Anda di halaman 1dari 3

Kelompok 6

1. Anggun Widita (13.05.52.0229)


2. Naila Hidayah (13.05.52.0208)
3. Sita Prasetyana (13.05.52.0202)
4. Inten Palupi (13.05.52.0180)
5. Anton Yuseno (13.05.52.0184)

Soal :
1. Apa tujuan analisis ROA dan bagaimana formula ROA?
2. Mengapa bunga dikeluarkan dari analisis ROA?
3. Bagaimana perlakuan terhadap faktor-faktor non-recurring, apakah dimasukkan ke
dalam analisis atau tidak?
4. Apakah komponen-komponen ROA? Kenapa kita mesti memecah ROA ke dalam
komponen-komponen tersebut?
5. Bagaimana pengaruh siklus kehidupan produk terhadap ROA, penjualan, investasi,
dan laba?

Jawab :
1. Tujuan analisis ROA ( Return on total asset) yaitu mengukur kemampuan perusahaan
dalam memanfaatkan aktivanya untuk memperoleh laba. Rasio ini mengukur tingkat
pengembalian investasi yang telah dilakukan oleh perusahaan dengan menggunakan
seluruh dana (aktiva) yang dimilikinya. Laba yang dipakai disini adalah laba ssetelah
bunga tetapi sebelum pajak.
Formula ROA yaitu :
ROA = NPM x OATO
NPM=

EAT
Sales

dan

OATO=

Sales
NOA

2. Biaya-biaya pendanaan yang dimaksud adalah bunga yang merupakan biaya


pendanaan dengan hutang. Dividen yang merupakan biaya pendanaan dengan saham
dalam analisa ROA bisa siinterpretasikan sebagai hasil dari serangkaian kebijakan
perusahaan (strategi) dan pengaruh dari faktor-faktor lingkugan (environmental
factors). Analisa difokuskan pada profitabilitas aset dengan demikian tidak

memperhitungkan cara-ara untuk mendanai aset Karena bunga tidak masuk dalam
analisa ROA, maka bunga ditambahkan kembali ke laba bersih. Sebenarnya ada
penghematan pajak yang muncul dari penggunaan bunga, karena bunga bisa dipakai
sebagai pengurangan pajak.
3. Non-recurring (biaya tidak langsung) adalah biaya yang hanya muncul satu kali.
Artinya tidak ada sesuatu yang ditambahkansetelah biaya ini dikeluarkan, seperti
biaya yang dikeluarkan untuk membeli tanah. Dalam analisis ROA, faktor-faktor nonrecurring perlu dipertimbangkan lebih lanjut, faktor tersebut bisa juga dikeluarkan,
bisa juga dimasukan. Bisa dimasukkan ke dalam analisis ketika faktor tersebut
mempengaruhi pada laporan neraca, contohnya aset dan biaya operasi. Dan tidak bisa
dimasukkan ketika faktor tersebut tidak mempengaruhi laporan neraca.
4. ROA bisa dipecahkan lagi kedalam dua komponen yaitu : profit
margin dan perputaran total aktiva. Pemecahan (disegresi) ini bisa menghasilkan
analisis yang lebih tajam lagi. Profit margin,melaporkan kemampuan perusahaan
menghasilkan laba pada tingkat penjualan tertentu. Profit margin bisa
diinterpretasikan sebagai tingkat efisiensi perusahaan, yakni sejauh mana kemampuan
perusahaan menekan biaya-biaya yang ada diperusahaan. Perputaran Total
Aktiva, mencerminkan kemampuan perusahaan menghasilkan penjualan dari total
investasi tertentu.
Karena utnutk mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba, perlu
komponen- komponen ROA yang dapat menggambarkan dan mencerminkan
kemampuan perusahaan tersebut mengolah assetnya.
5. Siklus kehidupan produk akan mempunyai pengaruh terhadap ROA atau perbedaanperbedaan ROA. Produk, mulai dari muncul sampai menghilang, bergerak melalui
beberapa tahap :
Tahap perkenalan (introduction)
Tahap pertumbuhan (Growth)
Tahap kedewasaan (Maturity)
Tahap penurunan (Decline)
Pada tahap perkenalan, pengelolaan biaya (agar diperoleh biaya yang efisien)
menjadi penting. Pada tahap ini perusahaan bisa memperoleh laba yang cukup tinggi
dibandingkan pada tahap-tahap lainnya. Pada tahap perkenalan, perusahaan sibuk
menyiapkan infrastruktur produk baru dengan melakukan investasi pada pabrik dan
peralatan.
Pada tahap pertumbuhan, penjualan mulai meningkat tajam. Pengeluaran
mulai berkurang. Pengeluaran pada saat ini ditujukan untuk mengakomodasi
permintaan yang semakin meningkat.
Pada tahap dewasa, aliran kas masuk sudah mulai meningkat karena produk
sudah semakin dikenal. Sebagai hasilnya perusahaan bisa memperoleh aliran kas
positif yang cukup besar.

Pada tahap penurunan, permintaan produk sudah mulai melemah, karena kompetisi
semakin tajam. Pengeluaran investasi ditujukan untuk mempertahankan posisi produk
dipasar.