Anda di halaman 1dari 17

Daftar istilah:

N
O
1
.

NAMA DAN
KETERANGAN
Cekibar

GAMBAR
Kelelawar

Tupai terbang

Monyet laba-laba

Simpanse

Ular derik

Cecak Terbang merupakan sejenis reptile satu suku dengan bunglon dan soa-soa (Hydrosaurus spp.) tapi bukan kerabat dekat cecak
seperti halnya tokek (suku Gekkonidae).
Dalam bahasa inggris cecak terbang disebut flying lizards atau flying dragon.
Cecak terbang mempunyai ukuran tubuh yang agak kecil, total panjangnya hingga 200 mm. Patagiumnya (sayap) berupa perpanjangan
enam pasang tulang rusuk yang diliputi kulit. Sisi atas patagium berwarna kuning hingga jingga, berbecak hitam. Di sisi bawah
berwarna abu-abu kekuningan, dengan totol-totol hitam.

Kepalanya berbingkul-bingkul, bersegi-segi dan berkerinyut seperti kakek-kakek; mempunyai kantung dagu berwarna kuning (jantan)
atau biru cerah (betina), sepasang sibir kulit di kiri kanan leher. Rigi mahkota berukuran kecil, terletak di sisi belakang kepala. Mata
khas kadal agamid, dengan pelupuk tebal menonjol.
Dorsal (sisi atas tubuh) berwarna cokelat sampai kehitaman atau keabu-abuan, warna bisa berubah menjadi lebih gelap atau lebih
terang bila merasa terganggu. Sepanjang tulang belakang terdapat pola bercak-bercak hitam yang teratur letaknya: mulai dari ubunubun, belakang kepala, tengkuk, kemudian membesar dan berubah menjadi pola hitam kecokelatan setengan lingkaran di tiga titik di
punggung (dorsum) dan satu di pangkal ekor. Pola warna semacam ini merupakan samaran yang baik di pohon.
Sentral (sisi bawah tubuh) berwarna abu-abu keputihan, agak kehijauan di sisi medial (garis tengah tubuh); dengan titik-titik
kecokelatan di arah lateral (sebelah pinggir tubuh). Ekor sekitar satu setengah kali panjang tubuh. Berbelang-belang di ujung, dengan
sisik-sisik yang berlunas kuat menjadikannya nampak bersegi-segi.
Cekibar kampung biasa didapati di pekarangan, kebun, hutan sekunder. Biasanya hewan ini teramati sedang berburu serangga di
pepagan hingga ke cabang-cabang pohon. Terkadang cekibar berpindah tempat dengan cara terbang, yakni meloncat dan melayang
dari satu pohon ke lain pohon.
Telurnya disimpan di dalam tanah gembur atau humus di dekat pangkal pohon; betina menggali tanah menggunakan moncongnya.

Taxonomy [top]
Kingdom

Phylum

Class

Order

Family

ANIMALIA

CHORDATA

MAMMALIA

RODENTIA

SCIURIDAE

Scientific Name:

Pteromys volans

Species Authority:

(Linnaeus, 1758)

Common Name/s:
English
Russian Flying Squirrel, Siberian Flying Squirrel
French
Polatouche, POLATOUCHE
Spanish
Ardilla Voladora Europea, ARDILLA VOLADORA EUROPEA

Habitat and Ecology [top]


Habitat and
Ecology:

It prefers mature spruce-dominated forests with a significant proportion of deciduous trees,


especially aspen Populus tremula, birch Betula sp. and alder Alnus sp. (Reunanen et
al. 2000, 2002). Large deciduous trees are an important source of both food and nest-sites:
the flying squirrel feeds primarily on alder and birch catkins in the winter and alder leaves in
the summer, and nests in old woodpecker holes or natural cavities in decaying wood. They
are nocturnal and do not hibernate. They are found from lowlands to montane regions
(Abe, et al., 2005).

Systems:

Terrestrial

Siberian flying squirrel


From Wikipedia, the free encyclopedia

Siberian flying squirrel

Flying squirrel next to nesthole

Conservation status

Least Concern (IUCN 3.1)[1]


Scientific classification
Kingdom:

Animalia

Phylum:

Chordata

Class:

Mammalia

Order:

Rodentia

Family:

Sciuridae

Genus:

Pteromys

Species:

P. volans

Binomial name
Pteromys volans
(Linnaeus, 1758)

The Siberian flying squirrel (Pteromys volans) is an Old World flying squirrel with a range from the Baltic Sea in the west to
the Pacific coast in the east. It is the only species of flying squirrel found in Europe. It is considered vulnerable within
the European Union where it is found only in Finland, Estonia and Latvia.
A female Siberian flying squirrel weighs about 150 grams, the males being slightly smaller on average. The body is 1320 cm
long, with a 914 cm long flattened tail. The eyes are large and strikingly black. The coat is gray all over, the abdomen being
slightly lighter than the back, with a black stripe between the neck and the forelimb. A distinctive feature of flying squirrels is the
furry glide membrane or patagium, a flap of skin that stretches between the front and rear legs. By spreading this membrane the

flying squirrel may glide from tree to tree across distances of over a hundred metres, and have been known to record a glide
ratioof 3.31, but is normally 1-1.5.[2]
Its diet consists of leaves, seeds, cones, buds, sprouts, nuts, berries and occasionally birdeggs and nestlings.
When alder and birch catkins are plentiful, the squirrel may store them for the winter in old woodpecker holes or similar nooks.
The squirrels are preyed upon by martens, owls, and cats.
They mate early in the spring. In southern Finland the first mating season begins in late March, with a second mating season
occurring in April. After a gestation period of five weeks, the female gives birth to a litter of usually two or three young, each
weighing about 5 grams. They preferentially build their nest in holes made by woodpeckers, but they may also nest
in birdhouses if the size of the entrance is appropriate. The nest consists of a pile of soft materials (preferably soft beard lichen)
into which the squirrel burrows. They can live up to about five years.
They favour old forests with a mix of conifers and deciduous trees. They are mostlynocturnal, being most active late in the
evening, although females with young may also feed during the day. They do not hibernate, but in the winter they may
sometimes sleep continuously for several days. As shy and nocturnal animals, they are seldom seen. The most common sign of
their presence is their droppings, which resemble orange-yellow rice grains and are often found beneath or on top of their nest.
It is the emblem of the Nuuksio National Park in Espoo municipality of Finland due to the density of the population in this region.
[3]

Aku Bangga Indonesia Tanah Airku

Sabtu, 11 Februari 2012

Apakah Kamu tdk Memperhatikan, Bagaimana UNTA


Diciptakan?
Unta tidak bisa menyimpan air ...... mereka menyimpan lemak!!!

Yang menjadikan unta "makhluk hidup istimewa" adalah struktur tubuhnya, yang tidak terpengaruh oleh kondisi alam
paling keras sekalipun di padang pasir. Tubuhnya memiliki beberapa keistimewaan, yang memungkinkan unta bertahan
hidup berhari-hari tanpa air dan makanan, dan mampu mengangkut beban ratusan kilogram dengan jarak jauh.

Unta Arab (Dromedary)

Type:Mammal
Diet:Herbivore
Size:Over 7 ft (2.1 m) tall at the hump

Weight:Up to 1,600 lbs (726 kg)


Group name:Flock or Caravan
Tahukah Anda?
Tidak seperti binatang yang lain, unta menggerakkan kedua kakinya yg berada pada sisi yang sama secara bersamaan.

Unta Arab telah dijinakkan sekitar 3.500 tahun dan telah lama dinilai sebagai hewan transport. Mereka dapat membawa
beban berat sampai sejauh 25 mil (40 kilometer) sehari. Beberapa kebudayaan menilai kekayaan seseorang berdasarkan
jumlah unta yang mereka miliki. Hari ini, hampir semua unta di dunia adalah binatang domestik. Mereka ditemukan di
bagian utara Afrika dan barat daya Asia, dan telah diperkenalkan ke Australia.

Unta Bactrian

Weight:1,800 lbs (816 kg)


Pada dasarnya unta bactrian sama dengan saudara mereka unta arab. Perbedaan Yang mencolok hanyalah Unta
Bactrian memiliki dua punuk dan bulu yang lebih tebal. Unta Bactrian melahirkan biasanya hanya satu anak setelah
periode kehamilan 12 sampai 14 bulan. Unta jenis ini dapat ditemukan di padang pasir asia tengah dan asia timur. Untaunta liar yang masih ada dan berada di gurun gobi hanyalah unta dari jenis ini.

Punuk Unta Sebagai Simpanan Makanan


Punuk unta, yang berupa gundukan lemak, menyediakan sari makanan bagi hewan ini secara berkala ketika ia
mengalami kesulitan makanan dan kelaparan. Dengan sistem ini, unta dapat hidup hingga tiga pekan tanpa air. Selama
masa ini, unta kehilangan 33% berat badannya. Dalam kondisi yang sama, seorang manusia akan kehilangan 8% berat
badannya dan meninggal dalam waktu 36 jam, dan kehilangan seluruh air dari tubuhnya.

Bulu Tebal Yang Menyekat Panas


Bulu tebal yang tidak tertembus pada tubuh unta mencegah matahari padang pasir yang terik mencapai kulitnya. Bulu ini
juga menghangatkan unta dalam kondisi cuaca yang membekukan. Unta padang pasir tidak terpengaruh oleh suhu
hingga setinggi 49-50 C, dan unta Baktria yang berpunuk dua mampu bertahan hidup pada suhu hingga serendah -50 C.
Unta jenis ini mampu bertahan hidup bahkan pada lembah-lembah dataran tinggi, 4000 m di atas permukaan laut. Unta
Dromedari dapat bertahan pada suhu -52 C, di wilayah-wilayah paling tinggi di Asia Tengah.

Bulu tebal ini terdiri atas rambut yang tebal dan kusut, yang tidak hanya melindungi tubuhnya dari kondisi cuaca dingin
maupun panas, tetapi juga mengurangi kehilangan air dari tubuh. Unta Dromedari dapat memperlambat penguapan air
dengan meningkatkan suhu tubuhnya sampai 41 C. Dengan cara ini, ia mencegah kehilangan air.

Daya Tahan Luar Biasa Dari Lapar Dan Haus


Unta dapat bertahan hidup tanpa makanan dan air selama delapan hari pada suhu 50 C. Pada masa ini, ia kehilangan
22% dari keseluruhan berat badannya. Sementara manusia akan sekarat jika kehilangan air setara dengan 12% berat
badan, seekor unta kurus dapat bertahan hidup kendatipun kehilangan air setara dengan 40% keseluruhan berat badan.

Penyebab lain kemampuannya bertahan terhadap haus adalah adanya mekanisme yang memungkinkan unta
meningkatkan suhu tubuh-dalamnya hingga 41 C. Dengan demikian, ia mampu meminimalkan kehilangan air dalam iklim
panas yang ekstrem di gurun pasir pada siang hari. Unta juga mampu mengurangi suhu tubuh-dalamnya hingga 30 C
pada malam yang dingin di padang pasir.

Unit Penggunaan Air Yang Baik


Unta mampu mengonsumsi air hingga 30 liter, yaitu sekitar sepertiga dari berat badannya, dalam waktu kurang dari 10
menit. Di samping itu, unta memiliki struktur selaput lendir dalam hidungnya yang seratus kali lebih besar dari yang ada
pada manusia. Dengan selaput lendir hidungnya yang besar dan melengkung, unta mampu menyerap 66% kelembapan
yang ada di udara.

Pemanfaatan Maksimal Makanan Dan Air


Sebagian besar binatang mati keracunan ketika urea yang tertimbun dalam ginjal berdifusi ke dalam darah. Akan tetapi,
unta menggunakan air dan makanan secara maksimal dengan melewatkan urea ini berkali-kali melalui hati. Struktur
darah dan sel unta dikhususkan untuk membuat hewan ini hidup lama tanpa air dalam kondisi padang pasir.

Dinding sel hewan ini memiliki struktur khusus yang mampu mencegah kehilangan air secara berlebihan. Di samping itu,
komposisi darah mencegah terjadinya pelambatan peredaran darah, bahkan ketika jumlah air di dalam tubuh unta
berkurang hingga batas minimum. Selain itu, dalam darah unta terdapat lebih banyak enzim albumin, yang memperkuat
ketahanan terhadap haus, dibandingkan dalam darah makhluk hidup lain.

Punuk adalah pendukung lain bagi unta. Seperlima dari seluruh berat badan unta tersimpan dalam bentuk lemak pada
punuknya. Penyimpanan lemak tubuh hanya pada satu bagian tubuh mencegah pengeluaran air dari seluruh tubuhnyayang berkaitan dengan lemak. Ini memungkinkan unta menggunakan air secara minimum.

Walau mampu mengonsumsi 30-50 kg makanan dalam sehari, dalam kondisi yang keras unta mampu bertahan hidup
hingga sebulan hanya dengan 2 kg rumput sehari.

Mereka Bahkan Dapat Memakan Duri


Unta memiliki bibir yang sangat kuat dan mirip karet, yang memungkinkannya memakan duri yang cukup tajam untuk
menusuk kulit tebal. Di samping itu, unta memiliki lambung berbilik empat dan sistem pencernaan yang sangat kuat, yang
mampu mencerna apa pun yang ia makan. Ia bahkan mampu memakan bahan-bahan seperti karet India, yang tidak
dapat dianggap sebagai makanan. Sungguh jelas bagaimana pentingnya kualitas ini pada iklim yang sedemikian kering.

Perlindungan Terhadap Badai Pasir


Mata unta memiliki dua lapisan bulu mata. Bulu mata ini saling kait seperti perangkap dan melindungi matanya dari badai
pasir yang kuat. Selain itu, unta mampu menutup lubang hidungnya, sehingga pasir tidak dapat masuk.

Perlindungan Terhadap Pasir Yang Membakar


Lututnya tertutup kapalan, yang terbentuk dari kulit sekeras dan setebal tanduk. Ketika hewan ini berbaring di pasir yang
panas, struktur berkapalan ini melindunginya dari luka akibat permukaan tanah yang sangat panas.

Kaki unta, yang terlalu besar bagi tungkainya, secara khusus "didesain" dan diperlebar untuk membantunya berjalan di
atas pasir tanpa terperosok. Kaki ini telapaknya luas dan menggembung. Selain itu, kulit tebal khusus di bawah telapak
kaki merupakan perlindungan terhadap pasir yang membakar.

Marilah kita berpikir dengan mengingat informasi tersebut:


Apakah ia dengan sendirinya menyesuaikan diri dengan kondisi padang pasir? Apakah ia dengan sendirinya membentuk
lapisan lendir dalam hidungnya atau punuk di punggungnya?

Apakah ia dengan sendirinya mendesain hidung dan struktur matanya agar mampu melindungi diri dari dari angin tornado
dan badai? Apakah ia dengan sendirinya mendesain darahnya sendiri dan struktur selnya sendiri berdasarkan prinsip
penghematan air?

Apakah ia dengan sendirinya memilih bentuk bulu yang menutupi tubuhnya? Apakah ia mengubah dirinya sendiri menjadi
"kapal padang pasir"?

Sebagaimana makhluk hidup lain, unta sudah pasti tidak dapat melakukan satu pun dari hal-hal tersebut dan membuat
dirinya bermanfaat bagi manusia. Ayat di dalam Al Quran,

"Tidakkah mereka memperhatikan unta; bagaimana ia diciptakan?"

mengarahkan perhatian kita kepada penciptaan hewan luar biasa ini dalam bentuk terbaik. Sebagaimana makhluk lain,
unta juga dilengkapi banyak kualitas istimewa, lalu ditempatkan di muka bumi sebagai tanda kebesaran sang Pencipta.

Unta diciptakan dengan ciri-ciri fisik yang luar biasa ini untuk melayani umat manusia. Umat manusia sendiri diwajibkan
untuk melihat penciptaan di seluruh jagat raya dan tunduk kepada sang Pencipta segala makhluk: Allah SWT.

Monyet Laba-Laba

Monyet laba-laba adalah sejenis monyet yang mempunyai otot ekor dan susunan tulang ekor yang kuat .
Monyet berbulu hitam ini bisa di temukan di belantara Amerika . Monyet yang di ketahui hidup secara
berkelompok ini sangat mahir menggunakan ekornya untuk bergelantungan. Monyet ini juga bisa
meloncat tinggi dari pohon ke pohon untuk bermigrasi, hampir sama seperti laba-laba.

Bahkan Monyet ini bisa meloncat untuk melewati sungai yang hampir 5 kali tingginya . Dan juga Monyet
ini mempunyai ekor yang bisa mengankat 10 kali berat tubuhnya, seperti jaring laba-laba yang kuat.
Monyet ini juga dikenal dengan keganasannya dalam mempertahankan diri, sarang, dan anaknya. Monyet
ini tidak segan-segan untuk mencakar musuh yang menggagunya.
Pada bisanya, monyet biasa lebih menggunakan cengkraman tangan dan kaki yang kuat dalam
bergelantungan di pohon. Tetapi, monyet ini lebih suka menggunakan ekor untuk berbagai lah seperti,
mengambil makanan, minum dari atas pohon, atau hanya sekedar bermain-main.

Monyet ini memiliki otot ekor yang berada tepat diatas pantatnya, serta memiliki tubuh yang
ringan,dan ekor yang lentur dan kuat .
Meski monyet ini mau makan apa saja, monyet ini tetap termasuk hewan yang dilindungi oleh
National Geographic, karena termasuk spesies endemik dan terancam punah karena di buru dan
habitatnya hampir habis di babat oleh manusia .

Pengelompokkan Makhluk Hidup


Sunday, December 16, 2012 Diposkan Oleh :Tugino Thok No Comments

Bagikan :

digg

Pengelompokkan Makhluk Hidup. Makhluk hidup dapat digolongkan berdasarkan kesamaan- kesamaan yang
dimiliki. Hewan dapat digolongkan berdasakan tempat hidupnya, jenis makanannya, penutup tubuhnya, cara
geraknya dan lain-lain. Tumbuhan dapat digolongkan berdasarkan tempat hdupnya, bentuk akar, bentuk
daun, bentuk batang dan lain-lain. Makhluk hidup juga dapat digolongkan berdasarkan kesamaan ciri
khusunya. Berikut ini beberapa penggolongan makhluk hidup secara sederhana.
Pengelompokkan Hewan

A.
Berdasarkan
tempat
hidupnya
Berdasarkan tempat hidupnya hewan digolongkan menjadi hewan darat, hewan air, dan ampibi(di darat dan di
air) . Berikut contoh hewan berdasarkan tempat hidupnya

Hewan yang hidup di darat Contoh : kambing, kucing, sapi, dan kerbau.

Hewan yang hidup di air, Hewan air tawar (Hewan yang hidup di air tawar) Contoh : Pesut, Lele,
Arwana, Koi,Mujair, dan Sepat. Hewan air laut (Hewan yang hidup di air laut) Contoh : Kakap, Tongkol,
Lumba-lumba, Paus, dan Singa laut. Hewan air payau (Hewan yang hidup pada campuran air laut dan air
tawar. Contoh : Bandeng dan udang windu
Hewan amfibi (hewan yang hidup didarat dan di air) Contoh : Katak dan Salamander
B.
Berdasarkan
jenis
makanannya
Berdasarkan jenis makanannya, hewan dikelompokkan menjadi tiga yaitu herbivora, karnivora, dan omnivora.
Herbivora adalah hewan pemakan tumbuhan, karnivora pemakan daging, dan omnivora adalah pemakan
segala (tumbuhan dan binatang lain). Berikut ini contoh masing-masing kelompok hewan :

Herbivora (Hewan pamakan tumbuhan), contoh : Kambing, Sapi, Kerbau, dan Kuda

Karnivora (Hewan pemakan daging), contoh : Kucing, Harimau, Anjing, dan Singa

Omnivora (Hewan pemakan tumbuhan dan binatang lain), contoh : Ayam, Bebek dan Musang
C.
Berdasarkan
penutup
tubuhnya
Penggolongan hewan berdasarkan jenis penutup tubuhnya dapat dibagi menjadi hewan berkulit kering
bersisik, kulit bersisik, kulit tipis berlendir, berbulu, hewan yang kerangkanya dari zat kitin, dan hewan yang
kerangkanya dari zat kapur. Berikut contoh hewan berdasarkan penutup tubuhnya.

Kulit kering bersisik, Bangsa hewan melata, antara lain, kadal, bunglon, ular, kura-kura, cecak,
biawak, buaya, dan trenggiling.

Kulit bersisik, Bangsa ikan, antara lain, ikan mujair,, bandeng, kerapu, kakap, tuna tak bersisik,
arwana, dan oskar.

Kulit tipis berlendir, Bangsa amfibi, antara lain, katak dan salamander.

Kulit berbulu atau kulit berambut Bangsa burung, antara lain, elang, bebek, kenari, merpati, betet,
ayam, belibis, burung hantu, rajawali, dan burung dara. Bangsa hewan buas dan hewan rumah, antara lain,
harimau, singa, serigala, anjing, dan kucing. Bangsa hewan yang berjalan di atas kuku kakinya, antara lain
kambing, kerbau, banteng, sapi, kuda, dan domba.

Kerangka luar dari zat kitin, Bangsa serangga, antara lain, belalang, rayap, lalat, capung, lebah, dan
walang sangit. Bangsa udang, antara lain, kepiting, ketam, dan udang. Bangsa laba-laba, antara lain,
tungau, kalajengking, laba-laba, dan caplak.

Kerangka luar dari zat kapur ,(cangkang) Bangsa kerang, antara lain, siput dan kerang.
D.
Berdasarkan
cara
geraknya
Berdasarkan cara geraknya hewan digolongkan menjadi : berenang, terbang, berjalan, melompat, melata,
memanjat, dan bergelantungan. Berikut contoh hewan berdasarkan cara geraknya.

Berenang menggunakan siripnya, antara lain, paus dan lumba-lumba


Terbang menggunakan sayap, antara, lain, kupu-kupu, burung, kumbang, belalang, lebah, dan
capung,
Berjalan dengan kakinya, antara lain, ayam, burung, itik, angsa, kuda, dan gajah

Melompat, antara lain, katak, kelinci, dan kanguru

Melata, antara lain, ular, cacing, dan buaya

Memanjat dengan kedua tangan dan kakinya, antara lain, beruk

Bergelantungan dengan kedua tangan dan kakinya, antara lain, kera dan orangutan
E.
Berdasarkan
cara
berkembangbiaknya
Berdasarkan cara berkembangbiaknya hewan digolongkan menjadi lima golongan, yaitu ovipar, vivipar,
ovovivipan, membelah diri, dan bertunas. Berikut contoh hewan berdasarkan cara berkembangbiaknya.

Ovipar (Hewan yang berkembangbiak dengan cara bertelur), contoh : Ayam, Bebek, dan Angsa

Vivipar (Hewan yang berkembangbiak dengan cara beranak), contoh : Kambing, Sapi, gajah, dan
Kuda

Ovovivipar (Hewan yang berkembangbiak dengan cara bertelur dan beranak) , contoh : Buaya dan
Ular.

Bertunas, contohnya hydra;

Membelah diri, contohnya amoeba dan bintang laut.


F.
Berdasarkan
cara
bernafasnya
Berdasarkan cara bernapasnya hewan digolongkan menjadi hewan yang bernapas dengan insang, trakhea,
paru-paru, kulit, dan bernapas dengan paru-paru dan kulit. Berikut ini contoh hewan berdasarkan cara
bernafasnya.

Hewan yang bernafas dengan insang, contoh : Ikan

Hewan yang bernafas dengan trakhea, contoh : Kupu kupu, Lebah, belalang, dan semut

Hewan yang bernafas dengan paru-paru Contoh : Tikus, Kelelawar, Ular, Lumba-lumba, dan Paus

Hewan yang bernafas dengan kulit, contoh : cacing tanah

Hewan yang bernafas dengan paru-paru dan kulit, contoh : Katak


Disekitar kita ada hewan liar dan hewan peliharaan. Apa itu hewan liar dan hewan peliharaan ?. Berikut
penjelasan dan contoh hewan peliharaan dan hewan liar.

Hewan liar artinya hewan yang tidak dipelihara orang dan hidup bebas. Contoh : katak, Nyamuk,
Cicak, dan Ular.
Hewan peliharaan artinya hewan yang dipelihara manusia. Contoh : Ayam, Itik, Kambing, dan Sapi
Hewan Liar ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan. Berikut contoh hewan liar yang merugikan
dan menguntungkan :

Hewan liar yang menguntungkan, Contohnya : Cacing tanah, Katak, dan Cicak.

Hewan liar yang merugikan, Contohnya : Lalat, Nyamuk, dan Kecoak.


Pengelompokkan Tumbuhan
A. Pengelompokkan tumbuhan berdasarkan bunganya

Tumbuhan berbunga. Tumbuhan berbunga pada umumnya tubuhnya memilki : akar, batang, daun,
bunga, buah, dan biji. Tumbuhan berbunga berkembang biak dengan biji atau tunas.Contohnya : anggrek,
mangga, pohon jati, siwalan, dan lain-lain.

Tumbuhan tidak berbunga. Tumbuhan tidak berbunga tidak memiliki bunga, buah, dan
biji.Tumbuhan tidak berbunga berkembang biak dengan spora yang terletak di balik daunnya.Contohnya :
suplir, paku tanduk rusa dan lain-lain.
B. Pengelompokkan tumbuhan berdasarkan bijinya

Tumbuhan berkeping Satu (Monokotil). Artinya : tumbuhan yang bijinya berkeping satu.Contohnya :
padi, jagung, kelapa, pisang, bawang, dan lain-lain.

Tumbuhan berkeping Dua (Dikotil). Artinya : tumbuhan yang bijinya berkeping dua Contohnya :
tomat, kacang-kacangan, jeruk, dan lain-lain.
C. Pengelompokkan tumbuhan berdasarkan akarnya

Tumbuhan berakar tunggang. Akar tunggang memiliki akar poko. Akar poko bercabang-cabang
menjadi bagian akar yang lebih kecil. Akar tunggang dimiliki oleh tumbuhan dikotil .

Tumbuhan berakar serabut. Akar serabut berbentuk seperti serabut/ sabut. Bagian ujung dan pangkal
akar berukuran hampir sama. Akar serabut dimiliki oleh tumbuhan monokotil.
D. Pengelompokkan tumbuhan berdasarkan batangnya

Tumbuhan batang basah. Tumbuhan batang


berair.Contohnya : bayam, ketela rambat, dan lain-lain.

Tumbuhan batang berkayu. Tumbuhan batang berkayu memiliki batang yang keras dan berkayu.Hal
ini karena adanya kambium, yaitu bagian di dalam batang yang hanya dimiliki oleh tumbuhan batang
berkayu. Batang berkayu dimiliki oleh tumbuhan dikotil. Contohnya : pohon jati, jambu, nangka dan lainlain.

Tumbuhan batang rumput Tumbuhan batang rumput mempunyai ruas-ruas yang tampak jelas dan
biasanya berongga. Batang berkayu dimiliki oleh tumbuhan monokotil. Contohnya : jagung, padi, rumput
gajah, dan lain-lain.

basah

memiliki

batang

yang

lunak

dan

E. Pengelompokkan tumbuhan berdasarkan daunya

Bertulang daun menyirip. Bentuk tulang daunnya seperti sirip ikan. Tumbuhan bertulang daun
menyirip dimiliki oleh tumbuhan dikotil. Contoh : daun mangga, jambu, dan lain-lain.

Bertulang daun menjari. Bentuk tulang daunnya seperti kelima jari tangan. Tumbuhan bertulang daun
menjari dimiliki oleh tumbuhan dikotil. Contoh : daun pepaya, singkong, dan lain-lain.

Bertulang daun sejajar. Bentuk tulang daunnya seperti garis-garis lurus yang sejajar. Tumbuhan
bertulang daun sejajar dimiliki oleh tumbuhan monokotil. Contoh : daun jagung, padi, dan lain-lain.

Bertulang daun melengkung Tumbuhan bertulang daun melengkung berbentuk seperti garis garis
lengkung. Dimiliki oleh tumbuhan monokotil. Contoh : daun enceng gondok, daun katak, melati air, dan
lain-lain.
F. Pengelompokkan tumbuhan berdasarkan tempat hidupnya

Tumbuhan yang hidup di darat. Contoh padi jagug rambutan.

Tumbuhan yang hidup di air. Contoh eceng gondok dan teratai.

Tumbuhan yang hidup menumpang pada tumbuhan lain. Contoh benalu dan anggrek
Pengelompokkan
Hewan
dan
Tumbuhan
Berdasarkan
A. Hewan: Pengelompokan Berdasarkan Kesamaan Ciri Khusus

Kesamaan

Kucing dan burung hantu: mempunyai penglihatan yang tajam.

Cecak, kadal, dan tokek: jari kaki berperekat.

Sotong dan cumi-cumi: mempunyai tentakel untuk bergerak.

Kalajengking dan tawon/lebah: mempunyai sengat di ekor.

Ayam dan bebek: pelindung tubuh berupa bulu.

Kangguru dan koala: mempunyai kantong di perut.

Bebek dan angsa: permukaan tubuh dilapisi bulu dan kaki berselaput.

Harimau, sapi, kambing, dan kelinci: jumlah kaki yang sama.

Katak, ikan, dan buaya: berkembang biak dengan ovipar.

Ikan hiu, penyu, udang karang, dan paus: tempat hidup di laut.

Kangguru, katak, dan kelinci: bergerak dengan melompat.

Capung, lalat, dan belalang: mempunyai tiga pasang kaki.

Kijang, kelinci, kerbau, belalang: jenis makanan sama,yaitu tumbuhan.

Katak, ikan, ayam, dan itik: berkembang biak dengan ovipar.


B. Tumbuhan: Pengelompokan Berdasarkan Kesamaan Ciri Khusus

Eceng gondok dan teratai: batang berongga.

Ciri

Khusus

Kantong semar dan venus: menangkap serangga sebagai makanan.

Mawar dan putri malu: batang berduri.

Pohon durian dan nangka: kulit buah berduri

Tebu, jagung, padi, dan pandan: bentuk tulang daun sejajar.

Bayam dan pacar air: berbatang lunak.

Pepaya, singkong, anggur: tulang daun menjari.

Eceng gondok, teratai, kangkung, dan semanggi: tempat hidup di air.

Jahe, kunyit, lengkuas, temulawak: berkembang biak dengan rhizoma.

Suplir, paku tanduk, dan paku: berkembang biak dengan spora.

Jati, randu, mahoni, kedongdong: berkembang biak dengan biji.