Anda di halaman 1dari 1

uUNTAIAN PERMATA PILU

Ketika lamunanku melayang


Terbang disisi jiwa yang kosong
Bagaikan bejana emas tanpa makna
Menukik menghujam kebumi
Hancurkan keangkuhan keakuan
Pecah berkeping tiada berbentuk
Aku goyah oleh sekelumit duka
Wajah rautkan seribu galau dalam jiwa
Nokhta ku untuk beranjak terelakan
Permata mulai usang oleh debu waktu
Hamparan permadani jingga biaskan arti
Kini lusuh berganti kelabu