Anda di halaman 1dari 3

KARAKTERISTIK NEOPLASMA JINAK DAN GANAS

Tabel 1(1)
Karakteristik
Diferensiasi/anaplasia

Laju pertumbuhan

Invasi lokal

Metastasis

Jinak
Ganas
Berdiferensiasi baik; struktur Sebagian
tidak
mungkin khas jaringan asal.
memperlihatkan diferensiasi
anaplasia; struktur sering
tidak khas.
Biasanya
progresif
dan Tidak terduga dan mungkin
lambat; mungkin berhenti cepat atau lambat; gambaran
tumbuh
atau
menciut; mitotik mungkin banyak dan
gambaran mitotik jarang dan abnormal.
normal.
Biasanya
kohesif
dan Invasi lokal, menginfiltrasi
ekspansil, massa berbatas- jaringan
normal
di
tegas yang tidak menginvansi sekitarnya;
kadang-kadang
atau menginfiltrasi jaringan mungkin tampak kohesif dan
normal di sekitarnya.
ekspansil tetapi dengan invasi
mikroskopik.
Tidak ada.
Sering ditemukan; semakin
besar dan semakin kurang
berdiferensiasi tumor primer,
semakin besar kemungkinan
metastasis.

A. DIFERENSIASI DAN ANAPLASIA


Diferensiasi dan anaplasia hanya mengacu pada sel parenkim pembentuk elemen
neoplasma yang mengalami transformasi(1). Diferensiasi yaitu derajat kemiripan sel tumor
(parenkim tumor) jaringan asalnya yang terlihat pada gambaran morfologik dan fungsi sel
tumor. Proliferasi neoplastik menyebabkan penyimpangan bentuk, susunan dan fungsi sel
tumor. Hal ini menyebabkan sel tumor tidak mirip sel dewasa normal jaringan asalnya.
Semua tumor jinak umumnya berdiferensiasi baik; sebagai contoh tumor jinak otot polos
yaitu leiomioma uteri.
Tumor ganas berkisar dari yang berdiferensiasi baik sampai kepada yang tidak
berdiferensiasi. Tumor ganas yang terdiri dari sel-sel yang tidak berdiferensiasi disebut
anasplastik. Secara harfiah anaplastik berarti tanpa bentuk atau kemunduran, yaitu
kemunduran dari tingkat diferensiasi tinggi ke tingkat diferensiasi rendah.
Diferensiasi fungsional sel tumor menunjukkan jika diferensiasi sel tumor lebih baik
maka masih tampak kemampuan fungsional sel tumor sama seperti sel normalnya (2).

B. LAJU PERTUMBUHAN
Tumor jinak biasanya tumbuh lambat sedangkan tumor ganas cepat. Tetapi laju
kecepatan tumbuh tumor jinak tidak tetap kadang-kadang tumor jinak tumbuh lebih cepat dari
pada tumor ganas. Karena bergantung kepada hormon yg mempengaruhi dan adanya
penyediaan darah yang memadai(2).
Sebagai contoh, laju pertumbuhan leiomioma (tumor otot polos jinak) pada uterus
dipengaruhi oleh kadar estrogen dalam darah. Tumor dapat cepat membesar selama
kehamilan dan berhenti tumbuh atau menciut dan umumnya mengalami fibrokalsifikasi
setelah menopause(1).
Laju pertumbuhan tumor ganas secara umum berkaitan dengan tingkat diferensiasinya.
Laju pertumbuhan ini sangat bervariasi. Sebagian tumbub secara perlahan selama bertahuntahun, kemudian masuk ke fase tumbuh pesat, yang mengisyaratkan munculnya subklona sel
kanker yang agresif. Tumor lain tumbuh relatif lambat, dan terdapat kasus pengecualian
ketika pertumbuhan hampir berhenti sama sekali. Bahkan yang lebih jarang lagi, kanker
(terutama koriokarsinoma) menghilang secara spontan karena mengalami nekrosis total dan
hanya meninggalkan metastasis. Tumor ganas yang tumbuh pesat sering memiliki bagian
sentral yang mengalami nekrosis iskemik karena pasokan darah, yang berasal dari pejamu,
gagal mengimbangi kebutuhan oksigen massa sel tumor yang tumbuh pesat(1).

C. INVASI LOKAL
Hampir semua tumor jinak tumbuh sebagai massa sel yang kohesif dan ekspansif pada
tempat asalnya dan tidak mempunya kemampuan menginfiltrasi, invasi atau penyebaran ke
tempat yang jauh seperti pada tumor ganas. Oleh karena tumbuh dan menekan perlahan-lahan
maka biasanya dibatasi jaringan ikat yang tertekan yang disebut kapsul atau simpai, yang
memisahkan jaringan tumor dari jaringan sehat sekitarnya (2). Kapsul ini mungkin berasal dari
stroma jaringan asli karena sel parenkim mengalami atrofi akibat tekanan tumor yang
membesar. Namun, tidak semua tumor jinak memiliki kapsul. Sebagai contoh, leiomioma
uterus dipisahkan secara jelas dari otot polos di sekitarnya oleh suatu zona yang terdiri atas
miometrium normal yang menggepeng dan tipis, tetapi tidak terdapat kapsul sempurna.
Beberapa tumor jinak tidak berkapsul dan tidak memiliki batas yang jelas; hali ini terutama
ditemukan pada beberapa neoplasma jinak vaskular di dermis(1).
Kanker tumbuh dengan cara infiltrasi, invasi, destruksi, dan penetrasi progresif ke
jaringan sekitar. Cara pertumbuhan yang bersifat infiltratif ini menyebabkan perlunya
dilakukan pengangkatan jaringan normal di sekitar secara luas apabila suatu tumor ganas
akan diangkat secara bedah(1).

D. METASTASIS
Metastasis adalah penanaman tumor yang tidak berhubungan dengan tumor primer.
Tumor ganas menimbulkan metastasis sedangkan tumor jinak tidak, invansi sel kanker
memungkinkan sel kanker menembus pembuluh darah, pembuluh limfe dan rongga tubuh,
kemudian terjadi penyebaran. Kecuali glioma (tumor ganas sel glia) dan karsinoma sel basal,
keduanya sangat invasif, tetapi jarang bermetastasis.
Umumnya tumor yang lebih anaplastik, lebih cepat tumbuh dan padanya kemungkinan
terjadinya metastasis lebih besar(2). Namun banyak pengeculaian, kanker yang sangat kecil
diketahui dapat bermetastasis dan sebaliknya kanker yang besar dan menyeramkan mungkin
belom menyebar saat ditemukan.
Tumor ganas menyebar melalui salah satu dari tiga jalur: penyemaian di dalam rongga
tubuh, penyebaran limfatik, atau penyebaran hematogen(1).

1. Kumar, V. Buku Ajar Patologi ed. 7. Jakarta: EGC. 2007


2. Pringgoutomo, S. Buku Ajar Patologi (Umum) ed. 1. Jakarta: Sagung Seto. 2006