Anda di halaman 1dari 11

Laporan Kasus Hepatitis A

LAPORAN KASUS
HEPATITIS A

OLEH:
Fikriah Rahmi
09101021
PEMBIMBING:
Dr. Mukhyarjon, SpPD, M.Biomed

BAGIAN ILMU PENYAKIT DALAM


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS
ABDURRAB 2014

Laporan Kasus Hepatitis A

CASE REPORT
HEPATITIS A

Mukhyarjon1,Fikriah Rahmi2,
1

Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Riau

Penulis untuk korespodensi: Mahasiswa Fakultas Kedokteran Abdurrab,


Pekanbaru
ABSTRAK
Pendahuluan: Hepatitis A merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus
Hepatitis A (HAV). HAV ditularkan dari orang ke orang melalui mekanisme fekaloral. Seseorang bisa tertular karena memakan makanan yang terkontaminasi oleh
HAV. Keluhan dan gejalanya, biasanya diikuti dengan demam, kurang nafsu
makan, mual, nyeri pada kuadran kanan atas perut, dan dalam waktu beberapa hari
kemudian timbul sakit kuning. Urin penderita biasanya berwarna kuning gelap
yang terjadi 1-5 hari sebelum timbulnya penyakit kuning dan terjadi pembesaran
pada organ hati.
Laporan kasus: Pasien laki-laki, 15 tahun datang ke IGD RS AA dengan keluhan
muntah sejak 1 hari SMRS. Terutama dirasakan setelah makan/minum.Muntahan
terdiri dari makanan yang dimakan oleh pasien, jumlah gelas. Mual sejak 3
hari yang lalu, terus menerus. Nyeri perut kanan atas sejak 3 hari yang lalu, seperti
ditusuk, hilang timbul, tidak pasti kapan timbulnya. Demam yang hilang timbul,
lebih terasa pada malam hari sejak 1 minggu yang lalu. Lemas dan nafsu makan
menurun sejak seminggu yang lalu, dirasakan terus menerus. Sejak 3 hari yang
lalu BAB dan berwarna putih (dempul). BAK berwarna seperti teh. Dari
pemeriksaan fisik suhu badan 380C, Sklera dan kulit ikterus, nyeri tekan pada
daerah epigastrium dan hepatomegali (hepar teraba 2 jari dibawah arcus costa).
Dari pemeriksaan laboratorium SGOT/SGPT meningkat, anti HAV IgM reaktif,
bilirubin total, dairek dan indairek meningkat.
Kesimpulan: Pasien didiagnosa sebagai hepatitis A. Pada pasien ini diberikan
terapi IUFD RL 20 tpm, parasetamol 3x500 mg, omeprazol 1x20mg.

Laporan Kasus Hepatitis A


PENDAHULUAN

hepatitis A merupakan cara yang

Hepatitis A adalah penyakit hati


viral

yang

keparahan

dapat
ringan

menyebabkan
sampai

paling

efektif

untuk

memerangi

penyakit ini.

berat.

Secara global, diperkirakan terdapat


1,4 juta kasus di dunia hepatitis A
setiap tahun. Berdasarkan data dari
rumah sakit di Indonesia, hepatitis A

TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
Infeksi sistemik yang dominan

dari

menyerang hati dengan gejala klinis

yang

yang khas seperti malaise, mual,

dirawat yaitu berkisar dari 39,8-

muntah, diare dan demam ringan

68,3%. Peningkatan prevalensi anti

yang diikuti dengan munculnya urin

HAV yang berhubungan dengan

yang berwarna gelap, ikterus dan

umur mulai terjadi dan lebih nyata

hepatomegali.

merupakan

bagian

kasus-kasus

terbesar

hepatitis

akut

terlihat di daerah dengan kondisi


kesehatan di bawah standar. Hepatitis
A dikaitkan dengan kurangnya air
bersih dan sanitasi yang buruk.

Asia,

Afrika,

menunjukkan

dan

sudah

hepatitis yang akut, berarti tidak


menyebabkan infeksi kronis. Sekali
kita pernah terkena hepatitis A, kita

Lebih dari 75% anak di berbagai


benua

Hepatitis A adalah adalah bentuk

India

memilki

tidak dapat terinfeksi lagi. Namun,


kita masih dapat tertular dengan
virus hepatitis lain.

antibodi anti HAV pada usia 5 tahun.

Hepatitis A adalah golongan

Sebagian besar infeksi HAV didapat

penyakit hepatitis yang ringan dan

pada awal kehidupan, kebanyakan

jarang sekali menyebabkan kematian.

asimtomatik

Penyakit akibat infeksi virus dengan

atau

anikterik.

Hepatitis

ditularkan

melalui

makanan

dan

sekurangnya
virus

distribusi di seluruh dunia yang

konsumsi

disebabkan oleh virus hepatitis A,

yang

yang lebih sering ditemukan di

terkontaminasi, atau melalui kontak

daerah dengan tingkat kebersihan

langsung

dengan

yang

rendah dan keadaan sosial ekonomi

terinfeksi.

Sanitasi

vaksin

rendah, ditularkan terutama melalui

air
orang
dan

Laporan Kasus Hepatitis A


jalur oral-fekal, meskipun transmisi

polipreotein suatu genom nukleotida

parenteral
terdapat

juga

mungkin,

tidak

7500 secara pascatranslasi. Aktivitas

karier.

Masa

virus

keadaan

dapat

dihilangkan

dengan

inkubasi sekitar 30 hari dengan

mendidihkannya selama 1 menit,

durasi 15-50 hari. Kebanyakan kasus

memberikan formaldehid dan klor,

tidak tampak secara klinis atau hanya

atau melalui radiasi sinar ultraviolet.

bergejala seperti flu; ikterus, jika


ada, biasanya ringan. Nekrosis hati

Cara Penularan
Transmisi enterik (fekal oral)

massif (hepatitis fulminant) dapat


terjadi

tetapi

lebih

jarang

predominan

di

antara

Kejadian

anggota

dibandingkan dengan hepatitis B atau

keluarga.

luar

biasa

C.

dihubungkan dengan sumber umum


yang digunakan bersama, makanan

Etiologi

dan air yang terkontaminasi. Sebagai

Hepatitis A adalah penyakit hati

contoh,

ikan

atau

yang disebabkan oleh virus hepatitis

berasal

dari

kawasan

A (HAV). Masa inkubasi virus ini

dicemari

15-50 hari (rata-rata 30 hari). HAV

penderita.

disekresikan di tinja oleh orang yang

neonatal tidak terbukti pada penyakit

terinfeksi

ini

selama

1-2

minggu

sebelum dan 1 minggu setelah awitan


penyakit. Viremia muncul singkat
(tidak lebih dari 3 minggu), kadangkadang sampai 90 hari pada infeksi

HAV adalah suatu virus RNA


yang tidak berkapsul, tahan panas,
asam, eter, dan termasuk famili
piconavirus. Virionnya mengandung
polipeptida

air

kotoran

Penularan

sedangkan

yang
yang

manusia
maternal-

transmisi

melalui

transfusi darah sangat jarang.


Faktor Resiko
Faktor risiko dari hepatitis yaitu:
sanitasi yang buruk, kurangnya air

infeksi yang kambuh.

empat

oleh

kerang

kapsid

yang

ditandai VP1 sampai VP4, yang


dihasilkan dari pembelahan produk

bersih, penggunaan bersama pada


IVDU (intravena drug user), tinggal
bersama

orang

yang

terinfeksi

hepatitis A, berhubungan seksual


bersama

orang

yang

terinfeksi

hepatitis A dan berpergian ke daerah


endemis hepatitis A tanpa imunisasi.

Laporan Kasus Hepatitis A


Antibodi terhadap HAV (antiPatofisiologi

HAV) dapat dideteksi selama proses

Masa inkubasi virus hepatitis tipe

akut penyakit tersebut bila aktivitas

A adalah 2-6 minggu. Virus tipe A ini

aminotranferase serum meningkat

diekskresi melalui feses 1-2 minggu

dan HAV tetap ditemukan dalam

sebelum gejala klinis sampai dengan

feses. Respons antibodi pada tahap

1 minggu sesudah timbul gejala

permulaan ini terutama dari kelas

klinis, begitu virus hilang dari feses,

IgM dan menetap selama beberapa

titer antibody mulai naik. Biasanya

bulan, hanya kadang sampai 6-12

titer IgM akan meninggi secara cepat

bulan. Akan tetapi, selama masa

pada fase akut penyakit, akan tetapi

konvalesen, anti-HAV dari kelas IgG

akan

dalam

menjadi antibodi yang dominan.

titer

Oleh karena itu, diagnosis hepatitis A

antibody IgG akan naik pada saat

dibuat selama proses akut dari

fase akut, dan pada fase rekonvalesen

penyakit

akan tetap tinggi, dapat mencapai 10

diperlihatkannya titer anti-HAV dari

tahun,

kelas IgM yang tinggi. Menyertai

menghilang

beberapa

bulan,

malahan

lagi
sedangkan

sampai

seumur

hidup.

tersebut

dengan

proses akut, anti-HAV dari kelas IgG

Replikasi

virus

ini

hanya

tetap terdeteksi untuk jangka waktu

terbatas pada hati, dan selama akhir

tidak terbatas, dan pasien dengan

masa inkubasi dan fase praikterus

anti-HAV serum

kebal

terhadap

akut, virus tersebut terdapat dalam

infeksi

Jadi,

aktivitas

hati, empedu, feses, dan darah.

antibodi penetralisir sejalan dengan

Meskipun virus tetap berada dalam

munculnya

hati, tersebar dalam feses, viremia

terdapatnya IgG anti HAV dalam

dan infektivitasnya hilang segera

globulin

setelah ikterusnya tampak jelas.

pelindung terhadap infeksi HAV.

ulangan.

imun

anti-HAV,
berperan

dan
sebagai

Tidak seperti virus hepatitis

Sistem imun bertanggung jawab

yang lainnya, HAV dapat bereplikasi

untuk terjadinya kerusakan sel hati

dalam

namun

yaitu melibatkan respons CD8 dan

baik

CD4 sel T dan produksi sitokin di

dibandingkan picornavirus yang lain.

hati dan sistemik. Efek sitopatik

biakan

replikasinya

jaringan,
kurang

Laporan Kasus Hepatitis A


langsung dari virus. Pada pasien

(aliran kembali keatas) ke pembuluh

dengan

dengan

darah sehingga akan bermanifestasi

replikasi tinggi, akan tetapi tidak ada

kuning pada jaringan kulit terutama

bukti langsung.

pada sklera kadang disertai rasa gatal

imunosupresi

Diawali dengan masuk nya virus


kedalam

saluran

pencernaan,

kemudian masuk ke aliran darah


menuju

hati

(vena

porta),

lalu

menginvasi ke sel parenkim hati. Di


sel parenkim hati virus mengalami
replikasi

yang

menyebabkan

sel

parenkim hati menjadi rusak. Setelah


itu virus akan keluar dan menginvasi
sel parenkim yang lain atau masuk
kedalam ductus biliaris yang akan
dieksresikan

bersama

feses.

Sel

parenkim yang telah rusak akan


merangsang reaksi inflamasi yang
ditandai dengan adanya agregasi
makrofag, pembesaran sel kupfer
yang akan menekan ductus biliaris
sehinnga

aliran

terhambat,

bilirubin

kemudian

direk
terjadi

penurunan eksresi bilirubin ke usus.


Keadaan

ini

menimbulkan

ketidakseimbangan antara uptake dan


ekskresi

bilirubin

partikel

berukuran

kecil

bilirubin

direk

sehingga

dapat

masuk ke ginjal dan di eksresikan


melalui urin. Akibat bilirubin direk
yang

kurang

mengakibatkan

dalam

usus

gangguan

dalam

produksi asam empedu (produksi


sedikit) sehingga proses pencernaan
lemak terganggu (lemak bertahan
dalam lambung dengan waktu yang
cukup lama) yang menyebabkan
regangan pada lambung sehingga
merangsang saraf simpatis dan saraf
parasimpatis

mengakibatkan

teraktifasi nya pusat muntah yang


berada di medula oblongata yang
menyebabkan timbulnya gejala mual,
muntah dan menurun nya nafsu
makan.
Manifestasi Klinis
Gejala Klinis yang muncul pada
masa inkubasi atau periode preklinik,

telah

10 sampai 50 hari, di mana pasien

mengalami proses konjugasi (direk)

tetap asimtomatik meskipun terjadi

akan terus menumpuk dalam sel hati

replikasi

yang

Prodromal /preikterus berlangsung 1-

akan

bilirubin

sel

akibat

hati

sehingga

dari

dan air kencing seperti teh pekat

yang

menyebabkan

reflux

aktif

virus.

Stadium

Laporan Kasus Hepatitis A


2

minggu:

mialgia,

Bila tes darah menunjukkan negatif

kelemahan,

untuk antibodi IgM dan IgG, kita

nausea, vomitus, nyeri perut bagian

kemungkinan tidak pernah terinfeksi

atas dan epigastrium, diare dan

HAV,

konstipasi.

mempertimbangkan

anoreksia,

malaise,
atralgia,

Stadium

ikterus

(berlangsung 2-3 minggu) ikterik


muncul,
jarang

setelah
terjadi

prodormal,akan
gejala.

ikterik

muncul

perburukan
terjadi

Fase

gejala

perbaikan
konvalesen

(penyembuhan) dimana ikterik dan


keluhan

lain

hepatomegali

menghilang,
dan

tetapi

abnormalitas

fungsi hati masih ada, nafsu makan


membaik, keadaan akut biasanya
membaik 2-3 minggu. Perbaikan
klinis dan laboratorium membaik
terjadi dalam 9 minggu.
Diagnosis
Diagnosis hepatitis A ditegakkan
dengan tes darah. Tes darah ini
mencari dua jenis antibodi terhadap
virus, yang disebut sebagai IgM dan
IgG. Pertama, dicari antibodi IgM,
yang dibuat oleh hepatitis virus.
sistem kekebalan 5-10 hari sebelum
gejala muncul, dan biasanya hilang
dalam 6 bulan. Tes juga mencari
antibodi IgG, yang menggantikan
antibodi IgM dan untuk seterusnya
melindungi terhadap infeksi HAV.

dan

sebaiknya
untuk

divaksinasi terhadap HAV.


Bila tes menunjukkan positif
untuk antibodi IgM dan negatif untuk
IgG, kita kemungkinan tertular HAV
dalam 6 bulan terakhir ini, dan
sistem

kekebalan

mengeluarkan

virus

sedang
atau

infeksi

menjadi semakin parah. Dan bila tes


menunjukkan negatif untuk antibodi
IgM dan positif untuk antibodi IgG,
kita mungkin terinfeksi HAV pada
suatu waktu sebelumnya, atau kita
sudah divaksinasikan terhadap HAV.
Kita sekarang kebal terhadap HAV.
Penatalaksanaan
Beberapa rekomendasi umum
penangan hepatitis A, antara lain:
Pasien dapat dirawat jalan selama
terjamin hidrasi dan intake kalori
yang

cukup,

rekonvalesen
dibutuhkan
penyembuhan,

diet

Selama

fase

tinggi

protein

untuk
Alkohol

proses
harus

dihindari dan pemakaian obat-obatan


dibatasi.

Laporan Kasus Hepatitis A


Pasien diperiksa tiap minggu

besar

dan

sebelum

menyiapkan

selama fase awal penyakit dan terus

makanan,

evaluasi sampai sembuh. Harus terus

penting untuk mengurangi risiko

dimonitor

terhadap

kejadian

penularan

seperti

kesadaran

terinfeksi

ensefalopati

somnolen, mengantuk, dan asterisk.


Antiemetik

dapat

membantu

menghilangkan keluhan muntah dan


mual.

penyakit

merupakan
dari

individu

sebelum
klinis

tindakan
yang

dan

sesudah

mereka

menjadi

apparent.
Pencegahan untuk hepatitis A,
yaitu dengan cara pemberian vaksin
atau imunisasi. Ada dua jenis vaksin,

Pasien yang menunjukkan gejala


hepatitis

fulminan

harus

segera

yaitu: Imunisasi pasif dan imunisasi


aktif.

dikirim ke pusat transplantasi.

Imunisasi pasif yaitu (antibodi)

Pasien dengan hepatitis akut

dimana profilaksis untuk hepatitis A

tidak memerlukan perawatan isolasi.

telah tersedia selama bertahun-tahun.

Orang yang merawat pasien hepatitis

Serum imun globulin (ISG), dibuat

akut

dari

harus

selalu

mencuci

tangannya dengan sabun dan air.


untuk

mencegah

populasi

umum,

memberi 80-90% perlindungan jika

Menurut WHO, ada beberapa


cara

plasma

penularan

diberikan

sebelum

atau

selama

periode inkubasi penyakit. Dalam

hepatitis A, antara lain: Hampir

beberapa

semua

infeksi

namun tidak muncul gejala klinis

dengan

rute

HAV

menyebar

fekal-oral,

maka

pencegahan dapat dilakukan dengan


hygiene

perorangan

standar

kualitas

persediaan

air

yang
tinggi
publik

kasus,

infeksi

terjadi,

dari hepatitis A.
Saat ini, ISG harus diberikan

baik,

pada orang yang intensif

untuk

pasien hepatitis A dan orang yang

dan

diketahui

telah

makan

kontak
makanan

pembuangan limbah serta sanitasi

mentah yang diolah atau ditangani

lingkungan yang baik.

oleh individu yang terinfeksi. Begitu

Dalam rumah tangga, kebersihan

muncul gejala klinis, tuan rumah

pribadi yang baik, termasuk tangan

sudah memproduksi antibodi. Orang

sering dan mencuci setelah buang air

dari daerah endemisitas rendah yang

Laporan Kasus Hepatitis A


melakukan perjalanan ke daerah-

Nyeri perut kanan atas sejak 3

daerah dengan tingkat infeksi yang

hari yang lalu, seperti ditusuk, hilang

tinggi dapat menerima ISG sebelum

timbul, tidak pasti kapan timbulnya.

keberangkatan dan pada interval 3-4


bulan asalkan potensial paparan berat
terus berlanjut, tetapi imunisasi aktif
adalah lebih baik.
Imunisasi aktif untuk hepatitis
A, vaksin dilemahkan hidup telah
dievaluasi tetapi telah menunjukkan
imunogenisitas dan belum efektif
bila

diberikan

secara

oral.

Penggunaan vaksin ini lebih baik


dari pada pasif profilaksis bagi

Demam yang hilang timbul,


lebih terasa pada malam hari sejak 1
minggu

yang

lalu

dan

tidak

menggigil, mimisan tidak ada, gusi


berdarah tidak ada dan nyeri-nyeri
pada persendian tidak ada. Lemas
dan nafsu makan menurun sejak
seminggu yang lalu, dirasakan terus
menerus.
Sejak 3 hari yang lalu BAB

mereka yang berkepanjangan atau

keras,

berwarna

putih

(dempul).

berulang terpapar hepatitis A.

Sejak 3 hari yang lalu BAK pekat


seperti teh, jumlahnya seperti biasa,
sakit saat BAK tidak ada.

LAPORAN KASUS
R, laki-laki, 15 tahun datang ke

Pasien

sebelumnya

belum

IGD RS AA dengan keluhan muntah

pernah sakit seperti ini, pasien

sejak 1 hari SMRS.

memilki riwayat maag sejak 1 tahun

Pasien datang dengan keluhan


muntah-muntah

sejak

SMRS,

hilang timbul. Terutama dirasakan


setelah

makan/minum.

Muntah

sebanyak lebih dari 5x. Muntahan


terdiri dari makanan yang dimakan
oleh pasien, darah tidak ada, muntah
tidak menyemprot, jumlah gelas
aqua. Mual sejak 3 hari yang lalu,
terus menerus.

yang lalu, riwayat hepatitis tidak ada,


riwayat

hipertensi

dan

diabetes

melitus tidak ada. Keluarga pasien


tidak ada memiliki keluhan yang
sama, riwayat hipertensi, diabetes
melitus dan hepatitis tidak ada.
Pasien sebagai pelajar SMA, sering
beli jajanan di sekolah, pasien sering
telat makan, tidak ada merokok,
tidak penggunaan obat dan tidak
minum alkohol.

Laporan Kasus Hepatitis A


Dari pemeriksaan tanda-tanda
vital

yang

dilakukan

didapatkan

keadaan umum tampak sakit sedang,


kesadaran komposmentis, tekanan
darah

100/90

mmHg,

nadi

85

kali/menit, penafasan 22 kali/menit


dan suhu 38 oC. Berat badan 60 kg,
tinggi badan 175 cm, BMI 19,6.
Pemeriksaan

kepala

Pemeriksaan ektremitas ditemukan


ikterik di kedua tangan dan tungkai,
akral hangat dan CRT< 2 menit.
Hasil pemeriksaan laboratorium
tanggal 3 November 2014 didapat
hemoglobin 13,7 gr/dl, hematokrit
41,9 %, leukosit 7500/mm, trombosit
138000/mm, IgM anti HAV + 2,73,

leher

SGOT: 184 U/L, SGPT: 452 U/L,

didapat sklera ikterik, konjungtiva

bilirubin total: 1,2 mg/dl, bilirubin

tidak anemis, bibir kering, lidah

dairek: 0,8 mg/dl, dan bilirubin

kotor,

indairek: 1,2 mg/dl.

pembesaran

KGB

dan

peningkatan JVP tidak ada.


Hasil dari pemeriksaan thoraks

PEMBAHASAN

paru didapatkan pergerakan dinding

Diagnosis pada pasien ini adalah

dada simetris kanan kiri, vokal

hepatitis A. Didiagnosis hepatitis A

fremitus kanan kiri sama, sonor

ditegakkan berdasarkan anamnesis,

kedua lapang paru, suara nafas

pemeriksaan fisik dan pemeriksaan

vesikuler, ronkhi tidak ada dan

penunjang. Dari anamnesis pasien

wheezing tidak ada.

mengeluh mual dan muntah, nyeri

Pemerisaan jantung didapatkan


batas jantung kanan di RIC V linea
parasternalis dextra, batas jantung
kiri RIC V linea midclavicularis
sinistra.
Periksaan

perut kanan atas, dan nafsu makan


menurun nyeri perut kanan atas
seperti ditusuk-tusuk, tidak pasti
kapan

munculnya,

pasien

juga

mengeluhkan demam, lemas, nafsu


makan menurun, BAB berwarna

fisik

abdomen

ditemukan perut datar, bising usus

putih (dempul) dan BAK pekat


seperti air teh.

normal, timpani dan nyeri tekan

Dari pemeriksaan fisik suhu

epigastrium dan hepar teraba 2 jari

badan 380C, Sklera dan kulit ikterus,

dibawah arcus costa.

nyeri tekan pada daerah epigastrium

10

Laporan Kasus Hepatitis A


dan hepatomegali (hepar teraba 2 jari
dibawah arcus costa).

DAFTAR PUSTAKA
1. Harrison, et al. 2000. Prinsip-

Dari pemeriksaan laboratorium

prinsip Ilmu Penyakit Dalam

SGOT/SGPT meningkat, anti HAV

Volume 4 Edisi 13. Jakarta: EGC


2. Kumar,Cotran,Robbins.

IgM reaktif, bilirubin total, dairek

2007.Buku Ajar Patologi. Edisi

dan indairek meningkat.


Pengobatan
secara

pada

medikamentosa

ini

7. Jakarta: EGC.
3. Sudoyo, et al. 2006. Buku Ajar

diberikan

Ilmu Penyakit Dalam Jilid I

pasien

IUFD RL 20 tpm, parasetamol 3x500

Edisi

IV.

mg, omeprazol 1x20mg dan dulcolax

Kedokteran

Jakarta:

Universitas

Indonesia.
4. WHO. 2012.

1x2tab.

Fakultas

Hepatitis

A.

Diakses

http://www.who.int/mediacentre/

KESIMPULAN

factsheets/fs328/en/ pada tanggal

Berdasarkan pembahasan diatas


disimpulkan

dari

bahwa

pasien

4 Oktober 2012.
5. WHO. 2010. Hepatitis A, B, and

didiagnosis sebagai hepatitis A. Pada

C.

Diakses

dari

pasien ini telah diberikan tatalaksana

http://www.who.org

pada

sesuai diagnosis.

tanggal 4 Oktober 2012.


6. Wilson, Walter R. And Merle
A. Sande. 2001. Current
Diagnosis & Tratment in
Infectious
mcGraw-hill

Disease.

The

Companies,

United States of America.

11