Anda di halaman 1dari 5

PEMERIKSAAN JUMLAH

KUMAN DI UDARA
A. DASAR TEORI
Flora mikroba ad yang di udara bersifat sementara dan beragam.
Udra bukan merupakan medium tempat mikroba tumbuh, tetapi
membawa bahan partikulat, debu, dan tetesan air yang semuanya sangat
mungkin dimuati mikroba umlah dan tipe mikroba yang mencemari udara
di tentukan oleh sumber pencemaran di dalam lingkungan, mesalnya dari
saluran pernapasan manusia disemprotkan melalui batuk dan bersin.
Udara bukan merupakan habitat asli mikroba, tetapi udara di
sekeliling kita sampai beberapa kilometer di atas permukaan bumi
mengandung bermacam-macam jenis mikroorganisme dalam jumlah yang
beragam. Mikroorganisme yang paling banyak berkeliaran di udara bebas
adalah bakteri, jamur, dan mikro alga. Kehadiran jasad renik dalam udara,
dalam bentuk vegetative dan generative (umumnya spora).
B. TUJUAN
1. Untuk mengetahui jumlah kuman yang ada di udara.
2. Mengetahui cara pengambilan sampel kuman di udara.
C. METODE
Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel kuman di
udara ialah Plate Count. Menentukan titik pengambilan dengan
pengambilan sampel secara menyilang atau diagonal dalam satu
ruangan, kemudian media di buka pada titik yang telah di tentukan
selama 5 menit.
D. ALAT
1. Gelas ukur
2. Kompor gas
3. Coloni counter
4. Petridish
5. Erlemeyer
6. Incubator
7. Autoclave

E. BAHAN
1. Nutrien agar
2. Kapas
3. Aquadest
F. PROSEDUR KERJA
1. Timbang butrient agar sesuai kebutuhan kelompok.
2. Masukkan ke dalam gelas erlemeyer dan tambahkan Aquadest.
3. Panaskan/larutan di atas kompor samapai mendidih (jernih).
4. Sterilkan dengan menggunakan autoclave dengan suhu 121 derajad
Celcius selama 15 menit.
5. Angkat dan dinginkan, kemudian bagi dalam Petridis steril ( 15 cc)
tiap petridish.
6. Tunggu sampai nutrient agar mengeras.
7. setelah mengeras siap dibawa ke lapangan.
8. Lakukan pengambilan sampel dengan cara penentuan titik
pengambilan sampel.
9. Buka petri dan paparkan media di dalam ruangan sejajar dengan
telinga selama 5 menit.
10.Petridish ditutup kembali, kemudian dibungkus dengan Koran dan di
bawa ke laboratorium
11.Masukkan kedalam incubator selama 1 x 24 jam pada suhu 35 C
37 C
12.Amati jumlah koloni yang tumbuh.

PERHITUNGAN
CONTOH :

II

V
I

III

IV

Petridish I

Koloni

Petridish II

Koloni

Petridish III

Koloni

Petridish IV =

Koloni

Petridish V

Koloni

RUMUS
PERHITUNGAN =

JUMLAH SEMUA KOLONI DALAM


PETRIDIS
BERAPA PETRI YANG
DIGUNAKAN

G. HASIL
Jumlah koloni yang tumbuh pada masing-masing petridish yang
didapatkan dalam ruang Akademik D.IV Kesehatan Lingkungan, senagai
berikut :
PETRIDISH
I
II
III
IV
V

COLONI
2
3
5
5
2

PERHITUNGAN :
Petridish
Petridish
Petridish
Petridish

I
II
III
IV

Petridish V
TOTAL

2
3
5
5
2
+
17

Koloni
Koloni
Koloni
Koloni
Koloni
koloni

Jumlah Rata-Rata Koloni

= jumlah semua koloni dalam petridish


jumlah petridish yang digunakan
= 17
5
= 3,4 koloni/m
= 4 koloni/m

H. ANALISA HASIL
Menurut permenkes nomor 261/Menkes/SK/11/1998 tentang
persyaratan kesehatan dilingkungan kerja bahwa angka kuman dalam
suatu ruang kerja kurang dari tujuh ratus koloni (<700 koloni) di udara,
sedangkan koloni yang di dapatkan dari hasil penelitian di ruang
Akademik D.IV Kesehatan Lingkungan hanya 4 (empat) koloni saja.
Apabila ruangan yang diteliti tidak menggunakan AC kemungkinan koloni
yang di dapat lebih dari empat koloni (>4 koloni), karena AC dapat
menyaring kuman-kuman di udara. tetapi apabila AC tidak pernah di
rawat maka penyaring kuman-kuman di udara tidak akan berfungsi.
I. KESIMPULAN
Dari hasil penelitian yang dilakukan di ruang Akademik D.IV
Kesehatan Lingkungan kuman yang di peroleh hanya 4 koloni. Sedangkan
menurut permenkes nomor 261/Menkes/SK/11/1998 tentang persyaratan
kesehatan lingkungan kerja bahwa angka kuman dalam suatu ruangan
kurang dari tujuh ratus koloni (<700 koloni). Hal ini berarti ruang
Akademik D.IV Kesehatan Lingkungan memenuhi kelayakan dalam
persyaratan ruang kerja.