Anda di halaman 1dari 15

Alur berfikir metode ilmiah

1. Perumusan masalah : merupakan


pertanyaan mengenai obyek
empiris yang jelas batas-batasnya
serta dpt diidentifikasikan faktor-
faktor yg terkait di dalamnya
2. Penyusunankerangka berfikir :
merupakan argumentasi yg
menjelaskan hubungan yg mungkin
terdapat antara berbagai faktor yg
saling mengkait & membentuk
konstilasi permasalahn.
3. Perumusan hipotesis : merupakan jawaban
sementara atau dugaan terhadap pertanyaan yg
diajukan yg materinya merupakan kesimpulan dari
kerangka berfikir yg dikembangkan
4. Pengujian hipotesis : pengumpulan fakta-fakta yg
relevan dgn hipotesis yg diajukan untuk
memperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yg
mendukung hipotesis tersebut atau tidak
5. Penarikan kesimpulan : apakah sebuah hipotesis
yang diajukan tertolak atau diterima.
Perumusan masalah

Deduks
Khsananh i Penyususnan krangka
Koherens
pengt.ilmiah i berfikir

Perumusan
Pragmatisme

hipotesis
si
Koresponden

Induksii

Pengujian ditolak
diterima
Hipotesis
Apa sih ilmu ?
 Dapat disimpulkan bahwa ilmu merupakan
kumpulan pengetahuan yang disusun
secara konsisten dan kebenarannya telah
teruji secara empiris.
 Pada dasarnya merupakan kumpulan
pengetahuan yang bersifat menjelaskan
berbagai gejala alam yang memungkinkan
manusia melakukan serangkaian tindakan
utk menguasai gejala tersebut
berdasarkan penjelasan yang ada.
Fungsi pengetahuan ilmiah
1. Penjelasan keilmuan memungkinkan kita
meramalkan apa yang akan terjadi dan
berdasarkan ramalan tersebut kita bisa
melakukan upaya untuk mengontrol agar
ramalan menjadi kenyataan atau tidak.
2. Jadi pengetahuan ilmiah pada hakikatnya
mempunyai tiga fungsi; menjelaskan,
meramalkan dan mengontrol.
“Sekiranya kita
mengetahui bahwa
banjir disebabkan
hutan yang
ditebang sampai
gundul, maka
penjelasan spt ini
akan
memungkinkan kita
melakukan upaya
utk mencegah
timbulnya banjir”
Francis Bacon
 Tantum
possumus
quantum seimus
(kita dpt
melakukan
sesuatu sebatas
yang kita ketahui
)
Filsafat ilmu dari “Timur”
 Hakikatnya “timur” & “barat” adalah milik
Allah SWT Tuhan yg menciptakan dan yg
memelihara alam raya;
 Mempelajari ilmu dari “timur” dan “barat”
adalah suatu keharusan bagi manusia beriman;
 Hakikat sesungguhnya manusia tidak
mengetahui apa-apa, “apa-apa” yg diketahui
adalah pemberian dari Allah SWT yg memiliki
segala apa-apa.
Macam jenis penjelasan ilmu
1. Deduktif ; menjelaskan suatu gejala dengan
menarik kesimpulan secara logis dari premis-
premis yang telah ditetapkan sebelumnya.
2. Probabilistik ; penjelasan yang tidak memberikan
kepastian spt “kemungkinan”, “kemungkinan
besar” atau “hampir dapat dipastikan”.
3. Fungsional atau teleologis ; penjelasan yg
meletakan sebuah unsur dalam kaitannya dgn
sistem secara keseluruhan yg mempunyai
karakeristik atau arah perkembangan tertentu.
4. Genetik; penjelasan mempergunakan faktor-faktor
yg timbul sebelumnya dalam nmenjelaskan gejala
yang muncul kemudian.
Akh … Teori ! Apa itu teori ?
 Sebenarnya tujuan akhir dari tiap disiplin ilmu adalah
mengembangkan sebuah teori keilmuan yang bersifat
utuh dan konsisten.
 Pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan
mengenai suatu faktor tertentu dari sebuah disiplin
ilmu disebut teori, biasanya terdiri dari hukum-hukum
dan bersifat universal.
 Atau ungkapan sederhana dapat dikatakan bahwa
teori adalah pengetahuan ilmiah yang memberikan
penjelasan tentang “mengapa” suatu gejala-gejala
terjadi sedangkan hukum memberikan kemampuan
kepada kita utk meramalkan tentang “apa” yang
mungkin terjadi.
Konsepsi Ilmu Terpadu
( Integrated knowledge )
 Ilmu terpadu sejatinya adalah produk dari berfikir terpadu,
yaitu terpadunya logika penalaran dengan ilman kepada
wahyu agama ( terpadunya fikir & Dzikir )
 Dikotomi ilmu adalah memandang ilmu secara terpisah
antara ilmu umum ( fisika, ekonomi, teknik, psikologi &
sebagainya ) dan ilmu agama ( fiqih, tauhid, akhlak, tafsir
dan sebagainya )
 Kedua jenis ilmu tsb hrs menyatu terpadu menjadi ilmu “Allah
utk manusia”, yaitu kebenaran ilmiah yg digali oleh manusia
dari Allah SWT dari sumber-sumber yg ditunjuknya
Landasan Ilmu Ter padu
1. “Bacalah dgn menyebut nama Tuhanmu Yang
menciptakan. Dia telah menciptakan manusia
dari ‘alaq” (q.s. 96: 1-2 )
 “Bacalah” berarti berfikir secara teratur (sistimatis)
dan terarah dengan menggunakan logika penalaran
utk mempelajari dan menggali ilmu dari firman-Nya
& dari ciptaan-Nya.
 “Membaca” harus dilaksanakan bersamaan dgn
menyebut nama Tuhan, berartiharus terpadu dengan
dzikir (dzikrullah )
2. “Dia mengajarkan kepada manusia ilmu yang
tidak diketahuinya” ( q.s. 96: 5 )
 Dengan jalan membaca (mempelajari) apa yang
dianjurkan Allah, maka Allah berkenan untuk
memberikan manusia setetes ilmu-Nya.
3. “Dan jgnlah kamu mengikuti apa yg kamu tdk
memiliki ilmu tentangnya. Ssghnya
pendengaran, penglihatan dan fuad (hati
nurani, ‘akal) semuanya akan dimintai
pertanggungjwbnnya. (q.s.17:36)
 Setiap yg kita kerjakan harus/wajib berlandasankan
ilmu
Sumber Bacaan

1. Alqur’an : ayat-ayat Tuhan Allah


yang terucapkan
2. Alkaun : ayat-ayat Tuhan Allah yang
terciptakan ( Al’alamin, alam
semesta )
3. As-Sunnah : Sunnah Nabi
Muhammad SAW yang shoheh )
Skema Ilmu Terpadu

ALLAH

Al-Kaun Al- As-


Qur’an Sunnah

‘akal fuad

Ilmu Terpadu (ilmu Allah utk


Manusia)
Syariat Sains Teknologi Seni