Anda di halaman 1dari 15

LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN

Saya/kami yang bertandatangan di bawah ini menyatakan bahwa makalah/ tugas


terlampir adalah murni hasil pekerjaan saya/kami sendiri. Tidak ada pekerjaan
orang lain yang saya/kami gunakan tanpa menyebutkan sumbernya.
Materi ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan sebagai bahan untuk
makalah/tugas pada mata kuliah lain kecuali saya/kami menyatakan dengan jelas
bahwa saya/kami menggunakannya.
Saya/kami memahami bahwa tugas yang saya/kami kumpulkan ini dapat
diperbanyak dan atau dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya
plagiarisme.
Nama

: M. Iswahyudi

NPM

: 213.08.2.0089

Tandatangan :

Nama

: Lusia Asari

NPM

: 213.08.2.0103

Tandatanan

Nama

: Ajeng Pratiwi

NPM

: 213.08.2.0129

Tandatangan :

Mata Kuliah : Akuntansi Manajemen


Judul Makalah : Resum Bab. 3 Perilaku Biaya Aktivitas
Tanggal

: 24 Maret 2015

Dosen

: Nur Diana, SE. MSI

(Jika bentuknya tugas kelompok, tuliskan nama, NPM dan tanda tangan dari seluruh
anggota kelompok)
1

Form Berita Acara Pengerjaan Tugas


1. Makalah/Tugas

Bab 3. Perilaku Biaya Aktivitas

2. Kelompok

Kelompok 7

3. Anggota

1. M Iswahyudi (213.08.2.0089)
2. Lusia Asari (213.08.2.0103)
3. Ajeng Pratiwi (213.08.2.0129)

No

Pertemuan Lokasi

Anggota
yang
Hadir

Waktu

Tahapan Pengerjaan
Tugas

12/03/2015

Lantai 2 FE
Unisma

12.05

Pembagian tugas untuk


resum per materi di bab
2 (Konsep Dasar
Akuntansi Manajemen)

14/03/2015

Depan
Kampus
Unisma

10.00

Penggabungan materi
yang sudah diresum dan
mengedit

BAB 2
KONSEP-KONSEP DASAR AKUNTANSI MANAJEMEN

A. Deskripsi Proses Pembebanan Biaya


Konsep Biaya
Biaya (cost) adalah sejumlah pengorbanan untuk mendapatkan
barang dan jasa yang diharapkan akan menghasilkan manfaat ekonomi
(pendapatan) saat ini atau di masa yang akan datang bagi organisasi.
Sejumlah kas yang dikeluarkan untuk membeli bahan baku akan menjadi
biaya bahan baku tersebut.
Ketika biaya yang telah dihabiskan dalam proses menghasilkan
pendapatan, biaya tersebut dinyatakan kedaluwarsa (expire). Agar
perusahaan tetap berjalan, maka pendapatan harus melebihi beban dan laba
yang dihasilkan harus cukup besar untuk memuaskan pemilik perusahaan.
Demikian juga upah tenaga kerja yang dibayarkan dan overhead
pabrik yang digunakan untuk memproduksi produk jadi merupakan biaya
produk jadi tersebut. Sebelum terjual, produk jadi tersebut merupakan
aktiva yang disajikan di neraca sebesar biayanya. Jika produk jadi tersebut
terjual, maka biaya yang melekat padanya akan disajikan sebagai beban
(expense) di laporan rugi laba.
Obyek Biaya
Suatu objek biaya (cost object) dapat berupa objek apapun, seperti
produk, pelanggan, departemen, proyek, aktivitas, dan lain-lain yang
digunakan untuk mengukur dan membebankan biaya.
Keterlusuran (traceability) adalah kemampuan untuk membebankan
biaya pada suatu objek biaya yang layak secara ekonomis melalui suatu
hubungan sebab akibat.
1. Biaya langsung (direct cost)
Adalah biaya-biaya yang dapat dengan mudah dan akurat
dilacak ke objek biaya. Contoh: biaya bahan baku, biaya tenaga
kerja langsung.
2. Biaya tidak langsung (indirect cost)
Adalah biaya-biaya yang tidak dapat dengan mudah dan
akurat ke objek biaya. Contoh: biaya bahan tidak langsung
(bahan untuk pemeliharaan peralatan) dan biaya tenaga kerja
tidak langsung (petugas kebersihan, petugas keamanan)

Metode Penelusuran
Penelusuran (tracing) adalah pembebanan akrual biaya pada objek
biaya dengan menggunakan ukuran yang dapat diamati atas sumber daya
yang dikonsumsi oleh objek biaya. Penelusuran biaya ke objek biaya dapat
terjadi melalui cara berikut:
1. Penelusuran langsung (direct tracing)
Merupakan proses pengidentifikasian dan pembebanan
biaya yang secara khusus dan secara fisik berhubungan dengan
suatu
objek
biaya.
Biasanya
dilakukan
melalui
pengamatan/observasi secara fisik. Contoh: penggunaan roda,
suku cadang dan upah tenaga perakitan dalam menentukan biaya
produksi mobil.
2. Penelusuran tidak langsung (indirect tracing)
Merupakan penggunaan penggerak untuk membebankan
biaya pada objek biaya. Penggerak merupakan faktor penyebab
teramati yang mengukur konsumsi sumber daya oleh objek.
Walaupun tidak seakurat penelusuran langsung, namun jika
hubungan sebab akibatnya baik, maka tingkat keakuratan yang
tinggi dapat diharapkan.
Penggerak sumber daya (resources driver)
Mengukur permintaan sumber daya ke aktivitas dan
digunakan untuk membebankan biaya sumber daya ke
aktivitas. Contoh: untuk membebankan biaya sumber
daya listrik yang dikonsumsi oleh aktivitas pemeliharaan
peralatan, digunakan penggerak sumber daya yaitu jam
mesin.
Penggerak aktivitas (activity driver)
Mengukur permintaan aktivitas oleh objek biaya, dan
digunakan untuk membebankan biaya aktivitas ke objek
biaya. Contoh: untuk membebankan biaya aktivitas
pemeliharaan peralatan ke objek biaya departemen
produksi, digunakan penggerak aktivitas yaitu jumlah
jam kerja pemeliharaan.
B. Menjelaskan produk berwujud dan tidak berwujud serta menjelaskan
perbedaan beberpa definisi harga pokok produk.
Produk berwujud (tangible product) adalah barang yang diasilkan
dengan mengubah bahan baku melalui penggunaan tenaga kerja dan
masukan (input) modal, seperti pabrik, lahan, dan mesin. Contoh dari
produk berwujud seperti mobil, komputer, televisi, dll.
Jasa (sevice) adalah tugas atau aktivitas yang dilakukan untuk
pelanggan atau aktivitas yang dijalankan oleh pelanggan dengan
menggunakan produk atau fasilitas organisasi.
4

Jasa berbeda dengan produk berwujud dalam empat dimensi penting:


Tidak Berwujud (intangibility)
Pembeli jasa tidak dapat melihat, merasakan, mendengar,
atau mencicipi sesuatu jasa sebelum jasa tersebut dibeli.
Tidak Tahan Lama (perishability)
Jasa tidak dapat disimpan untuk kegunaan dimasa depan oleh
pelanggan. Meskipun jas atidak dapat disimpan, beberapa
jasa seperti operasi plastik memberi pengaruh jangka
panjang dan tidak perlu diulangi oleh pelanggan tersebut.
Tidak Dapat Dipisahkan (inseparabaility)
Produsen dan pembeli biasaya harus melakukan kontak
langsung saat terjadi pertukaran. Akibatnya jasa kerap tidak
dapat dipisahkan dari produsennya.
Tidak Selalu Sama (heterogenity)
Terdapat peluang variasai yang lebh besar pada
penyelenggaran jasa daripada produksi produk.
Metode Pembebanan Biaya
Biaya Sumber Daya

Penelusuran
Langsung

Penelusuran
Penggerak

Alokasi

Observasi
Fisik

Hubungan
Sebab Akibat

Hubungan yang
Diasumsikan

O bjek Biaya

Gambar 2.1. Metode Pembebanan Biaya


Biaya yang Berbeda untuk Tujuan yang Berbeda
Harga pokok produk (product cost) adalah pembebanan biaya yang
mendukung tujuan manajerial yang spesifik. Definisi biaya produk
tergantung pada tujuan manajerial yang ingin dicapai. Hal ini sesuai dengan
prinsip dasar manajemen biaya, yakni biaya yang berbeda untuk tujuan
berbeda (different cost for different purposes). Jika tujuan manajemen
adalah melakukan analisis laba strategis, maka semua aktivitas yang ada
dalam rantai nilai (merancang, mengembangkan, memproduksi,

memasarkan, mendistribusikan dan melayani produk) dibebankan ke


produk. Namun jika tujuan manajerial adalah jangka pendek/analisa laba
taktis, seperti pada keputusan menerima/menolak pesanan khusus, maka
hanya aktivitas yang terdapat dalam rantai nilai yang relevan (perancangan
& pengembangan tidak lagi relevan) yang digunakan untuk membebankan
biaya aktivitas ke produk (biaya produk operasi). Demikian pula halnya jika
tujuan manajerial adalah untuk penyusunan laporan keuangan eksternal,
maka hanya biaya produksi yang digunakan dalam perhitungan biaya
produk (biaya produk tradisional).
Harga Pokok Produk dan Pelaporan Keuangan Eksternal
Biaya produksi adalah biaya yang berkaitan dengan pembuatan
barang dan penyediaan jasa. Sedangkan biaya nonproduksi adalah biaya yng
berkaitan dengan fungsi desain, pengembangan, pemasaran, distribusi,
layanan pelanggan, dan administrasi umum. Untuk barang berwujud, biaya
produksi dan nonproduksi disebut sebagai biaya manufsktur dan
nonmanufaktur.
Biaya produksi dikelompokkan lebih lanjut menjadi biaya bahan
langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead.

Bahan Langsung
Bahan langsung adalah bahan yang dapat ditelusuri secara langsung
pada barang atau jasa yang sedang di produksi. Biaya beban langsung
dibebankan pada produk karena pengamatan secara fisik dapat
digunakan untuk mengukur kuantitas yang dikonsumsi setiap produk.
Contoh : besi pada mobil, kayu pada perabotan, alkohol pada parfum,
dll

Tenaga Kerja Langsung


Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang dapat ditelusuri
secara langsung pada barang atau jasa yang sedang diproduksi.
Contoh : upah dokter dan perawat bedah, dan gaji buruh di pabrik.

Overhead
Seluruh biaya produksi lain, selain biaya bahan langsung dan biaya
tenaga kerja langsung. Contoh: depresiasi bangunan dan peralatan,
pemeliharaan peralatan, supervisi, pajak, dll.

Biaya Utama dan Konversi


Biaya utama (prime cost) adalah jumlah dari biaya bahan langsung
dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya konversi (conversion cost) adalah
jumlah dari tenaga kerja langsung dan biaya overhead.

C. Menyusun laporan laba rugi untuk organisasi manufaktur, jasa dan dagang.
Laporan Keuangan Eksternal
Demi memenuhi kebutuhan pelaporan keuangan eksternal, biayabiaya harus dikelompokkan berdasarkan fungsi. Ketika menyusun laporan
rugi laba, biaya produksi dan biaya nonproduksi harus dipisahkan. Biaya
produksi dianggap sebagai biaya produk sedangkan biaya nonproduksi
dianggap sebagai biaya periodik. Biaya produksi yang melekat pada produk
yang sudah terjual dilaporkan dalam laporan rugi laba, sedangkan biaya
produksi yang melekat pada produk yang belum terjual dilaporkan dalam
neraca. Beban penjualan dan administrasi yang dianggap sebagai biaya
periodik dikurangi pada setiap periodenya dan dilaporkan di laporan rugi
laba.
Laporan Laba Rugi : Perussahaan Manufaktur
Laporan laba rugi bedasarkan klasifikasi fungsional pada
perusahaan manufaktur. Laporan laba rugi ini mengikuti format tradisional
yang diajarkan pada mata kuliah pengantar akuntnasi keuangan. Pemasukan
yang dihitung menurut klasifikasi fungsional sering disebut sebagai
perhitungan pemasukan biaya absorpsi (full costing) karena semua biaya
manufaktur dibebankan pada produk. Harga pokok penjualan adalah biaya
bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead.
Laporan Laba Rugi : Perusahaan Jasa
Pada perusahaan jasa, perhitungan biaya jasa yang terjual berbeda
dari biaya penjualan dalam perusahaan manufaktur. Perusahaan jasa tidak
memiliki persediaan awal atau akhir barang jadi. Perusahaan jasa tidak
memiliki persediaan barang jadi karena tidak mungkin menyimpan jasa.
Biaya penjualan jasa dapat disamakan dengan harga pokok produksi.
D. Menjelaskan perbedaan antara sistem akuntansi manajemen berdasarkan
fungsi dan aktivitas.
Sistem Akuntansi FBM (funcional based management) versus ABM
(activity based manajement)
Bedasarkan Fungsi
Berdasarkan Aktivitas
1. Penggerak bedasarkan unit
1. Penggerak berdasarkan unit dan
non unit
2. Intensif dalam pengalokasian
2. Intensif dalam penelusuran
3. Perhitungan harga pokok secara 3. Perhitungan harga pokok secara
sempit dan kaku
luas dan fleksibel
4. Berfokus pada pengelolaan 4. Berfokus pada pengelolaan
biaya
akitivitas
5. Informasi aktivitas sedikit
5. Informasi aktivitas terperinci

6. Maksimalisasi kinerja unit 6. Maksimalisasi kinerja seluruh


indivdual
sistem
7. Penggunaan ukuran keuangan 7. Penggunaan ukuran keuangan
untuk kinerja
dan non keuanagan untuk
kinerja
Perbandingan antara Sistem Manajmenen Biaya bedasarkan Fungsi dan
Aktivitas.

BAB 3
PERILAKU BIAYA AKTIVITAS

A. Mendefinisikan Perilaku Cost Tetap, Variable dan Semivariabel (Campuran)


Dasar-dasar Perilaku Biaya
Perilaku biaya (cost behavior) adalah istilah umum untuk mendeskripsikan
apakah biaya berubah seiring dengan perubahan keluaran. Ada beberapa macam
biaya :
1. Biaya Tetap (fixed cost)
Adalah biaya yang tidak berubah jumlahnya walaupun kegiatan
bisnis meningkat atau menurun (konstan). Misalnya mesin pemotong
disewa sebesar $60.000 selama 1 tahun dan memiliki kapasitas produksi
240.000 unit/tahun.
Biaya

Volume
2. Biaya Variabel (variable cost)
Biaya variabel adalah biaya yang jumlahnya berubah-ubah,
dipengaruhi oleh perubahan jumlah output. Misalnya mesin pabrik yang
digunakan untuk produksi menggunakan daya listrik 0,1 KWH, tarif 1
KWH Rp2000. Berarti biaya tiap unitnya Rp200 (0,1 x Rp2000).
Biaya

Volume
3. Biaya Campuran (mixed cost)

Biaya campuran adalah biaya yang memiliki komponen biaya tetap


dan biaya variable. Misalnya: seorang salesman biasanya dibayar
dengan gaji tetap plus bonus berdasarkan target penjualannya.
Biaya

Volume
Mengklasifikasikan Biaya Sesuai dengan Perilaku
1. Batasan Waktu
2. Sumber Daya dan Ukuran Keluaran
3. Penggerak Tingkat Nonunit

B. Menjelaskan Peranan Penggunaan Sumberdaya Dalam Memahami Activity


Cost Behaviour
Ativitas, Pengguna Sumber Daya, dan Perilaku Baiya
Perilaku biaya pendek dan biaya panjang berhubungan dengan aktivitas dan
sumber daya yang diperlukan untuk melakukannya. Untuk mengetahui
bagaimana hal itu terjadi dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi perilaku
biaya, penting untuk mengetahui sumber daya yang fleksibel dan terikat.
1. Sumber Daya Fleksibel (flexible resources)
Sumber daya fleksibel atau sumber daya yang tersedia ketika
diperlukan adalah sumber daya yang diperoleh dari luar dan tidak
diperlukan adanya komitmen jangka panjang untuk setiap jumlah tertentu
sumber daya. Karena biaya sumber daya yang tersedia ketika diperlukan
sama dengan biaya sumber daya yang digunakan, maka total biaya akan
meningkat ketika kebutuhan sumber daya meningkat. Secara umum kita
dapat memperlakukannya sebagai biaya variabel. Contoh: penggunaan
bahan baku dan energi.
2. Sumber Daya Terikat (committed resources)
Adalah sumber daya yang dipasok sebelum penggunaan, mereka
didapat dengan menggunakan kontrak eksplisit dan inplisit untuk
memperoleh sejumlah sumber daya tertentu, tanpa memperhatikan apakah
kuantitas sumber daya tersedia seluruhnya atau tidak, disebut juga. Biaya
atas sumber daya ini dapat dikelompokkan menjadi dua:
10

a. Biaya yang dikeluarkan untuk menyediakan kapasitas aktivitas


jangka panjang (committed fixed expenses), contoh:
pembelian/penyewaan bangunan dan peralatan, dan
b. Biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh kapasitas
aktivitas jangka pendek (discretionary fixed expenses),
contoh: tenaga kerja.
Perilaku Biaya Bertahap (Step Cost)
Biaya bertahap (step cost) menampilkan tingkat biaya yang konstan untuk
rentang keluaran tertentu dan pada titik tertentunaik ke tingkat biaya yang lebih
tinggi dimana dimana biaya tersebut tidak berubah untuk rentang keluaranyang
sama. Ada dua jenis biaya step:
a. Biaya Variabel Step (step variable cost)

Dalam biaya variabel step, lebar step kecil dan biaya sumber daya
berubah sebagai akibat perubahan kecil dalam penggunaan sumber daya.
Biasanya biaya variabel step dianggap sebagai biaya variabel yang ketat.
b. Biaya Tetap Step (step fixed cost)

Biaya tetap step merupakan biaya yang mengikuti perilaku biaya


dengan step lebar. Banyak committed resources yang mengikuti fungsi
biaya ini. Biaya tetap step dikategorikan sebagai biaya tetap. Kebanyakan
biaya tetap step bersifat tetap selama rentang operasi normal perusahaan.
Biaya

Biaya

Volume
Fungsi Biaya Bertahap

Volume
Biaya Tetap Bertahap

Implikasi-implikasi untuk Pengendalian dan Pengabilan Keputusan


Sistem pengendalian operasional mendorong para manajer untuk lebih
memperhatikan pengendalian atau penggunaan dan pengeluaran sumber daya.
Sebagai contoh, sistem pengendalian operasional yang di desain dengan baik
akan memungkinkan para manajer untuk menilai perubahan permintaan
sumber daya yang akan terjadidari keputusan tentang baruan produk baru.

11

C. Memisahkan Biaya Campuran menjadi Componen Biaya Tetap dan Variable


dengan Menggunakan Metode Titik Tertinggi-Terendah, Scatterploth dan
Kuadrat Terkecil (Leastsqurae)
Metode untuk Memisahakn Biaya Campuran Menjadi Komponen Tetap
dan Variabel
Sementara beberapa biaya dapat secara mudah dikasifikasikan sebagai
biaya variabel, tetap, atau tetap bertahap, bebrapa biaya lainnya masuk dalam
katagori biaya campuran. Biaya-biaya yang termasuk biaya campuran perlu
dipisahkan dalam komponen-komponen tetap dan variabel.
Ada tiga metode yang digunakan untuk memisahkan biaya campuran
menjadi biaya tetap atau biaya variabel.
1. Metode Tinggi Rendah (high low method)
Adalah suatu metode untuk mentukan persamaan garis lurus dengan
terlebih dahulu memilih dua titik (titik tertinggi dan titik terendah) yang
akan digunakan untuk menghitung parameter perpotongan dan
kemiringan.Titik terendah menunjukkan aktivitas terendah dan titik
tertinggi menunjukkkan aktivitas tertinggi. Untuk mencari rumus biaya
digunakan persamaan berikut:
V=

Perubahan biaya
Perubahan aktivitas

(Y2 Y1)
(X2 X1)

Dan
F = Jumlah biaya titik tertinggi (Biaya variabel x Keluaran tertinggi)
Atau
F = Y1 X1
Keterangan :
V
: Biaya variabel
Y2
: Biaya tinggi
Y1
: Biaya rendah
X2
: Keluaran tinggi
X1
: Keluaran rendah
F
: Biaya tetap
Metode tinggi rendah memiliki keunggulan:
a. Objektivitas
b. Dapat mengetahui hubungan biaya dengan cepat hanya
berdasarkan dua titik data.
Kelemahannya adalah jika dua titik tertinggi atau terendah tersebut
merupakan outlier, maka hubungan biaya aktivitas yang diperoleh
menjadi tidak representatif.
12

2. Metode Scatter Plot (scatter plot method)


Dengan metode scatter plot, kita memplot titik-titik data sehingga
diperoleh hubungan biaya dan aktivitas. Hal ini dilakukan untuk menilai
validitas hubungan linear yang diasumsikan. Kemudian dipilih titik
untuk menempatkan garis terbaik pada titik-titik scatter plot, yaitu garis
di mana titik-titik data lebih dekat dengan garis tersebut daripada garis
lainnya. Setelah menentukan dua titik untuk membuat garis terbaik,
maka rumus biaya dapat dihitung dengan persamaan yang digunakan
pada saat menggunakan metode tinggi rendah.
(Y2 Y1)

V=

(X2 X1)
F = Y2 - X2
Keunggulan signifikan metode scatter plot adalah memberi
kesempatan untuk melakukan analisis biaya secara visual serta dapat
mengidentifikasi nonlinearitas, keberadaan outliers, dan terjadinya
pergeseran dalam hubungan biaya. Adapun kekurangannya adalah tidak
adanya kriteria objektif dalam pemilihan garis terbaik sehingga kualitas
rumus biaya tergantung pada kualitas penilaian subjektif analis.
3. Metode Kuadrat Terkecil (least square method)
Metode kuadrat terkecil mengidentifikasi garis terbaik dengan
mengkuadratkan deviasi (selisih antara biaya yang diprediksi dengan
biaya aktual, ditunjukkan oleh jarak dari titik ke garis) yang terdapat
pada masing-masing titik dan kemudian menjumlahkan deviasi yang
dikuadratkan tersebut sebagai ukuran keseluruhan kedekatan. Garis
dengan jumlah kuadrat deviasi terkecil merupakan garis kecocokan
terbaik (best fitting line). Metode ini lebih disarankan daripada metode
tinggi rendah maupun metode scatter plot.
Rumus statistik yang digunakan untuk menghasilkan rumus biaya
adalah:
V = [XY - XY/n]
[X2 (X)2/n]

F = Y - v

D. Melakukan Evaluasi Terhadap Keandalan Statu Persamaan Cost


Metode kuadrat terbaik mengidentifikasi garis terbaik, namun tidak
menyatakan seberapa baiknya. Semakin tinggi persentase variabilitas biaya
yang diterangkan, semakin baik garisnya. Persentase ini ditunjukkan oleh

13

koefisien determinan (R2). Karena koefisien itu merupakan persentase


reliabilitas yang diterangkan, maka nilainya selalu berkisar antara 0 dan 1.
Semakin dekat R2 ke 1, semakin baik garisnya.
Ukuran alternatif untuk goodness of fit adalah koefisien korelasi, yaitu akar
dari koefisien determinan. Korelasinya antara -1 dan +1. Kelebihannya adalah
mampu mengindikasikan arah hubungan. Jika koefisien korelasinya positif,
maka kedua variabelnya bergerak ke arah yang sama (korelasi positif) dan jika
koefisiennya negatif, diprediksikan kedua variabelnya bergerak ke arah yang
berlawanan (korelasi negatif).
E. Menjelaskan dan Menggunakan Peranan Regresi Berganda
Regresion) Dalam Penilaian Perilaku Cost

(Multiple

Regresi Berganda
Mendapatkan rumus biaya terbaik kadang lebih rumit daripda
mengidentifikasikan satu penggerak aktivitas dan meregresikan biaya
aktivitasuntuk penggerak ini. Satu variabel bebas mungkin hanya dapat
menjelaskan lebih sedikit variabilitas dalam variabel terikat. Jadi salah satu
kemungkinan solusi adalah mencari variabel penjelasan tambahan.
Jumlah biaya = b0 + (b1 x X1 ) + (b2 x X2) + ..........
Keterangan :
b0 : biaya tetap atau potongan
b1 : biaya variabel per unit untuk variabel bebas pertama
X1 : variabel bebas pertama
b2 : biaya variabel per unit untuk variabel bebas kedua
X2 : variabel bebas kedua
F. Menjelaskan Pertimbangan Manajerial Dalam Penentuan Perilaku Cost
Penilaian Manajerial
Pertimbangan manajerial merupakan metode paling luas yang digunakan.
Pertimbangan manajerial dapat dilakukan secara terpisah atau digabungkan
dengan metode tinggi rendah, scatterplot atau kuadrat terkecil. Manajer
menggunakan pengetahuan dan pengalamannya mengenai hubungan biaya dan
tingkat aktivitas untuk mengidentifikasi ouliers, memahami pergeseran
struktural, dan menyesuaikan parameter sebagai antisipasi atas kondisi yang
berubah.

14

REFERENSI
1. Hansen, Don .R. and Maryanne Mowen, 2009, Accounting Managerial 8
th ed. by Cengage Learning Asia Pte Ltd : (HM), Salema Empat.
2. Milton F. Usry, Lawrence H. Hammer, 1991, Akuntansi Biaya Perencanaan
dan Pengendalian, Edisi 10, Jilid 1, Erlangga

15