Anda di halaman 1dari 19

BANGUNAN RAMAH LINGKUNGAN

Arsitektur Ramah Lingkungan


Dasar Pemikiran
Konsep bangunan ramah lingkungan atau green building didorong menjadi tren dunia, terutama
bagi pengembangan properti saat ini. Bangunan ramah lingkungan ini mempunyai kontribusi
menahan laju pemanasan global dengan membenahi iklim mikro. Dalam pemanasan global, hal
yang perlu diperhatikan adalah dengan penghematan air dan energi serta penggunaan energi
terbarukan.
Arsitektur ramah lingkungan, yang juga merupakan arsitektur hijau, mencakup keselarasan
antara manusia dan lingkungan alamnya. Arsitektur hijau mengandung juga dimensi lain seperti
waktu, lingkungan alam, sosio-kultural, ruang, serta teknik bangunan. Hal ini menunjukkan
bahwa arsitektur hijau bersifat kompleks, padat dan vital dibanding dengan arsitektur pada
umumnya.
Green architecture didefinisikan sebagai sebuah istilah yang menggambarkan tentang ekonomi,
hemat energi, ramah lingkungan, dan dapat dikembangkan menjadi pembangunan
berkesinambungan.
Green architecture (dikenal sebagai konstruksi hijau atau bangunan yang berkelanjutan) adalah
praktek membuat struktur dan menggunakan proses yang bertanggung jawab terhadap
lingkungan dan sumber daya yang efisien di seluruh siklus hidup bangunan: dari tapak untuk
desain, konstruksi, operasi, pemeliharaan, renovasi, dan dekonstruksi. Praktek ini memperluas
dan melengkapi desain bangunan klasik keprihatinan ekonomi, utilitas, daya tahan, dan
kenyamanan. Tujuan umumnya adalah bahwa bangunan hijau dirancang untuk mengurangi
dampak keseluruhan dari lingkungan yang dibangun pada kesehatan manusia dan lingkungan
alam oleh:
* Efisien menggunakan energi, air, dan sumber daya lain
* Kesehatan penghuni Melindungi dan meningkatkan produktivitas karyawan
* Mengurangi limbah, polusi dan degradasi lingkungan
Fakta akibat pemanasan global mendorong lahirnya berbagai inovasi produk industri terus
berkembang dalam dunia arsitektur dan bahan bangunan. Konsep pembangunan arsitektur hijau
menekankan peningkatan efisiensi dalam penggunaan air, energi, dan material bangunan, mulai
dari desain building interior, pembangunan, hingga pemeliharaan bangunan itu ke depan.
Desain rancang bangunan memerhatikan banyak bukaan untuk memaksimalkan sirkulasi udara
dan cahaya alami. Sedikit mungkin menggunakan penerangan lampu dan pengondisi udara pada
siang hari.
Bentuk arsitek design bangunan yang baik dan ramah lingkungan adalah bangunan yang
memperhatikan lingkungan sekitarnya seperti membuat taman di lingkungan rumah dan gedung
selain itu kurangi jumlah penggunaan kaca pada rumah atau bangunan gedung kantor. Untuk
desain interior, menggunakan interior yang ramah lingkungan dan mengurangi pengunaan listrik

yang sangat berlebihan, selain itu gunakan bahan bahan seperti kayu, dan kurangin penggunaan
kaca dan lampu atau interior lainnya yang menggandung bahan kaca. Sedangkan pada desain
eksteriornya, dengan menghindari penggunaan bahan bangunan yang berbahaya dan diganti
dengan yang ramah lingkungan, dengan memperbanyak taman hijau dan taman yang memang di
butuhkan untuk mengatur keseimbang lingkungan sekitar.
Desain bangunan hemat energi, membatasi lahan terbangun, layout sederhana, ruang mengalir,
kualitas bangunan bermutu, efisiensi bahan, dan material ramah lingkungan. Atap-atap bangunan
dikembangkan menjadi taman atap (roof garden, green roof) yang memiliki nilai ekologis tinggi
(suhu udara turun, pencemaran berkurang, ruang hijau bertambah).
Pemilihan material yang ramah lingkungan dapat dijabarkan menjadi dua hal yakni dari sisi
teknologi dan penggunaan. Dari sisi teknologi, pemilihan bahan sebaiknya menghindari adanya
toksin atau racun dan diproduksi tidak bertentangan dengan alam. Sebagai contoh, minimalkan
penggunaan material kayu, batu alam ataupun bahan bangunan yang mengandung racun seperti
asbeston. Sedangkan dari sisi penggunaan, pemilihan material yang ramah lingkungan misalnya
menggunakan lampu hemat energi seperti lampu LED yang rendah konsumsi listrik, semen
instan yang praktis dan efisien, atau pun memilih keran yang memakai tap yang hanya
mengeluarkan air dalam volume tertentu.
Penggunaan material bahan bangunan yang tepat berperan besar dalam menghasilkan bangunan
berkualitas yang ramah lingkungan. Beberapa jenis bahan bangunan ada yang memiliki tingkat
kualitas yang memengaruhi harga. Penetapan anggaran biaya sebaiknya sesuai dengan anggaran
biaya yang tersedia dan dilakukan sejak awal perencanaan sebelum konstruksi untuk mengatur
pengeluaran sehingga baik building interior maupun eksteriornya tetap berkualitas.Bahan baku
building interior design maupun eksteriornya yang ramah lingkungan berperan penting dalam
menjaga kelestarian lingkungan bumi. Beragam inovasi teknologi proses produksi terus
dikembangkan agar industri bahan baku tetap mampu bersahabat dengan alam. Industri bahan
bangunan sangat berperan penting untuk menghasilkan bahan bangunan yang berkualitas
sekaligus ramah lingkungan.
Konstruksi design bangunan yang berkelanjutan dilakukan dengan penggunaan bahan-bahan
alternatif dan bahan bakar alternatif yang dapat mengurangi emisi CO2 sehingga lebih rendah
daripada kadar normal bahan baku yang diproduksi sebelumnya. Bahan baku alternatif yang
digunakan pun beragam. Bahan bangunan juga memengaruhi konsumsi energi di setiap
bangunan. Pada saat bangunan didirikan konsumsi energi antara 5-13 persen dan 87-95 persen
adalah energi yang dikonsumsi selama masa hidup bangunan.

Rumah Ramah Lingkungan


Bagaimana rumah ramah lingkungan itu? pada dasarnya rumah ramah lingkungan menerapkan
konsep rumah hemat energi. Banyak memanfaatkan pengudaraan alami dan pencahayaan alami.
Desain rumah sedemikian rupa sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada AC dan lampu.
Dalam memanfaatkan cahaya matahari, yang diperlukan adalah terang nya sedangkan panas
nya dihindari. Salah satu caranya adalah memanfaatkan arah timur/barat/ atau utara/selatan.
Jendela harus berkanopi dengan sehingga terpaan langsung cahaya matahari dapat diminimalkan.
Faktor-faktor yang mendukung sebuah rumah menjadi rumah ramah lingkungan antara lain:
1. Rangka atap baja ringan
Penggunaan baja ringan ini sebagai jawaban atas semakin menipisnya jumlah kayu hutan kita.
Baja ringan lebih efektif dalam aplikasi atap. Pengerjaannya lebih efisien dalam waktu, dan lebih
presisi karena buatan pabrik.
2. kusen, daun jendela, pintu menggunakan alumunium/ PVC/ UPVC
3. Plafond menggunakan gypsum dan rangka besi holow
4. Atap tinggi
Hal ini bermanfaat untuk sirkulasi udara yang berada di dalam rumah.
5. Tritisan lebar
6. Banyak bukaan
7. Plafond tinggi
8. Kanopi tiap jendela
9. Luas bangunan sebaiknya tidak lebih dari 60% luas lahan
Perbandingan antara luas bangunan dengan lahan hijau idealnya adalah 60-40. Yang mana fungsi
taman tidak hanya sekedar mempercantik penampilan rumah, tetapi juga sebagai daerah resapan
air hujan. Agar taman dapat dengan mudah menyerap air hujan, caranya tidak hanya dengan
tanaman ,tetapi juga memberi pori-pori tanah dengan cara melubangi. Selain sebagai resapan,
taman juga berfungsi sebagai penyaring kebisingan dan debu. Tentu rumah akan menjadi sehat
jika minim debu.
nb.
Sumber berita diperoleh dari beberapa majalah dan internet yang saya catat di buku harian bulan
januari 2008.
>> intinya saya lupa nama majalah dan alamat web nya. Tapi bisa dipertanggungjawabkan.
hehehe
Seuai dengan rikwes,,saya akan memberi contoh-contoh bangunan ramah lingkungan. Untuk
rumah ramah lingkungan dapat diadaptasi dari kriteria-kriteria yang tersebut diatas. Yang
membanggakan, saat ini global warming dalam arsitektur telah menjadi tema hunian 2008 oleh
banyak pengembang realestate. Jadi untuk referensi, datang saja ke pameran perumahan, ambil
brosur sebanyak-banyaknya, dan desain rumah sesuai dengan yang kita inginkan.
Disini saya ingin menampilkan desain yang membuat saya berpikir inilah gunanya otak dan
hati. hehehe
Gambar-gambar ini saya ambil dari internet, jadi saya juga menyertakan link nya.
Zoro house, rumah canggih yang ramah lingkungan

Perl River Tower

Rumah Baja

Salah seorang arsitek yang menginspirasi saya juga membahas tentang perlunya menjaga
keseimbangan antara ekologi dalam kondisi saat ini. Arsitek Gramedia Expo yang juga dosen

urban design ITB ini selalu mengadaptasi ekologi dalam desainnya. Ini yang membuat saya
mengagumi beliau.

Tips Syarat Rumah Ramah Lingkungan


Pernahkah Anda berpikir sebuah tips syarat
rumah ramah lingkungan? Mengapa harus
mendirikan sebuah rumah ramah lingkungan?
Kondisi bumi semakin lama semakin panas,
dengan pengaruh efek rumah kaca alias
pemanasan global yang semakin hari semakin
luas. Pemanasan global atau biasa disebut
dengan global warming merupakan kondisi
memanasnya suhu bumi akibat dari
akumulasi berbagai gas buangan rumah kaca
seperti karbon dioksida yang selanjutnya
menguap ke lapisan ozon. Lapisan ozon
semakin hari akan semakin tipis hingga panas matahari yang jatuh ke bumi
tidak bisa difilter lagi. Inilah hal mengkhawtirkan yang harusnya menjadi
solusi bersama untuk mengatasinya. Kepedulian terhadap efek rumah kaca
harus lah dimulai dari kesadaran pribadi. Tips syarat rumah ramah
lingkungan yang perlu Anda pikirkan merupakan salah satu upaya
kepedulian Anda terhadap kondisi pemanasan global yang semakin hari
semakin tinggi. Efek dari suhu bumi yang terus meningkat salah satunya
adalah menjadikan dataran es di sebagian kawasan bumi mencair. Inilah hal
mengerikan yang harus sama-sama menjadi pemikiran kita.

Nah, demikian pula usaha membangun rumah yang akan Anda lakukan,
seyogyanya juga memberi peran terhadap upaya pencegahan efek rumah
kaca. Tips syarat rumah ramah lingkungan menjadi salah satu solusi yang
bisa Anda lakukan untuk mengatasi dampak dari memanasnya suhu bumi
yang semakin hari semakin bertambah. Mungkin Anda penasaran
bagaimana tips syarat rumah ramah lingkungan tersebut? berikut ini
diantaranya:

1. Membangun rumah dengan material ramah lingkungan

Tips syarat rumah ramah lingkungan yang pertama adalah membangun


rumah dengan berbagai material bahan yang ramah lingkungan. Kebanyakan
orang saat ini gengsi memakai rumah bambu dan papan, namun mereka

lupa efek dari penggunaan bahan-bahan yang diproduksi oleh pabrik-pabrik


sehingga menyisakan berbagai gas buangan yang merusak lapisan ozon.
Keinginan dan komitmen Anda untuk memiliki sebuah bangunan rumah
mengikuti tips syarat rumah ramah lingkungan merupakan upaya pribadi
Anda untuk mencegah terjadinya kondisi pemanasan yang terus meningkat.
Sebuah usaha besar hanya akan sukses jika dimulai dari upaya-upaya kecil
dari individu, oleh sebab itu jangan sepelekan upaya kecil Anda. Bangun lah
rumah dari bahan-bahan ramah lingkungan, seperti rumah bambu yang
memberikan efek keseimbangan terhadap konservasi alam. Jika Anda
merasa bangunan rumah berbahan bambu terlihat kuno, Anda bisa mencari
arsitektur yang paling canggih untuk merancang desain rumah bambu
sehingga bisa tampil lebih asri dan memiliki nilai estetika yang lebih.

2. Menciptakan penghijauan di rumah

Tips syarat rumah ramah lingkungan yang lainnya adalah dengan melakukan
penghijauan di sekitar rumah, baik di bagian dalam rumah atau bagian luar.
Teknologi vertical garden atau roof garden merupakan upaya penghijauan
rumah yang bisa dilakukan oleh mereka-mereka yang memiliki banyak modal
untuk membangun sebuah sajian taman yang cukup mahal tersebut. Bagi
Anda yang memiliki modal cukup bisa mencoba modal tersebut untuk
meningkatkan suasana keasrian rumah di samping membantu upaya
pencegahan pemanasan global minimal di sekitar kawasan rumah Anda.
Namun jika Anda tak punya modal, cukup lah Anda mengupayakan
penanaman berbagai tanaman hijau di kawasan sekitar rumah, bisa di
bagian halaman, teras maupun di bagian dalam rumah di ruang-ruang
tertentu yang aman. Meskipun tampaknya upaya ini sederhana, namun
tanpa disadari memberikan kontribusi terhadap upaya pencegahan
pemanasan global. Inilah tips syarat rumah ramah lingkungan yang bisa
Anda coba.

Desain arsitektur rumah akan selalu berubah seiring dengan perkembangan budaya
masyarakat yang dinamis. Perkembangan teknologi dan perekonomian telah mengubah konsep
berpikir manusia.
Saat memilih Arsitektur Desain bangunan rumah sebaiknya tidak mengekor tren yang tengah
digandrungi masyarakat, karena bisa jadi tren desain rumah yang Anda pilih tidak selaras
dengan karakter penghuni. Lagi pula, tren desain tidak bertahan lama dan akan terus
berganti.
Pilihlah desain rumah yang mampu menampilkan kecantikan dalam (inner beauty) dari
bangunan, ruang yang dibuat sesuai kebutuhan, tata ruang mengalir, penataan interior &
Desain Furniture secara sederhana dan fungsional. Rumah yang selaras dengan karakter
penghuni, kondisi iklim tropis, sosial budaya, dan lingkungan sekitar.
Arsitektur modern tropis merupakan pengembangan arsitektur tradisional dengan
penambahan dan penyesuaian kehidupan masyarakat modern. Arsitektur modern tropis
memiliki nilai estetika khas bangunan tropis yang modern (ramah lingkungan tropis, sesuai
kekinian), model bangunan memiliki keabadian baik dari segi desain dan seni, serta benar dari
segi fungsi, kebutuhan, iklim, dan lingkungan sekitar.
Kemampuan bangunan mengakomodasi keadaan iklim tropis menambah kenyamanan penghuni
rumah dan hemat energi. Rumah modern tropis hadir sebagai rumah yang nyaman dihuni,
tampilan desain menarik, dan tanggap terhadap iklim tropis. Hidup di daerah tropis
mensyaratkan rumah ramah lingkungan tropis yang panas dan lembab, serta musim hujan dan
musim panas bergantian sepanjang tahun. Rumah dirancang dengan mempertimbangkan dan
memanfaatkan secara optimal sumber daya alami cahaya dan udara ke dalam rumah.
Setiap Desain Ruangan dalam rumah diterangi cahaya alami sepanjang hari yang masuk
melalui bukaan pintu jendela lebar dan lubang angin (ventilasi) di sekeliling bangunan, serta
skylight di beberapa pojok atap plafon. Ruang terasa terang dan segar sepanjang hari ( pagisore ).
Sirkulasi silang udara segar yang masuk mengalir lancar dan atap plafon yang cukup tinggi ( 4
meter ) menciptakan ruang terasa segar, tidak sumpek atau lembab, dan meminimalkan
pemakaian kipas angin atau AC.
Rumah bukan sekadar tempat berteduh dari terik matahari atau siraman hujan, tetapi rumah
adalah tempat proses sosialisasi bagi seorang manusia bersama keluarga.

Keterbatasan lahan dan konsekuensi atas lahan terbangun mendorong pembangunan atap-atap
****ut menggantikan atap rumah konvensional. Kehadiran pohon berfungsi menyaring sinar
matahari yang masuk berlebihan (meredam panas dalam bangunan, mengawetkan cat
dinding), menciptakan keteduhan, dan menghasilkan efek bayangan pada dinding dan lantai.
daukhan-arsitek.com

Bangunan Ramah Lingkungan dengan b-panel


Pemanasan global menjadi permasalahan yang harus segera ditanggulangi. Oleh karena itu, jika
ingin membangun sebuah bangunan yang ramah lingkungan, b-panel merupakan sebuah langkah
yang baik.
Ada beberapa unsur yang membuat b-panel ramah lingkungan, diantaranya :

Mengurangi Penggunaan Energi dan Emisi Berbahaya

b-panel merupakan kombinasi antara kemampuan insulasi dari Expanded Polystyrene (EPS) dan
massa beton. Ini merupakan kombinasi material yang dapat menghasilkan sebuah struktur yang
memiliki tingkat insulasi thermal yang tinggi. Dengan insulasi thermal yang tinggi maka akan
mengurangi turun naiknya temperatur di dalam ruangan, sehingga dapat mengurangi konsumsi
energi dari alat yang digunakan untuk memanaskan atau mendinginkan ruangan.
Selanjutnya, dalam pembuatan bpanel digunakan uap dan air dingin untuk memproduksi EPS.
Tidak ada zat beracun, seperti formaldehida atau zat kimia lainnya yang digunakan dalam proses
produksi b-panel, dan tidak ada emisi gas rumah kaca yang dihasilkan, seperti
Chlorofluorocarbons (CFCs) atau HydroChlorofluorocarbons (HCFCs), sehingga dalam proses
pembuatannya, b-panel juga ramah lingkungan.

Mengurangi Pemakaian Kayu.

Untuk bangunan konvensional, pemakaian kayu sangat banyak ( terutama untuk pembuatan
bekisting kolom, balok, dan lantai beton ). Sementara dengan menggunakan b-panel, kayu hanya
digunakan untuk stood saja dengan jumlah yang lebih sedikit dan dapat pula diganti dengan
menggunakan besi kotak kosong / hollow sehingga penggunaan kayu bisa ditiadakan. Artinya,
penggunaan b-panel dapat mengurangi jumlah pohon yang ditebang untuk keperluan industri
konstruksi.

Mengurangi Perusakan Lingkungan dengan Mengurangi


Konsumsi Material Alam

Dalam pembuatan dinding sebuah bangunan umumnya menggunakan batu bata ( bisa bata merah
maupun con block) sebagai material utamanya. Kemudian dilakukan pekerjaan plaster untuk
merapikan pasangan bata tersebut.
Dalam pembuatan bata merah, material yang digunakan adalah tanah liat. Untuk jumlah
pemakaian bata merah yang banyak, akan sangat banyak pula tanah liat yang digunakan dalam
produksinya. Sementara kita tahu bahwa penggalian tanah liat merupakan kegiatan yang bisa
merusak lingkungan dan memperburuk erosi tanah.
Sementara itu dalam pembuatan batako atau con block, material yang digunakan adalah pasir dan
semen. Semakin banyak batako atau con block yang digunakan maka makin banyak pula pasir
dan semen yang dibutuhkan dalam pembuatannya. Sama seperti tanah liat, penggalian pasir yang
berlebihan akan merusak lingkungan. Sedangkan proses pembuatan semen membutuhkan energi
yang sangat besar ( produsen semen adalah konsumen energi terbesar kedua di dunia ).
Untuk bangunan yang menggunakan b-panel, material alam yang digunakan hanyalah pasir
untuk pekerjaan shotcrete saja yang jumlahnya sama dengan material yang dibutuhkan dalam
pekerjaan plester dinding konvensional. Sementara dalam pembuatan b-panelnya sendiri tidak
ada material alam yang digunakan, sehingga efek yang ditimbulkan terhadap alam juga lebih
sedikit.
Penggunaan b-panel dalam bangunan dapat mengurangi perusakan terhadap alam sehingga alam
dapat lebih terpelihara.

Mengurangi sampah konstruksi

Dalam pembuatan sebuah bangunan secara konvensional, setelah seluruh pekerjaan konstruksi
selesai akan terlihat banyak sampah, terutama kayu yang digunakan dalam proses konstruksinya.
Akan dikemanakan sampah tersebut ? Apabila masih bagus, kayu dapat digunakan untuk proyek
selanjutnya. Selain itu, jawaban termudah adalah dibakar. Berapa banyak kayu yang akan
dibakar pada tiap akhir pekerjaan konstruksi? Sangat banyak jika kita kumpulkan dari setiap
proyek yang ada. Dan ini adalah pemborosan biaya, selain itu juga pada saat dibakar
menghasilkan emisi gas rumah kaca yang seharusnya dihindari.
Bangunan dengan b-panel dalam proses konstruksinya, penggunaan kayu lebih sedikit, sehingga
pada akhir pekerjaan tidak banyak terdapat sampah yang terbuang.

Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa bangunan yang menggunakan b-panel sebagai elemen
bangunannya dapat dikatakan merupakan bangunan yang ramah lingkungan dan sangat
mendukung program GO GREEN yang saat ini sedang didengungkan di seluruh dunia dan
merupakan hal yang harus kita perhatikan.
Download artikel : bangunan ramah lingkungan dengan b-panel

ISI
1.1
PENGGUNAAN
ECO
HOU
S
E
D
I
C
I

NA
Banyak metode tradisional, teknik dan material yang sekarang kembali popular
digunakan, walaupun popularitas teknik-teknik ini berbeda di tiap negara.
D
i daerah timur-laut
C
ina dibangun600 rumah menggunakan dinding dari jerami yang mampu menahan panas. Rumahrumah ini hanyamemerlukan sepertiga pemanasan dibandingkan rumah batu-bata biasa, dan
berhasil memperbaikikondisi penghuni dengan berkurangnya biaya pemanasan, emisi
CO2
dan polusi udara.
D
alamproyek ini tumpukan jerami dipakai sebagai bahan dinding eksterior bangunan. Tumpukan
jerami inikemudian diplester dua sisi.
H
asilnya, dinding setebal 45-60 cm yang kelihatannya mirip dengandinding adobe atau batu.
Struktur dinding ini dapat menahan beban atap atau hanya sebagai dinding pengisi.Konstruksi
dinding jerami ini ternyata sesuai untuk iklim timur-laut
C
ina.
U
jicoba pertamadilakukan tahun 1998 untuk membangun sebuah sekolah yang bangunan batu-bata
aslinya hancurdiguncang gempa ringan. Rumah-rumah yang dibangun dengan program ini
sejauh ini mampubertahan terhadap gempa karena dinding jerami yang ringan dan lentur ini
mampu menyerapgoncangan gempa.
P
enghuni rumah biasanya memanaskan ruangan dengan membakar batubara.
A
kibat sampingannya, tingkat polusi tinggi dan diduga menjadi penyebab banyaknya penduduk
yang mengidap kanker paru-paru dan sakit pernafasan.
D
engan rumah jerami yang mampu menahanpanas, jumlah batubara yang perlu dibakar berkurang
40-50%. Menurut para penghuni,penghangatan di rumah jerami ini lebih stabil dan merata, dan
jumlah sakit pernafasan punberkurang.Manfaat jangka panjang penggunaan jerami telah berhasil
mengurangi dua pertiga jumlah batu-bata yang dipakai dalam membangun dinding eksterior,
dengan demikian mengurangi polusi danpemakaian tanah liat yang langka.
P
emantauan menunjukkan bahwa pada hari yang dingin, di rumahjerami dibakar 5 kilogram lebih
sedikit arang batu akar dibandingkan dengan di rumah batu-batabiasa. Rumah jerami 68% lebih
effisien dalam pengunaan energi dibandingkan dengan rumah batu-bata berukuran sama dan
emisi
CO2
per rumah berkurang sebanyak 0,6 sampai 1,
2
ton per tahun.
D

inding yang terbuat dari jerami menawarkan nilai insulasi yang tinggi sehinnga mengurangi
biaya
bahan bakar, emisi
CO2
dan polusi udara. Jerami memiliki nilai
C
RSI 5,8 dibandingkan dengan 0,33untuk dinding batu-bata. Ia juga memiliki kandungan energi
yang lebih kecil.1.
2
K
ON
STR
U
KSI
ECO
HOU
S
E
E
co-house dibangun dari material yang ramah lingkungan, tersedia di alam, berkelanjutan
danlebih ekonomis. Material untuk bangunan ini dapat terbuat dari tanah liat dan pasir.
Ketikabercampur dengan air dan, biasanya, jerami dan serat lainnya, campuran tersebut dapat
berbentuk cob atau adobe (balok tanah liat). Material lain yang biasanya dipakai adalah tanah,
kayu, jerami,sekam, bamboo dan batu. Banyak jenis material daur ulang yang lazim digunakan,
termasuk urbanite(potongan pondasi beton bekas) dan kaca-kaca daur ulang. Beberapa material
semakin dihindaripenggunaannya dalam bangunan karena akibat negativenya terhadap
lingkungan dan kesehatan.Material-material ini misalnya kayu hasil penebangan liar, semen
portland sebagai dasar campuran,pengecatan dan lapisan lainnya yang mengeluarkan volatile
organic compounds (V
OC
s) danbeberapa plastik, terutama polyvinyl chloride (
P
V
C
) yang berbahaya.Sesuai dengan pengertian eco-house yaitu rumah huni yang ramah lingkungan,
disini kamimembaginya dari aspek material yang tersedia di alam dan teknologi hemat energi.
A
.
Material1.
A

dobe
A
dobe merupakan metode konstruksi tertua yang terdiri dari campuran tanah liat, pasir danair.
Kadang-kadang potongan jerami atau serat lain untuk menambah kekuatan.
C
ampuran inikemudian dibiarkan kering dalam bentuk yang dikehendaki. Setelah kering 50-60%
pasir dan 35-40%tanah liat akan meningkatkan kekuatan batu.
N
ew Mexico
U
S
E
xtension Service menyarankanpencampuran yang terdiri dari tidak lebih 1/3 tanah liat, tidak
kurang pasir dan tidak lebih dari1/3 debu. Biasanya adobe dibentuk menjadi batu bata yang
dapat ditumpuk untuk membentuk dinding. Kadang-kadang adobe stabil dengan sedikit semen
atau aspal emulsi untuk memberikansifat kedap air lebih baik.

U
ntuk melindungi dinding dan mengurangi pemeliharaan, bangunan adobe memiliki atapbesar
yang menjorok dan pondasi cukup besar.
A
dobe dapat diplester dengan cob atau kapur untuk meningkatkan penampilan dan perlindungan.
A
dobe banyak digunakan sebagai arsitektur di daerah beriklim gurun. Selain karena
mudahdidapatkan, adobe juga melindungi penghuni dari siang yang panas dan malam yang
dingin.
A
dobememiliki massa termal yang baik, yang berarti adobe sulit untuk mengirimkan panas atau
dingin.
D

inding yang besar menghambat panas dari matahari dan udara sebelum akhirnya memanaskan
suhuruangan. Setelah matahari terbenam, dinding yang hnagat melanjutkan mentransfer panas ke
dalamruangan.
P
erencanaan ketebalan dinding adobe sangat mempengaruhi temperatur suhu ruangan diiklim
ekstrim seperti gurun. Tergantung pada bahan-bahan yang tersedia, atap dapat dirakit dengan
menggunakan kayupanjang atau logam untuk menciptakan sebuah kerangka kerja untuk memulai
lapisan batu bataadobe. Tergantung pada ketebalan batu bata adobe, kerangka kerja telah
menggunakan kerangka bajadan lapisan logam di atas kerangka untuk memungkinkan bahkan
massa beban adobe tersebar dibatas logam seperti cob dan diizinkan udara kering yang sesuai.
Metode ini didemonstrasikan denganmenggunakan adobe yang dicampur hingga meresap dengan
semen untuk membolehkanpengeringan dan mencegah keretakan besar.
Konstruksi rumah bata adobe di Kyrgyzstan. Bata adobe di dekat lokasi konstruksi di
Milyanfan,Kyrgyzstan

PENU TUp

Kesimpulan
Eco-house atau green building merupakan bangunan yang dikembangkan dengankonsep ramah
lingkungan. Bahan-bahan yang digunakan untuk bangunan inimerupakan bahan-bahan dari alam
yang pemakaiannya pun disesuaikan dengandaerah yang menggunakannya dan tidak merusak
lingkungan sekitar.
Green building dikembangkan karena melihat kondisi bumi saat ini yang merupakan akibat
daripemanasan global atau global warming.