Anda di halaman 1dari 5

4.1.

2
Pemetaan Geologi
4.1.2.1 Pengamatan Singkapan
Berdasarkan pengamatan dari beberapa singkapan yang telah
dideskripsi didapatkan hasil untuk singkapan stasiun 1, singkapan
yang dijumpai merupakan tubuh batuan yang diindikasikan
andesit vulkanik berupa lahar dan lava yang dicirikan dengan
komposisi mineral penyusun batuan itu sendiri adalah mineral
kuarsa, biotit, plagioklas, hornblenda dengan arah umum sebaran
batuannya tenggara barat laut.
Beberapa singkapan yang dijumpai

sepanjang

Sungai

Cimanganten Sungai Pasir Jawa didapatkan singkapan berupa


batuan induk yang sudah teralterasi, hal tersebut terlihat
warnanya yaitu abu abu terang, dan ukuran butirnya yang sudah
berubah menjadi clay, lalu dari pengamatan terlihat terdapat
mineral pyrite berupa titik kuning mengkilap yang menyebar pada
sampel, lalu mineral kaolinit yang berwarna kuning serta illit yang
berwarna

putih,

sampel

juga

sudah

mengalami

oksidasi,

diperlihatkan dengan warna kuning karat.


Dari ciri-ciri diatas mulai dari warna, ukuran butir, serta mineral
yang terlihat, disimpulkan bahwa batuan tersebut merupakan
alterasi

tipe

argilik.

Namun

apabila

secara

kasatmata,

kenampakan argilik dengan tuff yang basah (terletak pada air


mengalir sepanjang Sungai Cimanganten) akan kelihatan mirip
karena memiliki warna abu-abu terang, namun tetap akan
terdapat perbedaan apabila diamati lebih lanjut, terutama apabila

disentuh, akan terasa mana yang merupakan produk dari alterasi


dengan produk dari endapan gunung api (tuff).
Pada bagian singkapan yang terkena sesar (yang berwarna
gelap) memiliki sifat yang berbeda, yaitu bersifat clay, dan
diinterpretasi bahwa pada bagian tersebut tepat pada bidang
sesar, sehingga akibat adanya gerusan, dan panas yang timbul,
dapat merubah batuannya sehingga memiliki tekstur clay.
Penyebaran batuan induk ini didapatkan hampir dijumpai di
daerah penelitian dengan batas kontaknya berada tepat pada
bidang sesarnya. Kontak batuan ini didapatkan indikasi antara
andesit vulkanik dengan tufa breksi hasil dari material gunung api.
Batas sebaran batuan antara andesit vulkanik dengan tufa breksi
ini dapat dilihat pada lampiran IV.
Dari beberapa singkapan didapatkan juga mineralisasi berupa
vein yang mempunyai arah umum tenggara barat laut dengan
kedudukan dari pemineralan tersebut sebesar N 220 oE / 70o.

Foto 4.1
Sampel Vein bentuk Concoidal

Foto 4.2
Alterasi Argilitik pada Batuan Induk

Foto 4.3
Batuan Terubahkan pada Bagian Sesar

4.1.2.2 Stream Sediment

Dari hasil dulang didapatkan konsentrat mineral berat yang


mempunyai unsur Fe sebesar 500 gram dari sample yang
diambil sebesar 34 gram. Untuk konsentrasi mineral berat
terdapat kuarsa dan berbutir harus ada mineral pirit. Pada batuan
berukuran kerakal terdapat tuff dan diindikasikan batuan andesit
yang mengalami pelapukan terdapat mineral pirit dengan bentuk
bijih pirit dengan bentuk butir meruncing. Dengan bukti di atas
dapat disimpulkan bahwa indikasi indikasi ini bahan galian tidak
jauh dari loasi keberadaannya.
Dari hasil dulang didapatkan konsentrat mineral berat yang
mempunyai unsur Fe sebesar 500 gram dari sample yang
diambil sebesar 37 gram. Untuk konsentrasi mineral berat
terdapat kuarsa dan berbutir harus ada mineral pirit. Pada batuan
berukuran kerakal terdapat tuff dan diindikasikan batuan andesit
yang mengalami pelapukan terdapat mineral pirit dengan bentuk
bijih pirit dengan bentuk butir meruncing. Dengan bukti di atas
dapat disimpulkan bahwa indikasi indikasi ini bahan galian tidak
jauh dari loasi keberadaannya.
Dari hasil dulang didapatkan konsentrat mineral berat yang
mempunyai unsur Fe sebesar 500 gram dari sample yang
diambil sebesar 35 gram. Untuk konsentrasi mineral berat
terdapat kuarsa dan berbutir harus ada mineral pirit. Pada batuan
berukuran kerakal terdapat tuff dan diindikasikan batuan andesit

yang mengalami pelapukan terdapat mineral pirit dengan bentuk


bijih pirit dengan bentuk butir sedikit meruncing. Dengan bukti di
atas dapat disimpulkan bahwa indikasi indikasi ini bahan galian
sedikit agak jauh dari loasi keberadaannya.

4.1.2.3 Pengukuran Struktur Kekar


Dari hasil pengukuran struktur kekar didapatkan data berupa jenis
kekar gerus dengan arah umum sebesar N 280-300 E / 85. Hal
ini

dapat juga

dilihat dari hasil pengolahan data

menggunakan software Dips, yang berupa Diagram Roset.

Gambar 4.1
Diagram Roset Pengukuran Kekar

kekar