Anda di halaman 1dari 3

PNS itu enak untuk dibahas

Kata orang jam kerjanya bebas, tapi nyatanya, sering lembur sampai bablas.
Kata orang hasil kerjanya tak jelas, tapi nyatanya, banyak yang datang
sampai memelas. Kata orang perilakunya sering culas, tapi nyatanya, banyak
juga yang bekerja dengan ikhlas. Kata orang suka menggilas, tapi nyatanya,
seringkali keringatnya tak berbalas. Kata orang jika sedang dinas akan
berubah menjadi beringas, ah.. itu cuma mitos yang tak beralas. Bagi
saya, Jadi PNS itu tetap berkelas

Pegawai Negeri: Tetap Seksi Walau Miskin Prestasi

Jadi PNS itu asyik


Sambil kerja bisa dengerin musik. Dari genre rock n roll sampai yang akustik.
Yang wanita, boleh juga gosipin Dewi Persik . Lagi males masuk, gunakan saja
alasan klasik. Lagi gak enak fisik, cukup minta ijin untuk cepat balik. Tiap hari
Jumat wajib pakai baju batik. Gaji gak cukup tak perlu panik, cari saja
tambahan di luar, tapi ingat, yang penting jangan berisik!

Jadi PNS itu tentang berjuang

Mau beli rumah, gadaikan SK lalu berhutang. Hari ini makan rendang, besok
hanya makan kentang, yang penting tetap kenyang. Kalau bekerja gak boleh
sembarang, semua dibatasi dengan Undang-undang. Jangan membangkang,
bisa-bisa nanti ditendang. Kalau Istri minta giwang, siap-siap kerja sampai
terjengkang, kalau perlu sambil kayang, yang penting jangan sampai
mengemplang. Yah.. namanya juga lagi kejar tayang.

PNS itu berdiri di pinggir jurang


Kami bukan pejabat yang segalanya sudah terhidang. Kami bukan pekerja
yang

senang

mentang-mentang.

Kami

juga

pejuang,

sama

seperti

kebanyakan orang. Walau sebagian dari kami lebih senang menjadi wayang.
Terjerumus ke dalam lubang, hanya demi senang-senang. Membuat APBN
seperti hanya membuang-buang uang. Membuat program pembangungan
menjadi lagu yang sumbang. Mungkin tradisi itu telah bersarang, sehingga
sulit untuk ditentang. Tapi banyak dari kami yang tetap tenang, mencoba
untuk tidak tumbang dalam derasnya arus dan gelombang.

PNS itu hanya pekerjaan


Karena kami juga anak bangsa yang penuh dengan gagasan. PNS itu tidak
semuanya pelaku, karena sebagiannya adalah korban. Banyak tunas-tunas
PNS yang siap melakukan perbaikan. Baik itu dengan lisan, hati ataupun
perbuatan. Tidak suka melihat anggaran dipermainkan dan tidak suka
memahalkan biaya suatu pekerjaan. Kami sadar, bahwa sebagian dari
penghasilan,

adalah

hasil

subsidi

silang

kesemrawutan

realisasi

dan

anggaran. Tetapi kami harus mensyukuri segala nikmat dan keadaan, karena
kami yakin, di atas sana pasti ada Tuhan yang mendengarkan.

Itu dia Pegawai Negeri


Sebuah profesi yang tetap dicari, dimimpi, dinanti namun tak luput dari caci
maki. Prestasi? Yang tupoksi saja sangat jarang dievaluasi. Gaji kecil itu
sudah pasti, tambah uang beras dan tunjangan anak istri, sukur-sukur bisa

menghidupi. Lho bukannya sekarang sudah ada Remunerasi? Itu kalau jadi,
barangkali tahun ini keluar lagi.

Salah sendiri Siapa suruh jadi Pengabdi