Anda di halaman 1dari 3

Tuntutan TKBM Pelabuhan Seluruh Indonesia kepada Menhub

Jakarta - Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 60/2014 Bab II pasal 3 ayat 4 dan
Bab VIII pasal 16, serta Permenhub Nomor 53/2015 tentang Perubahan Atas Permenhu
b Nomor 60/2014 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Bongkar Muat Barang dari
dan ke Kapal memperoleh tentangan dari Inkop TKBM Pelabuhan seluruh Indonesia.
Permenhub tersebut dinilai telah menimbulkan keresahan di seluruh wilayah pelabu
han di Indonesia.
TKBM (Tenaga Kerja Bongkar Muat) Pelabuhan se-Indonesia pun menuntut untuk dilak
ukan revisi Permenhub 60/2014 khusus Bab II pasal 3 ayat 4 dan Bab VIII pasal 16
, serta mencabut Permenhub 53/2015, dan dikembalikan kepada makna Peraturan Peme
rintah Nomor 20/2010 tentang Angkutan di Perairan pada pasal 81 ayat 4.
Benno Oktavius Mamentu, anggota Tim 17 Peduli TKBM Pelabuhan yang dibentuk dari
primer koperasi TKBM Pelabuhan seluruh Indonesia, Minggu (3/5), mengungkapkan ba
hwa alasan primer koperasi TKBM Pelabuhan seluruh Indonesia menolak adalah karen
a dalam UU Nomor 25/1992 tentang Perkoperasian, khusus pasal 63 ayat 1 poin b, y
ang berbunyi: "Menetapkan bidang kegiatan ekonomi di suatu wilayah yang telah be
rhasil diusahakan oleh Koperasi untuk tidak diusahakan oleh badan usaha lainnya.
"
Selanjutnya, ucap Benno, pembinaan dan pengembangan koperasi TKBM di pelabuhan t
elah diatur dalam keputusan bersama Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Direktur
Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan, dan Depu
ti Kelembagaan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah tahun 2002.
"Penerbitan Permenhub 60/2014 khusus Bab II pasal 3 ayat 4 dan Bab VIII pasal 16
, serta Permenhub Nomor 53/2015 sangat disesalkan, karena tidak turut melibatkan
Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan, dan Deputi
Kelembagaan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah," terang Benno, yang juga Sek
retaris Koperasi TKBM Pelabuhan Bitung.
Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Lhokseumawe, Syarifuddin, menambahkan, Koperasi TK
BM Pelabuhan telah ada sejak tahun 1990 berdasarkan Instruksi Bersama Menteri Pe
rhubungan dan Menteri Tenaga Kerja tentang Pembentukan Koperasi di tiap Pelabuha
n sebagai Pengganti Yayasan Usaha Karya (YUKA) dengan Nomor IM.2/HK.601/THB-1989
dan Nomor INS: 03/MEN/1989.
"Keberadaan koperasi TKBM Pelabuhan selama kurun waktu 25 tahun sudah memberikan
banyak kontribusi untuk kelancaran dan stabilitas produktivitas bongkar muat di
pelabuhan, dan perlu disampaikan selama kurun waktu tersebut koperasi TKBM Pela
buhan tidak pernah melakukan aksi mogok," ungkap Syarifuddin, yang juga anggota
Tim 17.
Dengan diterbitkannya Permenhub No 60/2014 dan Permenhub No 53/2015, Inkop dan 8
7 primer koperasi TKBM Pelabuhan seluruh Indonesia telah bersepakat membentuk Ti
m 17 Peduli TKBM dalam lokakarya yang dilaksanakan pada 27 November 2014 di Jaka
rta. "Adapun langkah-langkah yang telah dilaksanakan oleh Tim 17 yakni melakukan
koordinasi dan komunikasi kepada Dirjen Perhubungan Laut lewat Dirlala (Direktu
r Lalu Lintas dan Angkutan Laut), selaku Ketua Konsultasi Koperasi TKBM Pelabuha
n seluruh Indonesia," jelas Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Lhokseumawe, Syarifudd
in.
Pada pertemuan antara Inkop dan seluruh Primer Koperasi TKBM Pelabuhan beserta s
erikat pekerja, yang dimediasi Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Harry Boe
diarto, di Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (30/4) lalu, menghasil
kan beberapa kesepakatan antara lain, merevisi Permenhub No 60/2014 dan mencabut
Permenhub No 53/2015; mengeluarkan edaran penangguhan pelaksanaan Permenhub ter

sebut; dan mengagendakan pertemuan dengan Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan pa


da 5 Mei nanti.
"Kami berharap dalam pertemuan dengan Pak Menteri Ignasius Jonan nanti dapat mem
buahkan hasil yang maksimal," tutup Syarifuddin.
--Tuntutan Koperasi TKBM Pelabuhan Seluruh Indonesia kepada Menhub
JAKARTA - Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 60/2014 Bab II pasal 3 ayat 4 dan
Bab VIII pasal 16, serta Permenhub Nomor 53/2015 tentang Perubahan Atas Permenhu
b Nomor 60/2014 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Bongkar Muat Barang dari
dan ke Kapal memperoleh tentangan dari Inkop TKBM Pelabuhan seluruh Indonesia.
Permenhub tersebut dinilai telah menimbulkan keresahan di seluruh wilayah pelabu
han di Indonesia.
TKBM (Tenaga Kerja Bongkar Muat) Pelabuhan se-Indonesia pun menuntut untuk dilak
ukan revisi Permenhub 60/2014 khusus Bab II pasal 3 ayat 4 dan Bab VIII pasal 16
, serta mencabut Permenhub 53/2015, dan dikembalikan kepada makna Peraturan Peme
rintah Nomor 20/2010 tentang Angkutan di Perairan pada pasal 81 ayat 4.
Benno Oktavius Mamentu, anggota Tim 17 Peduli TKBM Pelabuhan yang dibentuk dari
primer koperasi TKBM Pelabuhan seluruh Indonesia, Minggu (3/5), mengungkapkan ba
hwa alasan primer koperasi TKBM Pelabuhan seluruh Indonesia menolak adalah karen
a dalam UU Nomor 25/1992 tentang Perkoperasian, khusus pasal 63 ayat 1 poin b, y
ang berbunyi: "Menetapkan bidang kegiatan ekonomi di suatu wilayah yang telah be
rhasil diusahakan oleh Koperasi untuk tidak diusahakan oleh badan usaha lainnya.
"
Selanjutnya, ucap Benno, pembinaan dan pengembangan koperasi TKBM di pelabuhan t
elah diatur dalam keputusan bersama Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Direktur
Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan, dan Depu
ti Kelembagaan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah tahun 2002.
"Penerbitan Permenhub 60/2014 khusus Bab II pasal 3 ayat 4 dan Bab VIII pasal 16
, serta Permenhub Nomor 53/2015 sangat disesalkan, karena tidak turut melibatkan
Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan, dan Deputi
Kelembagaan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah," terang Benno, yang juga Sek
retaris Koperasi TKBM Pelabuhan Bitung.
Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Lhokseumawe dan anggota Tim 17, Syarifuddin, menam
bahkan, Koperasi TKBM Pelabuhan telah ada sejak tahun 1990 berdasarkan Instruksi
Bersama Menteri Perhubungan dan Menteri Tenaga Kerja tentang Pembentukan Kopera
si di tiap Pelabuhan sebagai Pengganti Yayasan Usaha Karya (YUKA) dengan Nomor I
M.2/HK.601/THB-1989 dan Nomor INS: 03/MEN/1989.
"Keberadaan koperasi TKBM Pelabuhan selama kurun waktu 25 tahun sudah memberikan
banyak kontribusi untuk kelancaran dan stabilitas produktivitas bongkar muat di
pelabuhan, dan perlu disampaikan selama kurun waktu tersebut koperasi TKBM Pela
buhan tidak pernah melakukan aksi mogok," sahut Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Be
lawan, Mafrizal, yang juga anggota Tim 17.
Dengan diterbitkannya Permenhub No 60/2014 dan Permenhub No 53/2015, Inkop dan 8
7 primer koperasi TKBM Pelabuhan seluruh Indonesia telah bersepakat membentuk Ti
m 17 Peduli TKBM dalam lokakarya yang dilaksanakan pada 27 November 2014 di Jaka
rta. "Adapun langkah-langkah yang telah dilaksanakan oleh Tim 17 yakni melakukan
koordinasi dan komunikasi kepada Dirjen Perhubungan Laut lewat Dirlala (Direktu
r Lalu Lintas dan Angkutan Laut), selaku Ketua Konsultasi Koperasi TKBM Pelabuha

n seluruh Indonesia," jelas Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Dumai, Agoes Budianto.
Pada pertemuan antara Inkop dan seluruh Primer Koperasi TKBM Pelabuhan beserta s
erikat pekerja, yang dimediasi Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Harry Boe
diarto, di Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (30/4) lalu, menghasil
kan beberapa kesepakatan antara lain, merevisi Permenhub No 60/2014 dan mencabut
Permenhub No 53/2015; mengeluarkan edaran penangguhan pelaksanaan Permenhub ter
sebut; dan mengagendakan pertemuan dengan Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan pa
da 5 Mei nanti.
"Kami berharap dalam pertemuan dengan Pak Menteri Ignasius Jonan nanti dapat mem
buahkan hasil yang maksimal," tutup Benno Oktavius Mamentu.
Keterangan foto: Tim 17 Peduli Koperasi TKBM Pelabuhan seluruh Indonesia saat me
lakukan rapat internal di Jakarta.

Anda mungkin juga menyukai