Anda di halaman 1dari 6

BAB III

CATU DAYA SWITCHING


(SWITCHING MODE POWER UNIT / SMPU)

3.1. Pendahuluan
Catu daya adalah suatu rangkaian terpenting pada pesawat televisi, karena
bagian ini berguna untuk memberikan daya listrik kepada seluruh rangkaian
pesawat televisi. Supaya televisi dapat bekerja dengan baik maka catu daya
harus dapat memberikan tegangan listrik yang stabil. Untuk itu maka
rangkaian catu daya mempunyai bagian-bagian yang penting yaitu penyearah
dan penstabil.
Pada penerima televisi terdapat dua bagian catu daya untuk mencatu
rangkaian, pertama didapatkan dari rangkaian catu daya utama yang diambil
langsung dari sumber listrik PLN, dan kedua yang dihasilkan oleh rangkaian
horizontal output yang juga menghasilkan sumber tegangan untuk mencatu
tegangan pada beberapa blok rangkaian, selain tugas utama HF transformer ini
menghasilkan tegangan tinggi untuk anoda. Menurut cara kerjanya catu daya
yang dipakai pada pesawat televisi ada beberapa macam :
1. Catu daya dengan trafo penurun tegangan.
2. Catu daya dengan trafo tanpa penurun tegangan.
3. Catu daya Acematic (Switching Regulator)
Sistem catu daya disaklar dan regulator mode tersaklar digunakan karena
mempunyai efisiensi yang tinggi. Perkembangan yang pesat selama beberapa
tahun terakhir ini menunjukan adanya produksi catu daya dengan efisiensi
maksimum dan bentuknya kecil serta ringan. Banyak dari rangkaian ini telah
dikembangkan dari dasar inverter (gambar 3.1). Dalam rangkaian ini (gambar
3.1a) dapat dicapai dengan mensaklar S1 dan S2 bolak-balik terus menerus
terhadap transformator primernya. Transformator harus menggunakan center-
tap. Pada setengah daur per-tama, arus akan mengalir melalui setengah bagian
atas dari kumparan primer dan bila saklar berubah maka arus akan mengalir
berlawanan yaitu melalui setengah bagian bawah dari bagian primer. Hasilnya
adalah arus bolak-balik akan diproduksi pada bagian sekunder trafo.
(a) (b)
Gambar 3.1: Dasar Rangkaian Inverter
Saklar yang digunakan adalah rangkaian elektronik (gambar 3.1b) yaitu
transistor atau thyristor yang dikontrol oleh bentuk gelombang persegi atau
osilator pulsa. Metoda lain adalah menggunakan kumparan umpan balik pada
primer sehingga transistor inverter membentuk rangkaian berosilasi sendiri.
Frekuensi dari rangkaian osilasi ini adalah antara 5 KHz sampai dengan 25
KHz. Frekuensi tinggi ini digunakan agar trafo dan komponen filternya akan
menjadi relatif sangat kecil. Bila frekuensi sangat tinggi maka efisiensi start
akan turun menjadi off. Lebar pulsa inilah yang akan mengatur regulasi dari
outputnya. Memang rangkaian catu daya switching lebih komplek dari
rangkaian catu daya teregulasi linear karena disini lebih banyak menghasilkan
jalur dan interferensi elektromagnetik, sehingga harus difilter secara teliti.

3.2. Model Catu Daya Switching / Tersaklar


Model tersaklar ini ada dua macam, yaitu:
● Pensaklar primer (primary switching)
● Pensaklar sekunder (secondary switching)
Gambar 3.2: Diagram Blok Regulator Mode Pensaklar Primer
Pada gambar 3.2 tegangan arus searah ini disaklar pada frekuensi diatas
frekuensi audio oleh transistor tegangan tinggi untuk memberikan bentuk
gelombang bolak-balik pada trafo primer. Arus bolak-balik sekunder
disearahkan dan diregulasikan dengan membandingkan catu referensi dari
zener. Perbedaan sinyal dipakai untuk mengatur daur tugas dari transistor
pensaklar. Jika tegangan arus searah turun waktu arus beban naik maka sinyal
penyeimbangan menyebabkan lebar pulsa modulator untuk mensaklar
transistor ON untuk saat yang cukup lama kemudian OFF selama setengah
daur dari osilator 20 KHz maka tegangan keluaran akan naik lagi ke harga
yang sangat dekat dengan sebelumnya. Kejadian sebaliknya, jika arus beban
dikurangi. Mode pensaklaran primer ini banyak digunakan dalam SMPU dari
daya tinggi. Walaupun demikian, anda dapat mengganti regulator linier yang
konvensional dengan tipe tersaklar memakai pensaklar sekunder seperti
Gambar 3.3. Jika transistor seri disaklar ON, arus akan mengalir ke filter LC.
Jika transistor tersaklar OFF, induktor menyimpan arus yang mengalir sebagai
aksi lintasan balik melalui Fly Wheel Dioda.
Gambar 3.3: Diagram Blok Regulator Mode Pensaklar Sekunder
Berbagai macam metoda dapat digunakan untuk meregulasi keluaran arus
searah. Bentuk gelombang pensaklar atau frekuensi dari osilator dapat
divariasi atau dicampur dari kedua metoda. Selama transistor dioperasikan
sebagai saklar maka salah satu OFF atau ON sehingga daya yang
didisipasikan oleh transistor lebih rendah. Walaupun demikian, SMPU lebih
efisien dan memerlukan tempat yang tidak luas bila dibandingkan dengan
regulator seri. SMPU, pemakaian utamanya adalah unit yang mencatu arus
besar pada tegangan rendah dan tegangan medium.

3.3. Catu Daya Tersaklar Pada Televisi


Untuk lebih jelasnya di bawah ini akan diterangkan catu daya tersaklar
pada televisi, karena dengan beredarnya televisi dipasaran maka catu daya ini
paling banyak digunakan saat ini. Lebih jelasnya diberikan diagram bloknya
pada gambar 3.4 di bawah ini.
Gambar 3.4: Diagram Blok SMPU

Gambar 3.5: Bentuk Gelombang Pada Tiap Titik Output Blok


Fungsi masing-masing blok dapat dijelaskan sebagai berikut:
● Filter RFI (Radio Frequency Interference)
Fungsinya sebagai filter jala-jala untuk frekuensi tinggi dimana bila ada
frekuensi tinggi akan ditindas dan frekuensi rendah (50 Hz) akan diteruskan.
● Penyearah tegangan jala-jala dan Filter kapasitor
Fungsinya untuk mengubah tegangan AC ke DC (tak teregulasi) rangkaian
ini terdiri dari dioda penyearah dan filter kapasitor. Sebelum rangkaian ini
biasa dipasang NTC sebagai penahan arus sentakan (Isurge) saat pertama
kali daya dinyalakan akibat adanya pengisian kapasitor.
● Elemen Penyaklar
Fungsinya sebagai pengubah tegangan DC menjadi tegangan AC yang
berupa pulsa-pulsa tegangan yang mempunyai frekuensi jauh lebih tinggi
dari frekuensi jala. Biasanya diatas frekuensi audio (> 20KHz).
● Trafo Daya Pengisolasi I/O
1. Fungsi pertama trafo ini sebagai pengisolasi antara input dan output
dimana pada inputnya mempunyai tegangan sebesar tegangan jalajala,
sedangkan pada outputnya untuk keamanan perlu diturunkan
tegangannya
2. Fungsi kedua yaitu sebagai penurun atau penaik tegangan atau sebagai
membuat keluaran yang ganda (multiple output)
● Penyearah Output
Fungsinya menyearahkan dan memfilter tegangan AC dari output trafo
menjadi suatu tegangan DC yang ripplenya kecil sekali.
● Pulse Width Modulator (PWM)
Fungsinya sebagai pengontrol kestabilan tegangan output dengan merubah-
rubah lebar pulsa untuk penyaklaran transistor penyaklar. Bila Vout turun
akan dideteksi oleh Vsensor yang merubah lebar pulsanya bertambah
sehingga dapat menaikan tegangan rata-rata outputnya.Bila turun maka
kebalikannya.
● Trafo Pengisolasi/Opto Coupler (Kopling Optik)
Fungsinya untuk mengisolasi input output tetapi bisa mentransfer pulsa
PWM untuk menggerakan basis-basis transistor saklar
● Catu Daya Pembantu
Fungsinya untuk mencatu rangkaian PWM. Catu ini bisa diambil dari PC
inputnya atau dari DC outputnya.