Anda di halaman 1dari 6

52

BAB VI
PEMBAHASAN

Well testing merupakan pengujian yang dilakukan pada sumur untuk


mengetahui performa dari sumur tersebut. Suatu sumur minyak yang umum
disebut Oil Well atau Producing Well, setelah pengeboran selesai dan dilengkapi
dengan segala perlengkapannya, perlu diketahui apakah hasil produksinya sesuai
dengan yang diharapkan.
Sumur produksi yang sudah dihidupkan dan berproduksi sekian lama perlu
juga diketahui apakah masih effisien dan efektif untuk diproduksikan, agar faktorfaktor yang mempengaruhi tingkat produksi dapat diketahui dengan cepat dan
diambil langkah-langkah yang tepat, maka harus dilakukan pengujian terhadap
sumur yang bersangkutan.
Well Testing merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk
menjawab pertanyaan - pertanyaan di atas, sehingga sejarah dan kelangsungan
produksi suatu sumur dapat dijadikan sebagai data - data yang dibutuhkan untuk
mengetahui keadaan sumur, formasi dari sumur atau sumur di sekitarnya, maka
perlu dilakukan beberapa jenis tes, misalnya tes produksi, tes tekanan transient
serta jenis tes yang lain sesuai dengan kebutuhan.
Pada praktikum well test ini ada beberapa parameter yang di ujikan, antara
lain :
1.
2.
3.
4.

Ei Function
Dietz Shape Factor
Pressure Build Up
Pressure Draw Down

53

Dari pengujian dengan parameter diatas, point yang dapat diperoleh pada setiap
segmennya, antara lain :
1.

Ei Function
Berdasarkan data praktikum, sumur di anggap harus dalam kondisi infinite

acting dengan memenuhi persamaan diatas sehingga di dapat 1.84<5<174.71


jam sehingga memenuhi persamaan dalam kondisi infinite acting , dan sebelum
menentukan nilai pressure (P), terlebih dahulu menentukan nilai x dengan
persamaan diatas dengan nilai r pada kedalaman berbeda-beda yaitu r (a) = 1ft, r
(b) =10ft, r (c) =100ft, berdasarkan kedalaman yang berbeda maka di dapatkan
nilai x pada r (a) = - 0.0050487, r (b) = - 0.5048651 dan r (c) = 50.486512. Apabila nilai x setiapke dalaman dapat dilihat sesuai persyaratan
maka untuk:
r (a) = x = - 0.0050487 masuk ke syarat (x) 0.02 Ei (-x) = Ln (1.781
(x)) ,
r (b) = x = - 0.5048651 maka masuk ke syarat 0.02 < x < 10.9 Ei (-x) =
gunakan table, dan
r (c) = x = - 50.486512 maka masuk ke syarat x > 10.9 10.9 Ei (-x) = 0,
langkah selanjutnya mencari nilai P sesuai dengan ketentuan padalangkah
sebelumnya dengan rumus di step 2 maka di dapat nilai tekanan untuk masingmasing r (a) P = 2641.88 psi , r (b) P= 2958.19 psi , dan r (c) P = 3000 psi .
2.

Dietz Shape Factor


Dalam praktikum ini diberikan bentuk luas daerah pengurasan sumur

(drainage area) adalah


.
Dimana berdasarkan tabel Dietz shape factor untuk nilai CA diperoleh
sebesar 12.9851. Untuk langkah pertama adalah menentukan t pada Infinite Acting
Reservoir (infinite-system with solution less than 1% error for tDA) berdasarkan
tabel Dietz shape factor di peroleh nilai tDA sebesar 0.03. Sehingga setelah

54

dilakukan perhitungan menggunakan rumus, di peroleh harga waktu sebesar


51.113 jam. Kemudian langkah kedua adalah menentukan waktu pada Pseudo
Steady State, menggunakan (Less Than 1% Error for tDA) berdasarkan table Dietz
shape factor di peroleh nilai tDA sebesar 0.25. Sehingga setelah dilakukan
perhitungan menggunakan rumus, di peroleh harga waktu sebesar 426 jam.
Kemudian langkah ketiga adalah menentukan t pada Pseudo Steady State (Exact
for tDA) berdasarkan table Dietz shape factor di peroleh nilai t DA sebesar 0.7.
Sehingga setelah dilakukan perhitungan menggunakan rumus, di peroleh harga
waktu sebesar 1193 jam . Kemudian untuk langkah keempat adalah menghitung
nilai Production Index (Pi) / J dan laju produksi stabil (q) di bawah P-Pwf = 500
Psia, yang diperoleh sebesar 0.3521 Psi untuk Pi dan nilai q = 176.057 stb/day.
3.

Pressure Build Up
Pengukuran PBU (Pressure Build Up) bertujuan untuk menentukan

permeabilitas

formasi,

karakteristik

perbaikan

atau

kerusakan

formasi,

menentukan produktifias formasi, menentukan tekanan statis dan tekanan rata


rata formasi. Pressure Build Up Test ini dilakukan dengan mengikuti langkah
langkah seperti memasukan data data PBU dan membuat tabulasi yang
menghubungkan harga Pws terhadap Horner time (tp + t/ t). Kemudian
memplot harga harga Pws versus (tp + t/ t) pada grafik semilog. Setelah itu
membuat garis ekstrapolasi berdasarkan plot harga tersebut (langkah b) sampai
harga (tp + t/ t) = 1, maka didapat harga tekanan statis reservoir (P*).
Kemudian menentukan besarnya slope (m) pada bagian garis yang lurus grafik
tersebut. Setelah itu menentukan besarnya permeabilitas (k) menggunakan
persamaan 2. Setelah itu mencari besarnya harga P1jam yang diambil pada bagian
garis ekstrapolasi. Kemudian mencari skin faktor menggunakan persamaan 3 dan
berdasarkan harga skin tersebut tentukan apa yang terjadi pada formasi produktif
yang diamati. Setelah itu menentukan produktifitas formasi (PI) menggunakan
persamaan 5. Dan menentukan flow efisiensi (FE) menggunakan persamaan 6.
Kemudian menentukan besarnya radius of investigation (ri) menggunakan
persamaan 7. Dan membuat analisa dari hasil-hasil yang didapatkan.

55

4.

Pressure Draw Down


Teknik pengujian pressure drawdown adalah suatu pengujian yang

dilaksanakan dengan jalan membuka sumur dan mempertahankan lajuproduksi


tetap selama pengujian berlangsung. Hal ini akan didapatkan informasi
permeabilitas formasi, factor skin dan volume pori-pori.
Berdasarkan hasil tabulasi pada tabel 5.1, maka dapat dibuat dua buah
grafik.Grafik 5.2 merupakan grafik log-log hasil plot antara nilai P dan t. Dari
grafik ini diperoleh time wellbore storage, yaitu waktu terjadinya gangguan
tekanan akibat adanya partikel sand yang terikut pada saat tes dilakukan. Adanya
partikel sand ini mengakibatkan tekanan yang direkam tidak mewakili tekanan alir
dasar sumur, sehingga time of wellbore storage sangat penting untuk diketahui
pada saat tes uji sumur dilakukan. Setelah mengetahui waktu wellbore storage,
mencari garis yang linier dari grafik 5.2 dan dinyatakan sebagai waktu transient.
Analisa pressure drawdown pada periode transient untuk mencari P1hr terlebih
dahulu mencari slope (m) darigrafik 5.2 dan didapatkan slope sebesar 93.416
psi/cycle. Setelahdidapatkan slope makadidapatkan P1hr yaitu 3671 psi,
permeabilitas pada waktu transient sebesar 102.942 md, dan didapatkan factor
skinny sebesar 5.495
Analisa pressure drawdown pada periode late transient, didapatkan setelah
mengetahui waktu transient dan waktu pseudo steady state. Pada periode late
transient harus menetukan p^(iterasi) . P^(iterasi) adalah Pwf pada waktu PSS.
Plot antara log (Pwf P^(iterasi)) vs t akan linier asalkan P^(iterasi) diketahui
besarnya. Tetapi sayangnya tidak, sehingga pada metode ini harus dilakukan cobacoba menggunakan suatu harga P^(iterasi).
Apabila harga P^(iterasi) tadi cocok dengan kondisi yang ada, maka akan
didapatkan garis lurus yang ditunjukkan pada grafik 5.3. Apabila garis lurus telah
didapatkan, maka dapat mengitung faktor skin. Setelah dilakukan coba-coba pada
tekanan diantara PSS didapatkan P^(iterasi) yang linier sebesar 3510 psi.
Menghitung harga b didapatkan dari ekstrapolasi dari grafik 5.3 ditarik garis lurus
sampai harga t=0 jam, maka didapatkan titik potong yaitu harga b sebesar 98.

56

Harga

di dapatkan sebesar 0.01517 jam -1, sehingga permeabilitas dapat di

hitung dan di peroleh nilai K sebesar 71.450 md. Kemudian di dapatkan waktu
latetransient sebesar 65.88 jam dari waktu awal PSS dikurangi waktu akhir
transient.
Radius pengurasan pada periode ini sebesar 1768.99 ft, volume pori-pori
yang didaptkan sebesar 2,193,183.84 Res bbl dan faktor skin yang didapatkan
sebesar 1.922.
Pada analisa pressure drawdown periode pseudo steady state.Grafik 5.4
merupakan grafik kartesian pwfvs t. Dari grafik tersebut di dapatkan waktu pada
pseudo steady state. Dari grafik 5.4, dapat diperoleh nilai slope (m) = 0.232.
Kemudian, mencari volume pori-pori pada waktu PSS sebesar 5,273,338.94 Res
Bbl. Waktu dalam PSS sebesar 398.2 jam.
Berdasarkan perhitungan pada periode PSS diatas akan didapatkan bentuk
dari reservoir, namun terlebih dahulu harus menghitung harga C A dan TDA. Harga
CA di dapatkan berdasarkan perhitungan sebesar 119602.228 dan TDA yang
diperoleh berdarkan perhitungan sebesar 0.2. Setelah mendapatkan CA dan TDA
,maka dapat ditentukan bentuk reservoir pada table dietz factor yaitu bentuk
segitiga.

57