Anda di halaman 1dari 20

Semangat Membangun Generasi Depan

Untuk Pemimpin dan Pelayan Sidang


Daniel W. Peterson

SERI 1
SEMANGAT MEMBANGUN GENERASI MASA DEPAN
Ayat Kunci
Roma 12:10-11 (ITB) Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling
mendahului dalam memberi hormat. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah
rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
Mazmur 71:17-18 Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai
sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib; (18) juga sampai masa tuaku dan putih
rambutku, ya Allah, janganlah meninggalkan aku, supaya aku memberitakan kuasa-Mu
kepada angkatan ini, keperkasaan-Mu kepada semua orang yang akan datang.
Filipi 2:19 -20 (Ter. Sehari-hari) Saya percaya bahwa dengan pertolongan Tuhan Yesus,
saya segera dapat mengutus Timotius kepadamu, supaya saya dapat terhibur oleh berita
mengenai kalian. Hanya Timotiuslah satu-satunya orang yang sejiwa dengan saya, dan
sungguh-sungguh memikirkan kebahagiaanmu.

Pendahuluan
1. Tujuan
Materi ini akan memperluas visi pemimpin dan pelayan sidang jemaat dalam memperlengkapi
para penerus dan generasi masa depan. Setiap pekerja dalam ladang Tuhan butuh untuk
memandang kepada sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri. Kita butuh visi yang tertuju
kepada Yesus dan roh yang dihidupkan oleh api Roh Allah.
2. Tantangan
Alkitab mengatakan dalam Kisah Rasul 13:36 bahwa Daud melakukan kehendak Allah pada
zamannya. (Versi Bahasa Inggrisnya berarti: melayani kehendak Allah pada angkatannya
sendiri) Rencana Allah yang mulia mengandung strategi untuk menilai dan melaksanakan
kehendak-Nya pada generasi kita dan seterusnya.

MENYALAKAN ROH DALAM PELAYANAN


I.

API KARUNIA ALLAH DALAM HATI HARUS SELALU DIKOBARKAN


(2 Timotius 1:6-7)
1. Musuh besar seorang pelayan
KELESUAN = tanpa perasaan; suam; hilang semangat (Amos 6:1)
2. Penyebab-penyebab kelesuan:
a. Visi yang sempit, hanya terbatas pada dirinya sendiri
b. Lebih mencari persetujuan manusia dibandingkan Allah
c. Menganggap hal yang berharga sebagai biasa-biasa saja
d. Rasa tersinggung yang tidak diselesaikan
e. Kelemahan fisik akibat lanjut usia
3. Kobarkan api Roh Allah dalam diri kita
SEMANGAT = bergerak dengan segenap hati; roh yang membakar; pencurahan tenaga
maksimal. (Yer. 29:13)
4. Yesus bergerak dengan kuasa api Roh Kudus.

Semangat Membangun Generasi Depan


Untuk Pemimpin dan Pelayan Sidang
Daniel W. Peterson

II. MENGERTI BAHWA JIWA-JIWA DAN JEMAAT ADALAH MILIK YESUS


(Mazmur 127:1; 1 Petrus 5:1-4; Kisah 20:28-32)
Pandangan sehat tentang pelayanan kita:
1. Fungsi kita (Gembala, Pengajar, Pemimpin) adalah sebagai pelayan, bukan pemilik!
2. Yesus sudah tumpahkan darahNya kita tidak perlu tumpah darah.
3. Paulus sadar akan bahaya yang nyata.
4. Ada saat di mana kita harus serahkan pelayanan itu kepada Tuhan.

III. YANG ALLAH LAHIRKAN SELALU BERHASIL


(Pengkhotbah 11:5; 1 Yoh. 5:4)
1. Apakah semua kegiatan pelayanan kita lahir dari Allah?
2. Yesus hanya bergerak atas pimpinan Bapa-Nya.
(Yohanes 5:19; bandingkan dengan Yohanes 2:5; Lukas 5:1-7)
3. Biar misi yang Allah berikan kepada kita itu jelas. (Gal. 2:8; Roma 12:3-6)
4. Pelayanan bukanlah suatu hak melainkan sesuatu yang dipercayakan. (1 Petrus 4:10)

IV. JIWA-JIWA PERLU PEMULIHAN


(Mat. 9:36)
1. Perlu mendekati dan menilai keadaan orang-orang di tempat pelayanan kita.
2. Perlu sabar dalam proses pemulihan mereka. (1 Tes. 5:14)

Semangat Membangun Generasi Depan


Untuk Pemimpin dan Pelayan Sidang
Daniel W. Peterson

SERI 2
MOTIVASI UNTUK MEMBANGUN GENERASI MASA DEPAN
Waktu yang kita gunakan untuk bersekutu dengan Yesus menghasilkan sebuah visi dalam hidup kita. Visi
ini berasal dari hati Allah sendiri. Kita akan termotivasi dengan hal-hal yang menjadi prioritas Tuhan, yang
menguatkan komitmen kita untuk memenuhi panggilan-Nya dalam hidup kita.
Saat kita mengerti hati Allah, kita menangkap passion-Nya supaya semua generasi bisa diselamatkan!

I.

PENTINGNYA TERMOTIVASI OLEH TUJUAN YANG BENAR


A. Motivasi perlu tujuan (cause)
And David said, "What have I done now? Is there not a cause?" (1 Samuel 17:29)
"Maka sahut Daud: Apa gerangan perbuatanku sekarang? Bukankah ada sebabnya?" (1
Samuel 17:29, TL)
Catatan: Daud dimotivasi oleh sebuah perkataan atau tujuan.
1. Dia mendengar perkataan dari ayahnya. (1 Samuel 17:17)
2. Dia mendengar perkataan dari Tuhan. (1 Samuel 17:37; Mazmur 23:5)

B. Semua orang percaya harus termotivasi oleh tujuan Allah


Arti sesungguhnya dari hidup adalah untuk mengenal Yesus (dalam hubungan yang intim)
dan memperkenalkan diri-Nya (amanat agung/penginjilan). (Bandingkan: Yohanes 17:3
dengan Kisah 20:24)
Yohanes 17:3 - Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satusatunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus."
Kisah 20:24 - "Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun,asal saja aku dapat
mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan
Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah."
Contoh lain dari motivasi Alkitabiah yang sempurna: Filipi 3:7-11

II.

EKSPEKTASI YESUS DALAM MEMPERSIAPKAN MURID-MURIDNYA


UNTUK PELAYANAN (Yohanes 14:1-18)
A. Dia memberitahukan rencana-Nya untuk pergi. (Ayat 1-3)
B. Dia menjelaskan hidup-Nya di bawah otoritas. (Ayat 10-11)
C. Secara profetik, Dia menyatakan "pekerjaan lebih besar" yang akan mereka
lakukan. (Ayat 12-14)

Semangat Membangun Generasi Depan


Untuk Pemimpin dan Pelayan Sidang
Daniel W. Peterson

D. Dia berjanji untuk mengirimkan seorang Penolong (Roh Kudus) untuk


mendukung mereka. (Ayat 16-17)

III.

TUHAN MELIHAT POTENSI DALAM DIRI KITA

A. Strategi rangkap-tiga setan untuk mengkerdilkan potensi kita: (Wahyu 12:10)


1. Menawan kita dalam masa lalu
2. Menawan kita dalam masa kini
3. Menawan kita dalam masa depan

B. Tapi bagaimana Tuhan melihat potensi dalam kita?


1. Kuasa Allah di dalam kita adalah kebesaran-Nya yang tidak terlihat dan tidak terbantahkan.
2 Korintus 4:6-7 - Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!",
Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita,supaya kita beroleh [dan
menyalurkan pancaran] terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah [yang
dimanifestasikan dalam Oknum dan telah dinyatakan] yang nampak pada wajah Kristus
(Mesias). [Kej. 1:3] Tetapi harta ini [Terang Injil yang Allahi] kami punyai dalam bejana tanah
liat [manusia yang lemah],supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal
dari Allah, bukan dari diri kami.
2. Tuhan tahu apa yang ada di dalam kita dan telah memberikan tugas untuk kita, bahkan
sebelum kita dilahirkan!
Yeremia 1:5 - "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal
[dan menyetujui] engkau [sebagai alat pilihan-Ku], dan sebelum engkau keluar dari
kandungan, Aku telah [memisahkan dan membedakan engkau,] menguduskan engkau, [dan]
Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa." [Kel. 33:12; Yes 49:1,5;
Roma 8:29]
3. Kita bukanlah sebuah kecelakaan yang kebetulan terjadi.
Mazmur 139:14 - "Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib;
ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya."
4. Segala hal di dalam kita diketahui dan dianggap berharga oleh Pencipta kita.
Mazmur 139:15 - "Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat
yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;"
5. Kelemahan-kelemahan kita tidak menghalangi Tuhan untuk memakai kita. Kelemahan kita
ada untuk memotivasi kita supaya mencari-Nya.
Mazmur 139:16 - "mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya
tertulishari-hari yang akan dibentuk,sebelum ada satupun dari padanya."
6. Keberadaan kita membuat Tuhan bersemangat.

Semangat Membangun Generasi Depan


Untuk Pemimpin dan Pelayan Sidang
Daniel W. Peterson

Mazmur 138:17-18 - "Dan bagiku, betapa sulitnya [berharganya] pikiran-Mu,ya Allah! Betapa
besar jumlahnya! Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir.Apabila aku
berhenti,masih saja aku bersama-sama Engkau."
7. Pengampunan dari Tuhan telah memberlakukan tujuan dari hidup kita (membuatnya jadi
valid). Kita adalah piala dari kemurahan-Nya! Tuhan membanggakan kita ke semua setan
yang memasuki hadirat-Nya.
Ayub 1:8 - "Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hambaKu Ayub?Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang
takut akan Allah dan menjauhi kejahatan."

IV.

CARA PRAKTIS UNTUK HIDUP SESUAI POTENSI KITA (Efesus 5:15-17)


A. Hidup bijaksana
Circumspectly (KJV) berjalan sambil melihat ke sekeliling, untuk mengamati, awas terhadap
lingkungan sekitar kita.
Tuhan punya momen "kairos" untuk kita. (Titik strategis dalam waktu)

B. Menebus setiap kesempatan


Redeeming (KJV) artinya adalah menebus. Ini bukan berarti bahwa kita bisa kembali dan
mengulang masa lalu. Tapi, kalau kita melihat momen berharga (kesempatan), ambillah!

C. Jadikan setiap hari berarti

V.

KESUKSESAN DALAM PELAYANAN DATANG MELALUI DOA DAN


MENDENGAR SUARA TUHAN
Roma 10:11-13 Karena Kitab Suci berkata: "BARANGSIAPA YANG PERCAYA KEPADA
DIA, TIDAK AKAN DIPERMALUKAN." Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan
orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua
orang yang berseru kepada-Nya. SEBAB, BARANGSIAPA YANG BERSERU KEPADA NAMA
TUHAN, AKAN DISELAMATKAN.
Tiga fakta mengenai doa dalam Roma 10:11-13:
1. Yang percaya kepada Tuhan tidak akan dipermalukan
2. Tuhan kaya bagi semua yang berseru kepada-Nya
3. Barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan
Catatan: Doa bukan hanya berbicara kepada Tuhan, tapi juga mendengarkan dan
mengizinkan Tuhan berbicara kepada kita!

Semangat Membangun Generasi Depan


Untuk Pemimpin dan Pelayan Sidang
Daniel W. Peterson

Yesaya 50:4-6- Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya
dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi
Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Tuhan ALLAH
telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. Aku
memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang
yang mencabut janggutku.
Dalam Yesaya 50:4-6, Yesus menjadi contoh yang sempurna bagi kita:
1. Tuhan sedang membangkitkan gereja dengan pesan yang datang dari hati Tuhan.
Yesaya 40:4 Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid,
Dari mana Yesus mendapat pesan dan otoritas?
Dia sepenuhnya mengandalkan hubungan yang intim dengan Allah Bapa. Yesus tidak
melakukan kehendak-Nya sendiri, melainkan hanya apa yang Dia terima dari Allah Bapa.
(Yoh 5:19-20; 5:30; 7:28-29; 10:25; 10:37-38)
(Bandingkan: Yesaya 49:2 dengan Matius 7:28-29)
2. Generasi ini membutuhkan pesan berisi harapan dari Tuhan.
Yesaya 40:4 supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada
orang yang letih lesu.
Dunia ini letih lesu, bingung, sakit, dan butuh jawaban.
Catatan: Cerita Ahamaas dan orang Etiopia. (2 Samuel 18:19-31)
3. Melalui hubungan yang penuh kasih, Tuhan ingin mempertajam dan membuka telinga
kita. (KJV: awakensmembangunkan)
Yesaya 40:4 Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar
seperti seorang murid. Tuhan ALLAH telah membuka telingaku,
Ini adalah gambaran dari budaya di zaman Yesus. Rabi-rabi pada zaman itu akan
membangunkan murid-murid mereka untuk menerima pengajaran. (Markus 1:35)
Ilustrasi: Budak cinta (Keluaran 21:2-6)

Semangat Membangun Generasi Depan


Untuk Pemimpin dan Pelayan Sidang
Daniel W. Peterson

SERI 3
ALLAH MEMBERKATI PELAYANAN DENGAN INTEGRITAS
Penting bagi kita untuk menemukan arti dari kehidupan yang mempunyai integritas. Penting juga bagi kita
untuk mengerti bahwa kehidupan seperti ini tidak hanya menyenangkan Allah, tetapi juga menyatakan
kasih-Nya kepada dunia.
Kita akan belajar bagaimana integritas bisa dikompromikan dalam pelayanan dan bagaimana caranya
untuk memulihkan integritas lagi. Pada akhirnya, kehidupan yang dijalani dengan integritas akan
memahami nilai investasi setiap hari untuk hal-hal yang mempunyai nilai kekal! (2 Korintus 4:18)

Beberapa pengamatan tentang integritas dan karakter dalam pelayanan:


A. Integritas merupakan kualitas penting dalam semua tingkatan, tetapi sangat
penting dalam pelayanan seorang pemimpin.
B. Integritas dan karakter membawa keseimbangan
dalam pelayanan yang efektif
2 Timotius 1:7 (BIS)
Sebab Roh yang Allah berikan kepada kita, bukanlah Roh
yang membuat kita menjadi penakut. Sebaliknya Roh Allah itu
membuat kita menjadi kuat, penuh dengan kasih dan dapat
menahan diri.

C. Ilustrasi Pohon
Daun dan buah dari pohon
Batang pohon
Akar pohon

- merupakan hasil kehidupan seorang maupun


tindakannya.
- merupakan karakter seorang.
- merupakan sikap dasar kehidupan seorang.

Ulangan 20:19-20 Pohon merupakan sumber hidup/makanan manusia.


Maz 1:3 Orang percaya seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air. (Yer. 17:7-8; Yer.
17:5-6)
Mazmur 52:10 Orang percaya seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah.
Hijau berbicara tentang kehidupan dan zaitun berbicara tentang kesembuhan.
Yesaya 61:3b (BIS) Orang percaya seperti pohon yang ditanam Tuhan sendiri. Mereka
akan melakukan yang baik dan benar, sehingga Tuhan diagungkan.
Mazmur 92:12 (BIS) Orang jujur (yang berintegritas) bertunas seperti pohon kurma, dan
tumbuh subur seperti pohon cemara di Lebanon.
Pohon kurma bertumbuh cepat. Pohon cemara bertumbuh lambat. (Bandingkan dengan 2
Petrus 3:18)
Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan
Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selamalamanya.
seumur hidup

cepat

Semangat Membangun Generasi Depan


Untuk Pemimpin dan Pelayan Sidang
Daniel W. Peterson

D. Siapakah diri kita lebih penting daripada apa pekerjaan kita!

I.

Mengapa Integritas Penting?


Setiap orang percaya dipanggil Tuhan untuk menjadi terang dan garam di dunia yang
membusuk. (Matius 5: 13-16) Tugas kita adalah untuk mewakili Kristus dalam setiap tingkatan
masyarakat. Ini berarti bahwa segenap hidup kitaroh, jiwa dan tubuhbaik dalam kata atau
perbuatan, menjadi kesaksian yang jelas tentang Yesus.
A. Karena Allah mempunyai tujuan dan rencana tertentu untuk hidup kita.
1 Petrus 2:9-12 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih (Terj. TSI dipilih Allah menjadi
umat-Nya yang istimewa), imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah
sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang
telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
(10) kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya,
yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.
(11) Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang
dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang
melawan jiwa.
(12) Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi,
supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya
dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat
mereka.
Efesus 2:8-10 - Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan
hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, (9) itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang
yang memegahkan diri. (10) Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus
untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya
kita hidup di dalamnya.
B. Karena Allah mencari kualitas tertentu dalam hidup kita.
2 Tawarik 16:9a Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan
kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.
2 Tawarikh 16:9a (BIS) Tuhan mengawasi seluruh bumi untuk memberikan kekuatan-Nya
bagi orang-orang yang setia kepada-Nya.
C. Daud jauh dari sempurna, tetapi disebut sebagai seseorang yang menyenangkan hati
Allah.
Kisah Para Rasul 13: 22b (TB) - "... Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang
berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendakKu.
Kisah Rasul 13:22b (TSI) Aku sudah tahu tentang Daud, anak Isai itu, bahwa dia
mempunyai hati yang sesuai dengan keinginan hatiKu.
Bandingkan: Mazmur 51: 6, 10-11; Mazmur 26: 1-2 dengan Kisah Rasul 13:36 (Perhatikan

Semangat Membangun Generasi Depan


Untuk Pemimpin dan Pelayan Sidang
Daniel W. Peterson

bagaimana kehidupan Daud mempengaruhi generasinya)

II.

Apa arti integritas?


A. Integritas dalam Alkitab berarti - "kondisi tidak bercela atau tak terbagi, lengkap, sehat,
hidup benar, tulus, moral baik, kemurnian dan kejujuran."
Kamus Besar: - mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga
memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran.
Amsal 10:9 Orang jujur, hidupnya aman; orang yang menipu akan ketahuan.
Amsal 28:6 Lebih baik orang miskin yang bersih kelakuannya dari pada orang yang
berliku-liku jalannya, sekalipun ia kaya.
Daud berkata:
Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku. (Mazmur 25:21)
..Tetapi aku ini hidup dalam ketulusan. (Mazmur 26:11)

B. Contoh kehidupan yang mempunyai integritas:


1. Mazmur 15:1-2,4 - Siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh
diam di gunung-Mu yang kudus? Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan
apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya. yang
berpegang pada sumpah, walaupun rugi. (Ayat 4)
2. Amsal 22:1a - Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar

III.

Hubungan antara Integritas dan Karakter


Karakter - Dalam Alkitab King James diterjemahkan sebagai "image" yang berasal dari kata
"charakter". Artinya, mengukir atau menggambarkan baik pengukir dan ukiran itu sendiri.
Kejadian 1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar
dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara
dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di
bumi."
Ini juga adalah kata yang digunakan untuk mencetak uang logam (koin). Setiap mata uang
yang dicetak akan menjadi serupa dengan aslinya.
Ibrani 1: 2b-3a Dan Allah sudah menentukan bahwa Anak-Nya inilah juga yang berhak
memiliki segala sesuatu. (3) Dialah yang memancarkan keagungan Allah yang gilanggemilang; Dialah gambar yang nyata dari diri Allah sendiri.

Semangat Membangun Generasi Depan


Untuk Pemimpin dan Pelayan Sidang
Daniel W. Peterson

A. Integritas adalah dasar dari karakter kita.


Karakter kita adalah siapa kita dan keadaan kehidupan batin kita yang sebenarnya. Ini
akan mencerminkan baik ciri-ciri sifat berdosa (yang dipengaruhi oleh dunia) atau ciri-ciri
sifat Allahi (yang dipengaruhi oleh Firman Allah).
B. Kontras
KONTRAS
Kharisma

Integritas dan Karakter yang baik

adalah manifestasi karunia dan bakat kita.


Ini jelas terlihat dari luar.

adalah manifestasi buah yang baik dalam


hidup kita. Ini berasal dan diwujudkan di
dalam batin.

Ilustrasi dua pohon: Pohon Natal dan Pohon Mangga


C. Perbedaan antara Karakter dan Reputasi.

Karakter

Reputasi

adalah siapa kita sebenarnya

adalah tanggapan orang tentang kita

Keadaan dalam

Keadaan luar

Kesimpulannya:
"Orang lain dapat merusak reputasi kita, tetapi
hanya kita yang sanggup menghancurkan karakter kita sendiri. "

IV.

Apakah Integritas Bisa Dikompromikan?


A. Mengerti adanya musuh.
1 Petrus 5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama
seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
Yohanes 10:10 - Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan;
Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala
kelimpahan.
1

Musuh ini tidak pernah tidur.

Tiga strategi Iblis untuk meminimalkan potensi kita: (Wahyu 12:10)


a) Ia menawan kita karena masa lalu.
b) Ia menawan kita karena kesalahan dan dosa masa sekarang.
c) Ia menawan kita saat memikirkan masa depan.

10

Semangat Membangun Generasi Depan


Untuk Pemimpin dan Pelayan Sidang
Daniel W. Peterson

B. Tembok dirobohkan dan gerbang dibakar. (Nehemia 1:3)


Kitab Nehemia adalah buku fakta bersejarah dan juga tantangan bagi setiap orang percaya
untuk membangun kembali dan memulihkan dinding yang rusak dalam hidup mereka. Ketika
Nehemia mendengar bahwa dinding dan pintu gerbang Yerusalem telah dihancurkan, ia
merespon dengan cepat.
Rumah Tuhan yang telah dipulihkan oleh Ezra roh manusia
Dinding dan gerbang jiwa manusia
Tanah tubuh manusia
Tuhan memulihkan segenap hidup kita; roh, jiwa dan tubuh. Roh kita dihidupkan oleh nafas
Allah dan bersifat kekal. Jiwa kita terdiri dari pikiran, emosi dan kehendak kita. Tubuh adalah
kemah yang kita diami untuk sementara ini.
Dinding berbicara tentang perlindungan. Ketika dinding dirobohkan, musuh mendapat akses
bebas untuk mencuri dan menghancurkan. (Yesaya 24: 10-12; Yehezkiel 26:2)
Pintu gerbang adalah tempat akses dan lambang dari otoritas. Otoritas pemerintah telah
membuat keputusan di pintu gerbang kota. (Ulangan 21: 18-19; 25:7)
Catatan: Integritas kita sebagian besar dikompromikan melalui jiwa kita, yang juga
mempengaruhi tubuh.
Jiwa kita merupakan lapanganlapangan pertempuran dalam pikiran (2 Korintus 11: 2-3);
lapangan pertempuran dalam emosi kita (takut, nafsu, amarah), lapangan pertempuran
dalam kehendak kita.
Jeremiah 9:21 - "Maut telah menyusup ke jendela-jendela kita, masuk ke dalam istanaistana kita; ia melenyapkan kanak-kanak dari jalan, pemuda-pemuda dari lapangan;
Perlu dicatat bahwa Setan berusaha supaya kita mengkompromikan firman Allah sedikit
demi sedikit.
Ilustrasi: Kapal Titanic

V.

Bagaimana Cara Memulihkan Integritas?


Dengan meruntuhkan "benteng" dalam pikiran kita yang bertentangan dengan / melawan
Firman Tuhan.
2 Korintus 10:3-6 Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara
duniawi,
(4) karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang
diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.
(5) Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh
keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran
dan menaklukkannya kepada Kristus,
(6) dan kami siap sedia juga untuk menghukum setiap kedurhakaan, bila ketaatan kamu telah
menjadi sempurna.

11

Semangat Membangun Generasi Depan


Untuk Pemimpin dan Pelayan Sidang
Daniel W. Peterson

A. Apakah benteng itu?


Sebuah benteng adalah pola pikir yang ditanam dengan keputusasaan. Kita tahu bahwa
sesuatu hal bertentangan dengan kehendak Allah, tetapi kita tetap menerimanya sebagai
fakta.
Ini adalah benteng roh yang dibangun dalam pola pikiran kita. Pemikiran seperti ini
meninggikan diri sendiri lebih daripada pengetahuan tentang Allah.
B. Bagaimana benteng dibangun?
1. Dimulai dengan alasan (argumen) Kita beralasan bahwa kebenaran Allah tentang
kehidupan kita tidak dapat menjadi kenyataan. (Contoh: pengampunan, takut, gagal,
kecanduan, kebiasaan, dll)
2. Selanjutnya, kita membangun dinding (pemisah) dalam pikiran kita untuk memisahkan
antara pengalaman pribadi dan kebenaran Firman Tuhan. Dengan ini kita memiliki damai
palsu karena pada kenyataannya pikiran dan hati kita tidak didamaikan.
3. Hasilnya adalah orang yang mendua hati (dua pikiran yang bertentangan). (Yakobus 4:8)
Yakobus 4:8 Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu.
Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! Dan sucikanlah hatimu, hai kamu
yang mendua hati!
Matius 6:24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian,
ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada
yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada
Allah dan kepada Mamon."

C. Bagaimana benteng dirobohkan?


Benteng dirobohkan oleh pukulan terus-menerus dengan:
1. Pengakuan Firman Tuhan, meskipun realita kebenaran itu belum dialami (Ibrani 4:
14-16; 1 Yohanes 4:15)
2. Doa
3. Kerendahan hati (Yakobus 4: 7-10)
Contoh: 40 hari siklus hidup lalat.

12

Semangat Membangun Generasi Depan


Untuk Pemimpin dan Pelayan Sidang
Daniel W. Peterson

SERI 4
VISI UNTUK GENERASI MASA DEPAN
Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi
orang benar. (Amsal 13:22)
Tetapi dalam Tuhan Yesus kuharap segera mengirimkan Timotius kepadamu, supaya tenang juga hatiku
oleh kabar tentang hal ihwalmu. Karena tak ada seorang padaku, yang sehati dan sepikir dengan dia dan
yang begitu bersungguh-sungguh memperhatikan kepentinganmu;. (Filipi 2:19-24)
Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatanMu yang ajaib; juga sampai masa tuaku dan putih rambutku, ya Allah, janganlah meninggalkan aku,
supaya aku memberitakan kuasa-Mu kepada angkatan ini, keperkasaan-Mu kepada semua orang yang
akan datang. (Mazmur 71:17-18)

Pendahuluan:
Tuhan tidak hanya bekerja dalam satu kelompok umur yang spesifik. Dia bekerja dalam bagian-bagian
sejarah yang disebut generasi.
Dalam setiap generasi, Dia bergerak menuju penggenapan rencana-Nya yang Allahi. Misi kita adalah
untuk memenuhi tujuan Tuhan dalam masa kita, dan menyerahkan tongkat estafet iman kepada generasi
selanjutnya.
3. Tujuan
Untuk memperluas visi sebagai pelayan-pelayan sidang dalam hal memperlengkapi para penerus
dan generasi masa depan. Setiap pekerja dalam ladang Tuhan butuh untuk memandang kepada
sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri. Kita akan melihat beberapa prinsip Alkitab yang
memberikan langkah-langkah praktis untuk berhasil.
4. Tantangan
Alkitab mengatakan dalam Kisah Rasul 13:36 bahwa Daud melakukan kehendak Allah pada
zamannya. (Versi Bahasa Inggrisnya berarti melayani kehendak Allah pada angkatannya
sendiri)
Rencana Allah yang mulia mengandung strategi untuk menilai dan melaksanakan kehendakNya pada generasi kita dan seterusnya.
5. Generasi sekarang membutuhkan hati bapa (1 Korintus 4:14-16)
1 Korintus 4:14 16 - Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor
kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi.
15 Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai
banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang
kuberitakan kepadamu.
16 Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!

13

Semangat Membangun Generasi Depan


Untuk Pemimpin dan Pelayan Sidang
Daniel W. Peterson

1 Yohanes 2:12-14
a) Anak-anak ayat 12
Secara Jasmani

Secara Rohani

1. Saat-saat permulaan
2. Perlu diampuni (banyak kesalahan)
3. Pendidikan awal
b) Orang-orang muda ayat 13b
Secara Jasmani

Secara Rohani

1. Masa belajar
2. Masa dilatih / kekuatan fisik
3. Masa peperangan

1. Belajar menggunakan Firman Allah


2. Dilengkapi
3. Masa peperangan rohani / menjadi
target setan

c) Bapa-bapa ayat 13a


Secara Jasmani

Secara Rohani

1. Anak dan cucu / keturunan


2. Mendidik anak melalui perkataan dan
contoh hidup
3. Meninggalkan warisan

I.

1. Lahir baru
2. Diampuni
3. Perlu fondasi/diajar/menjadi murid

1. Melahirkan anak rohani


2. Membina/melatih generasi depan
3. Memberkati/ melepaskan/
mempercayakan

Rencana Allah bagi Generasi-Generasi


A. Sebuah generasi adalah sekelompok orang yang serupa, baik itu secara umur atau
karakteristik. (contohnya, generasi yang jahat atau generasi yang hidup benar)

B. Rencana Allah adalah untuk bermultiplikasi dari satu generasi ke generasi yang
berikutnya.
1. Multiplikasi Abraham akan datang melalui generasi yang berikutnya dan generasi-generasi
yang masih akan datang. (Kejadian 22:15-18)
2. Allah menjanjikan Musa bahwa generasinya akan lebih bermultiplikasi dibandingkan
pendahulunya. (Deuteronomy 30:5)
3. Angkatan demi angkatan akan memegahkan pekerjaan-pekerjaan-Mu dan akan
memberitakan keperkasaan-Mu. (Mazmur 145:4)
4. Yesus mempersiapkan murid-murid-Nya untuk melanjutkan pekerjaan yang telah Ia
mulaikan.
(Yohanes 14:12 dibandingkan dengan Kisah 5:15-16; 6:7; 12:24)

14

Semangat Membangun Generasi Depan


Untuk Pemimpin dan Pelayan Sidang
Daniel W. Peterson

C. Kita harus merasakan takdir dalam hati kita dan melihat diri kita sebagai bagian dari
rencana Tuhan yang sedang diungkapkan dari masa ke masa.
1. Tuhan telah memanggil generasi-generasi dari awal dan hadir bersama setiap generasi yang
ada. (Yesaya 41:4)
2. Kasih dan kesetiaan Tuhan bertahan turun-temurun. (Mazmur 119:90)
3. Pengaruh, kemasyhuran dan kuasa Tuhan nyata dalam segala generasi. (Mazmur 45:17)
4. Rencana Tuhan adalah untuk setiap generasi. (Mazmur 33:11)
5. Kuasa dan otoritas Tuhan nyata dalam setiap generasi. (Mazmur 145:13)

D. Tanggung jawab generasi kita dalam memenuhi rencana Tuhan adalah sebagai berikut:
1. Kita harus memilah dan mencapai kehendak Tuhan bagi generasi kita. (Kisah 13:36)
2. Kita harus membangun ulang fondasi dari generasi-generasi yang lalu. (Yesaya 58:12; 61:4)
3. Kita harus menyampaikan kebenaran ke generasi berikutnya dan membimbing mereka ke
dalam pengalaman pribadi dengan Tuhan. (Mazmur 71:18; 78:4)
Catatan: Ada contoh-contoh mengagumkan dalam Alkitab tentang mereka yang menerima
otoritas dari generasi sebelumnya yang seperti ayah:
a. Yosua dilatih dan diutus di bawah bimbingan Musa. (Bilangan 27:18-23, Ulangan 3:28;
1:38; 31:7,23)
b. Elisa dipersiapkan dan diutus di bawah bimbingan Elia. (1 Raja-Raja 19:19; 2 Raja-Raja
2:1-2,9,11-15)
c.

Daud bisa belajar dari Raja Saul yang mengalami kejatuhan. (1 Samuel 17:38-39; 1
Sam 19:1-2,8-10; 1 Sam 19:18; 1 Sam 24:5-6)

d. Dua belas murid-murid muda belajar di bawah bimbingan Yesus. (Markus 3:14; Yoh
15:16; Yoh 14:12; Matius 28:18-20; Lukas 24:46-53; Kisah 4:13)
e. Timotius dan Titus terikat bersama Paulus dan diutus ke dalam kepelayanan. (1 Tim 1:2,
18; 2 Tim 1:2-7; 2 Tim 2:1-2 (lihat Catatan I di bagian IV)

4. Kita harus mengajarkan hal-hal yang sudah terjadi secara detil dan hati-hati kepada generasi
selanjutnya: (Maz 78:5-8)
a. Kita harus mengajarkan FIRMAN Tuhan kepada generasi selanjutnya. (Ulangan 4:910; Ulangan 6:4-9; Yesaya 38:19)
Menceritakan apa yang telah Tuhan katakan.
b. Kita harus mengajarkan PERBUATAN Tuhan kepada generasi selanjutnya. (Keluaran
12:24-27)
Menceritakan apa yang telah Tuhan lakukan.
c.

Kita harus mengajarkan SIFAT Tuhan kepada generasi selanjutnya. (Ulangan 6:5;
Mazmur 22:30-31; Mazmur 89:1)
15

Semangat Membangun Generasi Depan


Untuk Pemimpin dan Pelayan Sidang
Daniel W. Peterson

Menceritakan seperti apa Tuhan itu.


d. Kita harus mengajarkan NAMA Tuhan kepada generasi selanjutnya. (Mazmur 45:17)
Menjelaskan nama Tuhan.
e. Kita harus mengajarkan KUASA dan KEKUATAN Tuhan kepada generasi selanjutnya.
(Mazmur 71:18; Mazmur 78:3-4; Mazmur 145:4)
Menjelaskan kuasa Tuhan itu seperti apa.
f.

Kita harus mengajar melalui PUJIAN dan SYUKUR. (Mazmur 79:13; 89:1)
Menceritakan apa yang membuat Tuhan luar biasa.

g. Kita harus mengajar tentang Tuhan melalui WARISAN kita. (Mazmur 102:18)
Menceritakan apa yang telah Tuhan lakukan bagi kita.

II.

Janji Nubuatan Allah bagi Setiap Generasi


A. Allah akan mengangkat orang-orang percaya yang terampil dalam setiap generasi yang
melaksanakan kehendak-Nya.
Mazmur 22:30- Anak-anak cucu akan beribadah kepada-Nya, dan akan menceritakan tentang
TUHAN kepada angkatan yang akan datang.
B. Mereka yang sungguh-sungguh mencari wajah Allah akan menonjol dan terlihat nyata.
Mazmur 24:6- Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya
Allah Yakub."
C. Ada generasi yang ditandai dengan pembaharuan dalam pujian dan penyembahan.
Mazmur 102:18- Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang
diciptakan nanti akan memuji-muji TUHAN
D. Allah akan memuliakan Gereja-Nya sehingga semua generasi bersukacita dengan penggenapan
Firman Tuhan.
Yesaya 60:15 Aku akan membuat engkau (Sion) menjadi kebanggaan abadi, menjadi
kegirangan turun-temurun.
E. Umat Tuhan akan makmur, diberkati dan membawa pengaruh untuk menyelesaikan Amanat
Agung.
Mazmur 112:2 Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati.
F. Allah telah memilih satu kaum di mana Ia akan menyatakan kemuliaanNya.
1 Petrus 2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih,

16

Semangat Membangun Generasi Depan


Untuk Pemimpin dan Pelayan Sidang
Daniel W. Peterson

III.

Serangan Setan kepada Benih dari Setiap Generasi


A. Serangan Setan sebelum pertolongan Tuhan yang besar dalam sejarah umat manusia:
1. Sebelum pembebasan bangsa Israel dari Mesir (Keluaran 1:15-22)
2. Sebelum rencana Tuhan untuk menebus umat manusia. (Matius 21:38-39; 2:13-18)
3. Sebelum tuaian besar di akhir zaman. (1 Petrus 5:8-9)
B. Strategi Setan untuk menyerang setiap kelompok umur dalam sebuah generasi
Serangan

Sebelum Lahir
Aborsi
Penolakan
Dianggap
sebagai
hambatan

Serangan

Anak
Kegagalan orang tua
Kehidupan keluarga
yang negatif
(pemerkosaan/inses)
Pergaulan buruk

Serangan

Pemuda
Godaan
seksual

Serangan

Keluarga Muda

Serangan

Lanjut Usia

Tekanan
ekonomi

Ditelantarkan

Narkoba
Musik jahat

Dilupakan
Perselingkuhan

Tekanan
pergaulan

Perceraian

Merasa tidak
berdaya

C. Strategi Setan untuk memutuskan hubungan antar generasi


1. Perceraian, kehancuran keluarga.
2. Pengalaman menyakitkan yang menghasilkan akar kepahitan.
3. Prioritas yang salahmengejar karir di luar tujuan Allah
4. Merasa tidak berhargamerasa sudah lewat dari masa keemasan kita dan merasa tidak
punya suara

IV.

Tragedi saat Tidak Meneruskan Nilai-Nilai Tuhan ke Generasi Selanjutnya


A. Sebuah generasi yang tidak mengenal Tuhan atau pekerjaan-Nya. (Hakim-Hakim 2:7-10)
(Yosua adalah pemimpin yang hebat, tapi ia gagal untuk meneruskan jubah kepemimpinan
kepada generasi selanjutnya.)
B. Sebuah generasi yang kehilangan tuaian. (1 Samuel 12:16-17)
Bangsa Israel meminta raja seperti bangsa-bangsa lain dan menolak kepemimpinan Tuhan. (1
Samuel 8:6-7)
Catatan: Seruan hati Gideon! (Hakim-Hakim 6:11-13)

17

Semangat Membangun Generasi Depan


Untuk Pemimpin dan Pelayan Sidang
Daniel W. Peterson

V.

Memperbaiki Saluran Generasi

Dari generasi ke generasi, kita harus konsisten dalam menjangkau anak muda supaya
kita bisa menjaga aliran hidup dan kepemimpinan sampai kepada masa depan gereja.
Kalau ada kebocoran dalam saluran kita, kita akan kehilangan pemimpin, anak-anak,
kekuatan, sukacita, uang, pengaruh, dan masa depan.
Salah satu masalah paling mendesak yang dihadapi gereja masa kini adalah untuk
memperbaiki saluran antar generasi (Generation Pipeline).

VI.

Membangun Generation Philosophy


Kalau kita mau berbicara kepada generasi kita, kita harus menyatakan apa yang sedang Tuhan
tekankan. Kita harus menyatakan apa yang sedang Roh Kudus katakan kepada gereja. Tuhan tidak
hanya berbicara kepada satu kelompok umur dalam gereja, tapi Dia mau mempengaruhi seluruh
generasi yang ada.
Saat kita berbicara tentang Generation Philosophy, kita tidak berbicara tentang usia Sekolah
Minggu, pemuda, dewasa, atau lansia. Tetapi, kita berbicara tentang sebuah strategi untuk
menjangkau generasi dari pada saat mereka lahir sampai saat mereka lanjut usia!
Kunci dari menjangkau seluruh generasi adalah dalam berfokus dalam anak-anak dan pemuda.
A. Menjangkau Budaya Anak Muda Zaman Sekarang
1. Masyarakat kita didominasi oleh budaya anak muda
Ada kebutuhan yang meningkat dalam masyarakat kita untuk masalah-masalah seperti
narkoba, kemerosotan moral, AIDS, perkelahian gang, pendidikan yang menurun, dan
kekerasan.
Seringkali, kita tidak menyadari luasnya akibat budaya anak muda ke masyarakat kita,
maka dari itu kita jadi tidak sadar bahwa gereja perlu menjangkau generasi ini.

18

Semangat Membangun Generasi Depan


Untuk Pemimpin dan Pelayan Sidang
Daniel W. Peterson

2. Kenapa sangat penting bagi gereja untuk menjangkau anak muda


a) Gereja-gereja yang tidak berusaha untuk menjangkau anak muda secara konsisten
akan mengalami lima karakteristik dasar:

Mereka akan semakin terputus dari budaya dan apa yang sebenarnya terjadi
dalam masyarakat.

Mereka akan cenderung jadi terlalu berohani dalam sikap dan peraturan, dan
bereaksi keras terhadap perilaku dan gaya hidup zaman sekarang. Akan
membuat penilaian, keputusan, dan tindakan berdasarkan kebiasaan/tradisi yang
sudah ada; kurang melihat dengan kasih dan Firman Tuhan.

Mereka akan mulai mengalami kehilangan dari semangat mula-mula dan


sukacita dari kehidupan gereja yang telah mereka alami di masa sebelumnya.

Mereka akan melihat penurunan dalam jumlah pertobatan baru, dan perpindahan
jemaat dari gereja.

Mereka akan perlahan-lahan mati selagi mereka kehilangan anak muda dan
gagal untuk membangkitkan pemimpin-pemimpin baru.

b) Mengapa gereja lokal perlu menjangkau anak muda:

Karena pengaruh dari budaya anak muda!

Karena mereka adalah titik fokus dari peperangan rohani dan serangan setan.
Target utama Setan adalah anak-anak dan pemuda. Ia telah melancarkan
serangan besar-besaran untuk menghancurkan benih (anak-anak) orang
percaya sebelum mereka dewasa dan menghancurkan kerajaannya.

Karena pengaruh anak muda ke dua generasi: orang tua mereka dan anak-anak
mereka. Pemuda dari gereja lokal bisa menjadi magnet rohani atau ranjau
rohani. Mereka bisa membawa kehidupan, sukacita, dan semangat ke dalam
kehidupan gereja, tapi mereka juga bisa membawa perpecahan dan patah hati
ke dalam gereja.

Karena 85% pertobatan baru ke Kekristenan terjadi sebelum usia 18-20 tahun.
Jadi, ladang penginjilan yang jelas untuk gereja adalah di kampus, di luar sana,
di budaya anak muda zaman sekarang.
Tuaian memang banyak, tapi pekerja sedikit. (Matius 9:37)

Karena inilah saat terbaik untuk membentuk hidup mereka supaya bisa menjadi
pemimpin di masa depan! Di masa puncak ketertarikan, rasa ingin tahu, energi,
dan pencarian rohani, inilah masa terbaik untuk masuk ke kehidupan anak muda
selagi mereka membuat keputusan-keputusan terpenting dalam hidup mereka.
Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu. (Pengkhotbah 12:1)

Karena anak muda adalah pasukan pelayan dalam gereja! Gereja memanen
kekuatan dan energi dari anak muda selagi mereka mendedikasikan hidup
mereka kepada Kristus. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda,
karena kamu kuat... (1 Yoh 2:14)

19

Semangat Membangun Generasi Depan


Untuk Pemimpin dan Pelayan Sidang
Daniel W. Peterson

Karena kerinduan seorang gembala untuk menjembatani generasi dan


meninggalkan warisan hidup. Pelayanan satu orang akan bertahan selama satu
generasi, dan selama itu ada kesempatan untuk menciptakan pelayanan dan
kepemimpinan dalam generasi selanjutnya. Jika konsisten menjangkau anak
muda, warisan yang seperti ini akan bisa dicapai. Mahkota orang-orang tua
adalah anak cucu... (Amsal 17:6)

B. Cara memperbaiki saluran generasi (Generation Pipeline)


1. VISI:
2. LEADERSHIP:
3. UANG:
4. STRATEGI:

20