Anda di halaman 1dari 3

Ruas Garis Berarah

Definisi 1 : Suatu ruas (garis) berarah adalah sebuah ruas garis yang
salah satu ujungnya dinamakan (titik) pangkal dan ujung yang lain
dinamakan (titik) akhir. Apabila A dan B dua titik, lambang

kita

gunakan sebagai ruas berarah dengan pangkal A dan titik akhir B.


Definisi 2 :

apabila

Teorema 9.1 : Andaikan

(A) = D dengan P titik tengah BC

dan

, dua buah ruas garis berarah yang

tidak segaris maka segiempat ABCD sebuah jajaran genjang jika dan
hanya jika

Pembuktian :
1. Andaikan

. Jika P titik tengah

, maka

(A) = D menurut

definisi keekuivalenan; diagonal-diagonal segiempat ABCD membagi


sama panjang di P. Ini berarti ABCD sebuah parallelogram.
2. Andaikan ABCD sebuah parallelogram. Maka diagonal-diagonal
dan

berpotong di titik P. Sehingga

maupun titik tengah


Akibat : Jika

maka

. Jadi
=

dan

(A) = D sebuah P titik tengah


.
dan

sejajar atau segaris.

Teorema 9.2 : Diketahui ruas-ruas garis berarah


1.
2. Jika

dan

maka :

(refleksi)
=

3. Jika

maka

(simetrik)

dan

maka

(transitif)

Teorema 9.3 : Diketahui sebuah titik P dan suatu ruas berarah

maka

ada titik tunggal Q sehingga

Pembuktian :
Untuk membuktikan keberadaan Q, andaikan R titik tengah
SR(A) maka

atau

Q. andaikan

. Untuk membuktikan ketunggalan titik

Jadi, SR(A)= T oleh karena R titik tengah


tunggal, maka T = Q. Jadi , ini berarti

. Berhubung peta A oleh SR


satu-satunya ruas garis berarah

dengan pangkal P dan titik akhir Q yang ekuivalen dengan

Definisi 3 : Andaikan
real. Maka k

. Jika Q =

sebuah ruas garis berarah dan k suatu bialngan

adalah ruas garis berarah

k(AB) apabila k>0.

sehingga P

dan AP =

Apabila k<0 maka k

adalah ruas garis berarah

sinar yang berlawanan arah dengan


bahwa

adalah kelipatan

sedangkan

dengan P anggota
=

. Dikatakan