Anda di halaman 1dari 8

JOURNAL READING

Zinc, ferritin, magnesium and copper in a group of Egyptian


children with attention deficit hyperactivity disorder
Diajukan Guna Melengkapi Tugas Kepanitraan Klinik
Bagian Ilmu Kesehatan Anak
Rumah Sakit Umum Daerah Sunan Kalijaga Demak

Disusun oleh :
Noormalia Serafina P.
01.209.5965

Pembimbing :
dr. Budi Nur Cahyani, Sp.A

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
SEMARANG
2014

LEMBAR PENGESAHAN
JOURNAL READING
Zinc, ferritin, magnesium and copper in a group of Egyptian children with
attention deficit hyperactivity disorder
Diajukan Guna Melengkapi Tugas Kepanitraan Klinik
Bagian Ilmu Kesehatan Anak
Rumah Sakit Umum Daerah Sunan Kalijaga Demak

Disusun oleh :
Noormalia Serafina P.
01.209.5965

Telah disetujui dan disahkan oleh :


Dokter pembimbing

dr. Budi Nur Cahyani, Sp.A

ZINC, BESI, MAGNESIUM DAN TEMBAGA


PADA ANAK-ANAK MESIR DENGAN ADHD
Magdy M Mahmoud, Abdel-Azeem M El-Mazary, Reham M Maher, Manal M Saber

ABSTRAK
Latar belakang
ADHD adalah sindrom perilaku anak-anak dengan karakteristik inattention, hiperaktif dan
bertindak sesuka hati (impulsivity). Banyak etiologi yang menerangkan tentang disfungsi dari
area otak yang terkait dengan hambatan respon dan fungsi otak. Mineral seperti zink, besi,
magnesium dan tembaga berperan dalam patogenesis dan juga terapi dari penyakit ini.
Objektif
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar zinc, besi, magnesium dan tembaga pada anak
dengan ADHD dan membandingkannya dengan anak yang sehat.
Metode
Penelitian ini mengambil sampel 58 anak dengan umur 5-15 tahun dengan ADHD yang hadir
di Rumah Sakit Universitas Minia dari bulan Juni 2008 sampai Januari 2010. Mereka
diklasifikasikan dalam 3 grup. Grup 1 menggunakan 32 anak dengan tipe inattention, grup 2
menggunakan 10 anak dengan tipe hiperaktif dan grup ke 3 menggunakan 16 anak dengan

tipe kombinasi menurut kriteria DSM-IV American Psychiatric Association 2000. Grup
kontrol menggunakan 25 anak normal dan sehat.
Hasil
Kadar zinc, besi dan magnesium dengan significan lebih rendah pada anak dengan ADHD
daripada kontrol (p 0,04: 0,03 dan 0,02 secara berturut-turut) sementara itu kadar tembaga
tidak signifikan berbeda (p 0,9). Anak-anak dengan tipe inattention mempunyai kadar zinc
dan besi yang lebih rendah daripada kontrol (p 0,001 dan 0,01 berturut-turut) dengan
perbedaan yang tidak signifikan antara mereka , magnesium dan tembaga (p 0,4 dan 0,6
berturut-turut). Anak-anak dengan tipe hiperaktif mempunyai kadar zinc, besi dan magnesium
yang lebih rendah daripada kontrol (p 0,01; 0,02; 0,02) dengan perbedaan yang tidak
signifikan antara kadar tembaga. Anak-naka dengan tipe kombinasi mempunyai kadar zinc
dan magnesium yang lebih rendah dari kontrol.
Kesimpulan
Anak-anak dengan ADHD mempunyai kadar zinc, besi dan magnesium yang lebih rendah
daripada anak-anak yang sehat

Latar Belakang
ADHD adalah sebuah sindrom perilaku dari anak-anak dengan simptom inattention,
hiperaktif dan impulsif pada onset awal dan ini disebabkan pemburukan fungsi yang
signifikan. Di dunia, prevalensi penyakit ini adalah 5,29% dan banyak anak kedepannya
menunjukkan simptom yang signifikan selama remaja dan dewasa. Penyebab penyakit ini
tidak diketahui. Banyak teori yang menjelaskan tentang teori dari disfungsi dari area otak
yang terkait dengan hambatan respon dan fungsi otak. Zinc berperan penting dalam struktur
dan fungsi dari otak. Besi dan tembaga merupakan salah satu faktor untuk sintesis
neurotransmiter otak dan magnesium dibawa oleh enzim yang dibutuhkan untuk pelepasan
neurotransmiter, maupun melindungi membran sel neuron.
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar zinc, besi, magnesium dan tembaga
pada anak dengan ADHD dan membandingkannya dengan mereka yang sehat dan normal.
Metode
Penelitian ini menggunakan 58 anak dengan umur 5-15 tahun dengan ADHD yang ada
di Rumah Sakit Universitas Minia dari bulan Juni 2008 sampai Januari 2010 dengan rata-rata
umur 8.61.8 tahun. Mereka diklasifikasikan dalam 3 subgrup. Subgrup 1 terdiri 32 anak
dengan tipe inattention. Subgrup 2 terdiri dari 10 anak dengan tipe hiperaktif dan subgrup 3
terdiri dari 16 anak dengan tipe kombinasi menurut kriteria DSM-IV American Psychiatric
Association 2000. Grup kontrol terdiri dari 25 anak sehat, 12 laki-laki (48%) dan 13
perempuan (52%) grup penelitian disetarakan antara umur, seks dan status sosial ekonomi.

Skala Rating Conner digunakan untuk menentukan antara anak dengan ADHD dan kontrol.
Anak dengan penyakit neurogik, dengan penyakit organik kronis seperti ketulian atau
kebutaan, riwayat trauma kepala, riwayat asfiksia perinatal, hiperbilirubinemia atau
encepalitis dan anemia berat pada anak tidak diikutsertakan dalam penelitian ini dan tidak
minum obat-obatan selama satu bulan terakhir diutamakan dalam penelitian.
Sampel Darah
2 ml sampel darah diambil dengan venipuncture setelah membalut kulit dengan
alkohol 70% dan dipindah ke tabung bebas pirogen untuk menghitung darah lengkap. 2 ml
darah lainnya diambil dan disentrifuge untuk pemisahan serum dan disimpan di suhu minus
70 derajat untuk bioelements assay.
Tes kalorimetri tanpa desproteiniszation (SPIN REACT) digunakan untuk zink dan
tembaga assay. Untuk besi assay digunakan ELISA Kit. Metode kalorimetri digunakan untuk
magnesium assay dan sistem coulter digunakan untuk hemoglobin assay.
Semua prosedur terkait dengan revisi jaman sekarang dari Deklarasi Helsinki. Keluarga dari
anak-anak harus diberi inform consent untuk mengikuti penelitian ini. Pasien dimana keluarga
menolak maka di eksklusi dari penelitian.
Analisis Statistik
Nilai diberikan sebagai means SD, range atau sebagai jumlah subjek dan proporsi. T
test digunakan untuk membandingkan variabel berdistribusi normal dan Mann-Whitney U test
dan Wilcoxon digunakan untuk membandingkan variabel dengan distribusi yang tidak sama.
Tes Pearson digunakan untuk menjumlahkan korelasi koefisien antar variabel. One way nova
tes digunakan untuk menjumlahkan p-value. P<0,05 berarti signifikan. Analisis menggunakan
software SPSS (SPSS V 8.0 for Windows).
Hasil
Pasien dan kontrol sebanding antara umur, seks dan tempat tinggal. Ayah dan atau ibu
yang merokok dan riwayat keluarga dengan ADHD secara signifikan lebih tinggi pada pasien
daripada kontrol (p = 0,04 dan p = 0,007) (Tabel 1.)

Perbedaan yang significan antara pasien dan kontrol ditunjukkan pada kadar
hemoglobin, zinc, besi dan magnesium, dengan kadar yang lebih rendah pada pasien daripada
kontrol (p = 0,04, p = 0,03 dan p = 0,02). Kadar tembaga tidak ada perbedaan yang signifikan
(p = 0,9) (Tabel 2.)

Tidak ada perbedaan yang signifikan antara pasien subgrup untuk kadar hemoglobin,
zinc, besi dan tembaga (p = 0,06, p = 0,5, p = 0,1 dan p = 0,6). Hanya kadar magnesium yang
lebih rendah pada tipe hiperaktif dan tipe kombinasi daripada tipe inattention (p = 0,01)
(Figure 1)

Pada pasien, tidak ada korelasi yang signifikan yang ditemukan antara siapapun dari
penelitian bioelements dan lainnya (Figures 2,3,4,5)
Diskusi
Di penelitian ini, kadar zinc secara signifikan lebih rendah pada anak-anak dengan
ADHD daripada kontrol. Ini dikombinasikan dengan kesignifikanan kadar yang lebih rendah
dari besi di tipe inattention, kadar besi dan magnesium yang lebih rendah pada tipe hiperaktif
dan kadar magnesium yang lebih rendah pada tipe kombinasi.
Melatonin mengatur fungsi dopamin dimana secara luas dipercaya menjadi faktor
penting pada patogenesis ADHD. MRI yang lebih tinggi pada observasi glutamat neuron pada
anak ADHD dikombinasikan dengan sebuah chelatable zinc pool di sinaps dari neuron
mungkin memberi kesan zinc yang lebih tinggi pada penyakit ini dan mungkin zinc yang
lebih tinggi merupakan syarat pada anak dengan ADHD.
Oner et al 2010, melaporkan bahwa kadar zinc dan besi yang rendah berasosiasi
dengan simptom hiperaktif yang lebih tinggi pada anak. Ini sesuai dengan hasil kita dimana
juga sesuai dengan penelitian yang lain bahwa korelasi kadar serum zinc dengan keluarga dan
guru pada anak dengan ADHD.
Besi tersedia sebagai faktor pembantu pada sintesis neurotransmiter penting seperti
dopamin, noreepineprin dan serotonin dan penurunan pada usia muda dapat secara negatif
mempengaruhi neural dan perkembangan perilaku.
Di penelitian ini, besi secara signifikan lebih rendah pada anak ADHD daripada
kontrol, ini konsisten dengan penelitian yang lain. Tidak ada perbedaan yang signifikan di
kadar besi yang ditemukan antara anak-anak dengan tipe kombinasi dan kontrol, dan ini tidak
sesuai dengan penelitian sebelumnya. Ini mungkin bisa dikarenakan kadar hemoglobin yang
relatif lebih tinggi pada anak dengan tipe kombinasi di penelitian kami dengan perbedaan
yang tidak signifikan pada kadar hemoglobin antara anak tipe kombinasi dan kontrol.

Persetujuan dengan penelitian lain, kadar magnesium secara signifikan lebih rendah
pada anak tipe hiperaktif dan kombinasi daripada kontrol dan ini mungkin karena peranan
magnesium dalam melindungi membran sel dari neurotransmiter eksitatori seperti glutamat.
Riley dkk, 2008 melaporkan bahwa anak pra sekolah dengan tipe hiperaktif dan
kombinasi dari ADHD menunjukkan persamaan tingkat fungsi dan mereka beranggapan
bahwa tipe hiperaktif mungkin menggambarkan bentuk awal dari tipe kombinasi. Ini
menyuport hasil penelitian kami bahwa anak dengan tipe hiperaktif dan kombinasi
mempunyai kadar zinc dan magnesium yang lebih rendah daripada kontrol.
Bosc dkk, 2004 dan Mousain dkk, 2006 melaporkan bahwa jumlah intake
magnesium/vit.B6 berkurang di sistem hiper-eksitabiliti pada nervus sentral pada anak ADHD
dan ini mendukung hasil penelitian kami bahwa kadar magnesium secara signifikan lebih
rendah pada tipe hiperaktif dan kombinasi tapi tidak pada tipe inattention.
Tembaga adalah faktor esensial untuk perkembangan dan fungsi sistem nervus sentral.
Ini berperan sebagai faktor pendamping untuk menyediakan sistem enzim, terutama
hidroksilase dopamine. Penelitian ini, tidak ada perbedaan yang signifikan antara anak dengan
ADHD dan kontrol pada kadar tembaganya dan ini tidak sesuai dengan penelitian yang lain
dimana dilaporkan bahwa kadar tembaga lebih rendah pada anak ADHD dan juga terkait
dengan penelitian lain dilaporkan bahwa kelebihan tembaga mungkin menyebabkan
hiperaktif, mood yang tidak pasti, cemas dan perilaku anti-sosial.
Riwayat merokok pada ayah atau ibu secara signifikan lebih tinggi pada anak dengan
ADHD daripada kontrol. Ini terkait dengan beberapa penelitian bahwa ibu yang merokok
selama kehamilan beresiko untuk penyakit kognitif dan perilaku.
Riwayat keluarga dengan ADHD juga signifikan lebih tinggi pada pasien daripada
kontrol dan ini terkait dengan penelitian lain bahwa ADHD dipengaruhi faktor genetik dan
keluarga. Smidts dkk, 2007 melaporkan lebih banyak prevalensi ADHD pada laki-laki
daripada perempuan. Sedangkan Dong dkk, 2008 melaporkan kebalikannya. Penelitian ini
menampilkan perbedaan yang tidak signifikan antara perempuan dan laki-laki atau antara
anak pedesaan dan kota. Ini menunjukkan seleksi kontrol kami dimana umur, seks dan status
sosialekonomi sama dengan pasien. Keterbatasan penelitian ini adalah sampel yang sedikit,
hanya 58 anak, tapi ini mungkin sudah menunjukkan kultur Mesir dimana beranggapan
kunjungan tetap dari unit neuropsikiatri adalah memalukan.
Kesimpulan
Anak ADHD mempunyai kadar zinc, besi dan magnesium yang lebih rendah daripada
kontrol tapi mempunyai kadar tembaga normal. Kadar zinc signifikan lebih rendah di semua
tipe ADHD sedangkan kadar besi signifikan lebih rendah pada tipe inattention dan hiperaktif.
Kadar magnesium signifikan lebih rendah pada tipe hiperaktif dan kombinasi. Hasilnya dapat
menguntungkan pengobatan anak ADHD sesuai tipenya.