Anda di halaman 1dari 24

Ane,i

DOKUMEN PENGAD
AAN
Nomor : 6/Pokja
Konsultan/2015
Tanggal : 25 Mei
2015
untu
k
Pengadaan Konsultan Penyusunan Dokumen Perencanaan
Studi Manajemen
Pengelolaan
Persampahan

Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan (Pokja ULP) Pengadaan


Jasa Konsultansi
Kabupaten Kebumen Tahun
2015

PEMERINTAH KABUPATEN
KEBUMEN
Tahun Anggaran :
2015

Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Jasa Konsultansi Perorangan Metode eSeleksi Sederhana (dengan
Pascakualifikasi)

BAB VI. KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)


1. Latar Belakang

Saat ini, sampah dan pengelolaannya menjadi


hal yang kian mendesak untuk ditangani, sebab
apabila tidak tertangani dengan baik
akan
mengakibatkan
terjadinya
perubahan
keseimbangan
lingkungan
dan
pencemaran
lingkungan tanah, air dan udara. Oleh karena itu,
untuk mengatasi berbagai masalah pencemaran
tersebut diperlukan penanganan dan pengendalian
terhadap sampah. Penanganan dan pengendalian
sampah akan menjadi semakin kompleks dan rumit
dengan semakin kompleksnya jenis dan jumlah
maupun
komplek
sampah.
Kabupaten Kebumen dengan luas wilayah yang
besar
dan letak Kecamatan yang menyebar
memerlukan perhatian tersendiri dalam pengelolaan
persampahan yang dihasilkan dari beberapa kegiatan
yang tentunya spesifik untuk dilakukan. Paradigma
baru yang harus dipahami oleh seluruh masyarakat
maupun Pemerintah dan pelaku pembangunan, bahwa
menejemem
sampah
harus
dilakukan
secara
terpadudengan memperhatikan unsur atau aspek
teknis, aspek pembiayaan, aspek kelembagaan, aspek
pengaturan/hukum dan aspek peran serta masyarakat.
Pola
penanganan
sampah
yang
hanya
mempertimbangkan bagaimana TPA dapat digunakan
sebagai lahan pemrosesan akhir (Final disposal site)
dalam jangka waktu yang panjang sudah tidak dapat
dipertahankan lagi.
Dalam
pelaksanaan
penanganan
sampah
di
Kabupaten
Kebumen
dirasakan
perlu
adanya
Perencanaan
Teknis
Dan
Manajemen
Sistem
Pengelolaan Persampahan di Kabupaten Kebumen,
untuk itu dilakukan pengadaan Konsultan Penyusunan
Perencanaan
Teknis
Dan
Manajemen
Sistem
Pengelolaan Persampahan di Kabupaten Kebumen.

2. Maksud dan
Tujuan
Data penunjang terdiri dari data yang berkaitan dengan
pelaksanaan pekerjaan.
4

Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini dimaksudkan sebagai


arahan bagi Konsultan Penyusunan Perencanaan
Teknis
Dan
Manajemen
Sistem
Pengelolaan
Persampahan
di
Kabupaten
Kebumen
dalam
melaksanakan pekerjaan Perencanaan Teknis Dan
Manajemen Sistem Pengelolaan Persampahan di
Kabupaten Kebumen yang mengatur tentang kriteria,
proses dan keluaran yang harus dipenuhi serta
diinterpretasikan dalam pelaksanaan tugas Konsultan
Penyusunan Perencanaan Teknis Dan Manajemen
Sistem Pengelolaan Persampahan di Kabupaten
Kebumen
Pengadaan Konsultan Perencana bertujuan untuk :
a. Merencanakan
peningkatan
sistem
manajemen pengelolaan
persampahan
secara
terperinci, meliputi
besaran
timbulan
sampah,
Pengumpulan
sampah,
Pengangkutan, operasional, pembiayaan dan retribusi,
pengaturan, organisasi/kelembagaan dan peran serta
masyarakat
sehingga
sistem
tersebut
dapat
dipertanggungjawabkan, fleksibel, mudah dipahami
dan siap untuk diterapkan secara bertahap sesuai
dengan
kemampuan
Pemerintah
Kabupaten
Kebumen.
b. Secara rinci tujuan perencanaan teknis dan
manajemen sistem pengelolaan persampahan di
Kabupaten Kebumen
adalah mengevaluasi kondisi yang sudah ada,
menganalisis
serta
memprediksi
sistem
pengelolaan persampahan yang ada di kabupaten
kebumen untuk yang akan
datang
meliputi
besaran timbulan sampah,
Pengumpulan
sampah,
Pengangkutan,
operasional,
pembiayaan
dan
retribusi,
pengaturan, organisasi/kelembagaan dan peran
serta masyarakat
c.
Mengidentifikasi seluruh permasalahan
yang timbul
ditinjau dari beberapa aspek teknis terhadap
pengelolaan sampah di Kabupaten Kebumen
dengan sistem yang berlaku sampai saat ini

Data penunjang terdiri dari data yang berkaitan dengan


pelaksanaan pekerjaan.
4

d. Menganalisa
dan
mengevaluasi
manajemen
sistem pengelolaan persampahan yang sudah
dilakukan.
e. Menyajikan beberapa alternatif solusi demi
tercapainya pengelolaan sampah yang lebih baik
dan diperkirakan dapat diterapkan di Kabupaten
Kebumen melalui pendekatan teknologi dan sosialbudaya
f. Merencanakan
program
peningkatan
pengelolaan persampahan kota secara efisien dan
efektif ditinjau dari aspek teknis opersional,
pembiayaan,
organisasi,
manajemen,
pengaturan, serta aspek peran serta
masyarakat sehingga pelaksanaan penanganan
persampahan dapat lebih terarah dan bermanfaat
bagi perkembangan Kabupeten Kebumen.
3. Sasaran

a.

b.
c.

d.

4.

Lokasi Kegiatan

Konsultan
Penyusunan
Perencanaan
Teknis
Dan Sistem
Manajemen
Pengelolaan
Persampahan
di
Kabupaten
Kebumen
bertanggung
jawab
secara
profesional
atas jasa perencanaan yang
dilakukan
sesuai
dengan ketentuan
dan kode etik tata laku
profesi yang
berlaku.
Produk yang dihasilkan harus memenuhi
persyaratan
norma, standar, pedoman dan manual yang
berlaku.
Produk yang dihasilkan harus telah
mengakomodasi
batasan-batasan yang telah ditentukan
oleh
direksi
kegiatan
termasuk melalui KAK ini baik
dari segi
pembiayaan,
waktu dan metode pelaksanaan,
serta
kaidah
teknis lainnya yang diperlukan.
Terlaksananya Penyusunan Perencanaan
Teknis
Dan Sistem
Manajemen
Pengelolaan
Persampahan
di
Kabupaten Kebumen secara tepat waktu,
tepat mutu, tepat biaya dan tepat administrasi.

Lokasi di wilayah Kabupaten Kebumen.

5.

Sumber
Pendanaan
Kegiatan ini dibiayai dari sumber pendanaan: DAU APBD kabupaten Kebumen
TA 2015 dengan nilai pagu anggaran Rp.150.000.000,- yang dialokasikan untuk
Konsultan Perencanaan.
6. Nama dan Organisasi Pejabat Pembuat Komitmen
Data penunjang terdiri dari data yang berkaitan dengan
pelaksanaan pekerjaan.
4

Nama Pejabat Pembuat Komitmen: KEPALA BIDANG


BINA TEKNIK Proyek/Satuan Kerja:
DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN KEBUMEN.

Data penunjang terdiri dari data yang berkaitan dengan


pelaksanaan pekerjaan.
4

Data Penunjang4
7. Data Dasar

8. Standar
Teknis

Sebagai data dasar yang harus diperhatikan oleh


Konsultan perencana dalam melaksanakan tugas
adalah data jumlah penduduk, timbulan sampah,
operasional persampahan, kepemilikan alat, retribusi
sampah, pembiayaan, manajemen, pengaturan,
kelembagaan
dan
peran
serta
masyarakat.
Disamping itu bila diperlukan penyedia jasa dapat
mencari sendiri data data lain sesuai dengan
Standar Teknis yang harus diperhatikan adalah
seberikut:
a. UU No. 18 / 2008 tentang Pengelolaan Sampah
b. UU No 32/2004 tentang Otonomi Daerah,
c. UU No 33 / 2004 tentang Perimbangan
Keuangan Pusat dan Daerah,
d. UU No 23/1997 tentang Pokok-Pokok Lingkungan
Hidup,
e. UU No 24 /1992 tentang Penataan
Ruang, f. UU No 23/1992 tentang
Kesehatan,
g. UU No 2/1992 Perumahan dan
Permukiman h. PP No.27 tahun 1999
tentang Amdal,
i. PP No. 18 jo 85/1999 tentang Limbah B3
j. Permendagri No. 33 Tahun 2010 tentang
Pedoman
Pengelolaan
Sampah
k. Berbagai ketentuan teknis lain dalam bidang
konstruksi bangunan gedung yang telah
memakai Standar Nasional
Indonesia (SNI) yang terkait serta sesuai dan
dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan
dilapangan.
l. Undang-undang
Nomor
1
Tahun
2004
tentang
Perbendaharaan
Negara;
m. Undang-undang
Nomor
25
Tahun
2007
tentang

9.

Studi-Studi
Terdahulu
Penanaman Modal.

Dijelaskan pula keterkaitan antara suatu keluaran dengan


keluaran lain.
5

Hasil Studi yang perlu diperhatikan terkait pelaksanaan penyusunan


perencanaan teknis dan manajemen system pengelolaan persampahan di
Kabupaten Kebumen adalah:
a. Rencana tata ruang wilayah Kabupaten Kebumen
b. Rencana program investasi jangka menengah (RPIJM) Kabupaten
Kebumen

Dijelaskan pula keterkaitan antara suatu keluaran dengan


keluaran lain.
5

10. Referensi Hukum


tentang Jasa

a.

d.
e.
f.

g.

Undangundang RI Nomor 18 Tahun 1999

Konstruk
si;
b. Undang-undang RI Nomor 1 Tahun
2004 tentang
Perbendaharaan
Negara;
c. Undang-undang RI Nomor 32 Tahun
2004 tentang
Pemerintahan
Daerah;
Peraturan Pemerintah RI Nomor 29 Tahun 2000
tentang
Penyelenggaraan Jasa Konstruksi;
Peraturan Pemerintah RI Nomor 6 Tahun 2006
tentang
Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah;
Peraturan Pemerintah RI Nomor 38 Tahun 2007
tentang
Pembagian Urusan Pemerintah Antara
Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan
Pemerintah Daerah
Kabupaten/Ko
ta;
Peraturan Presiden RI Nomor 54 Tahun
2010 beserta perubahannya
tentang
Pengadaan
Barang/Jasa
Pemerint
ah.
h. Peraturan Presiden RI Nomor 70 Tahun
2012 tentang
Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden
Nomor 54
Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah.
Ruang Lingkup

11.

Lingkup Kegiatan
Lingkup pekerjaan ini adalah Penyusunan
Perencanaan Teknis dan
Manajemen
Sistem
Pengelolaan
Persampahan
di Kabupaten
KebumenTahun Anggaran 2015.

12. Keluaran5

a.
Menyusun dokumen perencanaan,
dokumen
lelang, dokumen untuk pelaksanaan
pekerjaan, memberikan penjelasan pekerjaan
pada
saat
pelelangan
dan
memberikan
penjelasan
serta
saran

penyelesaian terhadap persoalan perencanaan


yang timbul pada saat pelaksanaan
b. Menyusun konsep perencanaan seperti
pengumpulan data

dan informasi di lapangan (jumlah penduduk,


jumlah timbulan sampah, daerah terlayani,
system pengangkutan, jumlah alat angkut yang
digunakan,
system
kelembagaan,
system
pembiayaan), membuat interpretasi secara garis
besar terhadap program kerja daerah setempat
mengenai peraturan daerah terkait dengan
pengelolaan persampahan
c. Penyusunan perencana seperti membuat
perkiraan biaya, laporan perencanaan.
d. Analisa system pengelolaan persampahan yang
ada.
e. Pendataan
terhadap
kondisi
system
pengelolaan persampahan saat ini dan
membuat usulan perbaikan
manajemen dan fisik (system pengelolaan yang
baik dan
benar
sesuai
dengan
kondisi
Kabupaten
Kebumen) berdasarkan hasil evaluasi terhadap
kondisi saat ini memprediksi kebutuhan untuk
yang akan datang sampai
dengan prediksi 10 tahun kedepan dengan
seluruh komponen system yaitu :

Besaran Timbulan
Sampah
Laju timbulan sampah (lt/org/hari atau
gr/or/hari) di
Kabupaten Kebumen dari hasil sampling,
Timbulan sampah setiap sumber sampah
(pemukiman, pasar dan pertokoan, hotel,
restoran, perkantoran, jalan, taman dan
tempat-tempat umum) dilengkapi dengan peta
timbulan sampah. Komposisi sampah dari hasil
analisa fisik bersamaan dengan sampling laju
generasi
sampah
(kadar
air,
organik,
combustible, recycleable dsb)
Pengumpulan
sampah,
Metode pengumpulan (dari mulai pewadahan
sampai dengan pembuangan akhir) di daerah
pemukiman dan non pemukiman termasuk
penyapu jalan dan pembersihan
saluran.
Metoda tersebut dilengkapi

ritasi, periodesasi, peta blok operasi/rute


operasi, kebutuhan petugas operasi peralatan
dan dilengkapi dengan jenis dan ukuran
peralatan
serta
masalah
pemeliharaan
peralatan

Pengangkutan,
Pembuatan dokumen perencanaan teknis
berupa rencana pembuatan TPS, spesifikasi
teknis kendaraan
angkutan sampah yang digunakan dan
perhitungan kebutuhan kendaraan

Operasional

Terdiri dari tingkat pelayanan (kuantitas dan


kualitas), Peta daerah pelayanan, sub-sub
system pewadahan dan pengumpulan, sub-sub
system
pemindahan,
sub-sub
system
pengangkutan, sub-sub system pembuangan
akhir, berikut jenjang-jenjang pencapaian
hingga mencapai 80% setiap tahap disusun
rekapitulasi jenis/type pelayanan, jumlah
penduduk dan rumah terlayani
Pembiayaan dan retribusi,
Terdiri dari sumber pendanaan, struktur
pembiayaan, meliputi dana operasional dan
pemeliharaan, dana
investasi/pembangunan,
kemampuan
masyarakat dan
Pemda dalam membiayai system, serta
pola/prosedur penarikan
retribusi
dan
estimasi
serta
proyeksi
struktur
pembiayaan,
struktur
retribusi
dan
perhitungan
dan
dasar
pertimbangannya, pola/
prosedur retribusi, Perda pembentukan
struktur tarif

Pengaturan,
Meliputi analisa terhadap peraturan daerah,
usia dan kelengkapan
dan
kemampuan
dalam
pelaksanaan Perda
pembentukan
organisasi, Perda ketertiban umum di bidang
kebersihan lingkungan dan Perda pembentukan
struktur tariff retribusi
Organisasi/kelembagaan
Meliputi Bentuk organisasi, Struktur organisasi,
Personalia (kualitas dan kuantitas) dan Tata
laksana
kerja,
Perda
pembentukan
organisasi,
pelatihan dan
penyuluha
n
Peran serta masyarakat.
Meliputi analisa bentuk partisipasi masyarakat,
materi dan metode pembinaan masyarakat di
bidang kebersihan/penyuluhan, pelaksanaan
program
penyuluhan,
evaluasi
serta
pemeliharaan
kondisi,
Bentuk
partisipasi
masyarakat, Materi dan metode pembinaan
masyarakat di bidang kebersihan/ penyuluhan

f.

Membantu PPK dalam menyusun dokumen


pelelangan dan membantu panitia pengadaan
dalam penyusunan program dan pelaksanaan
kendaraan
g. Menyusun dan menyerahkan laporan
perencanaan

berupa
:

Laporan
pendahuluan
sebanyak
8
(delapan) buku ukuran A4

Rencana
gambar
kerja
sebanyak
8(delapan) buku ukuran A3
RKS dan RAB/EE sebanyak 8 (delapan) buku
ukuran A4
Laporan akhir karya perencanaan sebanyak 8
(delapan)
buku ukuran
A4
Backup dokumen pengadaan (gambar, RKS
dan RKB/EE) masing-masing sebanyak 8
(delapan) keping CD
Album dokumentasi sebanyak 1 album
Laporan akhir diserahkan setelah proses serah
terima pekerjaan
13 Peralatan,
. Material,
Personil dan
Fasilitas dari
Pejabat
Pembuat
14 Peralatan
. dan
Material
dari
Penyedia

Penyedia Jasa harus menyediakan sendiri dan


memelihara semua fasilitas dan peralatan sesuai
dengan kebutuhan yang diperlukan untuk kelancaran
pelaksanaan pekerjaan.
Penyedia Jasa harus menyediakan sendiri dan
memelihara semua fasilitas dan peralatan sesuai
dengan kebutuhan yang diperlukan untuk kelancaran
pelaksanaan pekerjaan.
No
1.
2.
3.
4.
5.

Uraian
Kendaraan Roda
2
Laptop
Printer
Kamera digital
LCD Proyektor

Juml
ah
2 unit
1 unit
1 unit
1 unit
1 unit

Keterangan
1 baru,
pakai
Kondisi
Kondisi
Kondisi
Kondisi

1 layak
Layak Pakai
Layak Pakai
Layak Pakai
Layak Pakai

Untuk pengadaan sepeda motor harus dilakukan


setelah SPK
ditandatangani.
15. Lingkup Kewenangan Penyedia Jasa
Konsultan Perencana Penyusunan Perencanaan Teknis dan Sistem Pengelolaan
Persampahan di Kabupaten Kebumen bertanggung jawab secara professional
atas dasar perencanaan yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku
profesi yang berlaku.
Secara rinci, uraian kegiatan terdiri dari:
a. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus memenuhi persyaratan
standar hasil karya perencanaan yang berlaku
b. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah

mengakomodasi batasan-batasan yang diberikan


oleh proyek, termasuk melalui KAK ini, seperti dari
segi pembiayaan, waktu penyelesaian pekerjaan
dan mutu yang akan diwujudkan
c. Hasil
karya
perencanaan
yang
dhasilkan
harus
telah memenuhi peraturan, standar, dan
pedoman teknis dan memenuhi syarat teknis,
syarat ekonomi yang dapat
dipertanggung
jawabkan
d. Secara umum tanggung jawab konsultan adalah
sebagai berikut:
Persiapan
atau
penyusunan
konsep
perencanaan,
membuat interpretasi secara garis besar
terhadap kerangka acuan kerja, program kerja
perencanaan
dan
konsultasi
dengan
pemerintah
daerah
setempat
mengenai
peraturan daerah.

Penyusunan rencana detail berupa uraian


lebih terinci
seperti
membuat
gambar-gambar
detail,
rencana kerja dan syarat-syarat, rincian volume
pelaksanaan pekerjaan, rencana anggaran
biaya pekerjaan dan menyusun laporan
perencanaan pelelangan
Membantu kepala satuan kerja / pejabat
pembuat komitmen dalam menyusun dokumen
pelelangan dan membantu panitia pelelangan
dalam menyusun program dan pelaksanaan

Menyusun
laporan
akhir
pekerjaan
perencanaan yang terdiri atas perubahan
perencanaan
pada
masa
pelaksanaan,
petunjuk penggunaan, pemeliharaan dan
perawatan
16. Jangka Waktu Penyelesaian Kegiatan
Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh konsultan perencana adalah:
a. Konsultan dalam rangka menyusun jadwal pelaksanaan
kegiatan perencana harus berkoordinasi dengan Pengelola Kegiatan/Tim
Teknis yang ditunjuk oleh Pengguna Anggaran atau Kuasa Pengguna
Anggaran
b. Dalam pelaksanaan tugas harus memperhitungkan jangka
waktu pelaksanaan karena sifat waktu pekerjaan mengikat
c.
Jangka
waktu
pelaksanan
pekerjaan
Manajemen
Konstruksi adalah 3 (tiga) bulan
d. Konsultan Perencana harus menyusun program kerja yang meliputi:
Jadwal kegiatan secara detail
Alokasi tenaga yang lengkap (disiplin dan keahliannya).
Tenaga-tenaga
yang
diusulkan
konsultan
harus

mendapat persetujuan dari Pengelola Kegiatan


Konsep penanganan pelaksanaan
kegiatan
17. Personil

Untuk melaksanakan tujuan kegiatan,


Konsultan Perencana harus menyediakan tengatenaga yang memenuhi ketentuan baik ditinjau
dari segi lingkup pekerjaan maupun tingkat
kompleksitas pekerjaan. Tenaga Ahli yang
ditugaskan dipersyaratkan harus memiliki Sertifikat
Keahlian di bidang masing-masing (SKA Sertifikat
Keahlian yang masih berlaku) dan wajib memiliki
Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) . Personil yang
diperlukan dalam melaksanakan kegiatan ini
meliputi Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung. Untuk
kelompok Tenaga Ahli meliputi:
g.

Ketua Tim (Team Leader)


Tugas ketua Tim adalah memimpin dan
mengkoordinasikan seluruh anggota tim dan
pelaksanaan
kegiatan
Manajemen
Perencanaan
sampai
dengan pekerjaan tersebut selesai dengan baik
sesuai dengan jadwal, keluaran, laporan dan
rencana kerja yang telah disepakati sebelumnya.
Dipersyaratkan seorang Sarjana Strata 1 (satu)
Jurusan
Teknik
Sipil/Arsitektur/Manajemen
Perencanaan/ Planologi
lulusan
perguruan
tinggi negeri atau swasta yang
terakreditasi
bersertifikat resmi sebagai Ahli
Manajemen
Konstruksi,
sekurang-kurangnya
pernah menangani / berpengalaman dalam
bidang manajemen perencanaan dan pernah
menjadi Ketua Tim dalam pekerjaan manajemen
perencanaan. Lama pengalaman
yang dimiliki sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun,
di atas minimal tidak dinilai lebih.

h.

1 (satu) orang Ahli teknik Sipil.


Ahli teknik Sipil bertugas untuk melakukan
kontrol dan monitoring pekerjaan manajemen
perencanaan sejak dari
awal pelaksanaan perencanaan sampai serah
terima hasil perencanaan.
Dipersyaratkan seorang Sarjana Strata 1
(satu) Jurusan
Teknik Sipil lulusan perguruan tinggi negeri atau
swasta yang
terakreditasi
bersertifikat
resmi sebagai Ahli
Bangunan
Gedung
sekurang-kurangnya
berpengalaman

dalam bidang manajemen perencanaan dan lama


pengalaman yang dimiliki sekurang-kurangnya
5 (lima)
tahun, diatas minimal tidak dinilai
lebih.
i.

1 (satu) orang Ahli Statistik


Ahli
Statistik
bertugas
untuk
perhitungan

melakukan

antara jumlah penduduk dan potensi sampah


yang dihasilkannya.
Dipersyaratkan seorang Sarjana Strata 1
(satu) Jurusan
Statistik lulusan perguruan tinggi negeri atau
swasta yang terakreditasi bersertifikat resmi
sebagai Ahli Statistik atau berpengalaman dalam
bidang manajemen perencanaan dan lama
pengalaman yang dimiliki sekurang-kurangnya
5 (lima) tahun, diatas minimal tidak
dinilai lebih.
j.

1 (satu) orang Ahli Mekanikal


Ahli Mekanikal bertugas untuk melakukan kontrol
dan monitoring
pekerjaan
mekanikal
sejak
dari awal
pelaksanaan sampai serah
terima.
Dipersyaratkan seorang Sarjana Strata 1 (satu)
Jurusan Teknik Mesin lulusan perguruan tinggi
negeri
atau
swasta
yang
terakreditasi
bersertifikat resmi sebagai Ahli Mekanikal
sekurang-kurangnya berpengalaman dalam
bidang manajemen perencanaan dan lama
pengalaman yang dimiliki sekurang-kurangnya 5
(lima) tahun, diatas minimal tidak dinilai lebih.

k.

1 (satu) orang Cost Estimator


Cost Estimator bertugas melaksanakan semua
kegiatan mencakup pengumpulan data harga
satuan bahan dan upah, menyiapkan analisa
harga satuan pekerjaan, membuat perhitungan
kuantitas pekerjaan, dan membuat perkiraan
biaya pekerjaan .
Dipersyaratkan seorang Sarjana Strata 1 (satu)
Jurusan Teknik Sipil lulusan perguruan tinggi
negeri atau swasta yang
terakreditasi
bersertifikat resmi sebagai Teknik
Bangunan
Gedung
sekurang-kurangnya
berpengalaman
dalam
bidang
manajemen
perencanaan dan lama pengalaman yang dimiliki
sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun, diatas
minimal tidak dinilai lebih.

l.

1 (satu) orang Ahli Lingkungan


Ahli Lingkungan bertugas melakukan analisa
lingkungan terhadap potensi timbulnya sampah
dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat
sekitar.
Dipersyaratkan seorang Sarjana Strata 1 (satu)
Jurusan
Teknik
Lingkungan/
Kesehatan

Masyarakat lulusan perguruan tinggi negeri atau


swasta yang terakreditasi bersertifikat
resmi
sebagai Ahli Teknik Lingkungan
sekurang-kurangnya
berpengalaman
dalam
bidang manajemen perencanaan dan lama
pengalaman yang dimiliki
sekurang-kurangnya
5 (lima) tahun, diatas

minimal tidak dinilai


lebih.
m.

Tenaga pendukung
meliputi :
1(satu) orang Tenaga Administrasi Teknik
pendidikan
SLTA;
1 (satu) orang Tenaga Operator Komputer
pendidikan
SLTA;
3 (tiga) orang Surveyor pendidikan SLTA
18. Jadwal Tahapan Pelaksanaan Kegiatan
Untuk melaksanakan Penyusunan Perencanaan Teknis dan Manajemen Sistem
Pengelolaan Persampahan di Kabupaten Kebumen, konsultan harus dapat
mengikuti proses dan lingkup tugas yang harus dilaksanakan yang terdiri
dari :
1. Persiapan perencanaan seperti mengumpulkan data dan informasi
lapangan yang ada termasuk melakukan serta menginterpretasikan
secara
garis
besar
terhadap
tahapan-tahapan.
2. Menyusundan mendetailkan secara terukur terhadap hal- hal yang sudah
dikonsepsikan
3. Tahap praperancangan konsep desain termasuk program
kegiatan dan detail regulasi dalam analisis yang direncanakan berisi
tentang pemilihan konsep alternative penanganan persampahan
- Membuat
analisa
dan
pemilihan
alternative pembiayaan,
pemilihan alternative angkutan yang digunakan
- Laporan perkiraan biaya (engineer estimated)
berdasarkan perhitungan secara detail
4. Tahapan penyusunan pengembangan rencana antara lain
- Rencana jumlah penduduk sampai dengan 10 tahun ke depan
- Rencana timbulan sampah sampai dengan 10 tahun ke depan.
- Rencana system pengumpulan dari sumber sampah
- Rencana system angkutan sampah
- Rencana system pembiayaan
- Rencana regulasi dan kelembagaan
5. Tahap
penyusunan
rencana
detail
pelaksanaan
manajemen persampahan mulai dari jumlah penduduk sampai dengan
kelembagaan
- Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS/spesifikasi)
- Rencana anggaran biaya (RAB/estimasi biaya)
- Rincian volume pelaksanaan kegiatan (bq/bill of
quantity)
seluruh
dokumen
yang
dihasilkan
digandakan sebanyak 8 ekslempar

- Laporan
akhir
perencanaan
meliputi
laporan penyelenggarakan secara lengkap
digandakan sebanyak 8 ekslempar
6. Tahap
pengadaan
jasa
konstruksi/pemborongan,
konsultan
berkewajiban membantu panitia pengadaan
jasa konstruksi/pemborongan dalam penjelasan
pekerjaan/ambissing
7. Mengadakan
pengawasan
berkala
selama
pelaksanaan manajemen persampahan seperti:
memberikan penjelasan terhadap persoalanpersoalan yang timbul selama pelaksanaan
manajemen
8. Memberikan saran-saran

Laporan
19. Laporan

1. Laporan pendahuluan
Laporan pendahuluan sebanyak 8 buku ukuran
kertas format A4, memuat rencana kerja
penyedia jasa secara menyeluruh,mobilisasi
tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya sesuai
jadwal pelaksanaan kegiatan
2. Rencana gambar kerja sebanyak 8 buku ukuran
kertas format A3
3.
RKS dan RAB masing-masing sebanyak 8
ukuran kertas format A4
4. Laporan perhitungan pertumbuhan penduduk,
timbulan sampah, kebutuhan angkutan, serta
sarana dan prasarana pendukung
lainnya
masing-masing sebnyak 8 buku ukuran kertas
A4
5.
Laporan akhir karya perencanaan sebnyak 8
buku ukuran kertas A4, memuat:
Kemajuan pelaksanaan pekerjaan
Kendala dan solusi penyelesaiannya
Gambar-gambar detail hasil perencanaan
Analisa harga satuan pekerjaan
Brosur/penawaran barang-barang pabrikasi
Daftar kuantitas dan harga serta bill of quantity
Spesifikasi dan syarat teknis pekerjaan (RKS
Laporan perencaan lengkap dengan
perhitungan yang
diperluka
n
Dokumen perencanaan lainnya

6. Back up dokumen pengadaan (gambar, RKS dan


RAB/EE)
masing-masing
sebanyak 8
7. Album dokumentasi

20. Isi Laporan

a. Laporan Pendahuluan (Inception Report)


Laporan
Pendahuluan
(Inception
Report)
memuat program kerja yang akan dijadikan
acuan oleh Konsultan dalam melaksanakan
pekerjaan studi, yang menjelaskan tentang:
- Kegiatan pekerjaan yang akan dilakukan
sampai tercapainya sasaran sesuai dengan
kerangka acuan;
- Penyediaan
tenaga
ahli
dan
tenaga
penunjang sebagaimana disyaratkan dalam
kerangka acuan;
- Pengorganisasian
disajikan
dalam
bentuk bagan struktur organisasi dan uraian
tugas masing-masing tenaga ahli dan tenaga
penunjang;
- Kebutuhan
man
month
tenaga
ahli
dan tenaga penunjang yang disajikan dalam
bentuk barchart;
- Perlengkapan
kerja
yang
akan
dipakai
dalam melaksanakan pekerjaan
studi;
- Studi kepustakaan / literature dan survey
lapangan yang akan.
- Waktu
yang
dibutuhkan
untuk
melaksanakan
pekerjaan
studi
dan
pentahapannya sampai dengan selesai, yang
disajikan dalam bentuk barchart; Laporan
diserahkan sebanyak 10 (sepuluh) buku dan
dilakukan setelah 21 (dua puluh satu) hari
setelah ditandatangani Surat Perintah Mulai
Kerja (SPMK).
b.

Laporan Antara (Interim Report)


Laporan Antara (Interim Report) memuat hasil
survey, kompilasi data, hasil analisis sementara.
Waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan
pekerjaan
tersebut
dan
pentahapannya
dilakukan 45 hari (empat puluh lima)
hari,
setelah ditandatangani Surat Perintah
Mulai Kerja
(SPMK). Laporan diserahkan sebanyak 10
(sepuluh) buku.

c.

Konsep Laporan Akhir (Draft Final Report)


Konsep Laporan Akhir (Draft Final Report)
memuat tentang hasil survey, hasil analisis data,
Rekomendasi. Konsep Laporan Akhir dibuat
sebanyak 10 (sepuluh) buku.
d. Laporan Akhir (Final Report)

Laporan Akhir (Final Report) memuat perbaikan


Konsep
Laporan
Akhir.
Setelah
dilakukan
perbaikan berdasarkan hasil pembahasan konsep
laporan akhir atas masukan, saran, koreksi dari
Tim Teknis.

Hal-Hal Lain
21. Produksi dalam
Negeri
Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan di dalam
wilayah Negara Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dalam angka 4 KAK
dengan pertimbangan keterbatasan kompetensi dalam negeri.
22. Persyaratan
Kerjasama
Jika kerjasama dengan penyedia jasa konsultansi lain diperlukan untuk
pelaksanaan kegiatan jasa konsultansi ini maka persyaratan berikut harus
dipatuhi:
(tidak dipersyaratkan)
23. Pedoman Pengumpulan Data Lapangan
Pengumpulan data lapangan harus memenuhi persyaratan berikutFoto
dokumentasi pengumpulan data.
24. Alih Pengetahuan
Jika diperlukan, Penyedia Jasa Konsultansi
berkewajiban untuk menyelenggarakan pertemuan
dan pembahasan dalam rangka alih pengetahuan
kepada personil proyek/satuan kerja Pejabat Pembuat
Komitmen.