Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Wirausaha
Wirausaha adalah orang yang menjalankan usaha atau perusahaan
dengan kemungkinan untung atau rugi. Oleh karena itu wirausaha perlu memiliki
kesiapan mental, baik untuk menghadapi keadaan merugi maupun untung besar.
Sehingga seorang wirausaha harus mempunyai karakteristik khusus yang
melekat pada diri seorang wirausaha seperti percaya diri, mempunyai banyak
minat, bisa bersepakat, mempunyai ambisi, berjiwa penjelajah, suka mencoba
sesuatu, dan lain-lain.
Berikut ini adalah pengertian dan definisi wirausaha menurut beberapa
ahli :
1. Joseph C. Schumpeter
Wirausaha adalah orang yang mampu menghancurkan keseimbangan pasar dan
kemudian membentuk keseimbangan pasar yang baru dan mengambil
keuntungan-keuntungan atas perubahan-perubahan tersebut.
2. Raymond W.Y. Kao
Wirausaha adalah orang yang mampu menciptakan dan merancang suatu
gagasan menjadi realita.
3. Richard Cantillon
Wirausaha adalah seseorang yang mampu memindahkan atau mengkonversikan
sumber-sumber daya ekonomis dari tingkat produktivitas rendah ketingkat
produktivitas yang lebih tinggi
4. Schumpeter
Wirausaha merupakan inovator yang tidak selalu menjadi inventor (penemu).

5. Syamsudin Suryana
Wirausaha

adalah

seseorang

yang

memiliki

karakteristik

percaya

diri,

berorientasi pada tugas dan hasil, pengambil resiko yang wajar, kepemimpinan
yang lugas, kreatif menghasilkan inovasi, serta berorientasi pada masa depan.
6. Prawirokusumo
Wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif
dengan jalan mengembangkan ide dan meramu sumber daya untuk menemukan
peluang dan perbaikan hidup.

1.2 Teknopreuner
Teknopreneur

adalah

pengusahan

yang

membangun

bisnisnya

berdasarkan keahliannya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, dan


menghasilkan prosuk inovatif yang berguna tidak hanya bagi dirinya, tetapi bagi
kesejahteraan bangsa dan negaranya.
Disisi lain bahwa kurikulum pendidikan berbasis teknopreneurship yang diberikan
di perguruan tinggi memiliki tujuan sebagai berikut :
1. Memberikan kontribusi kongkret dalam mensiasati masalah pengangguran
intelektual di Indonesia.
2. Mengembangkan spirit kewirausahaan di dunia perguruan tinggi.
3. Meminimalisir gap antara pemahaman teori dan realita praktek dalam
pengelolaan bisnis.

1.3 Ruang Lingkup Teknopreneurship


Beberapa tahun terakhir ini, istilah teknoprenuership kerap sekali kita
jumpai di berbagai media, baik media cetak maupun media elektronik. Buku-buku
yang menggunakan istilah ini sudah banyak bermunculan. Bahkan, ada
beberapa universitas yang mulai menawarkan technoprenuershzp sebagai
program Studi dan membuka program master. Salah satu universitas di Asia
2

yang menawarkan Master Degree Program in Technopreneurship adalah


Universitas Teknologi Nanyang (Nanyang Technological University - NTU)
Singapura. NTU bahkan memiliki pusat Studi khusus untuk bidang ini yang
dikenal dengan nama Nanyang Technopreneurship Center (NTC).
Dalam Wacana nasional, istilah Teknopreneurshzp lebih mengacu pada
pemanfaatan teknologi informasi untuk pengembangan Wirausaha. Berbeda
dengan pengertian pertama di atas, jenis wirausaha dalam pengertian
technopreneurship di sini tidak dibatasi pada wirausaha teknologi informasi,
namun segala jenis usaha, seperti usaha meubel, restaurant, super market
ataupun kerajinan tangan, batik dan perak. Penggunaan teknologi informasi yang
dimalcsudkan di sini adalah pemakaian internet untuk memasarkan produk
seperti dalam perdagangan online (e-Commerce).

1.3.1 Teknopreneurship di Asia


Jika kita menengok dua-tiga dekade yang lalu, sebut saja Taiwan, Korea
Selatan, dan Singapura masih digolongkan sebagai negara berkembang.
Sekarang negara-negara ini telah menjadi negara maju dengan perekonomian
yang didasarkan pada industri teknologi. Perkembangan Korea diawali dengan
industri tradisional kemudian diikuti oleh industri semikonduktor. Sedangkan
Singapura memiliki kontrak di bidang elektronik dengan perusahaan-penlsahaan
barat yang kemudian diikuti juga oleh manufktur semikonduktor. Taiwan terkenal
dengan industry asesoris Komputer Pribadi (PC). Rahasia lain yang membuat
perkembangan negara-negara ini melejit adalah adanya inovasi.
Inovasi di bidang Teknologi Informasi inilah yang juga membuat India
berkembang dan menj adi incaran industri dunia barat, baik bagi outsourcing
maupun penanaman modal. Contoh teknologi yang dikembangkan oleh India
adalah sebuah Handheld PC yang disebut sebagai Simputer.
3

Simputer dikembangkan untuk pen gguna pemula yang dari sisi finansial
merupakan pengguna kelas menengah ke bawah. Simputer dijalankan oleh
prosesor berbasis ARM yang murah dan menggunakan Sistem Operasi berbasis
opensource. Harga di pasaran adalah sekitar $200.
Inovasi India yang luar biasa datang dari perusahaan Shyam Telelink Ltd.
Shyam Telelink memperlengkapi becak dengan telefon CDMA yang berkelcuatan
175 baterai. Becak inipun diperlengkapi juga dengan mesin pembayaran
otomatis. Penumpang becak bisa menelepon. Tarif yang dikenakan sekitar 1.2
rupee per 20 menit. Lalu perusahaan ini mempekerjakan orang yang tidak
memiliki keahlian untuk mengemudikan becak. Upah para pengemudi becak
tidak didasarkan pada gaji yang tetap, namun berupa komisi sebesar 20% dari
tiap tarif telefon yang diperoleh (Wreless week, 2003).
Di Filipina, perusahaan telefon SMART mengembangkan metode untuk
melayani transfer pengiriman uang dari para pekerja Filipina yang bekerja di luar
negeri melalui telefon seluler dengan SMS. Menurut laporan Asian Development
Bank (ADB), SMART dapat meraup sekitar US $14 - 21 triliun per tahunnya dari
biaya transfer program ini.
China mengikuti jejak yang sama. Perusahaan-perusahaan China mulai
menunjukkan kipralmya di dunia internasional. Akuisisi IBM oleh pelusahaan
China Lenovo di tahun 2004 dan akuisisi perusahaan televisi Perancis Thomson
oleh Guangdong membuktikan bahwa technoprenuership di China semakin
kukuh.

Studi Posadas menunjukkan

bahwa

technopreneurshrp di Asia

berkembang disebabkan oleh beberapa hal. Peitama, faktor inovasi yang


diinsiprasikan oleh Silicon Valley. Jika revolusi industri Amerika di abad ke-20
yang lalu dipicu oleh inovasi yang tiada henti dari Silicon Valley, negara-negara
Asia berlomba untuk membangun Silicon Valley mereka sendiri dengan
karakteristik dan lokalitas yang mereka miliki.
4

Kedua, inovasi yang dibuat tersebut diarahkan untuk melepaskan diri dari
ketergantungan dunia barat. Sebagian besar teknologi yang diciptakan oleh
dunia Barat diperuntukkan bagi kalangan atas atau orang/instansi/perusahaan
yang kaya dan menciptakan ketergantungan pemakaiannya. Sementara itu,
sebagian besar masyarakat (baca pasar) Asia belum mampu memenuhi kriteria
pasar teknologi barat tersebut. Masih banyak masyarakat Asia yang memiliki
penghasilan di bawah $1 per hari, sehingga mereka tidak memiliki akses ke
teknologi yang diciptakan oleh dunia Barat. lni merupakan peluang yang besar
bagi para teknopreneur untuk berinovasi dalam menciptakan sebuah produk
teknologi yang menjangkau masyarakat marginal.

BAB II

TEKNOPREUNER BIDANG TEKNIK MESIN


Teknik mesin atau Teknik mekanik adalah ilmu teknik mengenai aplikasi
dari prinsip fisika untuk analisis, desain, manufaktur dan pemeliharaan sebuah
sistem mekanik. Ilmu ini membutuhkan pengertian mendalam atas konsep utama
dari cabang ilmu mekanika, kinematika, teknik material, termodinamika dan
energi. Ahli atau pakar dari teknik mesin biasanya disebut sebagai insinyur
(teknik mesin), yang memanfaatkan pengertian atas ilmu teknik ini dalam
mendesain dan menganalisis pembuatan kendaraan, pesawat, pabrik industri,
peralatan dan mesin industri dan lain sebagainya. Teknik mesin biasanya terdiri
dari :
1. Perancangan Mekanik dan Konstruksi
2. Proses Manufaktur dan Sistem Produksi
3. Konversi energi
4. Ilmu Bahan / Metalurgi
Teknik mesin mulai berkembang sebagai suatu ilmu setelah adanya
revolusi industri di Eropa pada abad ke-18. Kemudian pada abad ke-19 semakin
berkembang lagi mengikuti perkembangan ilmu fisika. Ilmu teknik mesin pun
semakin canggih, dan para insinyurnya sekarang mengembangkan diri di bagian
komposit, mekatronika, dan nanoteknologi.
Prospek pekerjaan seorang sarjana Teknik Mesin contohnya adalah :
1.
2.
3.
4.

Wirausahawan dalam bidang teknik mesin


Kontraktor/supplier peralatan mekanik
Konsultan Mechanical & Electrical
Profesional di industri (manajer produksi, manajer teknik, manajer R&D, dan

lain sebagainya).
5. Supplier peralatan teknik mesin
6. Dan lain sebagainya.

Dari penjelasan bidang disiplin ilmu dan prospek pekerjaan maka dapat
disimpulkan wirausaha yang dapat dilakukan seorang sarjana Teknik Mesin
antara lain :
1. Kontraktor/supplier peralatan mekanik.
2. Usaha di bidang komposit, mekatronika, dan nanoteknologi.
3. Usaha di bidang proses manufaktur.
4. Dan lain sebagainya.

BAB III
STRATEGI TEKNOPREUNER

Pada bab ini akan dibahas strategi ataupun hal-hal yang menjadi ciri khas
seorang entrepreuner atau teknopreuner. Prinsip-prinsip dasar teknopreuner
dalam bidang Teknik Mesin tidak jauh berbeda dengan bidang lainnya, karena itu
penulis mencoba menjelaskan hal-hal seperti di berikut sebagai pedoman
menjadi seorang entrepreuner khususnya teknopreuner.

3.1 Sifat-sifat Entrepreneur Sukses

Walaupun para entrepreneur memiliki karakteristik-karakteristik yang


berbeda, tetapi secara umum entrepreneur sukses memiliki sifat-sifat sebagai
berikut :
1. Gaya manajemen partisipatif; mereka berkeinginan untuk berbagi kekuasaan
dengan tim dan karyawannya.
2. Keinginan yang tinggi untuk berprestasi dengan keinginan yang moderat
untuk kekuasaan.
3. Tahan banting dan tidak mudah kecewa.
4. Sanggup hidup dengan ketidakpastian, khususnya ketidakpastian finansial.
5. Tidak defensif; mau mendengar kritik yang membangun dengan pikiran
terbuka (open mind).
6. Fleksibel; memiliki kemampuan untuk berubah ketika sadar bahwa dia sedang
berjalan menuju ke arah yang salah.

3.2 Pertimbangan Personal


Menjadi seorang entrepreneur pada satu sisi dapat memberikan imbalan
atau manfaat personal yang besar, namun pada sisi lain juga memerlukan
pengorbanan personal yang besar. Menjadi entrepreneur dapat memberikan
perasaan sukses yang luar biasa, rasa bangga dalam membentuk entitas baru
yang bermakna, meyelesaikan masalah yang penting, dan mengerjakan sesuatu

yang orang lain belum kerjakan. Anda dapat menjadi bos di perusahaan sendiri,
mengerjakan yang menurut anda menarik, dan mungkin menjadi kaya. Namun,
pada saat yang sama, ada pengorbanan besar yang diperlukan untuk menjadi
seorang entrepreneur sukses, yakni:
1. Ketidakpastian dan stres.
2. Bekerja sangat lama, sedikit waktu libur.
3. Berpotensi berbahaya untuk kehidupan pribadi, keluarga, atau karir.
4. Pengorbanan finansial dan gaya hidup.
Pengorbanan-pengorbanan yang disebutkan di atas tidak dimaksudkan
untuk menghalangi menjadi seorang entrepreneur. Hal-hal tersebut hanya untuk
memberikan gambaran nyata tentang kehidupan entrepreneur, sehingga
mendapatkan keputusan berkenaan dengan karir yang digeluti.

3.3 Invensi, Inovasi, dan Technopreneur


Technopreneurship bersumber dari invensi dan inovasi. Invensi adalah
sebuah penemuan baru yang bertujuan untuk mempermudah kehidupan.
Inovasi adalah proses adopsi sebuah penemuan oleh mekanisme pasar. Invensi
dan inovasi ada dua jenis, yakni: (1) invensi dan inovasi produk, dan (2) invensi
dan inovasi proses.
Berbagai kemajuan yang dicapai diawali dengan riset dan temuantemuan baru dalam bidang teknologi (invensi) yang kemudian dikembangkan
sedemikan rupa sehingga memberikan keuntungan bagi penciptanya dan
9

masyarakat penggunanya.

Fenomena perkembangan bisnis dalam bidang

teknologi diawali dari ide-ide kreatif di beberapa pusat penelitian (kebanyakan di


Perguruan Tinggi) yang mampu dikembangkan, sehingga memiliki nilai jual di
pasar. Penggagas ide dan pencipta produk dalam bidang teknologi tersebut
sering disebut dengan nama technopreneur (teknopreneur), karena mereka
mampu menggabungkan antara ilmu pengetahuan yang dimiliki melalui
kreasi/ide produk yang diciptakan dengan kemampuan berwirausaha melalui
penjualan

produk

yang

dihasilkan

di

pasar.

Dengan

demikian,

technopreneurship merupakan gabungan dari teknologi (kemampuan ilmu


pengetahuan dan teknologi) dengan kewirausahaan (bekerja sendiri untuk
mendatangkan keuntungan melalui proses bisnis).
Saat ini, perkembangan bisnis dalam bidang teknologi sebagian besar
dihasilkan dari sinergi antara pemilik ide kreatif (technopreneur), yang umumnya
berafiliasi dengan berbagai pusat riset (seperti Perguruan Tinggi), dengan
penyedia modal yang akan digunakan dalam berbisnis. Hubungan antara tiga
unsur tersebut yang kemudian mendorong berkembangnya bisnis teknologi yang
ada di beberapa negara, misalnya di Sillicon Valley di Amerika Serikat, Bangalore
di India, dan beberapa negara lainnya. Di Indonesia, sinergi ketiga pihak tersebut
belum terbangun dengan baik.

Pengembangan berbagai pusat inovasi dan

inkubator bisnis dalam bidang teknologi di beberapa perguruan tinggi dan


lembaga

riset

merupakan

upaya

yang

positif

untuk

membangun

technopreneurhsip di Indonesia.

3.4 Peranan Technopreneurship bagi Masyarakat

10

Invensi dan inovasi yang dihasilkan, serta technopreneurship tidak hanya


bermanfaat

dalam

pengembangan

industri-industri

besar

dan

canggih.

Technopreneurship juga dapat diarahkan untuk memberikan manfaat kepada


masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lemah dan untuk meningkatkan
kualitas hidup mereka. Dengan demikian, technopreneurship diharapkan dapat
mendukung pembangunan berkelanjutan (sustainable development).
Technopreneurship dapat memberikan memiliki manfaat atau dampak,
baik secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Dampaknya secara ekonomi
adalah :
1.

meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

2.

meningkatkan pendapatan.

3.

menciptakan lapangan kerja baru.

4.

menggerakkan sektor-sektor ekonomi yang lain.


Manfaat dari segi sosial diantaranya adalah mampu membentuk budaya

baru yang lebih produktif, dan berkontribusi dalam memberikan solusi pada
penyelesaian masalah-masalah sosial. Manfaat dari segi lingkungan antara lain
adalah :
1. memanfaatkan bahan baku dari sumber daya alam Indonesia secara lebih
produktif.
2. meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya terutama sumberdaya
energi.

11

Ada beberapa bidang invensi dan inovasi yang dapat diprioritaskan untuk
memberikan manfaat kepada masyarakat ekonomi lemah terdiri dari: air, energi,
kesehatan, petanian, dan keanekaragaman hayati (water, energy, health,
agriculture, dan biodiversity, yang biasa disingkat WEHAB). Di bidang-bidang di
atas

masyarakat

ekonomi

lemah

di

Indonesia

banyak

menghadapi

permasalahan. Pengembangan technopreneurship dalam bidang Teknik Mesin


dapat diarahkan sebagai upaya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Misalnya :
a. Water (Air)
Banyak masyarakat Indonesia yang memiliki akses yang sangat terbatas pada
air bersih, juga petani yang memiliki keterbatasan akses air untuk irigasi.
Tantangan technoprenuership masih sangat terbuka lebar untuk memberikan
solusi teknologi pengadaan air bersih dan efisiensi irigasi. Contohnya produk
teknologi yang dapat ditawarkan antara lain sistem desalinasi air laut yang murah
dan irigasi tetes (drip irrigation).
b. Energy (Energi)
Dunia saat ini dihadapkan pada kekurangan energi yang kronis. Lapisan
masyarakat terbawah di Indonesia saat ini sudah merasakan kesulitan yang luar
biasa untuk mendapatkan sumber energi baik untuk kegiatan konsumtif maupun
produktif. Tantangan yang besar saat ini untuk menghasilkan teknologi energi
alternatif yang terbarukan, ramah lingkungan, yang terjangkau, efisien, dan
berkelanjutan. Contoh produk teknologi alternatif misalnya energi listrik tenaga
air (microhydro), tenaga angin, pengering tenaga surya, dan lain-lain.
c. Health (Kesehatan)

12

Akses pada fasilitas kesehatan yang memadai serta dan biaya kesehatan yang
mahal masih menjadi masalah utama masyarakat miskin Indonesia. Oleh karena
itu sangat diperlukan alternatif metode pengobatan dan peningkatan kesehatan
yang aman dan terjangkau; teknologi pengobatan/pencegahan terhadap penyakit
spesifik lokal, serta obat-obatan alternatif yang terjangkau terutama untuk
penyakit yang lazim dijumpai di masyarakat tidak mampu. Contoh produk
teknologi alternatif adalah pengembangan produk-produk berbahan baku lokal
menjadi produk herbal terstandar atau fitofarmaka.
d. Agriculture (Pertanian)
Masih sangat banyak masalah di sektor pertanian Indonesia yang umumnya
dihuni oleh kelompok petani miskin. Beragam teknologi dalam bidang pertanian,
perikanan, dan peternakan rakyat sangat dibutuhkan untuk meningkatkan
produktivitas dan nilai tambah pertanian kita.
e. Biodiversity (Keanekaragaman Hayati)
Indonesia memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman hayati nomor dua di
dunia, namun pemanfaatannya saat ini belum banyak memberikan manfaat
sosial

yang

besar.

Beragam

sentuhan

teknologi

diperlukan

misalnya

penggunaan keanekaragaman hayati untuk biomedicine dan produk makanan;


teknologi

pengolahan

keanekaragaman

yang

hayati

memanfaatkan
Indonesia

dan

dengan

memberi
tetap

nilai

tambah

mempertahankan

kelestariannya.
Agar invensi dan inovasi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat
beberapa kriteria berikut ini dapat digunakan untuk mengembangkan invensi dan
inovasi agar bermanfaat bagi masyarakat, yaitu inovasi dan invensi itu harus :

13

1. Memberikan performansi solusi lebih baik dan lebih efisien.


2. Menjawab permasalahan dan memenuhi karakteristik kebutuhan masyarakat.
3. Merupakan ide orisinal.
4. Dapat diterapkan ke pasar dan memenuhi kriteria kelayakan ekonomi.
5. Memiliki skala pasar dan skala manfaat yang memadai.
6. Dapat dipasarkan sebagai produk atau jasa.
7. Meningkatkan

produktivitas,

pendapatan,

dan

lapangan

kerja

bagi

masyarakat.
Pada saat ini di Indonesia secara umum, dukungan terhadap invensi dan
inovasi domestik masih terbatas, belum integratif dan tidak berorientasi pasar,
sehingga banyak invensi dan inovasi yang layu sebelum berkembang. Ada
kesenjangan yang besar antara penawaran dan permintaan solusi teknologi
bernilai tambah. Selain itu, dana penelitian dan pengembangan nasional masih
terbatas dan kemampuan technopreneurship domestik masih rendah.
Berikut adalah 10 kunci kualitas yang diperlukan pengusaha agar sukses.
Beberapa diantaranya mungkin telah Anda miliki dalam kepribadian Anda,
sementara yang lainnya harus terus menerus dikembangkan.
1. Pengetahuan khusus
Anda harus memiliki pengetahuan khusus terkait dengan bisnis yang
akan jalankan. Tanpa mengetahui seluk-beluk produk atau dinamika market
tertentu, Anda menempatkan diri Anda pada kegagalan. Kurangnya pengetahuan

14

akan membuat keputusan yang buruk dan belajar dari kesalahan yang mahal
bukanlah hal yang mudah bagi pengusaha. Ketika Anda men-set bisnis, hanya
ada satu peluang yang sempit satu atau paling banyak dua tahun dimana
Anda harus sukses sebelum Anda kehabisan sumber atau energi. Terlepas dari
pengetahuan khusus, Anda juga harus memahami dasar area dan perdagangan
bisnis Anda dengan cepat, mulai dari akun dan administrasi sampai marketing
dan produksi.
2. Percaya diri
Meluncurkan bisnis baru adalah perjuangan dan tanpa kepercayaan diri
dan kemampuan untuk melihat situasi, maka akan mudah hancur. Karyawan
mereflekseikan moral pengusaha dan jika mereka merasa Anda tidak jujur atau
tidak aman, mereka akan menjadi gelisah dan tidak ada motivasi. Anda harus
belajar menyimpan ketakutan dan kecemasan dalam hati dan merefkeksikannya
secara personal . Dihadapan publik, Anda harus menjadi figur yang tenang dan
percaya diri.
3. Keuletan
Kemampuan

untuk

melihat

situasi

adalah

kualitas

yang

dimiliki

pengusaha sukses. Orang yang demikian mampu bertahan dalam kondisi bisnis
yang tidak menentu dengan keteguhan dan keuletan. Kemauan yang kuat lebih
diperlukan di tahap awal usaha, bahkan ketika goncangan kecil terjadi dalam
bisnis. Pengusaha harus belajar untuk bangkit dari kegagalan yang dihadapi.
4. Motivasi yang tepat

15

Mengapa Anda ingin memulai usaha Anda ? Apakah semata-mata untuk


menghasilkan banyak uang sehingga Anda bisa membeli kondominium? Apakah
ada sesuatu yang lebih tinggi yang mendorong Anda ? Pengusaha yang memiliki
motivasi lebih tinggi daripada nilai sekedar kaya cenderung membangun bisnis
yang bisa bertahan lama . Mereka di dorong oleh keinginan untuk menciptakan
sesuatu yang berharga. Mereka memberikan benefit di lingkungannya dengan
memberikan produk dan jasa yang unik atau melakukan sesuatu dengan cara
yang lebih baik sehingga memberikan kesejahteraan bagi setiap orang. Tentu,
mereka juga menjadi kaya secara signifikan, tapi ini yang jarang dijadikan
motivasi utama.
5. Kreatifitas dan inovasi
Kreatifitas

adalah

kemampuan

memberikan

solusi

unik

dari

permasalahan. Pengusaha sukses mengadopsi teknik pemecahan masalah yang


kreatif untuk menghadapi tantangan. Pemikiran kreatif dan inovatif yang
demikian diperlukan di semua area, dari mengisi kekosongan pasar, dan
memvisualisasikan produk dengan sistem dan prosedur yang lebih efisien dan
biaya yang efektif. Terkadang, hanya diperlukan satu ide bagus untuk mengubah
keberuntungan bisnis dan mengeluarkan produk yang bagus.
6. Pandangan Strategik
Tidak ada pengusaha yang sukses tanpa pandangan stratejik terhadap
perubahan banyak hal. Langkah apa yang harus diambil dimasa datang? produk
baru apa yang diluncurkan ? haruskah operasional dikonsolidasikan atau
ekspansi ? investasi uang atau membangun modal cadangan ? apa langkah
kompetitor selanjutnya ? akankah terjadi penurunan ekonomis ? Jawaban atas

16

pertanyaan-pertanyaan

tersebut

tergantung

pada

pandangan

stratejik

pengusaha. Pengusaha yang sudah lama malang-melintang di dunia bisnis


memiliki pengalaman tersebut atau hanya dengan mengandalkan memiliki
peluang yang bagus untuk sukses karena mereka bisa merasakan kemana arah
angin bertiup dan akan mengarahkan kemudi di arah angin.
7. Kepemimpinan
Seorang

pengusaha

harus

bisa

menjadi

seorang

pemimpin.

Kepemimpinan adalah kualitas yang memberikan panduan dan insipirasi bagi


mereka yang melihat ke arah Anda. Banyak orang yang beruntung terlahir
dengan kualitas kepemimpinan. Bagi yang lain, merupakan keterampilan yang
didapat dari kerja keras dan pengalaman. Bagaimanapun, tidak ada pengusaha
berhasil tanpa kualitas kepemimpinan untuk memotivasi orang yang bekerja
dengannya, dorong mereka untuk memberikan yang terbaik dan tentukan arah
kemana mereka melangkah.
8. Menghilangkan ego
Pengusaha dengan ego yang tinggi tidak bisa menghargai pandangan
orang lain kecuali pandangannya sendiri. Mereka mudah tersinggung dan orang
yang berbakat akan kesulitan bekerja dengannya. Ini bisa menjadi pangkal
masalah.

Karyawan

dengan

tingkat

self-respect

dan

intelegensi

akan

meninggalkan organisasi atau berusaha low profile di tempat kerja. Mereka yang
ambisius akan mengatakan pada bos apa yang hanya ingin dia dengar.
Pengusaha yang egois tidak bisa menilai karyawan berdasarakan kontribusinya
pada perusahaan. Mereka akan menilainya dari sudut pandang suka dan tidak
suka. Pengusaha yang demikian akan menjadi santapan kompetitor.

17

9. Kemampuan untuk berbelok


Fleksibilitas dalam berpikir adalah kualitas kunci bagi pengusaha. Mereka
harus bisa merubah pandangan dan strategi berdasarkan situasi yang terjadi.
Untuk melakukannya, ego perlu dihilangkan . Jika Anda memiliki sifat yang
demikian, Anda tidak akan mengakui kesalahan yang sudah Anda buat dan
menolak untuk mempertanggungjawabkan keputusan Anda. Pengusaha yang
egois terus menggelontorkan uang untuk proyek yang tidak memiliki harapan
memberikan keuntungan. Salah satu contoh yang paling dikenal yang masih
diajarkan di sekolah bisnis yang memiliki kemampuan untuk berbelok adalah
Microsoft. Perusahaan ini tidak menghiraukan fenomena Internet saat mulai
populer dipenjuru dunia. Setelah dua tahun mengabaikannya, Microsoft meninjau
ulang posisnya dan membelokkan perusahaan dalam sekejap . Dalam
melakukan perubahan, perusahaan berhadapan dengan teknologi baru,
melakukan akuisisi, mengeluarkan produk baru, dan kini berada di garis depan
revolusi Internet. Semua ini tidak akan pernah terjadi jika manajer puncak tidak
fleksibel dalam melakukan pendekatan dan cukup rendah hati untuk mengatakan
Kami telah melakukan kesalahan dalam hal ini .
10. Etika
Etika adalah faktor terbesar yang didengar prospek terhadap perusahaan
untuk jangka panjang. Rekan suplier, konsumen, karyawan, bankir, pemegang
saham tidak suka berhubungan dengan pengusaha yang tidak jujur. Mereka
akan sulit menghilangkan sakit hatinya dan harus selalu waspada . Kejujuran dan
etika adalah benih kepercayaan dan ketika orang lain mulai mempercayai Anda,
banyak pintu yang akan terbuka.

18

BAB IV
KESIMPULAN

Adapun beberapa kesimpulan yang di dapat adalah :


1. Wirausaha adalah orang yang menjalankan usaha atau perusahaan dengan
kemungkinan untung atau rugi.
2. Teknopreneur adalah pengusahan yang membangun bisnisnya berdasarkan
keahliannya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, dan menghasilkan
prosuk inovatif yang berguna tidak hanya bagi dirinya, tetapi bagi
kesejahteraan bangsa dan negaranya.
3. Wirausaha yang dapat dilakukan seorang sarjana Teknik Mesin contohny
kontraktor/supplier

peralatan

mekanik,

usaha

di

bidang

komposit,

mekatronika, dan nanoteknologi, usaha di bidang proses manufaktur dan lain


sebagainya.
4. Invensi dan inovasi yang dihasilkan, serta technopreneurship tidak hanya
bermanfaat dalam pengembangan industri-industri besar dan canggih.
Technopreneurship juga dapat diarahkan untuk memberikan manfaat kepada
masyarakat

yang

memiliki

kemampuan

ekonomi

lemah

dan

untuk

meningkatkan kualitas hidup mereka.

19