Anda di halaman 1dari 2

Mata Merah

Merupakan salah satu yang dikeluhkan dan sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Karena bola mata yang berwarna putih (bagian sklera) berubah menjadi merah. Perubahan ini
melalui berbagai macam cara, mulai dari pelebaran pembuluh darah hingga pecahnya
pembuluh darah pada mata. Tentu hal ini akan menimbulkan kekhawatiran dan
ketidaknyamanan pada pasien/penderita.
Ada dua tempat terjadinya mata merah yang dikarenakan oleh pelebaran pembuluh darah,
yaitu pada konjungtiva yang dikenal dengan istilah Injeksi Konjungtiva dan pada siliar yang
dikenal dengan Injeksi Siliar. Kedua tipe injeksi memiliki gambaran yang berbeda.
Injeksi Konjungtiva
Pelebaran pada pembuluh darah arteri konjungtiva posterior, oleh karena pengaruh mekanis,
alergi, ataupun infeksi pada jaringan konjungtiva.
Ciri :
-

Mudah digerakkan dari dasarnya


Daerah peradangan/merah utama pada bagian forniks
Semakin ke perifer pembuluh darah terlihat lebih besar
Merah segar
Dapat hilang sementara dengan tetesan adrenalin 1:1000
Gatal
Tidak ada fotobia
Ukuran dan reaksi pupil normal

Injeksi Siliar
Pelebaran pada pembuluh darah arteri siliar anterior (kornea) atau injeksi siliar atau injeksi
perikornea. Penyebabnya bisa karena perdangan/infeksi pada kornea, tukak kornea, benda
asing, radang pada uvea, glaukoma, endoftalmitis ataupun panoftalmitis.
Ciri :
-

Warnanya lebih ungu


Pembuluh darah tidak tampak
Tidak ikut bergerak bila konjungtiva digerakkan
Ukurannya halus disekitar kornea dan jarang didaerah forniks (berkurang)
Tidak menciut dengan tetesan adrenalin 1:1000
Fotofobia
Berair
Sakit bila ditekan
Pupil iregular kecil (iritis) dan lebar (glaukoma)

Selain itu, mata merah juga dapat dibagi atas :


-

Mata merah dengan visus normal


Mata merah dengan visus menurun

Diagnosis mata merahpun bermacam-macam, yaitu konjungtivitis, keratitis, ulkus kornea,


irititis akut,skleritis, episkleritis, glaukoma akut, endoftalmitis, dan panoftalmitis.
Diagnosis banding mata merah
Konungtivitis

Keratitis/Ulkus

Irititis akut

Glaukoma akut

Sakit
Kotoran
Fotofobia
Kornea
Iris
Visus
Sekret
Suar/Flare
Pupil
Tekanan

Kesat
Sering purulen
Ringan
Jernih
Normal
N
(+)
N
N

Vaskularis
asi
Injeksi
Pengobata
n
Uji

a.konjungtiva
posterior
Konjungtiva
Antibiotik
Bakteri

Kornea
Sedang
Hanya refleks epifora

<N
(-)
-/+
<N
N

Sedang-hebat
Ringan
Hebat
Presipitat
muddy
<N
(-)
++
<N
<N> (pegal)

Siliar

Pleksus siliar

Hebat & menyebar


-Sedang
Edema
Abu-abu-hijau-hijau
<N
(-)
-/+
>N
>N +++ (sangat
pegal)
Episklera

Siliar
Antibiotik
sikloplegik
Sensibilitas

Siliar
Steroid +
sikloplegik
Infeksi lokal

Episklera
Miotika diamox +
bedah
Tonometri

Fluoresein +++/-