Anda di halaman 1dari 14

TEXTBOOK READING

SCHEINS COMMON SENSE EMERGENCY ABDOMINAL SURGERY

Chapter 13: The Intestinal Anastomosis

Pembimbing:
dr. H. Arif Zuhan, SpB
Oleh:
Diana Mardilasari (H1A010 039)

BAGIAN/SMF BEDAH RUMAH SAKIT UMUM PROVINSI NTB


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM
2015

Anastomosis yang Ideal

Anastomosis

intestinal

yang

ideal

adalah

yang

tidak

mengalami kebocoran, meskipun relatif jarang terjadi


merupakan

kerusakan

yang

berpotensi

menyebabkan

kematian.

Anastomosis

yang

tidak

mengalami

obstruksi

mengembalikan fungsi normal dari saluran pencernaan


dalam beberapa hari setelah konstruksi.

Metode Anastomosis
1. End-to-end
2. End-to-side
3. Side-to-side;
4. Single versus double layered,
5. Terputus versus jelujur,
6. Absorbable versus non absorbable
7. Braided versus monofilament suture
materials.

Pro dan Kontra


Kebocoran:

insidensi

terbukanya

lapisan

luka

akibat

anastomosis berhubungan dengan teknik anastomosis.


Striktur: single-layer anastomosis memiliki insidensi lebih
rendah dari pembentukan striktur dengan metode multi
layer. Striktur juga bisa terjadi pada anastomosis end to end.

Misadventure: kegagalan teknis intra-operatif dengan


menggunakan klem usus lebih sering terjadi.

Kecepatan:
anastomosis.

Semakin

sedikit

lapisan,

semakin

cepat

Bahan Jahitan: bahan jahitan dari sutra atau


vicryl memiliki resiko yang lebih besar untuk
menjadi

inflamasi

dan

mengaktikan

kolagen

dibandingkan dengan bahan monofilament.


Biaya: Teknik single-layer jelujur membutuhkan
sedikit

bahan

jahitan

oleh

karena

ekonomis daripada metode terputus.

itu

lebih

Pilihan Teknik Anastomosis


Penggunaan teknik yang mudah dan nyaman
oleh ahli bedah sangat dianjurkan.
Contoh

Metode

one

layer,

jelujur

dengan

menggunakan bahan jahitan yang monofilament


lebih sering digunakan oleh ahli bedah karena
cepat, murah, dan aman.

anastomosis klem usus:


lebih banyak digunakan tenaga medis
pada anastomosis rektal dan esopagus
Lebih banyak digunakan pada keadaan
emergensi.
Membutuhkan kemampuan yang tinggi
dalam teknik manual dan keadaan
emergensi.

Edema Usus
monolayer anastomosis dengan teknik jelujur dapat mengalami
kegagalan ketika terdapat edema usus (misalnya, setelah
resusitasi cairan massif atau peritonitis berat).
Ketika hasil anastomosis mulai membengkak, sebaiknya kita
menghindari

klem

usus

dan

melanjutkan

metode

jahitan

metode

jahitan

manual.
Penggunaan

metode

single

layer

dengan

terputus dianjurkan dengan mengikat tidak terlalu erat ataupun


terlalu lemah, serta tidak memotong pada tepi dari usus.

Teknik
Monolayer

anastomosis

menggunakan

jahitan

monofilament 3-0 atau 4-0 (PDS atau maxon).


Jahitan

dilakukan

submukosa,

secara

muskularis,

meluas

dan

serosa

melalui
serta

menghindari mukosa (mengambil jahitan besar di


dalam, jahitan kecil di luar). Teknik penjahitan ini
dikenal

sebagai

submukosa.

ekstra

mukosa

atau

sero-

Jarum keluar atau masuk melalui sisi serosa


dengan ukuran 5-7 mm dari sisi usus. Sedangkan
jarak antara masing-masing jahitan 3-4 mm.
Setiap jahitan harus memiliki tekanan yang cukup
sesuai

dengan

perkiraan

untuk

menghindari

strangulasi jaringan.
Teknik ini digunakan pada traktus gastrointestinal
dari esophagus sampai ke rektum.

Pengujian Anastomosis
Anastomosis yang dilakukan dengan benar seharusnya
tidak bocor.
Pengecekan dilakukan dengan pencubitan menggunakan
klem untuk mengkonfirmasi apakah lumen adekuat.
Anastomosis pada rektum bagian bawah harus diuji:
dengan simple klem pada bagian atas usus yang di
anastomosis, isi pelvis dengan salin atau masukkan udara
ke dalam rektum. Jika terdapat gelembung udara harus
dikonfirmasi apakah terdapat kebocoran atau tidak.

Kapan tidak dilakukan anastomosis?

peritonitis difus
Peritonitis pasca operasi
kebocoran anastomosis
Iskemia mesenterika
Edema usus ekstrim/ distensi
Malnutrisi ekstrim
Asupan steroid kronis
Pasien yang tidak stabil

Kesimpulan
Anastomosis

operasi

intestinal

darurat

menyelamatkan

yang
nyawa

adalah

bagian

bertujuan
dan

dari
untuk

mengurangi

morbiditas.
Peluang untuk keberhasilan anastomosis sesuai

dengan metode yang dipilih secara selektif dan


penguasaan terhadap teknik anastomosis yang
digunakan.

TERIMA KASIH