Anda di halaman 1dari 25

IDENTITAS PASIEN

Nama
Usia
Alamat
Agama
Pekerjaan
Status
No. CM
Tanggal periksa

: Ny. p
: 64 tahun
: Tanjungan Sari rt 3 rw 11 kupang
: Islam
: Ibu Rumah Tangga
: Menikah
: 073214-2015
: 26 Januari 2015

ANAMNESE

Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat keluhan sama
Riwayat alergi
Riwayat trauma pada sekitar mata
Riwayat operasi pada mata
Riwayat tekanan darah tinggi
Riwayat diabetes mellitus

: disangkal
: disangkal
: disangkal
: disangkal
: disangkal
: disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga


Riwayat tekanan darah tinggi
Riwayat diabetes mellitus
Riwayat alergi

Sosial Ekonomi
Pasien berobat dengan BPJS.

: disangkal
: disangkal
: disangkal

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum
Kesadaran

: baik
: compos mentis

TANDA VITAL
Tekanan darah : 140/90 mmHg
Nadi
: 78 kali/menit, reguler, isi dan tegangan cukup
Respiratory rate
: 20 kali/menit, reguler
Suhu
: 37,5oC (axiller)
STATUS GENERALIS :
Dalam batas normal

STATUS OFTALMOLOGI

STATUS OFTALMOLOGI

STATUS OFTALMOLOGI

STATUS OFTALMOLOGI

Resume

DD :
- OD Hipermetropi
- OSHipermetropi
-ODS presbiopiopi
DIAGNOSIS
ODS Hipermetropi
ODS Presbiopi
TERAPI
-Resep kacamata
OD S+1,50
OS s +1,50
ADD ODS +3,00
-Sohobion 1xtab 1
-Cendolyteers ED 3x1

Edukasi :
Memberitahukan pada pasien mengenai :
- Penyebab dari mata kabur karena usia lanjut, maka
fungsi dari indera mata akan menurun
- Untuk mengurangi keluhan bisa dibantu menggunakan
kacamata
- Kalau kacamatanya tidak nyaman lagi atau ada keluhan
lain harus kontrol
- Obat yang diberikan diminum sesuai petunjuk yang
diberikan

PROGNOSIS
Quo ad Vitam

: bonam

Quo ad Sanam

: bonam

Quo ad Fungsionam

: malam

Quo ad Cosmeticam

: dubia ad bonam

KELAINAN REFRAKSI
Kelainan refraksi adalah keadaan dimana bayangan
tegas tidak dibentuk pada retina tetapi dibagian depan
atau belakang bintik kuning dan tidak terletak pada satu
titik yang tajam.
Hasil pembiasan sinar pada mata di tentukan oleh
kornea, cairan mata, lensa, badan kaca, dan panjangnya
bola mata
Kelainan refraksi dikenal dalam bentuk miopi,
hipermetropi, presbiopi, dan astigmatisma.

Hipermetropi

Hipermetropi dapat disebabkan oleh :


- Hipermetropi sumbu atau aksial merupakan kelaianan
refraksi akibat bola mata pendek
- Hipermetropia kurvatur dimana kelengkungan kornea
atau lensa lemah sehingga bayangan di fokuskan di
belakang retina
- Hipermetropia refraktif, dimana terdapat indeks bias
yang lemah kurang pada sistem optik mata

Tingkatan pada hipermetropi berdasarkan


besarnya dioptri :
Hipermetropia ringan : antara spheris + 0,25 dioptri+3,00 dioptri
Hipermetropia sedang : antara spheris +3,25 - +6,00
dioptri
Hipermetropia tinggi : dioptri lebih dari spheris +6,25
dioptri

Patofisiologi

GEJALA

Kabur saat melihat jauh maupun dekat


Sakit kepala
Silau
Dan kadang melihat ganda
Mata mudah lelah
Mata berair

PRESBIOPI
Gangguan akomodasi pada usia lanjut.
Akomodasi adalah kemampuan lensa untuk
mencembung akibat kontraksi otot siliar
Terjadi akibat kelemahan otot akomodasi, lensa mata
kehilanga keelastisitasnya atau tidak kenyal
Pasien akan memberikan keluhan setelah membaca
seperti mata lelah, berair dan terasa pedas.

Pada pasien presbiopi kacamata atau adisi diperlukan


untuk membaca dekat yang berkekuatan tertentu
biasanya :
1. S +1,00 D untuk usia 40 tahun
2. S+1,50 D untuk usia 45 tahun
3. S+2,00D untuk usia 50 tahun
4. S + 2,50 D untuk usia 55 tahun
5. S +3,00 D untuk usia 60 tahun

Penatalaksanaan
Pada mata hipermetropia akan membaik dengan
bantuan kacamata lensa cembung (positif)
Pada pasien hipermetrop sebaiknya diberikan kacamata
sferis positif yang bisa memberikan tajam penglihatan
yang bmaksimal.
Lensa cembung berfungsi mengumpulkan berkas
cahaya sehingga bayangan di fokuskan tepat pda retina
atau makula lutea

Terimakasih