Anda di halaman 1dari 6

PROSES KEPERAWATAN

TULANG:SCOLIOSIS

KLIEN

DENGAN

KONDISI

KELAINAN

KURVATURA

A. KONSEP DASAR PENYAKIT


1. Pengertian
Scoliosis is a lateral curvature of the spine. (Melengkungnya kurva
vertebrae ke arah lateral
2. Epiedemiologi
Prevalensi skoliosis sulit dipastikan, karena lengkungan pada kurva
yang kecil mungkin tidak dicatat. Secara statistic, jumlah kasus di USA,
rata-rata 1,5/1,000 penduduk. Anak perempuan lebih mudah terkena
dibandingkan dengan anak laki-laki. Dengan gambaran skoliosis yang
menggambarkan kelengkungan kurva tulang belakang >10% pada
posisi posteroanterior pada X-ray, pelu pengontrolan . Pada umumnya
kelengkungan kurva >20% perlu penanganan yang serius.

Etiologi
Skoliosis dibagi dalam 2 jenis yaitu structural dan non structural.
Skoliosis non structural disebabkan oleh akibat memikul benda berat
pada sebelah bahu saja, postur badan yang tidak bagus (selalu
membungkuk), kaki tidak sama panjang, dan cidera diantara vertebra
yang menekan saraf.
Skoliosis structural disebabkan oleh pertumbuhan vertebra yang
abnormal. Ciri-cirinya: bahu tidak sama tinggi, garis pinggang tidak
simetris, badan bungkuk sebelah, sebelah pinggul menjadi lebih tinggi,
badan tidak simetris kiri dan kanan.
Penyebab skoliosis tidak diketahui secara pasti. Seseorang menderita
skoliosis bias disebabkan karena berbagai macam factor: fktor genetic,
factor neuromuskuler, dan ada pula yang idiopatik.
Terdapat 3 penyebab umum dari skoliosis.
Kongenital (bawaan), biasanya berhubungan dengan kelainan
dalam proses pembentukan tulang belakang atau tulang rusuk
yang menyatu.
Neuromuskular; kelemahan otot atau kelumpuhan akibat
penyakit cerebral palsy, distrofi otot, polio, osteoporosis.
Idiopatik; penyebabnya tidak diketahui.
Pada kebanyakan kasus penyebab skoliosis tidak diketahui (idiopatik).
Tipe dari skoliosis ini digambarkan berdasarkan umur. Jika < 3 tahun,
disebut infantile idiopathic scoliosis. Jika berkembang diantara umur 310 tahun disebut juvenile idiopathic scoliosis. Pada usia > 10 tahun
disebut adolescent idiopathic scoliosis.
Tanda dan Gejala

Tulang belakang melengkung secara abnormal ke arah samping


Bahu/ pinggul kiri- kanan asimetris
Nyeri punggung
Kelelahan pada tulang punggung setelah duduk/berdiri dalam jangka waktu
lama.
Skoliosis yang berat (dengan kelengkungan kurva > 60 bias menyebabkan
gangguan pernapasan. Pada umumnya kebanyakan pada punggung bagian
atas membengkok ke kanan dan punggung bawah membengkok kea rah kiri,
sehingga bahu kanan lebih tinggi dari bahu kiri. Awalnya penderita tidak
menyadari atau merasakan sakit pada tubuhnya karena memang skoliosis
tidak selalu memberikan gejala yang mudah dikenali. Jika ada gejala pun
tidak dianggap terlalu serius karena kebanyakan hanya mengeluhkan pegalpegal pada punggung.
Patofisiologi
Kelainan bentuk tulang punggung ini berawal dari adanya kelamahan syaraf
atau lumpuh, ehingga terjadi tarikan pada ruas tulang belakng. Tarikan
berfungsi untuk menjaga ruas tulang belakang berada pada garis yang
normal. Tetapi karena kebiasaan duduk miring, membuat sebagian syaraf
menjadi lemah, dan bias mengakibatkan kematian syaraf. Ini berakibat pada
ketidakseimbangan tarikan pada ruas tulang belakang.
Penatalaksanaan
Pengobatan bisanya dilakuakn tergantung derajat lengkungan kurva tulang
belakang. Jika kelengkungan < 20, biasanya tidak perlu pengobatan, tetapi
penderita harus menjalani pengobatan secara teratur tiap 6 bulan. Pada
anak-anak yang masih dalam pertumbuhan, kelengkungan biasanya
bertambah
sampai 25-30, karena itu biasanya dianjurkan untuk
menggunakan brace/korset (alat penyangga) untuk memperlambat
progresivitas kelengkungan vertebra. Milwauke dan boston brace efektif
dalam mengendalikan progresivitas skoliosis, tetapi harus dipasang selama
23 jam/hari sampai masa pertumbuhan anak berhenti. Brace tidak efektif
digunakan pada skoliosis congenital maupun neuromuscular. Jika
kelengkungannya mencapai 40 atau lebih, biasanya dilakukan pembedahan.
Sesudah dilakukan pembedahan mungkin diperlukan pemasangan brace
untuk menstabilkan tulang belakang. Kadang diberikan elektrospinal, dimana
otot vertebra dirangsang dengan arus listrik rendah untuk meluruskan
vertebra.
Komplikasi:
Gangguan pernapasan
Kelemahan otot /persendian

Application of distraction cast to gradually straighten curve. (used


infrequently)
Application of Costrels traction or halo-femoral traction before surgery.
TES DIAGNOSTIK
X-Ray : adanya rotasi pada vertebra, lordosis vertebral, dan cenderung
membengkok kea rah lateral; terjadi penyempitan pada vertebral
torakalis anterior.

PROSES KEPERAWATAN
Pengkajian
PENGKAJIAN
Riwayat
Pemeriksan
Fisik

OBSERVASI
Riwayat keluarga dengan bahu dan pinggul tidak rata,
rusuk yang lebih menonjol di bagian lain
Tampak kurva melengkung kea rah lateral dengan
atau tanpa rotasi saat berdiri; tinggi bahu dan pinggul
tidak sama; pada posisi flexi,vertebra torakal berotasi
ke arah kiri/kanan punggung, kaki tidak sama
panjang, bahu yang satu lebih tinggi dari bahu yang
lain, dll.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Gangguan Citra Tubuh b/d terjadinya skoliosis
Tujuan: Pasien akan mempunyai citra tubuh yang positif
Intervensi:
Kaji pengaruh kondisi pada citra tubuh dan konsep diri
Rasional: Membantu membedakan asuhan keperawatan
Mendorong pasien untuk mengungkapkan kegelisahannya
yang berhubungan dengan skoliosis
Rasional: Membantu klien mengungkapkan kegelisahannya
akan pasien lebih tenang.
Diskusikan pakaian untuk menutup brace/korset agar tidak
terlalu kelihatan.
Rasional: Pakaian yang tepat akan membuat klien lebih
percaya diri.
Diskusikan pemakaian korset dan lama waktu yang
diperlukan
Rasional: Korset tidak memperbaiki deformitas tulang tetapi
membantu mempertahankan derajat kelengkungan kurva
Diskusikan perawatan korset dan kulit yang tertutup korset
Rasional: Kulit yang bersih membantu menghindarkan pasien
dari masalah kulit dan korset yang terawat akan
mengjindarkan kulit yang tertutup dari masalah kulit.
Libatkan relasi dalam aktivitas, olahraga dan hobi
Rasional: Partisipasi relasi dalam aktivitas membantu
mengembangkan rasa percaya diri klien.
2. Gangguan Mobilisasi b/d skoliosis
Tujuan: Pasien akan mendapatkan perbaikan dalam mobilisasi
Intervensi:
Kaji pengaruh kelengkungan kurva terhadap kekuatan otot
Rasional: Membantu dalam rencana asuhan keperawatan
Diskusikan penggunaan traksi Cotrel sebelum tindakan
pembedahan bila dianjurkan
Rasional: Traksi bisa digunakan untuk merenggangkan otot
Ganti posisi pasien setiap 2 jam bila sedang ditraksi
Rasional: Ganti posisi tiap 2 jam membantu perfusi jaringan
dan untuk mempertahankan integritas kulit.
Menyusun terapi fisik sesuai instruksi dokter
Rasional: Terapi khusus mungkin dibutuhkan untuk
mempertahankan fungsi otot-persendian.
Jika operasi dianjurkan, diskusikan kebutuhan istirahat di
tempat tidur
Rasional: Istirahat diperlukan untuk memberikan keadaan
yang stabil setelah tindakan operasi
Menyusun terapi fisik post-operasi dan terapi okupasi jika
dianjurkan
Rasional: Jaringan otot perlu mendapat terapi untuk
mengembalikan kekuatan dan fungsi jaringan otot
Berikan perawatan post operasi
Rasional: Untuk mencegah terjadinya komplikasi.

3. Gangguan pertukaran gas b/d gangguan pada paru


Tujuan: Pasien tidak mengeluhkan gangguan pernapasan
Intervensi:
Kaji fungsi paru; monitor bunyi napas, ukur kapasitas vital
Rasional: Bunyi napas dan kapasitas vital membantu
mengindikasikan fungsi paru
Ajarkan latihan tarik napas dalam
Rasional:
Latihan
tarik
napas
dalam
membantu
meningkatkan oksigenasi

PENDIDIKAN PADA PASIEN

Jelaskan perkembangan skoliosis sesuai tingkatan umur dan kondisi


Jelaskan tujuan penanganan termasuk korset, traksi, dan tiindakan operasi
jika dianjurkan
Jelaskan tujuan dan cara latihan untuk mempertahankan dan menjaga
kekuatan otot.
Jelaskan syarat-syarat untuk memenuhi aturan penanganan/perawatan
Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menjelaskan kebutuhan nutrisi yang tepat.