Anda di halaman 1dari 26

Case Report Session

Penyusun :
Rani Pitta
Arviana A Putri

KETERANGAN UMUM
Nama : An. W
Umur : 5 tahun
Tanggal Lahir : 21 Juli 2007
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Sukawening, Ciwidey
Anak ke : 3 dari 3 bersaudara
Tanggal masuk Rumah Sakit : 4 April 2013
Tanggal Pemeriksaan : 8 April 2013

Ayah
Nama : Tn. A
Umur : 40 thn
Pekerjaan : Buruh
Alamat : Sukawening, Ciwidey
Ibu
Nama : Ny. M
Umur : 37 tahun
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Sukawening, Ciwidey

ANAMNESA

Keluhan Utama : Panas Badan


Anamnesa Khusus:
Sejak 10 hari pasien mengeluhkan panas badan yang dirasa semakin
tinggi, demam meningkat pada malam hari. Keluhan disertai nyeri di bagian
perut, penurunan nafsu makan dan belum BAB sejak 7 hari SMRS. BAK
tidak ada kelainan. Penderita juga mengalami penurunan berat badan 2 kg
dalam 10 hari pada saat sakit. Keluhan disertai batuk tetapi tidak disertai
pilek, sesak nafas, kejang atau penurunan kesadaran.
Karena keluhannya, penderita dibawa ke dokter spesialis anak dan
disarankan untuk periksa darah pada 3 hari SMRS, lalu penderita diberikan
antibiotik 2x1 cth dan obat penurun panas 3x1 cth. Karena tidak ada
perubahan, maka penderita dibawa ke RS Soreang, kemudian dirujuk ke
RSHS karena RS Soreang yang penuh. Penderita lebih menyukai jajan di
sekolahnya dibandingkan makan di rumah, dan kebersihannya kurang
terjamin.
Riwayat kontak dengan penderita batuk lama (+), riwayat batuk >3
minggu (-), riwayat keluhan yang sama di keluarga (-), riwayat bepergian
jauh ke daerah endemis malaria (-), riwayat penyakit kelainan darah (-).

Anamnesa Tambahan:
Penderita telah dirawat di ruang A1 RSHS
selama 4 hari dan telah diberikan pengobatan
berupa istirahat tirah baring, infus lar 1:4 untuk
jalur obat, diet 1200 kkal tdd mL 3x,
chloramphenicol 4 x 300 mg i.v, dan
parasetamol 3x 1 cth.

Riwayat Imunisasi

Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum
Kesadaran : Compos Mentis
Kesan sakit: Tampak sakit sedang
Sianosis : (-)
Dispneu : (-)
Edema : (-)
Bentuk Badan : Tidak ada deformitas
Posisi Tubuh : Tidak dalam letak paksa

Tanda Vital
Tekanan Darah : 90/60 mmHg
Nadi : 126 x/menit
Respirasi : 30 x/menit;
tipe = thorako abdominal
Suhu : 38 0C per axilla
Status Gizi
Umur : 5 tahun
Berat badan : 15 kg
Tinggi badan : 111 cm
BB/U: < -1 SD(normal)
TB/U: 0 SD (median)
BMI/U : < -2 SD (kurus)

Pemeriksaan Khusus
Kepala:
Muka : simetris, tidak ada deformitas, edema (-), flushing (-)
Rambut : hitam, tidak mudah rontok
Mata
:
- Bentuk dan letak
: simetris
- Palpebra
: edema -/- Konjungtiva
: tidak anemis
- Sklera
: tidak ikterik
Hidung : PCH (-), Sekret -/Telinga : tidak ada kelainan, sekret -/Mulut : Bibir : tidak ada kelainan
POC : (-)
Gigi
: tidak ada kelainan,
Gusi
: perdarahan gusi (-)
Mukosa : tidak ada kelainan
Lidah : Lidah kotor
Tonsil : hiperemia (-)
Kuku
: tidak ada kelainan

Kulit
: turgor normal, ptekie (-).
Leher
: KGB teraba dengan
diameter 0,5 cm multipel bilateral
retraksi
supra strenal (-)
Thorax
bentuk dan gerak simetris, retraksi interkostal (-).
Cor : bunyi jantung murni reguler
Pulmo : - sonor kiri = kanan.
- VBS kiri = kanan,
crakles : -/wheezing :-/ronkhi :-/-

Abdomen
Inspeksi : datar
retraksi epigastrium (-)
Rose Spot (-)
Palpasi : lembut, turgor kulit : baik
H/L : tidak teraba
nyeri tekan epigastrium
Auskultasi : bising usus (+) normal
Alat Genital : Tidak diperiksa
Ekstremitas
Edema : -/Clubbing : -/Sianosis : -/Akral : hangat, Capillary refill : <2 detik
BCG scar : (-)

Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium :
Tanggal 3 April 2013
Hematologi :
Hb : 10,1 gr/dl N: 11.5-13.5 gr/dl
Leukosit : 5200 mm3 N : 5.000-14.500 /mm3
Hematokrit : 24 % N : 34-40 %
Trombosit : 149000 mm3 N : 150.000-440.000 /mm3
Immunologi / serologi Widal :
Anti S. Typhi H ` 1/160
Anti S H paratyphi a non reaktif
Anti S H paratyphi b 1/160
Anti S H paratyphi c non reaktif
Anti S. typhi C non reaktif
Anti S. O paratyphi a non reaktif
Anti S. O paratyphi b non reaktif
Anti S. O paratyphi cnon reaktif

Pemeriksaan Penunjang (cont.)


Kimia Klinik :
Natrium (Na) : 126
N: 135-145 mEq/L
Kalium (K) : 4.4
N: 3.6-5.5 mEq/L
Mikrobiologi :
Resistensi aerob menyusul
Bac. T
menyusul
Rontgen Thoraks : - pneumonia
- Tidak tampak TB paru

DIAGNOSIS BANDING
Dengue Tifoid + malnutrisi sedang + hiponatremia
Malaria + malnutrisi sedang + hiponatremia
Dengue Fever + malnutrisi sedang + hiponatremia

DIAGNOSIS KERJA
Demam Tifoid + malnutrisi sedang + hiponatremia

Usul Pemeriksaan
Laboratorium :
- Tes fungsi hati
- Kultur darah dan feces.
- Tes resistensi antibiotik

Penatalaksanaan
Umum :
Tirah baring
Diet makanan lunak, rendah serat dan mudah dicerna
serta makanan yang tidak pedas dan tidak asam.

Khusus:
Cloramphenicol 4x 300 mg i.v
Parasetamol syr 3 x 1 cth p.o (bila suhu >38.5 0C) p.o

Edukasi

Kebersihan pribadi
Kebiasaan mencuci tangan sebelum makan
Pengamanan pembuangan limbah feses dan urin.
Penyediaan air dari sumber yang bersih.

Prognosis
Quo ad vitam : ad bonam
Quo ad functionam : ad bonam

PEMBAHASAN

1. Mengapa pasien didiagnosa dengan Demam


Tifoid?
A. Anamnesa :
demam >7 hari
lebih demam pada malam hari
demam disertai dengan konstipasi, anoreksia
riwayat faktor (higienitas lingkungan)
B. Pemeriksaan fisik :
Tifoid tongue
Nyeri epigastrik
Spleenomegali
C. Pemeriksaan penunjang :
Anemia
Trombositopenia
Hiponatremia
Pada hasil pemeriksaan Widal didapat (Anti S. Typhi H 1/160
dan Anti S H paratyphi b 1/160)

2. Bagaimana pathogenesis terjadinya


demam tifoid pada pasien?
KUMAN
tertelan
LAMBUNG

USUS HALUS
SUBMUKOSA USUS

DUKTUS THORAKIKUS/PEREDARAN DARAH


(BAKTERIEMIA I)

HATI, LIMPA, RES (MULTIPLIKASI)


(BAKTERIEMIA II)

GEJALA DEMAM TIFOID

3. Bagaimana penatalaksanaan yang dapat diberikan kepada pasien?

I. Pengobatan
Tirah baring untuk mempercepat penyembuhan
Diet lunak, rendah serat, tidak pedas dan asam
ditujukan untuk mencegah terjadinya perforasi
usus.
Diberikan
klorampenikol
75mg/kgBB/hr
parenteral karena obat ini adalah drug of choice
untuk demam tifoid, bersifat spesifik terhadap
gram negatif rods, dan murah.
Parasetamol 3 x 500 mg p.o untuk terapi gejala
panas badan.

II. Pencegahan
Edukasi mengenai kepada keluarga pasien
mengenai kebersihan pribadi, dan lingkungan,
kebiasaan mencuci tangan sebelum makan,
pengamanan pembuangan limbah feses dan
urin, penyediaan air dari sumber yang bersih
harus dijelaskan kepada pasien dan keluarganya
untuk mencegah kejadian yang sama berulang
pada pasien atau pada orang lain.

4. Apa komplikasi yang mungkin terjadi pada pasien?

Komplikasi intestinal : perdarahan usus,


perforasi usus, pankreatitis
Komplikasi ekstraintestinal
1. Komplikasi hematologik : anemia hemolitik,
trombositopenia, KID.
2. Komplikasi hepatobilier : hepatitis, kolesistitis.
Hepatitis tifosa dapat terjadi pada pasien
malnutrisi dan sistem imun yang kurang.
3. Komplikasi kardiovaskular : miokarditis,
tromboflebitis

4. Komplikasi neuropsikiatrik/tifoid toksik


Terkadang gejala demam tifoid diikuti suatu sindrom klinis
beruapa gangguan atau penurunan kesadaran akut (delirium,
somnolen, sopor, atau koma) dengan atau tanpa disertai
kelainan neurologis lainnya dan dalam pemeriksaan cairan
serebrospinal masih dalam batas normal. Sindrom ini
disebut tifoid toksik, demam tifoid ensefalopati, demam
tifoid dengan toksemia, atau demam tifoid berat.
5. Komplikasi paru : pneumonia, empiema, pleuritis.
6. Komplikasi ginjal : glomerulonefritis, pielonefritis,
perinefritis.
7. Komplikasi tulang : osteomielitis, periostitis, spondilitis,
artritis.

5.Bagaimana prognosis pada pasien tersebut?

Prognosis:
Quo ad vitam : ad bonam karena dari
pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda vital
penderita tidak menunjukkan adanya tanda-tanda
syok.
Quo ad functionam : ad bonam karena
dengan pengobatan yang cepat dan tepat, tidak ada
komplikasi dan demam tifoid dapat disembuhkan.