Anda di halaman 1dari 15

PEMERIKSAAN/PENGUJIAN

ALAT PENGUKUR DAN PEMBATAS


TUJUAN :
Setelah menyelesaikan pelajaran pemeriksaan
Alat pengukur dan pembatas (APP), peserta
mampu melaksanakan pemeriksaan/pengujian
Hasil pengawatan APP sesuai prosedur dan ke
Tentuan Pemeriksaan yang berlaku.

PEMERIKSAAN APP
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Pemeriksaan visual
Pemeriksaan tahanan isolasi
Pemeriksaan urutan fase
Pemeriksaan sirkuit arus / tegangan
Pemeriksaan relai tarip ganda & saklar waktu
Pemeriksaan putaran piringan

PEMERIKSAAN VISUAL

Ialah pemeriksaan terhadap meter, perlengkapan dan


Pengawatannya, apakah dalam keadaan baik, rusak, cacat
Posisi miring, baut kendor dan sebagainya.
Bila ada indikasi separti diatas, maka telah terjadi sesuatu
pada meter tersebut, sehingga perlu diadakan pemeriksaan
lebih lanjut

PEMERIKSAAN VISUAL

NO

Nama alat/
lengkapan

Keadaan
Baik

Cacat

rusak

Kotak APP

Meter

Pemutus mini

Terminal

Kawat :
-warna
-label
-pengikat

v
v
v

keterangan
Tergores & penyok

Isolasi retak

Sesuai standar

PENGUJIAN TAHANAN ISOLASI

NO

YANG DIPERIKSA

Meter sambungan langsung

Fase tunggal (sirkit fase Pembumian)

Fase tiga (Fase R,S,T Pembumian)

Meter sambungan tidak langsung fase tiga

Sirkit arus fase R - Pembumian


Sirkit arus fase S - Pembumian
Sirkit arus fase T - Pembumian
Sirkit arus fase R Sirkit arus fase S
Sirkit arus fase R Sirkit arus fase T
Sirkit arus fase S Sirkit arus fase T
Sirkit tegangan R,S,T Pembumian
Sirkit tegangan R,S,T Sirkit arus fase R
Sirkit tegangan R,S,T Sirkit arus fase S
Sirkit tegangan R,S,T Sirkit arus fase T

HASIL
(mega Ohm)

Minimum
(mega Ohm)

Catatan

-Megger 500 v
-Pembumian ct
dilepas

-Megger 500 v
-Pembumian ct
dilepas

PENGUJIAN POLARITAS ARUS PADA CT


a. Peralatan yang dipergunakan : 1.
2.
3.
4.

Sumber teg. DC / battrey


Saklar
Mili Ampere meter
Kabel penghubung

b. Gambar rangkaian pemeriksaan :


+

1,5 v

L
l

k
mA

c. Cara pemeriksaan :
Pada saat saklar S dimasukkan, jarum mA akan bergerak karena
Arus transient, bila jarum bergerak ke arah kanan berarti polariTas betul dan bila ke kiri berarti polaritas salah.

PENGUJIAN RASIO CT
Amp. Meter
Sisi skunder

CT standar

A2

CT yang diuji

A1
Amp. Meter
Sisi primer
SUMBER ARUS

AC Supplay

Kn Is Ip
S=
Ip

x 100 %

S = Kesalahan arus (%)


Kn = Rasio transformasi CT
Is = Arus sisi skunder (A)
Ip = Arus sisi primer (A)

PENGUJIAN RASIO PT
GAMBAR

250 V
AC
SUPPLY

HIGH
VOLTAGE
TEST SET

PT standar
V1

PT yg diuji
V2

RUMUS

S=

Kn Us Up
Up

x 100 %

S = Kesalahan tegangan (%)


Kn = Rasio transformasi PT
Us = Tegangan sekunder PT standar (V)
Up = Tegangan sekunder PT yg diuji (V)

PENGUJIAN PUTARAN KWH METER


a. DENGAN AVO METER & STOP WATCH
Rangkaian
Beban resistip
Faktor daya = 1
F

A
V

N
n . 3.600.000
td =
(det)
C . U.I.cos

S = td t x 100 %
t

td = waktu dasar pada n putaran (det)


n = putaran kWh meter (ditentukan)
C = konstanta kWh (putaran/kWh)
U = tegangan terukur (volt)
I = arus terukur (ampere)
Cos faktor daya = 1 (beban resistip)
S = kesalahan kWh meter (%)
td = waktu dasar pada n put. (det)
t = waktu terukur stop watch (det)

b. DENGAN WATT METER & STOP WATCH


Rangkaian
1

S=

n . 3.600.000
(Watt)
C.t

P1 -1
P2

BEBAN
W

N
P1 =

x 100 %

P1
n
C
t

= daya aktip teoritis pada kWh (watt)


= putaran kWh meter (ditentukan)
= konstanta kWh (putaran/kWh)
= waktu terukur stop watch (det)

S = kesalahan kWh meter (%)


P1 = daya aktip teoritis (watt)
P2 = daya aktip hasil ukur watt meter (watt)

c. Dengan Rotary standard meter

Rangkaian
1

F
N

BEBAN

Cs
ns =
x nx
Cx

Cs = konstanta Rotary standar


Cx = konstanta kWh meter yang diperiksa
ns = put.Rotary standard (perhitungan)
nx = put.kWh yang diperiksa

ns n
x 100 %
S=
n

S = kesalahan relatif (%)


N = penunjukan putaran Rotary standard

PENGUJIAN PADA KWH 3 FASE

3 4

6 7

10 12

BEBAN

A
A

T
N

P = V . I . Cos (Watt)
n . 3.600.000
(Watt)
P3
C.t

S=

P3 - 1 . 100 %
P3

P3 Pr + Ps + Pt
P3Daya aktip 3 fase di sisi beban (W)
P31 = Daya aktip 3 fase pada kWh (W)
n
= Putaran kWh ditentukan
C
= Konstanta kWh (put/kWh)
t
= Waktu n put. oleh stop watch (det)
S
= Kesalahan kWh meter (%)

Dengan Watt meter

Wr

3 4

6 7

10 12

Ws

Wt

BEBAN

T
N

P3 Wr + Ws + Wt

P3

S=

n . 3.600.000
(Watt)
C.t
P3 - 1 . 100 %
P3

P3Daya aktip 3 fase di sisi beban (W)


P31 = Daya aktip 3 fase pada kWh (W)
n
= Putaran kWh ditentukan
C
= Konstanta kWh (put/kWh)
t
= Waktu n put. oleh stop watch (det)
S
= Kesalahan kWh meter (%)

kVArh meter

3 4

6 7

10 12
A

T
N

Q = V . I . Sin
Q32 =

n . 3.600.000
VAr
C.t

Q31
S = Q32 - 1 . 100 %

BEBAN

~
~

Q31 = Qr + Qs + Qt
P31= daya reaktip sisi beban (VAr)
P32= daya reaktip sisi kVArh (Var)
n
= putaran kVArh (ditentukan)
C
= konstanta kVArh (put/kVArh)
S
= kesalahan kVArh (%)