Anda di halaman 1dari 18

pada

pasien

Komunikasi yang
Efektif

AFASIA
GLOBAL

Ruang 26 STROKE
RSUD Dr. SAIFUL ANWAR
MALANG

Pengertian Komunikasi Efektif


Komunikasi merupakan proses kompleks yang
melibatkan perilaku dan memungkinkan individu untuk
berhubungan dengan orang lain dan dunia sekitarnya.
Menurut Potter dan Perry (1993)
Komunikasi efektif yaitu komunikasi yang mampu
menghasilkan perubahan sikap ( attitude change) pada
orang yang terlibat dalam komunikasi. Komunikasi
efektif memungkinkan seseorang dapat saling bertukar
informasi, ide, kepercayaan, perasaan dan sikap
antara dua orang atau kelompok yang hasilnya sesuai
dengan harapan .Tujuan komunikasi efektif adalah
memberi kemudahan dalam memahami pesan yang
disampaikan antara pemberi dan penerima pesan.
Sehingga tercipta feed back yang baik
antara pemberi dan penerima pesan.

Prinsip Dasar Komunikasi


Efektif
Respect (respek)
Respect adalah perasaan positif atau penghormatan diri kepada
lawan bicara.
Empaty (empati)
Empaty adalah kemampuan untuk menempatkan diri pada situasi
atau kondisi yang tengah dihadapi orang lain.
Audible (dapat didengar)
Audible mengandung makna pesan yang harus dapat didengarkan
dan dapat dimengerti. mudah dipahami, pastikan yang
penting, gunakan bahasa tubuh, gunakan ilustrasi atau
contoh
Clarity (klariti)
Clarity adalah kejelasan dari pesan yang kita sampaikan.
Humble (rendah hati)
Sikap rendah hati .Rendah hati memberi kesempatan kepada orang
lain untuk berbicara terlebih dahulu, dan anda menjadi pendengar
yang baik bentuk.

Bentuk Komunikasi Efektif


1. Komunikasi verbal efektif

a. Berlangsung secara timbal balik


b.Makna pesan ringkas dan jelas
c.Bahasa mudah dipahami
d.Cara penyampaian mudah diterima
e.Disampaikan secara tulus
f.Mempunyai tujuan yang jelas
g.Memperlihatkan norma yang berlaku
h.Disertai dengan humor

2. Komunikasi Non Verbal


Yang perlu diperhatikan dalam berkomunikasi nonverbal adalah :
a. Penampilan fisik
b. Sikap tubuh dan cara berjalan
c. Ekspresi wajah
d. Sentuhan

KOMUNIAKASI
VERBAL

Komunikasi Verbal
Pengertian Komunikasi Verbal
Simbol atau pesan verbal adalah semua jenis simbol yang
menggunakan satu kata atau lebih. Bahasa dapat juga dianggap
sebagai sistem kode verbal (Deddy Mulyana, 2005). Bahasa dapat
didefinisikan sebagai seperangkat simbol, dengan aturan untuk
mengkombinasikan simbol-simbol tersebut, yang digunakan dan
dipahami suatu komunitas.
Potter & Perry (1987) menyatakan bahwa komunikasi verbal
termasuk penggunaan kata-kata atau tulisan. Bahasa yang
digunakan seseorang biasanya mengisyaratkan arti khusus yang
kadang hanya dimengerti oleh komunitas tempat individu berada.
Sehingga dengan bahasa yang diucapkan atau dituliskan, kita
dapat menebak seseorang berasal dari komunitas mana.

Unsur Komunikasi Verbal


Ada beberapa unsur penting dalam komunikasi verbal, yaitu:
a. Bahasa
Pada dasarnya bahasa adalah suatu system lambang yang
memungkinkan orang berbagi makna. Dalam komunikasi verbal,
lambang bahasa yang dipergunakan adalah bahasa verbal entah
lisan, tertulis pada kertas, ataupun elektronik. Bahasa suatu
bangsa atau suku berasal dari interaksi dan hubungan antara
warganya satu sama lain.

b. Kata
Kata merupakan inti lambang terkecil dalam bahasa. Kata adalah
lambang yang melambangkan atau mewakili sesuatu hal, entah
orang, barang, kejadian, atau keadaan. Jadi, kata itu bukan orang,
barang, kejadian, atau keadaan sendiri. Makna kata tidak ada pada
pikiran orang. Tidak ada hubungan langsung antara kata dan hal.
Yang berhubungan langsung hanyalah kata dan pikiran orang.

Fungsi komunikasi verbal

Secara garis besar fungsi komunikasi Verbal ada dua fungsi


terhadap masyarakat dan fungsi terhadap individu. Menurut
Lasswell dan Wright ada empat fungsi sosial, yaitu:
a. Pengawasan lingkungan.
b. Korelasi antarbagian dalam masyarakat terhadap
lingkungannya.
c. Sosialisasi.
d. Hiburan.
Kemudian menurut Lazarsfeld dan Merton fungsi sosial komunikasi
Verbal adalah:
a.Memberikan status.
b.Memperkokoh norma-norma sosial.

Aspek-aspek dalam Komunikasi


Verbal
Vocabulary (perbendaharaan kata-kata).
Komunikasi tidak akan efektif bila pesan disampaikan dengan katakata yang tidak dimengerti, karena itu olah kata menjadi penting
dalam berkomunikasi.
Racing (kecepatan).
Komunikasi akan lebih efektif dan sukses bila kecepatan bicara
dapat diatur dengan baik, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.
Intonasi suara
Akan mempengaruhi arti pesan secara dramatik sehingga pesan
akan menjadi lain artinya bila diucapkan dengan intonasi suara
yang berbeda.
Humor
adalah merupakan satu-satunya selingan dalam berkomunikasi.
Singkat dan jelas
Komunikasi akan efektif bila disampaikan secara singkat dan jelas,
langsung pada pokok permasalahannya sehingga lebih mudah
dimengerti.
Timing (waktu yang tepat)

Kelebihan Dan Kekurangan


Komunikasi Verbal
Kelebihan
Komunikasi dapat disampaikan melalui tulisan maupun lisan.
Komunikasi verbal dapat digunakan untuk membahas kejadian
masa lalu, ide atau abstaksi.
Komunikasi menggunakan kata-kata akan lebih mudah
dikendalikan daripada dengan menggunakan bahasa isyarat
( gerakan badan/tubuh) atau ekspresi wajah

Kekurangan
Dalam paparan verbal selalu terdapat redundansi, repetisi,
ambiguity, dan abtraksi
Adanya keterbatasan jumlah kata yang tersedia untuk mewakili
objek.
Kata-kata mengandung bias budaya.
Diperlukan lebih banyak waktu untuk mengungkapkan pikiran
kita secara verbal.Sehingga darisegi waktu, pesan verbal
sangat tidak efisien.
Kata-kata yang disampaikan dalam suatu percakapan hanya
membawa sebagian dari pesan.

Kelebihan Dan Kekurangan


Komunikasi Verbal
Kelebihan
Komunikasi dapat disampaikan melalui tulisan maupun lisan.
Komunikasi verbal dapat digunakan untuk membahas kejadian
masa lalu, ide atau abstaksi.
Komunikasi menggunakan kata-kata akan lebih mudah
dikendalikan daripada dengan menggunakan bahasa isyarat
( gerakan badan/tubuh) atau ekspresi wajah

Kekurangan
Dalam paparan verbal selalu terdapat redundansi, repetisi,
ambiguity, dan abtraksi
Adanya keterbatasan jumlah kata yang tersedia untuk mewakili
objek.
Kata-kata mengandung bias budaya.
Diperlukan lebih banyak waktu untuk mengungkapkan pikiran
kita secara verbal.Sehingga darisegi waktu, pesan verbal
sangat tidak efisien.
Kata-kata yang disampaikan dalam suatu percakapan hanya
membawa sebagian dari pesan.

Praktek Komunikasi Verbal


Prakteknya komunikasi verbal bisa dilakukan dengan cara :

Berbicara dan menulis.


Umumnya untuk menyampaikan, orang cenderung lebih menyukai
speaking (berbicara) ketimbang (writing ). Selain karena praktis,
speaking dianggap lebih mudah menyentuh sasaran karena langsung
didengar komunikan.

Mendengarkan dan membaca

AFASIA
GLOBAL

PENGERTIAN

AFASIA
Pengertian afasia

Afasia adalah kehilangan daya pengutaraan melalui bicara,


menulis atau penggunaan tanda- tanda , dan kehilangan
pengertian bahasa yang didengar atau dibaca.
3 bentuk afasia:
Afasia ekspresif kata-kata tdk dpt dibentuk/diekspresikan
Afasia reseptif bhs tdk dimengerti
Afasia global mencakup ekspresif & reseptif

Afasia terbagi dua yaitu :


Afasia motorik
Afasia motorik adalah kesulitan berkata- kata tetapi dapat
mengerti pembicaraan
Afasia sensorik
Afasia sensorik dimana pasien sukar mengerti komprehensi
pembicaraan orang , tetapi mudah mengucapkan kata, tanpa
adanya gangguan pendengaran.

Tanda dan Gejala Afasia

1. Ketidakmampuan berbicara spontan


2. Ketidakmampuan membentuk kata-kata
3. Ketidakmampuan menyebut nama suatu benda/objek
4. Ketidakmampuan mengulang suatu frase
5. Parafasia (mengganti huruf atau kata)
6. Agramatisme (ketidakmampuan berbicara dengan bahasa
yang baik dan baku)
7. Produksi kalimat yang tidak lengkap
8. Ketidakmampuan membaca dan menulis
9. Ketidakmampuan untuk memahami bahasa

Terapi yang dapat digunakan untuk


penderita afasia :

Terapi bisa latihan untuk meningkatkan dan mempraktikkan


keterampilan komunikasi. Secara bertahap, latihan ini dapat
berlanjut menjadi langkah-langkah yang lebih rumit seperti
menjelaskan atau bercerita tentang suatu hal.
Pasien diajarkan untuk menggunakan bahasa tubuh dan gambar
untuk membantu berkomunikasi.
Buku atau papan dengan gambar dan bisa digunakan sebagai alat
peraga untuk membantu pasien mengingat kata-kata yang umum
digunakan.
Agar lebih efektif, terapi juga harus diiringi dengan langsung.
Pasien bisa mengunjungi berbagai tempat dan menerapkan apa
yang telah mereka pelajari.

Cara umum memaksimalkan komunikasi

Pelajari teknik pasien, misal: bhs isyarat, alat bantu pendengaran,


atau keluarga yg dpt menginterpretasikan makna kata-kata &
gestur pasien.
Berikan cukup waktu & aturlah kehadiran interpreter/anggota kelg
sebelumnya b/p.
Tempatkan diri sejajar dgn pasien shg pasien dpt melihat gerakn
mulut & ekspresi wajah perawat.
Berbicaralah dgn perlahan dan jelas menggunakan nada sedang.
Sediakan kertas & pensil atau papan tulis unt membantu pasien
berkomunikasi.

TERIMAKASIH
Atas Perhatian Saudara