Anda di halaman 1dari 10

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG RUMAH SAKIT 6

LANTAI

Oleh : Abdul LatiefFikry


NIM : 2014417001

Jurusan Teknik Sipil, FakultasTeknik Universitas


Muhammadiyah Jakarta

ABSTRAK
Struktur Gedung rumah sakit ini direncanakan berada di kota Jakarta analisis
beban gempa menggunakan metode spectrum respon berdasarkan Tata Cara
Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non
Gedung SNI 1727 2013.
Pada perencanaan struktur gedung kuliah ini digunakan konsep Desain
Kapasitas.Analisis struktur dihitung dengan bantuan program SAP2000 v10. Dari
hasil perhitungan yang telah dilakukan menunjukan bahwa elemen struktur Gedung
Rumah sakit ini aman secara analisis.
Kata kunci: Merencanakan bangunan rumah sakit dengan SNI 1727 2013.

PENDAHULUAN
Semakin tinggi suatu bangunan, maka beban akibat gaya lateral yang terjadi
akan semakin besar, kekakuan dan kekuatan struktur sangat menentukan dalam
proses perencanaan gedung bertingkat. Sistem struktur yang dipilih harus bisa
menghasilkan kekakuan yang optimal, dengan massa bangunan yang seminimal
mungkin. Dengan demikian, akan dihasilkan sistem struktur yang ringan namun kuat
dalam menahangaya-gaya lateral yang bekerja pada struktur gedung bertingkat.
Gempa merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan
struktur gedung bertingkat jika struktur berada di wilayah rawan gempa. Agar beban
gempa pada struktur bangunan yang diperhitungkan tidak terlalu besar dan arahnya
cukup dapat diperkirakan, serta distribusi beban gempa dapat dilakukan secara
sederhana, maka ketentuan yang perlu diperhatikan adalah konfigurasi struktur,
bentuk dari struktur dan konsep desain struktur yang digunakan.Dalam perencanaan
struktur gedung kuliah ini digunakan system struktur SRPMK (Sistem Rangka
Pemikul Momen Khusus) tujuan digunakannya metodeini agar struktur berperilaku
daktail.

METODOLOGI

Garis besar langkah langkah perencananaan dengan menggunakan sistem


struktur SRPMK disajikan dalam flowchart berikut :

Mulai

Konsep Perancangan
dengan SNI 1727 2013

Input (permodelandan list


masukan data)

Output Perhitungan gaya


dalam struktur

Rancang Elemen Struktur


(perhitungant angan)

Diskusi dan kesimpulan

ANALISIS DAN DESAIN STRUKTUR


Dalam perencanaan struktur gedung kuliah ini, pedoman peraturan serta acuan
yang digunakan antara lain :
1. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung (SNI 03-28472002)
2. Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan
Non Gedung (SNI 1727 2013)
3. Peraturan lainnya yang relevan.

A. Mutu Bahan
1) Beton (fc)
Struktur atas = 33 MPa
2) Baja (fy)
- BJTP-24 fy = 410 MPa

B. Pembebanan Struktur
1.Beban
Jenis pembebanan yang dipakai dalam perencanaan struktur gedung kuliah
ini adalah sebagai berikut :
- Beban mati
- Beban hidup (SNI 1727 2013)
- Beban gempa
2.Kombinasi beban
Pada peraturan SNI SNI 1727 2013untuk Tata Cara Perencanaan Ketahanan
Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, disebutkan
perencanaan struktur bangunan gedung dan struktur lainnya dirancang
menggunakan kombinasi pembebanan yang harus diperhitungkan berdasarkan
Pasal2.3.2, diantaranya :
1. 1,4D
2. 1,2D + 1,6L + 0,5 (Lr atau S atau R)
3. 1,2D + 1,6L (Lr atau S atau R) + (L atau 0,5W)
4. 1,2D + 1,0W + L + 0,5 (Lr atau S atau R)
5. 1,2D + 1,0E + L + 0,2S
6. 0,9D + 1,0W
7. 0,9D + 1,0E

C. Analisis Struktur terhadap Gempa


Analisis struktur gedung tahan gempa, ditentukan berdasarkan konfigurasi
struktur dan fungsi bangunan yang dikaitkan dengan tanah dasar dan peta zonasi
gempa sesuai dengan SNI 1727 2013 untuk Tata Cara Perencanaan Ketahanan
Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung.
Analisis beban gempa menggunakan metode spektrum respon berdasarkan
SNI 03-1726-2010
Data Perencanaan :

Lokasi bangunan : Jakarta

Faktor keutamaan (Ie) : 1.4

Kategori risiko : IV

Koef. respons (R) : 8 (SRPMK)

Adapun langkah perencanaan beban gempa dengan metode respon spektrum


adalah sebagai berikut (Pasal 6 SNI 03-1726-2010) :
1. Menetukan nilai Ss dan S1
2. Menentukan kelas situs
3. Menentukan nilai Sms dan Sm1
Sms = Fa x Ss
Sm1 = Fv x S1
4. Menentukan nilai SDS dan SD1
2
S DS = S MS
3
2
S DI = S MI
3
5. Menentukan Periode, T
T 0 =0,2

T S=

S DI
S DS

SD I
SD S

6. Menentukan spektrum respon desain, Sa


- untuk T < To :

S A =S DS 0,4+ 0,6

T
T0

- untuk T < To < Ts :

S A =S DS
- untuk T > Ts :

Sa=

SD I
T
Tabel 1. Spektrum Respon Percepatan (Sa)

Periode Getar

T Spektrum Respons(detik)
Percepatam Desain (Sa)

0
0,209
1,046
1,2
1,4
1,6
1,8
2
2,2
2,4
2.6
2,8
3

0,2488
0,6120
0,6120
0,5333
0,4571
0,4000
0,3556
0,3200
0,2909
0,2667
0,2462
0,2286
0,2133

Dari hasil perhitungan spektrum analisis pada tabel 1, dapat dibuat grafik
spectrum respon percepatan desain seperti pada gambar 2.

Gambar 2. Grafik Spektrum Respon

D. Cek Syarat Konfigurasi Struktur


1. Geser Dasar Seismik
Geser dasar seismik (V) harus ditentukan dengan persamaan berikut :
V = CS . W
Dimana :
Cs : koefisien respons seismik
W : berat seismik efektif
Berdasarkan SNI 03-1726-2010 Pasal 7.9.4.1, nilai gaya geser dasar
hasil analisis struktur tidak boleh kurang dari 85% nilai respons ragam yang
pertama.
Tabel 2. Perbandingan Geser Statik dan Dinamik
Statik EkivalenDinamik
(kN) (kN)

Statik EkivalenDinamik
(kN) (kN)

2136,87
3270,53
2320
3541,38
Karena gaya geser dasar statik ekivalen lebih kecil dari pada gaya geser dasar
dinamik, maka tidak diperlukan faktor skala.
2. Simpangan Antar lantai

Gambar 4. Penentuan Simpangan Antar Lantai

Untuk sistem struktur SRPMK, simpangan ijin ditentukan dengan persamaan :


a = 0,020 x hsx
Dimana :
a : simpangan lantai ijin
hsx : tinggi tingkat di bawah tingkat x
Hasil perhitungan simpangan antar lantai dapat dilihat pada tabel 3 dan tabel 4.

Tabel 3. Inter Story Drift Arah-x (x)

Story
Story
6
Story
5
Story
4
Story
3
Story
2
Story

hsx
(mm)
2500
3500
3500
3500
3500
4000

ex
(mm)
43,53
2
40,78
3
35,56
6
27,37
2
16,72
1
6,732

x
(mm)
15,12
0
28,69
4
45,06
7
58,58
1
54,94
0
37,02

a
(mm)
50
70
70
70
70
80

Tabel 3. Inter Story Drift Arah-y (y)

Story
Story
6
Story
5
Story
4
Story
3
Story
2
Story
1

hsy
(mm)

3500

ey
(mm)
39,55
6
35,11
9
30,94
8
23,99
2
14,79
4

4000

6,261

2500
3500
3500
3500

y
(mm)
24,40
4
22,94
1
38,25
8
50,58
9
46,93
2
34,43
6

a
(mm)
50
70
70
70
70
80

PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Agar dapat merencanakan suatu struktur bangunan yang sederhana, aman dan
ekonomis, perencanaan harus didasarkan pada peraturan peraturan perencanaan
struktur yang berlaku
2. Gempa merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan
struktur gedung bertingkat jika berada di wilayah yang memiliki intensitas gempa.
3. Perencanaan dari suatu struktur gedung pada daerah gempa haruslah menjamin
struktur bangunan tersebut tidak rusak atau runtuh oleh gempa kecil dan gempa
sedang, tetapi oleh gempa yang kuat struktur utama boleh rusak tetapi tidak
menyebabkan keruntuhan
4. Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dirancang dengan
menggunakan konsep Strong Column Weak Beam, dimana kolom dirancang
sedemikian rupa agar struktur dapat berespon terhadap beban gempa dengan
mengembangkan mekanisme sendi plastis pada balokbaloknya dan pada dasar
kolom
5. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan struktur gedung dengan
Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) adalah :