Anda di halaman 1dari 17

CORPORATE FINANCE

CASE STUDY

MERTON ELECTRONICS CORPORATION

KELOMPOK 6

DEWI HARDIYANTI

041414353008

RADEN IRWAN

041414353041

SHEILA MARTHALIA

041414353047

ANGKATAN 43 SORE
MAGISTER MANAJAMEN FAKULTAS EKONOMI & BISNIS
UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
2015

I.

LATAR BELAKANG
Patricia Merton yang merupakan seorang pimpinan sekaligus pemegang saham utama
dari Metron Electronuc merasa kecewa dengan performa perusahaan yang dia pimpin
selama beberapa tahun terakhir. Meski penjualan meningkat hingga 12%
dibandingkan dengan tahun sebelumnya, namun peningkatan ini lebih lambat jika
dibandingkan dengan peningkatan yang terjadi selama tiga tahun sebelumnya.
Pada waktu yang sama, pendapatan tahun 1997 menurun hingga mencapai
40%, hal ini merupakan gambaran dari kondisi ekonomi sulit/krisis. Margin
perusahaan menunjukkan kondisi yang sama dalam tiga tahun terakhir dan 1997
merupakan kondisi yang paling buruk. Berbagai paya untuk menagatasi telah
dilakukan. Perbaikan opersional juga telah diusahakan, menajaga serta mengontrol
modal kerja dan kebutuhan akan cash flow juga dilakukan untuk menghadapi kondisi
sulit. Selain itu, Merton juga mengamankan pendanaan jangka panjang tambahan dan
peningkatan batas kredit perusahaan dengan harapan dapat terus untuk tumbuh. Meski
pertmbuhan yang berkelanjutan membutuhkan investasi tambahan, Patricia Metron
berharap investasi ini dapat dibiayai oleh arus kas, dan jika marigin terus memburuk
maka modal kerja dapat disesuaikan dengan penjualan.
Semenjak didirikan pada tahun 1950 oleh Thomas Metron, Metron electronic
yang merupakan distributor dari GEC, produsen produk listrik dan elektronik untuk
pasar konsumen secara langsung dan pasar institusi. Selain produk dari GC, Metron
juga memasukkan komponen perabot listrik, rekaman, CD, adn kaset kedalam jajaran
produknya. Pada tahun 1980, metron mulai mengimpor brang elektronik dari Jepang,
kemudian empat tahun setelahnya perusahaan membuat kesepakatan impor eksklusif
denngan Goldston Corporation dari Taiwan yang merupakan perusahaan televisi dan
perabotan listrik lainnya.
Awal tahun 1990 an , Merton memasukin pasar personal computer atau PC
dengan mendistribusikan product hardware dan software serta menjadi didtributor
nasional Fuji Electronic, produsen utama PC Jepang. Pangsa pasar ini akan tumbuh
secara cepat. Sehingga meningkatkan transaksi dengan menggunakan mata uang
asing. Patricia Merton sebagai pemilik 65% saham perusahaan bersama dengan
ibunya

berupaya untuk terus meningkatkan pertumbuhan perusahaan. Didalam

perjalannannya, Patricia metron memiliki problem dengan ketidak stailan Yen dan
dollar Taiwan. Lebih dari setengah produk diimpor dari Jepang dengan pembelian

menggunakan dominasi Yen mencapai $27 juata selama 12 bulan terakhir. Sedangkan
pembelian tahunannya mencapai $ 4 juta dari supplier Taiwan.
Supplier Merton dari Jepang yaitu Fuji elektronik selalu membuat faktur
dengan mata uang Yen. Sedangkan sesuai kesepakatan di awal, Goldenstone
Corporation membuat faktur dengan mata uang dollar AS. Namun, pada tahun 1989
mengalamj perubahan dengan menggunakan mata uang dollar Taiwan dan tidak lagi
menggunakan dollar AS. Dalam pelaksanaanya, ketika suatu pesanan diajukan,
supplier dari Asia akan mengrimkan menggunkaan kargo dalam jangka waktu 60 hari
dan pembaaran dilakukan 30 hari dari akhir bulan pengiriman. Jadi, nilai barang
284 yang dikirimkan Januari 1998 akan dibayar pada akhir bulan Februari.
Mendekati akhir bulan Januari 1996, berkaitan dengan turunnya margin yang
didapatkan perusahaan sebagai akibat dari pengaruh tingkat pertukaran yang
meningkat, Patrician Merton meminta Charles Brown yang merupakan general
manager dari perusahaan Merton untuk mengumpulkan data volume pembilian
bulanan dari supplier Jepang dan exchange rate Yen-dollar. Berdasarkan data yang
didapatkan Brown, diketahui bahwa apresiasi Yen terhadap dollar sampai pertengahan
tahun 1995 memberikan pengaruh pembebanan biaya yang lebih banyak terhadap
dollar dibandingkan pada saat nilai tukar stabil. Kenaikan Yen selama empat bulan
pertama dalam tahun 1995 menjadi $ 1,1 juta dollar yang merupakan biaya
pembelian.
Data menunjukkan bahwa antara bulan Juli-Desember 1995 dollar mengalami
penguatan dan memberikan hasil $ 1,4 Juta. Dari

sektor

perbankan

menganggap

bahwa Merton menghadapi resiko keuangan yang serius. Bankir mengingatkan atas
penigkatan impor produk dari Jepanng yang semakin banyak bahkan jika
dibandingkan dengan pesaing lainnya, maka margin laba akan lebih sensitif terhdap
nilia Yen dibandingkan dengan sebelumnya. Sehingga disarankan untuk menghidari
pembelian dengan menggunakna Yen.
Setelah dua tahun, Patricia meminta Brown untuk memeriksa kembali data
yang ada. Data yang baru menunjjukan hal yang berbeda dengan sebelumnya. Meski
Yen masi tetap tidak stabil, tetapi Yen Lemah terhadap dolar pada periode ini. Biaya
beli Yen adalah sekitar $25,5 juta selama tahun 1997. Apabila pembelian tidak
dihentikan, maka biaya dollar menjadi $ 24,6 juta.
Lebih dari 60% pembelian terjadi pada saat terjadi fluktuasi mata uang.
Namun perbankan beranggapan bahwa membatasi merupakan kebijakan terbaik yang
bisa diambil untuk dua tahun terakhir. Hal ini memiliki arti bahwa Merton membeli

mata uang asing pada pasar spot setiap terjadi pembayaran kepada supllier Asia
dilakukn. Barang senilai 880 juta dipesan dan difakturkan pada akhir bulan Januari
diselesaikan di nilai Spot 127, dengan membebankan biaya $ 6,93 juta kepada
merton. Perusahaan membayar $ 7,04 juta semenjak adanya pembatasan pembelian
barang.
Terdapat dua pilihan dasar pada saat melakukan pembatasan. Yang pertama,
yaitu dengan mengunci nilai tukar yang mendekati nilai spot yang berlaku. Atau yang
kedua, bisa menggunakan pilihan kontrak yang akan menentukan batas biaya dari
Yen, tetapi masih memungkinkan memperoleh keuntungan yen yang lebih murah
yang terjadi pada saat pembayaran faktur. Penguncian nilai tukar dilakukan dengan
cara menentukan nilai suatu mata uang asing (nilai spot masa yang akan datang) yang
diberlakukan pada masa sekarang. Jenis pembatasan ini memberikan jaminan bahwa
berapapun nilai spot di masa yang akan datng, harga efektif yang dibayarkan untk yen
adalah harga yang sduah disepakati diawal. Terdapat tiga cara untuk mengunci nilai
tukar yaitu foward contract, transaksi pasar uang dan currency futures contract.
Foward contarct yang dipakai perusahaan selama 18 bulan terakhir adalah
suatu pengaturan membeli dari bank dengan jumlah tertentu yen yang dikirimkan
pada tanggal tertentu di masa yang akan datang pada saat faktur diselesaikan. Nilai
tukar sudah ditentukan sebelumnya. Pada 125,5, tingkat kedepan 90 hari saat ini
mendekati 1,5% lebih mahal dibandingkat spot rate. Melalui pembatasan ini, Merton
akan menerima yen dari bank pada tanggal batas waktu yang disepakati, membayar
bank jumlah dollar pada nilai tukar kedepan sebagaimana ditentukan sebelumnya
(Y125,50) dan kemudian menggunakan yen untuk membayar para supplier Jepang.
Yen futures hedge disediakan dengan instrumen yang perdagangan pada
Chicago Merchantile Exchange (CME). Sebagai perlindungan terhadap kerugian
karena fluktuasi mata uang, pembatasan ini sangat serupa dengan kontrak kedepan
yang disediakan oleh bank. Merton akan membeli yang memadai untuk menciptakan
pembatasan. Kemudian ia bisa menunggu sampai pembatasan kontrak masa
mendatang mencapai batas waktunya dan menerima pengiriman yen. Sebagai
alternatif, jika Merton memutuskan batasan tidak lagi diperlukan sebelum kontrak
masa mendatang mencapai batas waktunya, maka bisa dijual.
Pilihan nilai tukar yang diperdagangkan memiliki batas dan jumlah waktu

standar. Tanggal kadaluwarsa sama dengan yang di masa mendatang yaitu Maret,
Juni, September dan Desember. Dilain hal, nilai tukar Amerika menawarkan beberapa
tanggal expire yang mendekati. Misalnya di akhir Januari, kontrak ditawarkan untuk
masa kadaluwarsa Februari dan April juga untuk bulan-bulan standar Maret dan Juni.
Hanya beberapa nilai tukar utama yang tersedia. Sebagian besar dihargai dalam dollar
AS, bahkan yang diperdagang di bursa Eropa atau Asia. Disamping menyelesaikan
instrument pembatasan, terddapat permasalahan lain yang perlu dipertimangkan oleh
Merton. Yaitu adalah adanya impor barang dari supplier Jepang secara berkelanjutan
sepanjang tahun, jika mereka memutuskan untuk membatasi pembelian ini, haruskah
demikian ketika pesanan diajukan? Atau haruskah mereka menunggu sampai faktur
pembelian benar-benar diterima?
Ditekankan bahwa tidak ada pendekatan pembatasan yang benar. Ini
tergantung pada kebutuhan dan posisi keuangan tertentu perusahaan, dan sikap
manajemen

juga

pemegang

saham

terhadap

resiko.

Apakah

pembatasan

menguntungkan atau apkah hanya akan diketahui setelahnya, ketika supplier dibayar.
Dalam kasus Merton Electronics, pembatasan selama bulan-bulan terakhir berubah
menjadi keputusan yang salah, sebaliknya keputusan tersebut benar untuk dollar
Taiwan. Jika yen menguat terhadap dollar, penguncian nilai ini menjadi keputusan
yang benar. Selanjutnya, dia memperingatkan bahwa pembatasan dalam beberapa
situasi kompetitif bisa benar-benar meningkatkan resiko dan bukannya mengurangi
resiko.
Patricia Merton ingin menyelesaikan masalah dengan cepat dengan meminta
Brown menyiapkan laporan ringkas tentang bagaimana resiko keuangan perusahaan
seharusnya ditangani. Patricia meminta Brown merumuskan keuntungan relatif dalam
hal biaya dan resiko masing-masing alternatif yang dijelaskan dari sisi perbankankan.
Sebagai contoh, dia bisa menggunakan Y300 juta yang muncul dari barang yang
dipesan pada bulan Januari dan seharusnya untuk pembayaran pada bulan April, 90
hari dari tanggal tersebut. Dia menyarankan untuk menggunakan nilai pasar tanggal
22 Januari dan untuk tujuan analisis dan mengasumsikan supplier akan dibayar dan
pembatasan dikurangi pada 22 April.

II.

POKOK BAHASAN

Perusahaan mengalami persaingan yang berat dengan penjualan yang lambat dan
semakin mengecilnya margin yang mereka dapat. Salah satu dari masalah utama
yang dihadapi adalah menghadapi resiko dengan mengimpor barang dari Jepang,
dimana pada tahun 1996, Merton mengalami currency risk positon.
Currency risk position adalah tingkatan dimana bisnis terpengaruh baik secara
positive ataupun negatif terhadap perubahan nilai tukar. Hal ini dapat merujuk
pada potensi kerugian dalam investasi, transaksi bisnis dan biaya operasional yang
diakibatkan oleh fluktuasi nilai tukar.
Dalam kasus, Merton menghadapi adanya currency risk pada hutang yang
diguanakan untuk membiayai Impor yang berasal dari supplier Jepang. Merton
harus memikirkan tentang :
1. Tipe Hedging yang tepat untuk perusahaan seperti Merton
2. Bila mereka melakukan hedging, kapan dan dalam kondisi seperti apa hedging itu
terjadi?

III.

TINJAUAN TEORI
Perusahaan Internasional adalah perusahaan yang terlibat dalam produksi dan
penjualan barang-barang dan jasa-jasa di lebih dari satu negara.
Perusahaan internasional biasanya terdiri atas perusahaan induk yang berada
di negara asal dan paling tidak lima atau enam cabang perusahaan atau anak
perusahaan yang berada di luar negeri dan lebih banyak melakukan investasi
langsung diberbagai negara. Didalam perusahaan internasional terdapat ciri
khusus manajemen keuangan, yaitu menyangkut lebih dari satu mata uang, untuk
itu perlu diperhatikan tentang Foreign Excange Market (FOREX) dalam

beroperasi, terutama tentang bagaimananilai tukar (exchamge rates) berubah, serta


bagaimana menghindarkan diri dari risiko nilai tukar (exchange rate risk).
Berikut adalaha alasan bagi perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya secara
internasional, antara lain:
a. Memperluas pasar untuk mencapai sumber permintaan baru
b. Mempertahankan supply bahan baku
c. Penguasaan teknologi
d. Memperkecil risiko bisnis
e. Untuk meningkatkan efisiesi produksi
f. Meraih keuntungan monopolistik
g. Memanfaatkan faktor-faktor produksi yang lebih murah seperti tenaga
kerja, bahan baku, lahan, dsb.
h. Mengiopyimalkan skala ekonomis operasi untuk meningkatkan efisiensi
perusahaan
i. Bisnis internasional memberikan kesempatan untuk menghasilkan
keuntungan yang lebih besar dibandingkan pasar domestik.
Berikut adalah Proses Ekspansi Bisnis ke Manca Negara

Resiko Perdagangan Internasional


a. Ketidakpastian kurs valuta asing
b. Resiko Negara (country Risk)
c. Perubahan tarif impor dan kuota
d. Proteksi pemberian subsidi yang lebih besar kepada produsen domestik
Arti Penting Manajemen Keuangan Internasional
1. Membantu manajer keuangan untuk memutuskan bagaimana pengaruh
berbagai kejadian-kejadian internasional terhadap perusahaan, dan langkahlangkah apa yang dapat diambil untuk memanfaatkan perkembangan positif
dan menghindari perusahaan dari dampak negatif.
2. Membantu manajer mengantisipiasi kejadian dan membuat keputusan yang
menguntungkan sebelum kejadian tersebut terjadi.
Seiring dengan sifat bisnis menjadi internasional, beberapa perusahaan terkespos
terhadap risiko kurs tukar yang berubah. Perubahan dalam kurs tukar dapat

mempengaruhi penyelesaian kontrak-kontrak, arus kas dan nilai perusahaan. Secara


konvensional, ekspor mata uang asing diklasifikasi menjadi 3 tipe, yaitu
a. Eksposur transkasi
Muncul ketika perusahaan menghadapi arus kas kontraktual yang ditetapkan dalam
mata uang asing.
b. Eksposur ekonomi
Tingkat dimana nilai perusahaan akan dipengaruhi oleh perubahan-perubahan yang
tidak terinspirasi dalam kurs tukar
c. Eksposur Translasi
Potensi bahwa laporan keuangan konsolidasi perusahaan dapat dipengaruhi oleh
perubahan-perubahan dalam kurs tukar.
Transaksi pasar valuta asing
Transaksi dalam pasar valuta asing dapat dilakukan atas basis spot, forward, atau swap.
Definisi yang lebih luas dari pasar valuta asing mencakup currency option dan future.
Beberapa transaksi dalam pasar valuta asing menurut Eiteman (2004:101) antara lain :
1. Transaksi Spot
Transaksi spot adalah pembelian mata uang asing dengan penyerahan dan
pembayaran di antara bank-bank yang berlangsung, biasanya pada hari kerja
berikutnya. Tanggal penyelesaiannya disebut value date.
2. Transaksi Outright Forward
Outright forward transaction menuntut penyerahan pada suatu tanggal kelak
dari suatu jumlah tertentu salah satu amata uang untuk dipertukarkan dengan
sejumlah tertentu mata uang lain. Nilai tukar ditentukan pada saat
kesepakatan, namun pembayaran dan penyerahan tidak dituntut sampai jatuh
tempo.
3. Transaksi Swap
Transaksi swap adalah pembelian dan penjualan simultan suatu jumah tertentu
valuta asing untuk dua value date (tanggal penyelesaian) yang berlainan.
Pembelian dan penjualan itu dilakukan dengan pihak yang sama.
Pengertiang Hedging
Setiap perusahaan yang melakukan transaksi internasional tentu akan mempunyai
receivable (penerimaan) dan payable (pengeluaran) dalam berbagai valuta asing.
Untuk menentukan perlu atau tidaknya dilakukan hedging atas recievable atau payable
dalam suatu valuta asing, yang perlu diperhatikan adalah fluktuasi kurs valuta asing
tersebut.
Dengan adanya resiko fluktuasi nilai tukar, manajemen perusahaan yang
memiliki transaksi internasional berusaha untuk menghindari maupun mengurangi
kerugian dari fluktuasi nilai tukar tersebut. Adapun tindakan yang dilakukan pihak

manajemen salah satunya adalah dengan melakukan teknik lindung nilai atau disebut
hedging.
Hedging adalah mengambil suatu posisi, memperoleh suatu cash flow, aset
atau kontrak (termasuk kontrak forward) yang akan naik (atau turun) nilainya dan
mengimbanginya dengan suatu penurunan (atau kenaikan) nilai suatu posisi yang ada.
Maka dari itu, hedging melindungi pemilik dari kerugian yang dapat menimpa aset
yang ada (Eiteman 2004:148).Hedging adalah tindakan yang dilakukan perusahaan
untuk menghindari atau mengurangai resiko kerugian akibat fluktuasi kurs valas.
Manfaat dan kegunaan hedging
Manfaat utama dari hedging adalah untuk melindungi perusahaan dari resiko kerugian
akibat fluktuasi nilai tukar.
Menurut Jeff Madura (2001:197), perusahaan pada umumnya mencoba
melakukan hedge atau perlindungan terhadap pergerakan nilai tukar. Mereka dapat
melakukan hedge lebih efektif jika mengetahui berapa jumlah tertentu yang
dibutuhkan atau diterima pada tanggal tertentu di masa mendatang.
Dengan melakukan hedging maka suatu perusahaan akan dapat menetapkan
secara pasti jumlah hutang yang harus dibayar maupun jumlah tagihan yang akan
diterima di masa yang akan datang.
Di pihak lain dengan melakukan hedging, perusahaan tidak bisa lagi
mengharapkan keuntungan yang mungkin akan terjadi bila nilai tukar berfluktuasi ke
arah yang menguntungkan bagi perusahaan yang memiliki hutang dalam mata uang
asing akan memperoleh keuntungan bila nilai tukar mata uang domestik menguat
pada saat hutang jatuh tempo.
Forward Contract Hedging
Teknik hedging dengan forward contract ini banyak dilakukan oleh perusahaan besar
atau Multinational Corporation (MNC) untuk melindungi piutang dan hutang yang
relatif besar terhadap resiko fluktuasi valuta asing dengan cara mengunci suatu nilai
tukar pada transaksi di masa yang akan datang. Di dalam aktivitas jual beli valas
tidak saja dilakukan dengan penyerahan di waktu sekarang (spot), tetapi dapat
dilakukan jual beli valas dengan waktu penyerahan di masa yang akan datang
(forward).

Menurut Bringham dan Houston (2006: 327), forward contract yaitu


perjanjian dimana salah satu pihak setuju untuk membeli sebuah komoditas pada
suatu harga tertentu pada tanggal tertentu di masa depan dan pihak lian setuju untuk
melakukan penjualan tersebut.
Dari definisi definsi diatas dapat disimpulkan bahwa forward contract hedging
adalah perjanjian antara kedua belah pihak berupa penyerahan sejumlah mata uang
asing pada masa tertentu di masa yang akan datang oleh pihak lain dengan harga yang
telah disepakati pada saat kontrak dibuat.
Forward Discount dan Forward Premium
Menurut Levi (2001:59) yang dimaksud forward discount dan forward premium
adalah saat kita membayar lebih banyak untuk penyampaian forward contract
daripada penyampaian spot bagi suatu mata uang, kita dapat mengatakan bahwa kurs
mata uang adalah premi forward (forward premium), sebaliknya apabila kita lebih
sedikit untuk penyampaian forward daripada penyampaian spot, kita mengatakan
bahwa kurs mata uang ada pada diskon forward (forward discount).
Money Market Hedging
Pengertian
Lindungi nilai pasar uang melibatkan mengambilkan posisi di pasar uang untuk
menutupi posisi utang atau piutang di masa depan. Instrumen instrumen yang
diperjualbelikan dalam pasar uang adalah surat surat berharga jangka pendek yang
jangka waktunya tidak lebih dari satu tahun.
Setiap perusahaan pada dasarnya dapat menggunakan money market atau
pasar uang untuk menghedging transaksi eksposurnya dalam rangka mengantisipasi
posisi penerimaan dan pengeluaran di masa mendatang. Dalam hal ini kontraknya
berupa perjanjian pinjaman.
Perusahaan berupaya mencari pinjaman atas suatu mata uang di pasar uang,
lalu mengkonversikan pinjaman tersebut dalam mata uang lain. Nilai pinjaman yang
tertera di kontrak, dapat dipergunakan terlebih dahulu untuk menjalankan investasi
jangka pendek misalnya membeli sekuritas, mendepositkan pada bank dan lain lain.
Pada saat jatuh tempo perusahaan akan membayar kembali pinjamannnya ditambah

dengan cicilan bunga. Pada saat melakukan investasi diatas perusahaan mendapatkan
efisiensi dari selisih investasi dengan tingkat bunga pinjaman. Hal hal tersebut
bertujuan agar perusahaan dapat terhindar dari fluktuasi nilai tukar yang dapat
merugikan posisi keuangan perusahaan.
Money market hedging atas payable
Dalam lindung nilai pasar atas uang, jika perusahaan memiliki kelebihan kas,
perusahaan dapat membuat deposito jangka pendek dalam mata uang asing yang akan
dibutuhkan di masa depan.
Pada banyak kasus, MNC memilih melakukan lindung nilai utang tanpa
menggunakan saldo kasnya. Menurut Jeff Madura (2006:421) lindung nilai pasar
uang tetap dapat digunakan dalam situasi ini, tetapi dibutuhkan dua posisi mata uang :
(1) meminjam dana dalam mata uang asal dan (2) deposito jangka pendek dalam mata
uang asing.
Langkah langkah teknik money market hedging untuk melindungi hutang, yaitu:
1. Menetukan besarnya hutang pada saat jatuh tempo.
2. Mencari nilai sekarang dari hutang tersebut dengan tingkat suku bunga deposito mata
uang asing, lalu mengonversikan ke mata uang domestik.
3. Meminjam uang dari mata uang domestik sebesar nilai sekarang dari hutang yang
telah dikonversikan ke dalam mata uang domestik, sehingga dapat menginvestasikan
uang tersebut ke dalam mata uang asing, dan pada saat utang jatuh tempo investasi
tersebut akan dapat menutupi hutang dalam mata uang asing tersebut.
4. Membayar utang dalam mata uang domestik setelah jatuh tempo ditambah dengan
bunga.
Money market hedging atas receivables
Jika perusahaan memiliki piutang dalam mata uang asing, perusahaan dapat
melakukan lindungi nilai atas posisi ini dengan meminjam dalam mata uang tersbut
sekarang dan mengonversikannya menjadi dollar. Piutang yang diterima akan
digunakan untuk melunasi pinjaman tersebut.
Pada beberapa kasus, MNC mungkin tidak perlu meminjam dan selama 90
hari. Menurut Jeff Madura (2006:423) pada situasi ini, lindung nilai pasar uang atas
piutang tetap dapat dilakukan jika perusahaan menggunakan dua posisi dari pasar

uang : (1) meminjam mata uang yang digunakan dalam piutang dam (2) berinvestasi
dalam mata uang asal.
Langkah langkah teknik money market hedging untuk melindungi piutang yaitu:
1. Menetukan besarnya piutang pada saat jatuh tempo.
2. Menentukan besarnya pinjaman dalam mata uang asing dengan mencari nilai
sekarnag

dari

pinjaman

menginvestasikannya.
3. Mengonversikan pinjaman

tersebut
tersebut

ke

dalam

mata

uang

domestik

dan

ke

dalam

mata

uang

domestik

dan

menginvestasikannya.
4. Pada saat jatuh tempo, perusahaan mendapatkan kepastian terhadap penerimaan
piutangnya sebesar jumlah investasi dalam mata uang domestik ditambah dengan
bunga. Pada saat jatuh tempo pula perusahaan akan menerima piutangnya sebesar
investasi dalam mata uang domestik ditambah dengan bunga dan akan dipergunakan
untuk membayar pinjaman tersebut.
Currency Put Option
Currency put option memberikan hak untuk menjual sejumlah mata uang
tertentu pada harga tertentu (exercise price) selama periode waktu tertentu.
Perusahaan dapat menggunakan opsi jual sebagai lindung nilai piutang karena put
option menjamin adanya harga tertentu (exercise price) yang digunakan untuk
menjual mata uang dari pelunasan piutang. Currency put option tidak mewajibkan
pemiliknya untuk menjual mata uang pada harga tertentu.
Jika kurs spot mata uang tetap lebih rendah daripada exercise price selama
masa berlaku opsi, perusahaan dapat membiarkan opsi kadaluwarsa dan membeli
mata uang pada kurs spot yang berlaku.
Pada sisi lain jika kurs spot mata uang terapresiasi maka opsi beli
memungkinkan perusahaan untuk membeli mata uang nilai exercise price. Dengan
kata lain, perusahaan yang memegang call option telah menetapkan harga maksimum
(exercise price) untuk membeli suatu mata uang. Namun, perusahaan juga memiliki
flesibilitas untuk memberikan opsi kadaluwarsa dan membeli mata uang pada spot
berlaku saat mata uang dibutuhkan.
Ide dasar dari Absolute Purchasing Power Parity adalah bahwa harga
komoditas sama tak peduli mata uang apa yang digunakan atau dimana dijual. Alasan
rasional dari absolute PPP mirip dengan arbitrase triangle. Rumusnya adalah:

Puk = S0 X Pus

Untuk absolute PPP dapat terjadi, beberapa hal harus berlaku:


1. Biaya transaksi untuk perdagangan komoditas shipping, asuransi dll harus nol
2. Tidak boleh ada barrier dalam perdagangan komoditas entah berupa pajak, tariff dan
isu politik
3. Komoditas di tiap wilayah harus sama persis.
Relative Purchasing Power Parity menggambarkan perubahan dari exchange rate dari
waktu ke waktu.Perubahan ditentukan oleh perbedaan rate inflasi di dua negara. Rumusnya
adalah:
[E(S1) S0]/S0= hFC - hUS
Apresiasi adalah kondisi dimana nilai mata uang meningkat, sehingga memerlukan
lebih banyak foreign currency untuk membeli mata uang tersebut. Relative PPP menyatakan
bahwa exchange rate akan meningkat jika inflasi Amerika lebih rendah daripada negara
asing. Hal ini terjadi karena mata uang asing terdepresiasi dalam hal nilai dan relative lebih
lemah dibanding dollar.
Resiko Exchange Rate adalah konsekuensi natural dari operasi internasional dimana
nilai currency relative bergerak naik dan turun.Terdapat tiga tipe risiko exchange rate, yaitu
short-term exposure, long-term exposure dan translation exposure.

IV.

PEMBAHASAN
Untuk mengetahui tipe hedge yang tepat perlu dilakukan analisa SWOT terlebih
dahulu.

STRENGTH
a. Sejak didirkan tahun 1950 oleh Thomas Merton, Merton Electronics telah
menjadi dsitributor untuk GEC (General Electric Company) yaitu manufaktur
produk listrik dan elektronik terbesar baik untuk pasar konsumen ataupun
institutional market
b. Mendapatkan kontrak impor exclusive dengan Goldstonr Corporation yang
merupakan produsen tv dan peralatan elektronik terbesar di Taiwan.
c. Awal tahun 1990, perusahaan masuk ke dalam market PC sebagai distributor
untuk produk hardware dan software dan menjadi distributor nasional untuk
Fuji Electronic
WEAKNESS
a. Penurunan margin selama 3 tahun terakhir dan tahun 1997 merupakan yang
paling buruk.
b. Mengaalami Currency Risk akibat adanya nilai fluktuasi mata uang.
c. Adnya tuntutan dari supplier utama Merton, Fuji, yang selalu menuntut
invoice menggunakan mata uang Yen
OPPORTUNITIES
a. Memiliki kesempatan pembayaran selama 90 hari
b.
THREAT
a. Nilai tukar dollar terhadap yen yang fluktuatif
Pihak Bank memberikan 2 Option untuk melakukan hedging.
1. Melakukan Lock in perubahan tingkat harga hari ini yang mendekati spot rate
2. Tetap melakukan foward contract seperti yang telah mereka lakukan
Atau
3. Masuk ke dalam option contract yang akan membuat batas atas pada yen dimana
memungkinkan mereka untuk mengambil keuntungan saat yen murah,

Berikut adalah Currency dan data pasar Keuangan pada tanggal 22 Januari 1998

Sesuai dengan foward contract hedge saat ini, Merton dapat mengunci nilai tukar mereka
yang akan dibayar dalam waktu 3 bulan dari sekarang. Berdasarkan pada exhibit 5,
90-day Foward Yen
Nilai tukar menjadi $ 0,7952 per 100.Merton bisa menghilangkan resiko Yen menguat.
Namun, bila Yen terdepresiasi, maka Merton juga akan kehilangan keuntungan. Dalam case
disebutkan bahwa Merton telah sepakat untuk membayar 300 mill dalam waktu 90 hari.
Dengan perhitungan sebagai berikut :
300.000.000 x 0,7952 = $238.560.000

V.

SIMPULAN & SARAN


Kesimpulan:
Resiko yang dihadapi oleh Merton terkait dengan bisnis yang mereka jalani
dengan pihak Jepang dan Taiwan adalah Transaction Exposure, dimana transaksi
ini memiliki resiko atas fluktuasi perubahan nilai mata uang terhadap future cash
transaction.
Pilihan Hedging diseuaikan dengan situasi dan kondisi yang dialami oleh Merton
saat itu akan lebih baik bila ia memilih hedging yang sesuai dengan tujuan
perusahaan.

Saran:
Sebaiknya Merton harus melakukan budgeting sebulan sekali hal ini dilakukan
karena sebagain besar barang-barang mereka berasal dari Asia dan mereka harus
melakukan pembayaran dengan mata uang asing dimana nilai tukar mata uang
asing adalah fluktuatif. Jika mereka tidak jeli dalam hal ini, maka mereka akan
mengalami kerugian. Namun, bila Merton dapat menentukan pembayaran dengan
mata uang tertentu, maka keuntungan yang mereka dapatkan di masa depan akan
besar.
Ketika situasi negara tidak menentu, maka diperlukan adanya full hedging