Anda di halaman 1dari 38

SOSIALISASI BPJS KESEHATAN

TOKOH AGAMA TOKOH MASYARAKAT


(CAMAT dan KEPALA PUSKESMAS
SE-WILAYAH KAB. JEMBER
Mohamad Ismail Marzuki
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jember

JEMBER, 16 JUN 2015

www.bpjs-kesehatan.go.
1

Agenda

I
PENGANTAR

UU NO. 40/2004 & UU


N0.24/2011

Sistem Jaminan Sosial Nasional

Sistem Jaminan Sosial Nasional

II
KEBIJAKAN INTEGRASI PBI-D
BPJS KESEHATAN

Perpres Nomor 111 tahun 2013


pasal 6A, 16, 16A dan 23
Pasal 6A: Penduduk yang belum termasuk sebagai peserta jaminan
kesehatan dapat diikutsertakan dalam program jaminan kesehatan pada
BPJS Kesehatan Oleh Pemerintah Daerah Provinsi atau Kabupaten/Kota
Pasal 16, ayat 1a:
Iuran Jaminan Kesehatan bagi penduduk yang didaftarkan oleh Pemerintah
daerah dibayar oleh Pemerintah Daerah
Pasal 16A:
Besaran iuran peserta penduduk yang didaftarkan oleh Pemerintah daerah
sebesar Rp 19.225,Pasal 23:
Manfaat akomodasi adalah ruang perawatan kelas III
8

KEBIJAKAN INTEGRASI JAMKESDA

No.

Langkah-langkah

1.

Advokasi ke Pemda setempat

2.

Kesepakatan dengan Pemda

3.

Kepastian iuran dalam DIPA (APBD)

4.

SK Bupati/Walikota by name by adress by NIK Penduduk yang


akan didaftarkan.

5.

Format 34 kolom data migrasi

6.

Penyerahan data sesuai SK Bupati/Walikota

7.

Cleansing data oleh BPJS Kesehatan

8.

Purifikasi data oleh BPJS Kesehatan

9.

Penetapan TMT (masa berlaku) PKS oleh Pemda

10.

Migrasi data ke dalam aplikasi oleh BPJS Kesehatan

11.

Informasi jumlah data hasil migrasi ke Pemda

12.

Penandatanganan BA jumlah data hasil migrasi sebagai jumlah


peserta awal dalam PKS

13.

Penandatanganan PKS
10

III
KEPESERTAAN JAMINAN
KESEHATAN

Peserta Jaminan Kesehatan

12

Pentahapan Kepesertaan
Jaminan Kesehatan

IDENTITAS PESERTA JAMINAN KESEHATAN


UNDANG UNDANG NO 24 / 2011 TENTANG BADAN
PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL
Pasal 13 :
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal
10, BPJS berkewajiban untuk:
a. memberikan nomor identitas tunggal kepada Peserta;
PERATURAN PRESIDEN NO 12 / 2013 TENTANG JAMINAN KESEHATAN
Pasal 12 :
(1)setiap peserta yang telah terdaftar pada BPJS Kesehatan berhak
mendapatkan identitas peserta,
(2)Identitas peserta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit
memuat nama dan nomor identitas peserta.

Disain Kartu Peserta


Informasi yang muncul di kartu :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Logo BPJS Kesehatan Kiri atas dan Bendera merah Putih di Pojok Kanan
Nomor Peserta BPJS Kesehatan
Nama
Tanggal lahir
NIK (sebagai Identitas Tunggal)
Faskes TK I
Barcode nomor register
Tgl cetak kartu

Warna dominan kartu Silver


Disain / latar belakang Kepulauan Indonesia

Contoh Disain Kartu BPJS


Kesehatan

Security Mark :

IV
IURAN

Iuran

Pendaftaran dan Pembayaran


Iuran BPJS via Perbankan

Bank BRI
Bank BNI46
Bank Mandiri

V
MANFAAT JAMINAN
KESEHATAN

Pelayanan Kesehatan Yang Dijamin

PELAYANAN KESEHATAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.

BPJS KESEHATAN

Berbasis Asuransi Sosial


Implementasi Managed Care
Pelayanan Komprehensive
Fokus pada Promotive Preventive
Pelayanan berjenjang
Pelayanan Kedokteran Keluarga
Seleksi Provider (Credentialing dan
Recredentialing)
Seleksi Obat (DPHO) oleh Kemenkes
Pola tarif berdasarkan Kapitasi & INA-CBGs
Penetapan tarif oleh MenKes
Urun biaya naik kelas perawatan.
Coordination of Benefit
Utilization Review
Quality Assurance oleh Kemenkes
Kompensasi untuk daerah tidak ada Faskes

Peserta

Faskes PPK tk.I


Emergency /
Gawat Darurat*

Rujukan dari PPK I /


Rujuk Balik dari PPK II / PPK III

Rumah Sakit /
PPK tk.II dan
tk.III

Klaim

Kantor Cabang BPJS

Sistem Pelayanan Berjenjang


Peserta apabila membutuhkan pelayanan kesehatan dilayani
oleh fasilitas kesehatan Tingkat I tempat peserta terdaftar
kecuali dalam kondisi emergency bisa langsung ke pemberi
pelayanan kesehatan tingkat lanjutan atau Rumah Sakit
(melalui UGD Rumah Sakit)
Apabila memerlukan pelayanan spesialistik maka faskes
pelayanan primer akan memberikan surat rujukan ke faskes
pelayanan tingkat lanjutan
Untuk penyakit kronis stabil diberlakukan pelayanan rujuk
balik peserta dikembalikan kepada faskes pelayanan primer
oleh faskes pelayanan lanjutan

PERPRES NO 12 TAHUN 2013

MANFAAT KESEHATAN
PELAYANAN KESEHATAN
TK PERTAMA
Pelayanan kesehatan Non
Spesialistik:
Administrasi pelayanan
Pelayanan promotif dan preventif.
Pemeriksaan, pengobatan dan
konsultasi medis
Tindakan medis non spesialistik, baik
operatif maupun non operatif
Pelayanan obat dan bahan medis habis
pakai
Transfusi darah sesuai dengan
kebutuhan medis.
Pemeriksaan penunjang diagnostik
laboratorium tingkat pertama.
Rawat inap tingkat pertama sesuai
dengan indikasi

PELAYANAN KESEHATAN
TK LANJUTAN

RAWAT JALAN
Administrasi pelayanan
Pemeriksaan, pengobatan dan
konsultasi spesialistik oleh dokter
spesialis dan subspesialis;
Tindakan medis spesialistik sesuai
dengan indikasi medis
Pelayanan obat dan bahan medis habis
pakai;
Pelayanan alat kesehatan implant
Pelayanan penunjang diagnostik
lanjutan sesuai dengan indikasi medis
Rehabilitasi medis
Pelayanan darah
Pelayanan kedokteran forensik
Pelayanan jenazah di fasilitas kesehatan
RAWAT INAP
Perawatan Inap non Intensif
Perawatan Inap di Ruang Intensif

Manfaat Akomodasi

Pelayanan Kesehatan Yang Tidak Dijamin


a. pelayanan kesehatan yang dilakukan tanpa melalui
prosedur sebagaimana diatur dalam peraturan yang
berlaku;
b. pelayanan kesehatan yang dilakukan di Fasilitas
Kesehatan yang tidak bekerjasama dengan BPJS
Kesehatan, kecuali untuk kasus gawat darurat;
c. pelayanan kesehatan yang telah dijamin oleh
program jaminan kecelakaan kerja terhadap
penyakit atau cedera akibat kecelakaan kerja atau
hubungan kerja;
d. pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar
negeri;
e. pelayanan kesehatan untuk tujuan estetik;
f. pelayanan untuk mengatasi infertilitas;
g. Pelayanan meratakan gigi (ortodensi);
h. gangguan kesehatan/penyakit akibat

Pelayanan Kesehatan Yang Tidak Dijamin


a. pelayanan kesehatan yang dilakukan tanpa melalui
prosedur sebagaimana diatur dalam peraturan yang
berlaku;
b. pelayanan kesehatan yang dilakukan di Fasilitas
Kesehatan yang tidak bekerjasama dengan BPJS
Kesehatan, kecuali untuk kasus gawat darurat;
c. pelayanan kesehatan yang telah dijamin oleh
program jaminan kecelakaan kerja terhadap
penyakit atau cedera akibat kecelakaan kerja atau
hubungan kerja;
d. pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar
negeri;
e. pelayanan kesehatan untuk tujuan estetik;
f. pelayanan untuk mengatasi infertilitas;
g. Pelayanan meratakan gigi (ortodensi);
h. gangguan kesehatan/penyakit akibat

LANJUTAN

i. gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti diri


sendiri, atau akibat melakukan hobi yang
membahayakan diri sendiri;
j. pengobatan komplementer, alternatif dan tradisional,
termasuk akupuntur, shin she, chiropractic, yang belum
dinyatakan efektif berdasarkan penilaian teknologi
kesehatan (health technology assessment);
k. pengobatan dan tindakan medis yang dikategorikan
sebagai percobaan (eksperimen);
l. alat kontrasepsi, kosmetik, makanan bayi, dan susu;
m. perbekalan kesehatan rumah tangga;
n. pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa
tanggap darurat, kejadian luar biasa/wabah;
o. biaya pelayanan lainnya yang tidak ada hubungan
dengan Manfaat Jaminan Kesehatan yang diberikan.
p. Klaim perorangan
q. Pelayanan kesehatan yang telah dijamin oleh program
jaminan kecelakaan lalulintas yang bersifat wajib sampai

VI
FASILITAS KESEHATAN

Penyelenggara Pelayanan Kesehatan

BPJS KESEHATAN DIVISI REGIONAL JAWA


TIMUR
KC
BOJONEGOR
O

KCU
SURABAYA

KC
PAMEKASA
N

KC MADIUN
KC
PASURUA
N

KCU KEDIRI

KC JEMBER

KEDIRI

KC
TULUNGAGU
NG

KC MALANG

KC
BANYUWAN
GI

KANTOR BPJS KESEHATAN

Pelayanan Informasi
Pusat Layanan Informasi BPJS Kesehatan hallo1500 400
Web : www.bpjs-kesehatan.go.id
BPJS Center Rumah Sakit
Kantor BPJS Kesehatan Cabang Jember,
Jl.
Jawa No. 55 Jember, Telp : 0331-330268
Kantor Operasional Kabupaten Lumajang, Jl.
Basuki Rahmat No. 18 Lumajang (depan RSD
Haryoto)

37

Terima Kasih

BPJS Kesehatan .., Wujudkan Gotong Royong untuk


Generasi yang Lebih Baik