Anda di halaman 1dari 3

4.2.1.

Tapis/filter lolos rendah


Rangkaian tapis/filter merupakam suatu rangkaia yang digunakan untuk
membuang tegangan output pada frekuensi tertentu. Untuk merancang filter dapat
digunakan komponen pasif (R, L dan C) serta komponen aktif (Op-Amp) dan
transistor). Dengan filter dapat digunakan kelompok menjadi filter pasif dan filter
aktif. Sehingga umumnya filter pasif hanya menmanfaatkan komponen R dan C
saja.
Tapis pelewat rendah atau tapis lolos rendah digunakan untuk meneruskan
sinyal berfrekuensi rendah dan meredam sinyal berfrekunsi tinggi. Snyal dapat
berupa sinyal berfrekuensi listrik seperti perubahan tegangan maupun data-data
digital seperti citra dan suara. Low filter direalisasikan dengan meletakkan
komponen secara seri dengan sumber sinyal atau dengan meletakkan kapasitor
secara paralel dengan sumber sinyal. Kumparan yang diletakan secara seri dengan
sumber tegangan akan meredam frekuensi tinggi dan meneruskan frekuensi
rendah. Sehingga ini dapat dikatakan sebagai prinsip kerja dari tapis lolos rendah.
Yang dimana tapis lolos rendah ini merupakan rangkaian filter yang memiliki
redaman sangat kecil pada frekuensi dibawah frekuensi out-off (-3dB) yang telah
ditentukan, sedangkan frekuensi diatas frekuensi out-off akan mendapatkan
redaman yang sangat besar.
Pada kesempatan ini kami akan melakukan praktikan mengenai tapis/filter
lolos rendah, tujuan diadakannya praktikum ini adalah agar praktikum dapat
menyususn rangkaian Op-Amp sebagai rangkaian tpis/filter lolos rendah dan
untuk mempelajari hubungan aplitudo dan fase antara isyarat masukan dan isyarat
keluaran sebagai fungsi frekuensi. Dari hasil pengamatan pada beberapa frekuensi
masukan diperoleh penguatan diantaranya untuk frekuensi 100 Hz diperoleh
penguatan sebesar 1,623 kali.

Kami juga memperoleh F3dB sebesar 7,96 x 106 Hz, dari hasil
pengamatan kita dapat menentukan perbandingan tegangan keluaran dan tegangan
masukan

berturut-turut dari frekuensi 100,500,1000,3000 dan 5000 adalah

1,113;1,113;1,113; dan 1,154 kali.


4.2.2. Tapis/filter lolos tinggi
High pass filter adalah jenis filter yang melewatkan frekuensi tinggi dan
meredam/ menghentikan rfrekuensi rendah. Filter ini sangat berguna sebab dapet
memblokir komponen berfrekuensi rendah yang itdak diinginkan dari sebuah
sinyal kompleks. Pada praktikum kali ini kita akan membahas tenteng rangkaian
tapis lolos tinggi (high pass filter). High pass filter merupakan suatu jenis filter
yang dapat yang daapat mengurangi ampliudo frekuensi yang lebih rendah
daripada frekuensi cut off. Nilai-nilai pengurangan untuk frekuensi berbeda-beda
untuk tiap filter ini. Terkadang filter ini disebut low cut filter, bass cut filter yang
sering digunakan dalam aplikasi audio. High passfilter sangat berguna sebagai
filter yang dapat memblokir komponen frekuensi rendah yang tidak diinginkan
dari sebuah sinyal komplek saat melewati frekuensi tinggi.
Pada praktikum kali ini kita terlebih dahulu menyusun rangkaian high
pass filter, dengan memasang IC Op-Amp pada papan rangkaian, kemudian pada
kakai tiga IC Op-Ampdipasangkan dua buah kapasitor yang terhubung seri dan
yag satunya pada sumber tegangan masukan yang kemudian di groundkan.
Selanjutnya pada hubungan antara kapasitor dngan kaki tiga IC Op-Ampdipasang
dengan kapasitor yang lansung digroundkan dan pada percabangan kapasitor yang
disusun seri tersebut dihubungkan resistor 20 k yang berhubungan dengan kaki
enam IC Op-Amp. Pada percabangan dipasang R2 dan terhubung dengan Vo yang
digroundkan. Salah satu dari ujung R2 dihubungka dengan R1 dan digroundkan.
Selanjutnya diantara R1 dan R2 dihubungkjan dengan kaki dua IC OpAmpsehigga terbentuklah rangkaian filter lolos tinggi.

Pada praktikum kita melakukan percobaan dengan menggunakan


frekuensi yang berbeda-beda. Untuk frekuensi pertama yang digunakan yaitu
frekuensi sebesar 1000 Hz dan diperoleh tegangan masukan sebesar 68,80 volt
sedangkan tegangan keluaran sebesar 134,0 mV. Selanjutnya dengan percobaan
yang sama namun frekuensi yang berbeda yaitu sebesar 5000 Hz diperoleh pula
tegangan masukan (Vi) sebesar 70,0 volt sedangkan tegangan keluaran (Vo)
diperoleh tegangan sebesar 140 mV. Kemudian untuk frekuensi yang lain di
antaranya 10000 Hz, 30000 Hzdan 50000Hz dilakukan dengan cara yang sama
dan diperoleh tegangan masukan (Vi) dan tegangan keluaran (Vo) yang berbeda
pula akan tetapi selisih dar tegangan tegangan tersebut tidak begitu besar.
Berdasarkan hasil pengamatan tersebut diperoleh pernyataan bahwa tegangan
masukan yang dihasilkan oleh tiap-tiap frekuensi lebih besar dibandingkan
tegangan keluarannya.
Selanjutnya berdasarkan hasil pengamatan tersebut

maka kita dapat

menentukan penguatan pada rangkaian tersebut. Penentuan penguatan tersebut


dapat ditentukan berdasarkan teori ataupun berdasarkan praktek. Pada penentuan
penguatan berdasarkan teori diperoleh penguatan sebesar 1,567 kali, sedangkan
penguatan berdasarkan praktek untuk frekuensi 1000 Hz diperoleh penguatan
sebesar 0,0019 dan frekuensi 5000 Hz diperoleh penguatan sebesar 0,002 kali.
Berdasarkan hasil penentuan tersebut maka dapat dinyatakan bahwa frekuensi
yang besar tidak mempengaruhi penguatan yang pada rangkaian.