Anda di halaman 1dari 17

BUKU PANDUAN SEDERHANA

By Aji

Kolam sebaiknya dari beton dengan minimal luas 2x4 m

Sebelum digunakan, kolam pemijahan di bersihkan dan di


jemur 1-2 hari, kemudian isi air 30-40 cm sterilkan dengan
BOSTER BLUE COPPER 1 ppm biarkan 1-2 hari untuk
persiapan pemijahan.

Alat dan sarana :


- Pompa air
- Jaring
- Seritan Ikan lele
- Induk lele
- Kakaban dari ijuk yang sudah digapit dengan bambu
(untuk bertelur ikan lele) atau dengan paranet hitam.

UNTUK PERSIAPAN INDUK : berikan pakan pellet sebanyak


3% per hari dan pakan tambahan dengan protein tinggi dan
rendah lemak,,,,spt keong mas, dll. Dan untuk
supplementnya dengan :
BOSTER PROTEC PLUS, mengandung asam amino
essential yang berfungsi untuk proses pematangan gonad
sebagai asupan protein yang siap cerna
BOSTER FISH IMUNOVIT, selain fungsi utamanya sebagai
immunostimulant / perangsang daya tahan tubuh,
kandungan mineralnya yaitu Zinc dan selenium juga
berfungsi utk merangsang proses pematangan gonad
sehingga tingkat fertilitas telur yg dihasilkan bisa
maksimal.
BOSTER PREMIX AQUAVITA , Multivitamin lengkap
bermanfaat untuk meningkatkan metabolisme terutama
kandungan Vit E meningkatkan fertilitas
Dosis masing-masing 2 gr / kg pakan tiap kali pakan

Pilih Induk yang sehat dan tidak cacat dan bukan dari satu
keturunan dan minimal sudah berumur 1 tahun lebih.

Pilih Induk Lele yang matang gonad jantan dan betina dengan
ciri-ciri sbb :
BETINA : Gerakan ikan sedikit lamban, bagian perut membesar
ke arah anus,dan di raba terasa lembek. Kelamin berwarna
kemerahan dan tampak membesar, jika di urut akan keluar
telur berwarna kuning tua / kecoklatan, telur ada 3 warna
yaitu:
- hijau (masih terlalu mentah)
- kuning (matang tapi belum maksimal)
- coklat (titik puncak kematangan telur dan gonad)
JANTAN : Alat kelamin tampak merah keungu-an dengan ujung
kelamin meruncing mendekati sirip belakang, gerakannya
lincah dan gesit serta tubuh ramping, warna tubuh kemerahan
demikian juga bagian mulut.

Setelah induk-induk diseleksi, sesuai dengan tingkat kematangan


gonad telurnya, induk2 trsbt dipisahkan dikolam yg lain,
kemudian dipuasakan (pemberokan) selama 1 hari sebelum
dipijahkan.

Pasang kakaban tindih 4 sudut dengan genteng


(gentengmenimbulkan aroma ampo bermanfaat utk
merangsang mijah) pada kolam yang sudah di persiapkan
hingga menutupi 80% permukaan air.

Lepaskan induk-induk lele yang sudah dipilih dengan


perbandingan 1 betina dan 1 jantan.

Proses pemijahan akan terjadi pada malam hari yang


ditandai saling kejar-kejaran antara induk betina dan
jantan mengitari kakaban.

Amati pada pagi hari, telur-telur sudah dilepas dan


menempel pada seluruh permukaan kakaban.

Angkat kakaban pndahkan ke kolam penetasan telur,


selanjutnya induk lele pindahkan ke kolam perawatan
induk.

Amati telur-telur tersebut setelah 24 jam dan telur-telur


tersebut mulai menetas. Telur yang baik akan menetas
sampai 35 jam. Burayak lele yang keluar dari telur masih
sangat kecil dan lemah, badan transparan dan masih
mengandung kuning telur. Telur-telur yang tidak terbuahi
berwarna putih susu dan tidak akan menetas serta akan
membusuk, lakukan penyiponan untuk mengambil telur
yang gagal menetas. Telur-telur yang terbuahi terlihat
kuning transparan dan akan menetas setelah 34 jam
sampai dengan 48 jam dikeluarkan oleh induk.
Setelah telur lebih dari 48 jam dan sudah terlihat banyak
yang menetas maka kakaban diangkat secara hati- hati.
Merawat larva, larva yang baru beberapa hari menetas
kondisinya masih sangat lemah. Larva in tidak memerlukan
pakan tambahan sampai menunggu kandungan kuning
telurnya habis. Kandungan kuning telur akan habis setelah
menetas 3-4 hari.

Siapkan media air kolam untuk perawatan larva dengan melakukan


sterilisasi dengan antibiotik BOSTER INROFLOX 12/25
Larva-larva lele yang baru menetas perlu perhatian khusus
perkembangannya. Umur 2-3 hari setelah menetas rawan dengan
kematian yang disebabkan kualitas air yang kurang baik akibat perubahan
suhu yang drastis, dan akumulasi gas beracun akibat banyaknya telur yang
gagal menetas.
Suhu dingin disiasati pemberian heater atau sekeliling kolam larva di
tutup dengan plastik / terpal, jika suhu terlalu tinggi bisa diberi peneduh
seperti daun pisang atau daun kelapa.
Suhu yang paling baik utk penetasan telur maupun perawatan larva
berkisar 28 30 derajat celcius dan tinggi air minimal 20 cm dan
maksimal 30 cm.
Pemberian pakan cacing bisa diberikan pada larva setelah berumur 3 -4
hari setelah egg yolk habis.
Ada alternatif lain pengganti cacing dg memakai pelet yg paling halus /
serbuk berprotein 40%. Sebelum dikasih ke bibit lele yg berumur 4hari
sebaiknya pelet tersebut dikukus selama sekitar 15menit dg tujuan
supaya butirannya jadi lembut dan lembek sehingga mudah dicerna oleh
larva lele.. setelah dikukus biarkan dingin dulu dan berikan tambahan
asupan gizi dari suplemen / multivitamin untuk memacu pertumbuhan
dan daya tahan tubuhnya, (BOSTER GROTOP + BOSTER PREMIX
AQUAVITA, dosis masing-masing 5 gr/ kg pakan) dicampurkan. kemudian
bentuk gumpalan dan tempelkan di dinding kolam.

Sebelum cacing di berikan ke larva, dibilas sampai bersih


dan di sterilkan dengan mencelup-celupkan beberapa detik
ke dalam larutan BOSTER BLUE COPPER dengan kosentrasi
10% guna mencegah timbulnya penyakit.
Untuk meningkatkan daya tahan tubuh larva (antibodi).
Pakan cacing sebaiknya dicampur dengan suplemen
immunostimulant BOSTER FISH IMUNOVIT dosis 10-15 cc /
liter cacing.
Setelah berumur 4 hari, lakukan pemberian antibiotik
dengan BOSTER INROFLOX12/25 sesuai dosis.
Pemberian antibiotik bisa dicampur ke pakan cacing atau
dicampur dengan air kemudian disiramkan ke kolam.
Menjaga suhu air pada kisaran 28-30 derajad Celcius.
Umur 10 hari keatas, berikan pakan pellet bentuk powder
/ serbuk dan campur pakan tsb dengan supplement
BOSTER GROTOP + BOSTER PREMIX AQUAVITA (sbg
pemacu pertumbuhan ikan dan membantu metabolisme
pencernaan ikan)

Pemberian suplemen (BOSTER GROTOP , BOSTER PREMIX


AQUAVITA, dan BOSTER FISH IMUNOVIT) pada setiap
pemberian pakan, bermanfaat untuk mempercepat
pertumbuhan, memperbaiki metabolisme dan
mempertahankan kelangsungan hidup ikan serta menjaga
daya tahan tubuh benih (antibodi).

Lakukan pencegahan penyakit minimal 3 hari sekali dengan


pemberian antibiotik (BOSTER INROFLOX 12/25 atau
BOSTER FISH CYPROX) dan asupan Vitamin C dengan
BOSTER STRESS OFF.

Dosis masing-masing suplemen diatas adalah 2 gr/kg pakan

Dosis antibiotik 2 gr atau 2 cc / kg pakan atau untuk air 2


ppm

Perawatan air dengan probiotik BOSTER AQUAENZYM /


BOSTER SEL MULTI (berfungsi utk memberi dominasi
probiotik/mikroba menguntungkan dan bisa menangkal
patogen serta mampu menguraikan bahan organik shg tidak
mencemari kolam).
Penggunaan PROBIOTIK dapat di lakukan dengan cara
kultur
Bahan-bahan untuk kultur PROBIOTIK :
1.
BOSTER SEL MULTI
2.
BOSTER AQUAENZYM
3.
BOSTER PLANKTOP
4.
BOSTER B KOMPLEK
5.
Air.
Dosis untuk kultur PROBIOTIK :
1. 1000 ml BOSTER SEL MULTI
2. 100 gr BOSTER AQUAENZYM
3. 300 ml BOSTER PLANKTOP
4. 50 gram BOSTER B KOMPLEK
5. 20 liter air.

Cara pembuatan:
1. Siapkan air bersih atau air isi ulang 20 liter dalam
galon aqua,
2. Campur semua bahan dan aduk rata.
3. Tutup galon aqua tersebut, dan lubangi bagian
atas untuk memasukkan batu aerasi.
4. Inkubasi selama 16 s/d 24 jam.
Setelah masa inkubasi 16 24 jam, kultur tsb siap di
gunakan
Penggunaan probiotik tidak terbatas, karena prinsipnya
adalah dominasi namun sebagai acuan bisa disesuaikan
luas ukuran kolam. Contoh: kolam 2,5x4x1m dosis
probiotik yang sudah dikultur sebanyak 50-100 ppm atau
500-1000 ml.
Pemberian probiotik dilakukan 1 hari setelah perlakuan
sterilisasi (pemberian antibiotik atau antiseptik)
Pemberian probiotik dilakukan pada pagi hari antara jam
9:00 10:00. Agar proses penguraian lebih optimal
dengan bantuan radiasi sinar matahari dan kadar oksigen
yang optimum

Hindari penggantian air pada siang hari saat matahari terik


antara jam 10:00 s/d 14:00 untuk mencegah fluktuasi suhu
yang drastis.

Penggantian air sebaiknya dilakukan pada pagi/sore hari


sekitar pukul 07:00 dan 16:00. Agar perubahan suhu tidak
terlalu jauh perbedaannya.

Tips untuk mengetahui kwalitas air kolam :

Gosok-gosokkan telapak tangan ke dasar kolam, kemudian cium


telapak tangan, jika tercium bau yang menyengat segera kurangi air
kolam sebanyak 20%-30%, kemudian isi kembali sampai ketinggian
semula, lakukan penebaran probiotik yang sudah di kultur tersebut.
Jika dasar kolam di tumbuhi lumut sutera, berikan peneduh untuk
menghalangi sinar matahari dan berikan perlakuan penebaran BOSTER
MANSTAP dosis 30 ppm untuk menekan N/P ratio sehingga
menghambat pertumbuhan lumut.
Kolam yang ditumbuhi plankton nampak berwarna hijau cerah seperti
warna daun pisang yang masih muda. Jika warna hijau pekat berarti
kepadatan plankton terlalu berlebihan (terlalu padat), lakukan
sirkulasi dan tebar probiotik BOSTER SEL MULTI dosis 30-50 ppm.

Umur 2 minggu mulai di seser utk dipelihara di kolam


pendederan

Siapkan kolam dengan menumbuhkan plankton terlebih dahulu :


Setelah kolam di sterilisasi dengan BOSTER BLUE COPPER 1
ppm, hari berikutnya tebar BOSTER MANSTAP dosis 30 ppm,
sebelumnya persiapkan fermentasi dengan bahan ( DEDAK 1/2
kg,dikukus + BOSTER AQUAENZYM 1 sdm + BOSTER PLANKTOP
200 cc + BOSTER AMINO LIQUID 100 cc + sedikit air, masukkan
dalam wadah tertutup selama 24-36 jam ditempatkan pada
ruangan yg hangat / tertutup, setelah fermentasi jadi,
tambahkan 10 liter air lalu di saring,buang ampasnya dan air
suspensinya ditebar ke kolam jam 9 - 10 pagi, setelah plankton
jadi, ditandai dengan perubahan warna air jadi hijau, bibit
siap di tebar. ( JIKA GUNAKAN AIR SUMUR/BOR,
PANCINGKAN/AMBIL SEDIKIT AIR DARI KOLAM YG SUDAH ADA
BIBIT PLANKTONNYA ...!!!)
Formula fermentasi diatas dapat di gunakan untuk 25 M3
kolam.

Untuk efisiensi kolam pendederan dapat menggunakan bis beton


dengan outlet central drain dan mampu menampung 10.000
ekor benih / kolam

Penebaran benih, dilakukan pada kolam yang sudah


disiapkan, dengan ketinggian air 20-30 cm.

Penebaran benih sebaiknya di lakukan pada sore hari

Lakukan Aklimatisasi, wadah yang berisi benih lele di


letakkan pelan-pelan ke dalam air kolam, lalu masukkan
air kolam ke dalam wadah benih sedikit demi sedikit.
Setelah benih beradaptasi dengan lingkungan baru, benih
akan lepas meninggalkan wadah.

Berikan pakan pellet ukuran sesuai dengan bukaan mulut


benih dengan kandungan protein minimal 40% + suplemen
(BOSTER GROTOP + BOSTER PREMIX)

Frekwensi pemberian pakan saat benih, 4-5 kali dalam


sehari , adlibitum.

Awal seleksi / gradding bibit lele biasanya dimulai pada


rentang waktu 14 hingga 17 hari setelah fase penetasan
telur.
Pelaksanaan grading
1. Benih lele dipuasakan selama 12 jam.
2. Kurangi volume air kolam sebanyak 75 %.
3. Seser secara perlahan dengan saringan halus, masukkan
ke dalam Seritan / alat gradding sesuai ukuran.
4. Tampung benih kedalam ember yang telah diberikan
BOSTER PROTEC PLUS sebanyak 1 sendok makan.
5. Benih lele hasil gradding siap di jual atau di pelihara
lagi di kolam pendederan.

Contoh ukuran gradding


Pisahkan ikan lele dengan menggunakan seritan ikan lele
dengan ukuran :
Umur 14 hari pisahkan ikan lele dengan ukuran
seritan antara 3 atau 4
Umur 28 hari pisahkan ikan lele dengan ukuran seritan
antara 4 atau 5
Umur 38 hari pisahkan ikan lele dengan ukuran seritan
antara 6 atau 7
Umur 48 hari pisahkan ikan lele dengan ukuran seritan
antara 7 atau 8

Selesai ikan bisa dijual sesuai ukuranya atau dimasukkan


ke kolam pendederan. Dan tidak harus sesuai data di atas
untuk memisahkan ikan, karena tingkat pertumbuhan jenis
lele tidak sama

Pasca grading
1.
Benih lele diberi pakan setelah 12 jam pasca
grading.
2.
Bila terjadi kematian, maka benih ikan
dipuasakan hingga sembuh.
3.
Selama masa penyembuhan, diberikan vitamin C
BOSTER STRESS OFF & antibiotik BOSTER
INROFLOX masing-masing 2 ppm yang dilarutkan
ke dalam kolam benih.
4.
Dilakukan pengamatan warna air untuk menjaga
kualitas air pada media pemeliharaan.

Panen atau siap jual, benih lele di masukkan ke dalam


kantong-kantong plastik ber-oksigen atau dalam jerigen,
dalam kantong plastik atau jerigen beri BOSTER FISH
IMUNOVIT dan atau BOSTER PROTEC PLUS dosis masingmasing 1 ppm, utk ketahanan dalam pengangkutan