Anda di halaman 1dari 15

SURAT KEPUTUSAN KEPALA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA

KOTA SAMARINDA
NOMOR:050.4/436/SATPOL.PP-PROG./III/2014
TENTANG
RENCANA KERJA (RENJA) SATUAN POLISI PAMONG PRAJA
KOTA SAMARINDA TAHUN 2015

Menimbang

Mengingat

1.

Sesuai Rencana Strategis Satuan Polisi Pamong Praja Kota


SamarindaTahun 2011 2015

2.

Bahwa sesuai dengan hirarki dokumen perencanaan dengan telah


disusunnya
Rencana Strategis harus diterjemahkan dalam suatu
rencana kerja setiap tahun;

3.

Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf


a dan b diatas perlu diterbitkan Keputusan Kepala Satuan Polisi
Pamong Praja Kota Samarinda tentang Rencana Kerja Satuan Polisi
Pamong Praja Kota Samarinda Tahun 2015.

1.

Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang sistem Perencanaan


Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2004 Nomor 104,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4421);

2.

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah


(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor
125,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437)
sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undangundang Nomor 12 Tahun 2008 ( Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor 59,Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4844);

3.

Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana


Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 58,Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4720);

4.

Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1950 tentang Berlakunya


Undang-undang Nomor 2, 3, 10 dan 11 Tahun 1950;

5.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2006


tentang tata cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana
Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006
Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4663);

6.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2006


tentang Tata cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 97,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4664);

7.

Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi


Perangkat Daerah

8.

Peraturan Presiden Republik Indonesia NOmor 7 Tahhun 2005


tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun
2005 2009;

9.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang


Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah.

10

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 40 Tahun 2011 tentang


Pedoman Organisasi Satuan Polisi Pamong Praja

11.

Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 5 Tahun 2012 tentang


Organisasi dan Tata Kerja Satuan Polisi Pamong Praja Kota
Samarinda

12.

Peraturan Walikota Samarinda Nomor 52 Tahun 2012 tentang


Penjabaran Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Satuan Polisi Pamong Praja
Kota Samarinda
MEMUTUSKAN

Menetapkan

KEPUTUSAN KEPALA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA


SAMARINDA TENTANG RENCANA KERJA (RENJA) SATUAN
POLISI PAMONG PRAJA KOTA SAMARINDA TAHUN 2015

Pasal 1
1. Rencana Kerja (Renja) Satuan Polisi Pamong Praja Kota Samarinda Tahun
2015 disusun dengan berpedoman pada Perencanaan Strategis (RENSTRA)
Satuan Polisi Pamong Praja Kota Samarinda Tahun 2011-2015 dan
Dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang telah ditetapkan
menjadi Peraturan Kepala Daerah
2. Rencana Kerja (RENJA) sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
berkedudukan dan berfungsi sebagai dokumen perencanaan sebagai acuan
dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA)-SKPD setelah
memperhatikan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas Plafon
Anggaran Sementara (PPAS) dalam melaksanakan program dan kegiatan
untuk mencapai tujuan pembangunan yang ditetapkan pada tahun 2015.

Pasal 2
Sistematika RENJA Satuan Polisi Pamong Praja Kota Samarinda Tahun 2015, meliputi:
-

Bab I

: Pendahuluan

Bab II

: Evaluasi Pelaksanaan Rencana Kerja SKPD Tahun Lalu

Bab III

: Tujuan, Sasaran, Program dan Kegiatan

Bab IV

: Penutup
Pasal 3

RENJA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 tercantum dalam Lampiran Keputusan ini
Pasal 4
Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan dilaksanakan pada tahun anggaran 2015

Ditetapkan di Samarinda
Pada tangga 5 Maret 2014
Plh. K E P A L A ,

Ir. ISMONO
NIP. 19640715 199503 1 001
Tembusan Yth ;
1. Kepala Inspektorat Kota Samarinda
2. Arsip

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan
pilihan dengan memperhitungkan suatu sumber daya yang tersedia. Adapun tujuan dari
perencanaan yaitu:
-

Mendukung antar pelaku pembangunan

Menjamin adanya integritas, sinkronisasi dan sinergi

Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penyelenggaraan, pelaksanaan


dan pengawasan

Mengoptimalkan partisipasi masyarakat

Menjamin tercapainya penggunaan sumberdaya secara efisien, efektif, berkeadilan dan


berkelanjutan.
Perencanaan menduduki peran penting dalam rangka percepatan pencapaian visi dan misi

dalam pembangunan suatu wilayah, yang keseluruhannya akan menuju pada satu titik yaitu
kesejahteraan masyarakat. Dalam UU No. 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional (SPPN) Pasal 3 ayat 1 disebutkan bahwa Perencanaan Pembangunan
Nasional mencakup penyelenggaraan perencanaan makro semua fungsi pemerintahan yang meliputi
semua bidang kehidupan secara terpadu dalam Wilayah Negara Republik Indonesia. Berkaitan
dengan hal tersebut, cakupan perencanaan pembangunan nasional perlu memperhatikan tujuannya
yang antara lain menjamin terciptanya integritas, singkronisasi, dan sinergi baik antar daerah, antar
ruang, antar waktu, antar fungsi pemerintah maupun antara Pusat dan Daerah.
Pasal tersebut menegaskan bahwa perencanaan pembangunan nasional dibangun secara makro
oleh pemerintah pusat untuk kemudian menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyusun
perencanaan dengan skala yang lebih spesifik. Perencanaan yang disusun baik ditingkat pusat
maupun daerah memiliki beberapa jenjang, antara lain rencana pembangunan jangka panjang,
rencana pembangunan jangka menengah, rencana pembangunan tahunan. Oleh karena itu, demi
menjaga keserasian dan tecapainya pemerataan pembangunan dari tingkat pusat hingga daerah,
setiap kabupaten/kota diwajiban melakukan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang
(RPJP), Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RJPM), dan Rencana Kerja Pembangunan
Daerah (RKPD) dengan tetap mengacu pada dokumen perencanaan wilayah diatas.

Dalam pelaksanaan pembangunan, keterlibatan stakeholder didaerah sangat dibutuhkan


sebagai bentuk tindak lanjut teknis dari dokumen perencanaan makro didaerah yang berupa RPJP,
RPJM dan RKPD. Oleh Karen itu, SKPD sebagai steakholder didaerah perlu menjamin
terlaksananya pembangunan dengan melakukan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) lima
tahunan SKPD, kemudian diterjemahkan lebih spesifik lagi dalam Rencana Kerja (Renja) tahunan
SKPD. Hal ini mengacu pada UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional (SPPN) pasal 7 yang mewajibkan setiap SKPD membuat dan memiliki Rencana Kerja
(Renja) SKPD, yang disusun dengan berpedoman kepada Renstra SPKD dan mengacu kepada
RKPD. Berdasarkan hal tersebut, maka Satuan Polisi Pamong Praja Kota Samarinda melakukan
penyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2015.
Renja Satuan Polisi Pamong Praja mengacu pada Renstra Satuan Polisi Pamong Praja Tahun
2011-2015, dimana kedua dokumen tersebut merupakan bentuk pelaksanaan teknis dari visi dan
misi yang tertuang dalam RPJMD Kota Samarinda Tahun 2011-2015. Adapun visi Satuan Polisi
Pamong Praja Kota Samarinda seperti yang tertuang dalam Renstra adalah SAMARINDA YANG
NYAMAN, AMAN, TERTIB, SEHAT, BERSIH DAN INDAH
Sebagai bentuk perwujudan visi, maka disusunlah misi Satuan Polisi Pamong Praja Kota
Samarinda sebagai berikut:
1.

Meningkatkan pengawasan terhadap pelanggaran Peraturan Daerah dan Surat

Keputusan

Kepala Daerah.
2.

Mewujudkan ketaatan masyarakat yang telah diberikan kesempatan berusaha agar secara
sadar dan memiliki kepedulian untuk menciptakan Kota Samarinda menjadi nyaman, aman,
tertib, sehat, bersih dan indah.

3.

Meningkatkan pembinaan terhadap PSK, Gepeng dan Anjal

4.

Meningkatkan pembinaan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan Asongan

5.

Meningkatkan pembinaan ketentraman dan ketertiban

1.2

Landasan Hukum

Dasar hukum penyusunan Renja Satuan Polisi Pamong Praja Kota Samarinda tahun 2015 adalah :
1.

Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah

2.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan
Organisasi Perangkat Daerah

3.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 40 Tahun 2011 tentang Pedoman Organisasi Satuan

Polisi Pamong Praja


4.

Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 5 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Satuan Polisi Pamong Praja Kota Samarinda

5.

Peraturan Walikota Samarinda Nomor 52 Tahun 2012 tentang Penjabaran Tugas, Fungsi dan
Tata Kerja Satuan Polisi Pamong Praja Kota Samarinda.

1.3

Maksud dan Tujuan

Renja Satuan Polisi Pamong Praja tahun 2015 disusun dengan maksud sebagai berikut
1.

Menetapkan dokumen perencanaan yang memuat program dan kegiatan Satuan Polisi
Pamong Praja Kota Samarinda Tahun 2015

2.

Melakukan sinkronisasi terhadap program-program dalam SKPD dengan mengutamakan


pengaruh isu-isu strategis pada tahun 2015.
Sedangkan tujuan penyusunan Renja Satuan Polisi Pamong Praja Kota Samarinda adalah

sebagai berikut:
1.

Renja menjadi acuan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Satpol PP Kota Samarinda
pada tahun 2015 dengan tetap memperhatikan RKPD

2.

Renja berisikan program dan kegiatan beserta proyeksi terhadap pagu indikatif dalam rangka
pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Satpol PP Kota Samarinda tahun 2014 yang mengacu
pada Renstra dan RKPD.

BAB II
EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN YANG LALU
2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu
Renja Satpol PP Kota Samarinda pada dasarnya menyajikan pengukuran terhadap hasil kinerja
kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Satpol PP Kota Samarinda selama tahun 2013 dan perkiraan
target tahun 2014.
a.

Capaian dan Evaluasi Program/Kegiatan Tahun 2013


Pada tahun 2013 Satpol PP Kota Samarinda menerima anggaran sebesar Rp. 26.461.301.553,-

yang dialokasikan untuk pelaksanaan 8 program dan 27 kegiatan yang terdiri dari belanja tidak
langsung dan belanja langsung. Dari jumlah dana tersebut terealisasi sebesar Rp. 20.938.398.552,atau sebesar 79,37 % . Adapun capaian program/kegiatan tahun 2013 adalah sebagai berikut :

NO.

PROGRAM

KEGIATAN

Belanja tidak
langsung
1.

ALOKASI

RALISASI

SISA

ANGGARAN

ANGGARAN

ANGGARAN

(Rp)

(Rp)

(RP)

7.104.228.468

7.104.228.468

100

Program Pelayanan
Penyediaan jasa
Administrasi Perkantoran komunikasi,
sumber daya air
dan listrik

31.800.000

18.929.854

59,53

12.870.146

Penyediaan alat
tulis kantor

6.000.000

6.000.000

100

Penyediaan barang
cetakan dan
penggandaan

27.940.000

23.629.000

84,57

4.311.000

Penyediaan
komponen instalasi
listrik / penerangan
bangunan kantor.

5.000.000

4.500.000

90

500.000

Penyediaan
peralatan dan
perlengkapan
kantor

337.548.800

325.209.500

96,34

12.339.300

Rapat-rapat
koordinasi dan
konsultasi keluar
daerah

982.566.100

982.518.500

100

47.600

844.172.000

703.980.000 83,63

Penyediaan jasa
administrasi
perkantoran
2.

Program Peningkatan
sarana dan Prasarana
Aparatur

Pemeliharaan rutin
/ berkala gedung
kantor

140.192.000

6.500.000

6.500.000

100

406.599.000

395.738.900

97,33

10.860.100

Pemeliharaan rutin
berkala
perlengkapan dan
peralatan kantor

2.000.000

1.630.000

81,50

370.000

Pemeliharaan rutin
berkala kendaraan
dinas operasional

3.

Program peningkatan
disiplin aparatur

Pengadaan pakaian
dinas beserta
kelengkapannya

189.300.000

135.544.500

71,60

53.755.500

4.

Program peningkatan
pengembangan sistem
pelaporan capaian
kinerja dan keuangan

Pengelolaan Tertib
Administrasi
Keuangan

7.158.884.000

6.363.984.000

88,90

794.900.000

5.

Program
Pemberdayaan
masyarakat untuk
menjaga ketertiban dan
keamanan

Penunjang
Operasional
Petugas PAM
Pilkada Gubernur
Th. 2013

689.072.575

190.675.000

27,67

498.397.575

Diklat Petugas
PAM Pilkada
Gubernur Th. 2013

224.506.000

123.035.000

54,80

101.471.000

Apel Siaga Petugas


PAM Pilkada
Gubernur Th 2013

101.000.000

8.390.000

8,3

92.610.000

139.100.000

138.367.500

99,47

732.500

56.649.000

52.869.000

93,33

3.780.000

Pengadaan Pakaian
Dinas Linmas
Untuk Petugas
PAM Pilkada
Guernur Th 2013
Peningkatan
Kesiagaan dalam
Menjaga
Keamanan dan

Ketertiban Kota
Samarinda
Pendidikan dan
Latihan
Pengamanan
Pemilukada
(Banprov 2013)

861.000.000

771.422.500

89,60

89.577.500

300.000.000

297.936.200

99,31

2.063.800

Penunjang
Operasional
Petugas PAM
Pemilukada
(Banprov 2013)

2.500.000.000

1.258.634.500

50,35

1.241.365.500

2.672.400.000

835.724.130

31,31

1.835.675870

480.077.560

470.954.000

98,18

156.267.060

281.609.000

43,55

Diklat Apel Siaga


(Banprov 2013)

Program peningkatan
keamanan dan
kenyamanan
lingkungan

Kegiatan
Pengendalian
keamanan
lingkungan

Program Pendidikan
Politik Masyarakat

Kegiatan
penyuluhan dan
sosialisasi perda
keputusan kepala
daerah

Program pengendalian
keamanan lingkungan

Kegiatan
peningkatan
kerjasama aparat
keamanan dalam
teknik pencegahan
kejahatan

8.

Pelatihan Aparatur
Dalam
Pengendalian
Massa
Pendukung
Operasional Satpol
PP Kota
Samarinda

646.689.000

167.878.175

252.477.750

137.843.125

246.319.250

365.080.000

82,11

30.035.050

98

6.158.500

Program kemitraan
pengembangan
wawasan kebangsaan

Peningkatan
Kinerja Aparat
Pemerintah

267.913.125

197.370.125

73,67

70.543.000

Dari tabel diatas diketahui terdapat 8 kegiatan yang memiliki penyerapan anggaran di bawah
80 % yaitu kegiatan:
1. Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik
2. Penunjang Operasional Petugas PAM Pilkada Gubernur Tahun 2013
3. Diklat Petugas PAM Pilkada Gubernur Tahun 2013
4. Apel Siaga Petugas PAM Pilkada Gubernur Tahun 2013
5. Penunjang Operasional Petugas PAM Pemilukada (Banprov 2013)
6. Pengendalian Keamanan Lingkungan.
7. Peningkatan Kerjasama Aparat Keamanan Dalam Teknik Pencegahan Kejahatan
8. Peningkatan Kinerja Aparat pemerintah
b. Perkiraan Pencapaian Tahun Anggaran 2013
Untuk tahun yang sedang berjalan yakni Tahun Anggaran 2013 dengan usulan
sebesar Rp. 17.479.709.685,- terurai dalam 7 program dan 24 kegiatan, diestimasikan
capaian kinerja fisik dan keuangan mencapai 100 %.

10

BAB III
TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN
3.1 TUJUAN DAN SASARAN RENJA SKPD
Renja Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kota Samarinda mengacu pada Rencana Strategis
(Renstra) Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kota Samarinda Tahun 2011 2015, dimana kedua
dokumen tersebut merupakan bentuk pelaksanaan teknis dari visi dan misi yang tertuang dalam
RPJMD Kota Samarinda Tahun 2011 2015. Adapun visi Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kota
Samarinda seperti yang tertuang dalam Renstra adalah SAMARINDA YANG NYAMAN,
AMAN, TERTIB, SEHAT, BERSIH DAN INDAH.
Sebagai bentuk perwujudan visi, maka disusunlah misi KANTOR SATUAN POLISI PAMONG
PRAJA KOTA SAMARINDA pada Tahun 2011 2015 sebagai berikut :
1.

Meningkatkan pengawasan terhadap pelanggaran Peraturan Daerah dan Surat Keputusan


Kepala Daerah.

2.

Mewujudkan ketaatan masyarakat yang telah diberikan kesempatan berusaha agar secara sadar
dan memiliki kepedulian untuk menciptakan Kota Samarinda menjadi NYAMAN, AMAN,
TERTIB, SEHAT, BERSIH DAN INDAH.

3.

Meningkatkan pembinaan terhadap PSK, Gepeng dan Anjal.

4.

Meningkatakan pembinaan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan Asongan.

5.

Meningkatkan Pembinaan Ketentraman dan Ketertiban Umum.

Adapun tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dalam Renja Kantor Satuan Polisi Pamong Praja
Kota Samarinda tahun 2014 adalah sebagai berikut :
1.

Meningkatkan pengawasan terhadap pelanggaran Perda dan Keputusan Kepala Daerah.


Tujuan :
Meningkatkan Kesadaran masyarakat dalam ketaatan terhadap Peraturan Daerah dan
Ketentuan lainnya.
Sasaran :
Meningkatkan kesadaran dan ketaatan warga masyarakat terhadap Peraturan Daerah dan
ketentuan lainnya.

2.

Mewujudkan ketaatan masyarakat yang telah diberikan kessempatan beusaha agar secara sadar
memiliki kepedulian untuk menciptakan Kota Samarinda menjadi nyaman, aman, tertib, sehat,
bersih dan indah.
Tujuan :

11

Menciptakan situasi dan kondisi yang aman, tertib, nayaman, indah dan bersih.
Sasaran :
Terciptanya situasi dan kondisi yang aman, tertib dan kondusif.
3.

Meningkatkan Pembinaan Pekerja Seks Komersil (PSK), Gepeng dan Anjal.


Tujuan :
Meminimkan kegiatan PSK liar, Gepeng, dan Anjal yang dapat meresahkan masyarakat.
Sasaran :
Menurunkan jumlah PSK liar yang meresahkan masyarakat serta berkurangnya jumlah
Gepeng / Anjal yang mengganggu Ketertiban Umum.

4.

Meningkatkan pembinaan pedagang kaki lima dan asongan.


Tujuan :
Meminimalkan jumlah PKL liar dan meningkatkan kesadaran PKL terhadap peraturan yang
ada.
Sasaran :
Menurunnya jumlah PKL liar yang dapat mengganggu ketertiban umum dan kelancaran arus
lalu lintas, serta meningkatnya kesadaran para PKL terhadap peraturan yang ada.

5.

Meningkatkan pembinaan ketentraman dan ketertiban umum


Tujuan :
Menciptakan ketertiban dan ketentraman masyarakat dan pihak dari THM dan peredaran
Miras.
Sasaran :
Terciptanya kondisi ketertiban dan ketentraman masyarakat yang kondusif.

3.2 PROGRAM DAN KEGIATAN


Program merupakan kumpulan kegiatan yang sistematis dan terpadu untuk mendapatkan hasil yang
dilaksanakan oleh satu dan beberapa instansi pemerintah ataupun dalam rangka kerjasama dengan
masyarakat guna mencapai sasaran tertentu.
Sesuai dengan visi Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kota Samarinda seperti yang tertuang dalam
Renstra adalah SAMARINDA YANG NYAMAN, AMAN, TERTIB, SEHAT, BERSIH DAN
INDAH, maka program dan kegiatan yang akan dilaksanakan Kantor Satuan Polisi Pamong Praja
Kota Samarinda tahun 2014 terdiri dari :
1.
ProgProgram
Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengembangan sistem pelaporan atas pencapaian

12

kinerja dan keuangan dalam satu tahun


2.

Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan


Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengamanan dalam penegakan Perda dan
penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.

3.

Program Pemeliharaan Kantrantibmas dan Pencegahan Tindak Kriminal


Program ini bertujuan untuk memberikan efek jera kepada masyarakat yang terbukti
melakukan pelanggaran Perda dengan memberikan sanksi melalui sidang tindak pidana ringan.

4.

Program Pemberdayaan Masyarakat untuk Menjaga Ketertiban dan Keamanan


Program ini bertujuan untuk melibatkan masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan
dalam bentuk pengamanan swakarsa.

5.

Program Peningkatan Pemberantasan Penyakit Masyarakat


Program ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan untuk memberantas penyakit mayarakat
(Pakat)

6.

Program Pendidikan Politik Masyarakat


Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kebijakan
pemerintah .

7.

Program Pencegahan Dini dan Penanggulangan Korban Bencana Alam


Program ini bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat.

8.

Program Kemitraan Pengembangan Wawasan Kebangsaan


Program ini bertujuan untuk meningkatkan pola pikir dan cara pandang anggota Satpol PP
akan kesadaran berbangsa yang meliputi sistem sosial, politik dan ekonomi.

9.

Program Peningkatan Pelayanan Administrasi Perkantoran


Program ini bertujuan untuk mewujudkan bantuan administrasi terhadap keberhasilan
penyelenggaraan urusan administrasi perkantoran.

10. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur


Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan sarana dan prasarana bagi aparat
pemerintah yang menyelenggarakan urusan pemerintahan sehingga tercapai efektivitas dan
efisiensi.
11. Program Peningkatan Disiplin Aparatur
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan aparatur dalam melaksanakan tugas
dan kewajibannya sehingga dapat menyelenggarakan urusan pemerintahan dengan optimal.

13

BAB V
PENUTUP
Rencana Kerja (Renja) menjadi sangat penting artinya dalam mengaplikasikan berbagai
persoalan-persoalan terkait dengan perencanaan pembangunan daerah sebagai wujud nyata dari
tanggung jawab pemerintah dalam mengadopsi

berbagai kebutuhan masyarakat yang

mengedepankan perencanaan pembangunan yang berbasis

pada masyarakat,

dengan

keterlibatan lebih banyak para pelaku (stakeholders) dalam menciptakan Good Governance
sesuai dengan tuntutan paradigma baru, yang pada gilirannya akan mampu menciptakan
kebikajsanaan yang dampaknya

merembes ke bawah (trickle down effecf) sehingga

keberpihakan pada masyarakat kecil benar-benar dikedepankan.


Renja Satuan Polisi Pamong Praja Kota Samarinda selain menjadi acuan pelaksanaan
kegiatan Tahun 2015 berfungsi pula sebagai sarana peningkatan kinerja Satpol PP. Sebagai
bahan pelaksanaan kegiatan selama Tahun 2015, Renja juga dapat digunaka sebagai sarana untuk
melakukan kegiatan yang dilaksanakan dalam satu tahun bagi seluruh jajaran Satpol PP Kota
Samarinda. Renja juga memberikan umpan balik yang sangat diperlukan dalam pengambilan
keputusan dan penyusunan rencana di masa mendatang oleh para pimpinan manajemen dan
seluruh staf Satpol PP Kota Samarinda sehingga akan diperoleh peningkatan kinerja ke arah
yang lebih baik dimasa datang.

14

15