Anda di halaman 1dari 5

www.rajaebookgratis.

com

BERKENALAN DENGAN
REKSA DANA (2)
Oleh: Safir Senduk

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 667/XIII


Sebetulnya apa saja keunggulan reksa dana dibanding jenis
investasi lainnya?
1. Yang pertama, Anda yang belum biasa melakukan investasi
akan sangat terbantu karena ada manajer investasi yang
akan mengevaluasi investasi Anda setiap harinya. Anda tidak
perlu bersusah payah mengevaluasi, karena Anda cukup
mendapatkan report-nya setiap bulan atau beberapa bulan
sekali.
2. Yang kedua, Anda bisa melakukan investasi dengan jumlah
dana awal yang kecil jumlahnya. Beberapa reksa dana bisa
dimulai hanya dengan dana awal Rp 100.000,-. Bayangkan,
Anda tentu tidak bisa membuka deposito dengan dana sekecil
itu, bukan? Namun dengan reksa dana, dana sejumlah itu
sudah bisa untuk melakukan investasi (salah satunya) ke
dalam deposito.
3. Keuntungan ketiga adalah adanya diversifikasi atau
penyebaran risiko. Dengan reksa dana, Anda bisa menyebar
risiko investasi Anda dengan leluasa. Sebagai contoh, bila
dana Anda hanya Rp 1 juta, maka Anda tidak mungkin bisa
membuka beberapa deposito secara bersamaan di beberapa
bank karena untuk membuka satu deposito saja dibutuhkan
dana minimal Rp 500 ribu. Tapi dengan melakukan investasi
di reksa dana deposito, maka uang Anda bisa tersebar di

www.rajaebookgratis.com

berbagai deposito dalam berbagai bank, tanpa Anda harus


memiliki dana yang besar.
4. Keuntungan keempat adalah dari segi perpajakan. Pembelian
maupun penjualan kembali UP dari produk reksa dana adalah
bebas pajak. Ini dilakukan atas kebijakan pemerintah (Dirjen
Pajak), untuk merangsang dunia investasi di Indonesia.

Bisakah Manajer Investasi Dipercaya?


Sebetulnya, kata "manajer" ditujukan bagi orang, bukan
perusahaan. Tapi peraturan menyebutkan bahwa kata "Manajer
Investasi" ditujukan bagi perusahaan yang mengelola investasi
Anda. Orang-orang yang bekerja di dalamnya hanya disebut Wakil
Manajer Investasi. Kadang-kadang disebut juga Tim Pengelola
Investasi, atau Komite Investasi (Anda bisa melihatnya di
prospektus Anda). Dalam bahasa keuangan, orang yang tugasnya
mengelola dana investasi seperti ini disebut fund manager.
Tidak sembarang orang bisa menjadi fund manager. Dia harus
mendapatkan izin dari Pemerintah (BAPEPAM atau Badan Pembina
dan Pengawas Pasar Modal). Untuk mendapatkan izin tersebut,
maka seorang calon fund manager harus melalui ujian yang tingkat
kesulitannya sangat tinggi. Untuk mengetahui siapa saja fund
manager atau anggota Tim Pengelola Investasi Anda, Anda bisa
membacanya di prospektus reksa dana Anda.
Bagaimana Kalau Perusahaan Reksa Dananya Bangkrut?
Produk Reksa Dana diterbitkan oleh Perusahaan Reksa Dana, yang
sekaligus bertindak sebagai manajer investasi. Karena itu,
perusahaan Manajer investasi hidup dari komisi yang diterimanya
sewaktu investor membeli UP (Unit Penyertaannya). Besar komisi
2

www.rajaebookgratis.com

ini biasanya maksimal sekitar 3% dari nilai UP yang dibeli nasabah.


Dari komisi-komisi yang terkumpul inilah perusahaan reksa dana ini
"menggaji" dirinya sendiri. Terkadang, komisi juga didapat bila
nasabah menjual kembali UP yang mereka miliki.
Mungkin saja terjadi, pendapatan yang diterima manajer investasi
dari komisi-komisi tersebut lebih kecil daripada biaya-biaya yang
harus dia keluarkan untuk membiayai perusahaannya. Akibatnya,
bisa saja manajer investasi (Perusahaan Reksa Dana) ini tidak bisa
hidup lebih lama, dan akhirnya bangkrut. Pertanyaannya, apakah
harta Reksa Dana yang dibeli para investor ikut hilang?
Jawabannya: tidak. Menurut peraturan, harta Reksa Dana harus
disimpan dalam sebuah tempat terpisah, yang disebut dengan
nama Bank Kustodian. Bank Kustodian adalah sebuah
lembaga/badan yang sudah memiliki izin dari BAPEPAM untuk bisa
menyimpan harta dari suatu aset reksa dana. Perusahaan Reksa
Dana tidak boleh menyimpan sendiri harta reksa dananya. Dia
harus menyimpannya di tempat lain, yaitu pada Bank Kustodian.
Jadi, bila Perusahaan Reksa Dana/Perusahaan Manajer investasi
bangkrut, maka harta Reksa Dana yang Anda miliki dijamin tetap
aman. Bacalah prospektus reksa dana Anda, di situ akan tertulis
Bank Kustodian mana yang dipakai oleh perusahaan reksa dana
Anda.
PEMBAGIAN REKSA DANA
Berdasarkan produk investasi yang dipilih oleh manajer investasi,
ada 4 macam produk Reksa Dana:
1. Reksa Dana Saham. Ini adalah produk Reksa Dana di mana
manajer investasi kebanyakan menginvestasikan uang
nasabahnya ke dalam saham. Dari segi potensi keuntungan,

www.rajaebookgratis.com

Reksa Dana Saham dianggap bisa memberikan potensi


keuntungan paling besar. Ini karena sifat saham yang nilainya
bisa naik dan bisa juga turun, di mana kenaikannya bisa
besar sekali, tapi penurunannya juga bisa besar sekali.
Karena itulah, Reksa Dana Saham paling berisiko dibanding
ketiga produk Reksa Dana yang lain.

2. Reksa Dana Pendapatan Tetap. Ini adalah produk Reksa


Dana di mana manajer investasi kebanyakan
menginvestasikan uang nasabahnya ke dalam surat berharga
yang memberikan pendapatan tetap, yaitu obligasi. obligasi
adalah surat hutang yang diterbitkan oleh sebuah perusahaan
dan dijual kepada masyarakat. Potensi keuntungan yang
diberikan Reksa Dana Pendapatan Tetap biasanya dianggap
tidak sebesar seperti pada Reksa Dana Saham. Namun
demikian, potensi penurunan nilainya biasanya juga tidak
besar. Itulah sebabnya, Reksa Dana Pendapatan Tetap
risikonya dianggap lebih kecil daripada Reksa Dana Saham.

3. Reksa Dana Campuran. Di sini manajer investasi


menginvestasikan uang nasabahnya biasanya secara sama
rata ke dalam saham dan obligasi. Untuk risiko, karena Reksa
Dana ini merupakan reksa dana yang mencampur saham dan
obligasi, maka dianggap lebih besar daripada Reksa Dana
Pendapatan Tetap, tapi lebih kecil daripada Reksa Dana
Saham.

www.rajaebookgratis.com

4. Reksa Dana Pasar Uang. Di sini manajer investasi


menginvestasikan uang nasabahnya ke dalam produk-produk
Pasar Uang seperti Deposito, SBI, dan Obligasi Jangka
Pendek. Pada Reksa Dana ini, potensi keuntungannya jauh
lebih kecil dari ketiga reksa dana di atas, namun pasti.