Anda di halaman 1dari 5

BAB 1

1.1Pendahuluan
1.2Tujuan
a. Tujuan Umum
Memahami tentang domain klinik dari diagnosa gizi dalam konsep gizi
klinik
b. Tujuan Khusus
1. Memahami definisi domain klinik dari diagnosa gizi
2. Memahami sub klas domain klinik dari diagnosa gizi
3. Memahami etiologi pada setiap problem yang menjadi sub klas domain
klinis
4. Memahami tanda dan gejala yang menjadi sub klas domain klinik
5. Membuat contoh PES statement dari domain klinik

Bab II
Pembahasan
2.1 Pengertian domain klinik
Domain ini menjelaskan mengenai kondisi fisik atau klinis yang
berdampak pada timbulnya masalah gizi. Kondisi yang dimaksud adalah
perubahan fungsi mekanis atau fisik (misalnya gangguan menelan,
mengunyah, gangguan gastrointestinal) perubahan kapasitas dalam
metabolisme zat gizi yang berkaitan dengan pembedahan atau obatobatan, perubahan berat badan dibandingkan dengan berat badan
biasanya atau yang dikehendaki. (PERSAGI, 2014)
2.2 Sub Kelas Domain Klinik
2.2.1 Kelompok Gangguan Fungsional
Perubahan fungsi fisik dan mekanisme yang mengganggu atau
menghambat proses makan, pencernaan, dan penyerapan zat gizi.
(PERSAGI, 2014). Adapun sub kelompok dari gangguan fungsional
yaitu:
a. Kesulitan menelan (NC-1.1)
Gangguan atau kesulitan menelan makanan di dalam rongga mulut
ke lambung yang disebabkna oleh keradangan, pembedahan, tumor
mulut, gangguan menghisap atau menelan yang ditandai dengan
kelainan saraf, infeks, batuk, atau nyeri di bagian kerongkongan.
b. Kesulitan menggigit/mengunyah (NC-1.2)
Ketidakmampuan menggigit atau mengunyah makanan untuk
membentuk bolus sehingga makanan dapat ditelan yang
disebabkan oleh adanya pembedahan oral , gangguan pada gigi,
disfungsi otot syaraf yang ditandai dengan luka pada bagian oral,
perubahan pada fungsi saraf pada gigi.
c. Kesulitan menyusui (NC-.1.3)
ketidakmampuan ibu untuk memberikan ASI yang disebabkan
adanya masalah pada payudara Ibu atau puting susu tidak normal,
mastitis, persepsi bahwa tidak mampu menyusui serta faktor sosial
budaya dan ketidakmampuan bayi untuk menyusui yang
disebabkan adanya gangguan pada oral seperti kurangnya
kemampuan menghisap, mengulum, malnutrisi, kesulitan menelan
dan adanya nyeri pada mulut.
d. Perubahan fungsi gastointestinal (NC-1.4)
Perubahan dalam kemampuan pencernaan absorbsi yang
disebabkan oleh struktur anatomi saluran pencernaan, perubahan
motilitas, perubahan akibat penyakit, perubahan fungsi organ dan
pembedahan yang ditandai dengan perubahan kimia berupa
ketidaknormalan enzim, vitamin, dan asam lemak atau adanya
penurunan massa otot , bising usus atau pembatasan makanan
tertentu
e. Prediksi kesulitan dalam menyusui (NC-1.5)
2.2.2. Kelompok Biokimia
Perubahan kemampuan metabolisme zat-zat gizi akibat obat-obatan,
operasi, atau seperti yang ditunjukkan dari perubahan nilai

laboratorium (PERSAGI,2014). Adapun sub kelompok dari biokimia


yaitu:
a. Gangguan penggunaan zat gizi (NC-2.1)
Perubahan kemampuan untuk melakukan metabolisme zat gizi dan
substansi bioaktif yang disebabkan oleh perubahan fungsi endokrin
yang terkait dengan organ gastrointestinal, gangguan metabolic,
obat-obatan yang mempengaruhi metabolisme zat gizi serta
kecanduan alcohol ditandai dengan data biokimia yang abnormal,
kehilangan BB 5% dalam 1 bulan, adanya defisiensi
vitamin/mineral misalnya glossitis atau adanya pembatasan
makanan tertentu.
b. Perubahan nilai laboraturium terkait gizi (spesifik) (NC-2.2)
Perubahan nilai laboratorium disebabkan oleh perubahan komposisi
tubuh, perubahan pengobatan, perubahan system tubuh atau
perubahan kemampuan untuk mengeluarkan produk sisa
metabolism seperti gangguan fungsi ginjal ditandai dengan data
biokimia yang abnormal.
c. Interaksi makanan dan obat (spesifik) (NC-2.3)
Interaksi yang tidak diinginkan dan merugikan antara zat
gizi/senyawa lain yang terdapat dalam makanan dengan obat,
herbal, senyawa yang terkandung dalam suplemen yang dapat
menurunkan, meningkatkan atau merubah zat gizi/pengobatan
disebabkan oleh kombinasi pemberian obat dan makanan yang
menyebabkan interaksi yang tidak diinginkan dan merugikan
ditandai dengan perubahan data biokimia, perubahan data
antropometri setelah pemberian obat.
d. Prediksi interaksi obat dan makanan (spesifik) (NC-2.4)
Potensi interaksi yang tidak diinginkan/berbahaya antara makanan
dengan obat, herbal, senyawa yang terkandung dalam suplemen
yang dapat menurunkan, meningkatkan atau merubah zat
gizi/pengobatan yang disebabkan oleh kombinasi pemberian obat
dan makanan yang menyebabkan interaksi yang tidak diinginkan
dan berbahaya ditandai dengan asupan yang diprediksi bermasalah
atau tidak
mendukung.
2.2.3 Kelompok Berat Badan
Perubahan berat badan atau status BB yang kronis dibandingkan
dengan BB ideal. Adapun sub kelompok dari berat badan yaitu:
a. Berat badan kurang (underweight) (NC-3.1)
Berat badan kurang dari normal atau berat badan yang
dibandingkan dengan standar referensi yang sudah direkomendasi
yang disebabkan oleh pola makan yang salah, aktivitas fisik yang
berlebihan, asupan makanan yang kurang, keterbatasan dalam
mendapatkan makanan yang ditandai dengan berat badan yang
kurang, kehilangan massa otot, kekurangan asupan, kelaparan.
b. Kehilangan berat badan yang tidak diinginkan (NC-3.2)
Penurunan berat badan yang tidak direncanakan atau diharapkan
yang disebabkan oleh pemecahan zat gizi berlebihan akibat sakit,

rawat inap yang ditandai dengan kehilangan berat badan 30%


dalam 3 hari, kehilangan cadangan lemak dan otot, pembedahan
atau operasi, kemoterapi, luka bakar dan HIV.
c. Berat badan lebih (NC-3.3)
Berat badan lebih dari normal atau berat badan yang dibandingkan
dengan standar referensi yang sudah direkomendasikan yang
disebabkan oleh aktivitas fisik kurang, kelebihan intake energi, pola
makan salah yang ditandai dengan peningkatan ketebalan lemak
dibawah kulit, porsi makan yang besar, obat-obatan yang dapat
meningkatan berat badan.
d. Peningkatan berat badan yang tidak diinginkan (NC-3.4)
Peningkatan berat badan yang tidak direncanakan atau diharapkan
yang disebabkan oleh retensi cairan yang meningkat, penggunaan
obat-obatan seperti anti depresan yang ditandai dengan
peningkatan kadar glukosa, peningkatan berat badan, edema,
perubahan pola makan, penumpukan lemak.
e. Laju pertumbuhan dibawah perkiraan (NC-3.5)
Peningkatan pertumbuhan yang lambat dibandingkan dengan
standar disebabkan oleh keterbatasan mengakses makanan,
pemecahan zat gizi yang berlebihan untuk penggunaan
metabolisme tubuh.
f. Laju pertumbuhan yang berlebihan (NC-3.6)
Penurunan pertumbuhan yang cepat dibandingkan dengan standar
disebabkan oleh kelebihan asupan , penggunaan obat.
2.2.4 Contoh diagnosa gizi domain klinik dengan PES statement:
1) Gangguan fungsional
Kesulitan menelan (NC-1.1) yang disebabkan oleh pembedahan
pada kelenjar godok yang ditandai dengan abnormalitas pada
fungsi menelan dan nyeri saat menelan
2) Biokimia
Perubahan nilai laboratorium terkait gizi (spesifik)(NC-2.2) yang
disebabkan oleh penyakit gagal ginjal menahun ditandai dengan
Ketidaknormalan kadar BUN, Cr, K, pospor, GFR (gangguan fungsu
ginjal)
3) Berat badan
Kehilangan berat badan yang tidak diinginkan (NC-3.2) yang
disebabkan oleh celiac disease (alergi terhadap gluten) ditandai
dengan kehilangan masa otot

DAFTAR PUSTAKA
Persagi. 2014. Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT). Kementerian
Kesehatan RI. Jakarta