di ruang jalan.

Menyiapkan pengawasan oleh Pemerintah Daerah Menentukan ambang


batas untuk emisi kendaraan diesel Menentukan ambang batas untuk emisi
kendaraan bensin Mengembangkan sistim stiker yang tidak dapat dipalsukan
Mengadakan inspeksi dijalan.
Hasil dapat dicapai dalam:
Pelaksanaan:

Hasil dapat dicapai dalam: Jangka menengah - panjang


Pelaksanaan:

DLLAJ KS (Sie Lalin), Dinas PU Bina Marga, Dinas Taman. Berdasarkan


survai di lapangan, menentukan titik-titik bermasalah. Menyiapkan
rancangan-rancangan perbaikan secara rinci. Melaksanakan perbaikan
dalam dua daerah percontohan (Kedungdoro dan Jemursari).
Memantau dan menyempurnakan pelaksanaan. Mengembangkan
perbaikan-perbaikan yang mirip di lokasi lain di Surabaya.

3.2 Memulai program perintis dengan bensin tanpa timbal.


Pengenalan bensin tanpa timbal adalah pra-syarat untuk pemakaian katalis.
Timbal adalah suatu racun yang berbahaya. Bensin dengan timbal mengurangi
umur kerja knalpot dan busi dengan faktor dua sampai tiga.

Jangka pendek

Pelaksanaan; pengalaman: Pembuat dan penjual angkot baru; Organda; Kopatas;


Bengkel Pemasang Alat Konversi; Pihak pemberi kredit; Pertamina;
PGN. Mempromosikan penjualan angkot BBG, dan perluasan stasiunstasiun pengisian. Mendorong agar penjualan BBG tetap disubsidi.
Kalaupun bensin maupun solar tidak menerima subsidi, harga BBG
di pasaran dunia adalah dibawah setengah dari harga bensin.
Informasi kelayakan ekonomi BBG disampaikan ke
organisasi-organisasi pemilik dan pengemudi angkot.
Organisasi-organisasi ini yang kemudian menyebarluaskannya ke
anggotanya. Pihak penjual peralatan konversi telah menyatakan siap
melayani permintaan di Surabaya.
Bank Dunia dan bank-bank pemberi kredit lainnya didekati supaya
bisa dikembangkan suatu skema kredit dengan bunga rendah (seperti
yang dilakukan di Kota Meksiko) yang dapat membantu dalam
peremajaan armada angkot yang ada.

Jangka pendek

Pengubahan suatu stasiun pengisian bahan bakar


untuk pengisian mobil-mobil dinas. Kampanye
penyadaran masyarakat tentang keunggulan
bensin tanpa timbal, dengan mengacu pada
pengalaman di Thailand dan Philippines.
Mentamben; Pertamina; DPRD Surabaya

Bank Dunia telah memperingatkan bahwa sebanyak 18 juta


anak menghadapi kerusakan otak secara permanen disebabkan
oleh konsentrasi logam timbal yang berlebihan di dalam tubuh.
Sumber: GTZ SUTP 2000

10

Hasil dapat dicapai dalam:

Pemerintah Daerah memulai suatu program percontohan untuk pengisian


bahan bakar tanpa timbal untuk semua kendaraan dinas yang sekarang
memakai bensin bertimbal.
Hasil dapat dicapai dalam:

Melaksanakan kampanye penyadaran masyarakat; Tahun pertama:


I/P untuk bis, truk, taksi dan angkot, untuk diuji dua kali
setahun. Tahun kedua: kendaraan swasta diuji sekali setahun.
Jangka pendek: Mengembangkan persyaratan-persyaratan teknis untuk
suatu sistim I/P yang efektif; Mengembangkan suatu prosedur lelang.
Jangka menengah: Mendirikan pusat uji yang terpusat dan
diopersikan perusahaan swasta; Membangun suatu sistem pengendalian
oleh Pemerintah Daerah.
DLLAJ Jatim; DLLAJ KS; BPTD

3.3 Mempromosikan retrofit terhadap angkot-angkot dengan


peralatan konversi BBG, dan memastikan penyediaan angkot baru
yang memakai BBG. Bila bunga kredit berkisar antara 10 16% maka
mikrolet yang mengkonsumsi bahan bakar 25 liter per hari menghemat setiap
tahun sekitar Rp 3,5 juta. Selain layak dari segi ekonomi, bahan bakar gas
menghasilkan pencemaran jauh dibawah penggunaan bensin atau solar.

3. Langkah-langkah teknis (2)

Pelaksanaan:

Jangka pendek

11

12

3. Langkah-langkah teknis (4)

3. Langkah-langkah teknis (5)

3.4 Melaksanakan retrofit terhadap mobil dan truk kota dan propinsi
dengan peralatan konversi BBG. Kendaraan-kendaraan dengan BBG
mengeluarkan emisi jauh lebih rendah daripada kendaraan-kendaraan dengan
bensin. Dengan melakukan retrofit kendaraan-kendaraan yang lebih muda
umurnya, yang keadaannya lebih bagus, emisi dari kendaraan-kendaraan
dinas yang ada dapat dikurangi cukup besar.

3.5 Pengelolaan kualitas udara. Termasuk di dalam langkah ini adalah


jaringan kualitas udara (sebagaimana telah dimulai di dalam proyek Bapedal/
KMS di Kota Surabaya) dengan data secara teratur diberikan kepada
masyarakat, penyusunan inventaris emisi, pemodelan mutu udara (misalnya
dengan menggunakan model Umweltbundesamt) dan pengumpulan data
terkait (komposisi armada kendaraan, aliran lalulintas, kegiatan industri, dsb.).

Hasil dapat dicapai dalam:


Pelaksanaan:

Jangka pendek

Hasil dapat dicapai dalam:

Keadaan saat pemasangan dikendalikan secara ketat, dan prosedurprosedur dipusatkan pada satu kantor saja. Pelaksanaan dilakukan
sesudah SK Walikota (untuk mobil dan truk Pemerintah Kota) atau
SK Gubernur (untuk mobil dan truk Pemerintah Propinsi) diterbitkan,
dan anggaran khusus disediakan untuk konversi ke BBG. Biaya nanti
dikembalikan melalui penghematan bahan bakar, dan Pemerintah
dengan cara ini menjadi teladan untuk pemilik kendaraan lainnya.
Pilih kendaraan-kendaraan dinas yang ada yang sesuai untuk
di-retrofit. Siapkan suatu jadwal untuk program retrofit.
Alokasikan anggaran untuk program retrofit.
Perkiraan pengurangan emisi diperoleh.
Pelaksanaan dapat dimulai dalam waktu tiga bulan.

Pelaksanaan:

Jangka pendek-menengah

Bapedalda Jatim (pengelolaan database kualitas udara, inventarisasi


emisi, kebijakan pengendalian, pemantauan udara ambien dengan
lab mobile), Hiperkes (pemantauan sumber cerobong), Bagian LH
KS (pemantauan ambien secara kontinyu), DLLAJ Tk.I (pengujian
kendaraan bermotor)
Surabaya Integrated Transport Network Project
(SITNP), yang dilakukan Dorsch Consult untuk Bank
Dunia, telah menganjurkan wilayah parkir terbatas di
daerah pusat kota. Anjuran ini menjadi inti program
pembatasan lalu lintas SITNP, tetapi sampai sekarang
belum ditindaklanjuti.

13

4.3 Menciptakan suatu dana khusus lingkungan (environmental trust fund)


untuk mendukung secara finansial langkah-langkah menuju pengangkutan
berkelanjutan (Mis. jalur sepeda, jalur bus, stasiun pemantau pencemaran,
kampanye kesadaran masyarakat, pembangunan trotoar, dsb.).

4. Langkah-langkah keuangan
4.1 Menetapkan pajak bahan bakar guna menggalakkan penggunaan bahan
bakar bersih. Sekarang ini bahan bakar dan energi di Indonesia disubsidi.
Subsidi bahan bakar berjumlah sekitar AS$4 milyar per tahun, yang notabene
2,5 kali lipat anggaran untuk sektor kesehatan dan pendidikan.

Kelangkaan dana sering merupakan hambatan bagi perbaikan lingkungan. Suatu


tambahan pungutan untuk lingkungan misalnya dikenakan pada ongkos parkir, izin
operasi taksi, angkot dan bis harus dibentuk. Dana khusus lingkungan tersebut
harus dipergunakan untuk proyek-proyek percontohan, bantuan keuangan bagi
retrofit kendaraan-kendaraan (taksi, angkot, bis). Pembagian dana tersebut diatur
Otorita Angkutan Surabaya. Penggunaan dana diumumkan supaya transparan.

Penggunaan bahan bakar yang lebih bersih perlu dipromosikan dengan


cara pembedaan menurut kualitas bahan bakar. Pembedaan dapat dilakukan
melalui pajak bahan bakar 5% yang ditentukan dalam UU No.18/1997 tentang
Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Bensin tanpa timbal seharusnya dijual
untuk harga sedikit di bawah harga bensin yang memakai timbal. Kebijakan
ini diterapkan di semua negara dalam proses transisi.
Hasil dapat dicapai dalam:
Pelaksanaan:

Hasil dapat dicapai dalam:

Jangka pendek

4.2 Mengembangkan pola-pola pengelolaan parkir: mempertimbangkan


langkah-langkah seperti tarif parkir, pajak parkir yang berbeda. Kebijakan
parkir dapat digunakan untuk membatasi penggunaan kendaraan pribadi.

Pelaksanaan:

Jangka pendek - jangka menengah

DLLAJ KS (Sie TSP), Dinas Parkir, BPTD, Komisi C DPRD KS

Jangka pendek

Pelaksanaan; pengalaman: Mendirikan sebuah dewan untuk semacam dana perserikatan,


meningkatkan kepedulian di antara perusahaan-perusahaan swasta,
menyiapkan, misalnya pendapatan dari denda peraturan lingkungan;
pengalaman di AS, Meksiko, Jerman, Swedia

Dispenda Kota Surabaya; Bappeko; serta Pemerintah Pusat

Hasil dapat dicapai dalam:

14

15

Jangka pendek: Kelompok Kerja dibentuk Skema untuk mendirikan Dana Khusus
Lingkungan harus disiapkan dalam tiga bulan. Suatu rencana
penggunaan dana khusus yang dikumpulkan dalam setahun pertama
harus disusun dalam waktu enam bulan. Jangka menengah: Laporan
tahunan tentang penggunaan dana khusus lingkungan harus diterbitkan.
Harus dibentuk pengendali independen
Dispenda Kota Sby, Komisi C DPRD, Bagian Perekonomian, Bappeko

5. Reformasi kelembagaan dan


peranserta masyarakat (2)

5. Reformasi kelembagaan dan


peranserta masyarakat (1)

5.2 Reformasi kelembagaan (berdasarkan temuan komisi): mendirikan


Otorita Angkutan Surabaya; penggubangan instansi. Melibatkan
pemerintah Propinsi dan Kota; lembaga baru harus memiliki tanggungjawab
untuk merencanakan, mengelola dan memberi ijin bagi semua jasa angkutan
umum dan taksi, untuk merencanakan dan menggalakkan angkutan tak
bermotor, dan untuk merencanakan dan mengelola lalulintas.

5.1 Mendirikan sebuah komisi (terdiri para ahli yang ditunjuk dari
pihak berwenang yang berpengaruh) untuk mengevaluasi kinerja sistem
administratif di sektor angkutan dan lingkungan, dan kemungkinan
penggabungan dinas. Komisi ini akan mengevaluasi kinerja sistem
administratif di sektor angkutan dan lingkungan (di dalam dan di antara
pihak-pihak yang berwenang pada tingkat nasional, provinsi dan kotamadya).
Secara khusus menganalisis tanggungjawab yang tumpang tindih, persaingan
mengenai kekuasaan penegakan di antara tingkat-tingkat pemerintah yang
berbeda-beda, kesenjangan dalam undang-undang dan pemberdayaan yang
disebabkan oleh ketidak-jelasan dalam pemerintahan.

Otoritas Angkutan Surabaya bertujuan meningkatkan kualitas, lingkup,


efisiensi dan tanggapan-permintaan angkutan perkotaan, melalui insentifinsentif dan persaingan sehat: Bertanggung-jawab atas penyediaan pelayanan
angkutan umum yang pantas di Surabaya; Menentukan kebijakan
transportasi Mengatur penyusunan rencana angkutan umum tiga-tahunan
Mengatur administrasi prosedur dan pengaturan baru Menerima
dukungan profesional dari DLLAJ Kota Surabaya.

Hasil dapat dicapai dalam:


Jangka pendek (tugas ini harus dilaksanakan secepat
mungkin, karena hanya implementasi rekomendasi komisi inilah yang
akan menciptakan manfaat lingkungan)
Pelaksanaan:

Hasil dapat dicapai dalam:

Persetujuan antara pemerintah kota dan provinsi

Pelaksanaan:

Jangka pendek - menengah

Persetujuan antara pemerintahan Propinsi, Kota, dan Kabupaten.


Pelaksanaan dilakukan melalui SK Walikota dan/atau dibawah
ketentuan seperti dalam UU 22/1999 ttg Pemerintahan Daerah, Pasal
91 Ayat 1.

18

17

5. Reformasi kelembagaan dan


peranserta masyarakat (4)

5. Reformasi kelembagaan dan


peranserta masyarakat (3)

5.4 Mengembangkan dan melaksanakan strategi keselamatan lalulintas,


untuk mengurangi kecelakaan yang mengakibatkan kematian dan
cedera. Masyarakat akan dilindungi dari segala pengaruh buruk yang
ditimbulkan oleh angkutan perkotaan. Ini termasuk strategi komprehensif
untuk meningkatkan keselamatan. Ada lima bidang kebijakan keselamatan
yang diusulkan dikembangkan menjadi rencana aksi:

5.3 Membentuk pemantauan di dalam pemerintahan mengenai


konsekuensi terhadap lingkungan dan pengangkutan dari semua
peraturan perundang-undangan yang dipertimbangkan. Kajian
konsekuensi suatu peraturan atau undang-undang terhadap transportasi dan
lingkungan telah dibakukan di banyak pemerintahan, termasuk di Pemerintah
Federal Jerman.
Hasil dapat dicapai dalam:
Pelaksanaan:

1. Menggunakan dan menyimpan kuesionar-kuesioner kecelakaan menurut


standar-standar internasional untuk semua kecelakaan yang tercatat; 2.
Menentukan titik-titik rawan (analisis blackspot); 3. Mencatat kematian
menurut Konvensi Vienna; 4. Merombak kembali penanggung-jawaban atas
keselamatan lalulintas di Jawa Timur, dengan semua stakeholder utama;
5. Memperbaiki program-program pendidikan sekolah, dengan menerapkan
bahan-bahan pelatihan yang ada; dan memperkuat kesadaran masyarakat.

Jangka pendek

Jangka pendek - jangka menengah. Sebelum usul ini dapat


dilaksanakan di Surabaya prosedur-prosedur dalam pembuatan
peraturan perundang-undangan perlu diteliti dan dikembangkan, dan
kemudian dapat ditentukan langkah-langkah rinci yang diperlukan.
Bagian Hukum KS, DPRD

Hasil dapat dicapai dalam:


Pelaksanaan:

19

Jangka menengah

DLLAJ KS (Sie Lalin Subsie Bimkes) & Jatim, Stakeholder swasta,


Satlantas

20

5. Reformasi kelembagaan dan


peranserta masyarakat (5)

5. Reformasi kelembagaan dan


peranserta masyarakat (6)

5.5 Meningkatkan kesadaran masyarakat akan perlunya suatu sistem


transportasi yang berkelanjutan di Surabaya. Melibatkan partisipasi semua
kelompok masyarakat, perusahaan dan pihak berwenang terkait dalam proses
perencanaan; menentukan tema dan tujuan-tujuan, pesan-pesan dan tahaptahap, dan kelompok-kelompok sasaran, dan melaksanakan berbagai kegiatan
kampanye dengan melibatkan mitra-mitra.

5.6 Menerapkan pedoman-pedoman internasional pengkajian dampak


lingkungan dan transportasi untuk setiap proyek utama prasarana,
Pengkajian dampak lingkungan dan transportasi untuk setiap proyek utama
prasarana dilakukan secara rutin di Eropa, Australia, Singapura, AS, dan
banyak negara lain, menurut pedoman-pedoman ketat.

Hasil dapat dicapai dalam:

Hasil dapat dicapai dalam:

Pelaksanaan:

Jangka pendek

Membentuk sebuah Kelompok Kerja terdiri dari instansi-instansi


pemerintah, para konsultan, dan kelompok-kelompok masyarakat.
Menentukan topik, tujuan-tujuan, dan pesan-pesan kampanye.
Menentukan kelompok-kelompok sasaran. Membuat perencanaan
untuk 1 atau 2 tahun ke depan (tergantung dana yang ada),
dan merencanakan kegiatan-kegiatan secara rinci pada waktu
menjelang pelaksanaan. Melakukan kegiatan berdasarkan peniliain
sebelumnya atas efisiensi suatu kegiatan dalam mencapai kelompok
sasaran. Mencari mitra untuk kerjasama dan ikut mendukung
pelaksanaan setiap kegiatan.
Kelompok Kerja telah dibentuk pada bulan April 2000, dan
kampanye telah diluncurkan pada Hari Bumi, tanggal 22 April 2000.
Humas KS, DLLAJ KS, media, LSM, akademisi, & warga masyarakat

Pelaksanaan:

21

Jangka pendek

Peraturan perundang-undangan pada tingkat nasional. Suatu proyek


percontohan dapat dinilai oleh rencana transportasi yang diusulkan.
Pengalaman di seluruh dunia. SEA diproyeksikan dikembangkan lebih
lanjut dengan perencanaannya Jaringan Trans Eropa (TEN) oleh Uni
Eropa. Membangun jalan baru memungkinkan lebih banyak orang
memakai mobil pribadi, dan hal ini dapat menghilangkan keuntungankeuntungan yang diharapkan dari akses baru. Fenomena ini dilihat di
semua daerah perkotaan.

22