Anda di halaman 1dari 1

DIAGNOSA KEPERAWATAN NANDA ELIMINASI

Berikut ini beberapa diagnosis keperawatan yang berhubungan dengan eliminasi:


Bowel incontinence (p. 22) atau inkontinensia alvi/faeces. Perubahan pola kebiasaan
defekasi. Bisa diakibatkan oleh diare kronis, pola makan, immobilisasi, stres,
pengobatan, kurang kebersihan pada saat toileting, dll. Bedakan dengan diagnosis
Diare. Pada diagnosis ini, faeces biasa, hanya polanya saja yang berubah.
Misalnya rutin sehari sekali, karena faktor-faktor yang berhubungan, menjadi dua
atau tiga hari sekali.
Diarrhea (p. 71) atau diare. Data utamanya adalah faeces tidak berbentuk sampai
dengan cair. Indokator utamanya adalah buang air besar (cair) minimal tiga kali
dalam satu hari. Hasil auskultasi abdomen, kram perut dan nyeri perut merupakan
tanda-gejala yang lainnya. Faktor yang berhubungan dibagi menjadi tiga kelompok;
fisiologis, psikologis dan situasional. Misalnya karena kecemasan, tingkat stres
tinggi, proses peradangan, iritasi, malabsorpsi, keracunan, perjalanan jauh,
konsumsi alkohol dan pengaruh radiasi.
Impaired urinary elimination (p. 234) atau gangguan eliminasi urin.
Karakteristiknya: disuria, frekuensi buang air kecil meningkat, hesitansi,
inkontinensia, nokturia. Di NANDA memang agak sedikit rancu. Salah satu
karakteristik yang disebutkan untuk diagnosis ini adalah retention. Padahal sudah
ada diagnosis Retensi urine. Sehingga disarankan kalau pasien memang
mengalami retensi urin, langsung diangkat saja menjadi diagnosis Retensi urin.
Untuk mengangkat diagnosis keperawatan Gangguan eliminasi urin, perlu
dijelaskan gangguan yang mana. Jika pasien mengeluh sering terbangun untuk
kencing di malam hari, maka bisa diambil Gangguan eliminasi urin: nokturia. Jika
pasien beser (buang air kecil tidak terkontrol dan terus menerus), bisa diangkat
menjadi Gangguan eliminasi urin: inkontinensia. Dan seterusnya, sesuai data
yang diperoleh dari pengkajian.
Readiness for enhanced urinary elimination (p. 235) atau potensial peningkatan
eliminasi urine (diagnosis sejahtera).
Urinary retention (p. 236) atau retensi urin. Tidak dapat mengosongkan urin secara
lampias. Karakteristiknya: palpasi blader terasa tegang, sakit saat buang air kecil,
sampai dengan tidak keluarnya urin sama sekali. Faktor yang berhubungan:
kekuatan spincter, tekanan tinggi pada uretral dan adanya hambatan (harus
dibuktikan dengan adanya hasil pemeriksaan).
Constipation (p. 44) atau konstipasi
Perceived constipation (p. 46) atau perkiraan konstipasi (klien mendiagnosis dirinya
sendiri menderita konstipasi, biasanya faktor yang berhubungan adalah
kepercayaan budaya, kepercayaan keluarga, pemahaman yang salah atau
gangguan proses pikir)
Risk for constipation (p. 47) atau resiko konstipasi.

Anda mungkin juga menyukai