Anda di halaman 1dari 5

Bisnis di Indonesia

Oleh :
Anaji Achmad

(09312098)

Adhitya Dwi A.

(09312152)

Muhammad Fajri

(09312153)

Bryan Adam Ibrahim (09312220)

Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi


Universitas Islam Indonesia
2010/2011

Suka Modifikasi, Penjualan Ban Tinggi


Selain itu, penjualan ban juga akan naik seiring dengan
peningkatan penjualan kendaraan.
Sabtu, 26 November 2011, 14:02 WIB
Hadi Suprapto, Sandy Adam Mahaputra

VIVAnews - Indonesia adalah pangsa sepeda motor terbesar ketiga di dunia. Pasar ini sangat
menjanjikan bagi produk turunannya, seperti suku cadang, termasuk ban. "Sebab, penjualan ban
sepeda motor selalu berbanding lurus denganpenjualan sepeda motor," kata President Director of
Michelin Indonesia (Michelindo), Jean Pierre Kopp, saat peluncuran ban motor Michelin di
Jakarta, Sabtu 26 November 2011.
Berdasarkan survei yang dilakukan Michelindo, kata dia, pengendara motor di negera ASEAN
menunjukkan, orang Indonesia lebih suka mempercantik dan memodifikasi motor dengan
berbagai merek-merek ternama dan berkualitas premium.
Hal Itu juga diperkuat dengan pertumbuhan penjualan ban motor di Indonesia. Hingga semester I
2011, menurut catatan Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI), total penjualan ban roda dua
mencapai sekitar 20,21 juta unit. Angka tersebut naik 6,63 presen dibandingkan periode yang
sama tahun 2011 sebanyak 18,87 juta unit.
Sedangkan pertumbuhan penjualan sepeda motor rata-rata mencapai 20 persen per tahun. "Ini
yang jadi alasan kami meluncurkan ban untuk kategori sepeda motor," kata Managing Director
PT Michelindo Mitra Abdi, Jemmy Tantoro.
PT Michelindo Mitra Abdi, importir dan distributor tunggal ban Michelin untuk Indonesia,
meluncurkan ban sepeda motor baru berkualitas premium dengan Standar Nasional Indonesia
(SNI). Michelindo meluncurkan tiga kategori ban motor sekaligus. Pertama, jenis Pilot Sporty
untuk dragbike dan motor sport. Kedua, tipe M29S untuk motor skutik. Dan ketiga, tipe M85,
jenis ban untuk motor bebek.

Dari ketiga produk ban yang diluncurkan memiliki jenis yang berbeda. Untuk jenis Pilot Sporty,
cocok untuk dragbike dan motor sport. Michelin menciptakan ban jenis ini dengan performa
tinggi. Alur ban diadopsi dari ban motor besar Michelin Pilot Sport, yang digunakan oleh motor
100 cc hingga di atas 1000 cc.
Keunggulan lainnya ada daya cengkram istimewa di permukaan kering dan basah, sehingga
cocok untuk segala cuaca. Michelindo menyediakan semua ukuran ban sepeda motor di jenis
Pilot Sporty ini, mulai 60/90-17 TT 30S hingga 100/80-16 TL 50P.
Sedangkan untuk tipe M29S, cocok buat kendaraan motor skutik. Michelin menyeut jenis ban ini
sebagai ban 'don't worry'. Keunggulan ban tersebut, antara lain desain alur yang unik
memberikan daya cengkram yang optimal di segala cuaca, baik kering maupun basah. Tingkat
stabilitas dan handling juga sangat baik, sehingga menjadikan berkendara setiap hari. Untuk jenis
ini, Michelin menyediakan semua ukuran.
Adapun untuk tipe M85, Michelin mendesain ban ini khusus untuk bebek sport. Dengan model
alur semi-slick, compound karet lunak, serta desain yang besar, ban ini memberikan ekstra daya
cengkram saat akselerasi dan menikung.
"Dengan teknologi produksi yang canggih, quality control yang sangat ketat dan desian
istimewa. Kami sangat percaya jika ban motor Michelin akan memberikan keamanan dan
kenyaman berkendara kepada semua konsumen di tanah air," ujar Jemmy.
Di Indonesia, harga ban motor produk Michelin ini ditawakan pada kisaran harga mulai Rp200600 ribu per unit. Untuk tipe M29S (ban khusus matik) dibanderol dengan kisaran harga Rp230276 ribu. Kemudian untuk tipe M85 (ban motor bebek) dilepas dengan harga Rp230-292 ribu.
Adapun tipe Pilot Sporty dijual dengan harga Rp270-720 ribu.
Jemmy menambahkan, di tahun 2012, pihaknya menargetkan penjualan ban motor Michelin bisa
mencapai 400.000 unit. Untuk merealisasikan target tersebut, Michelindo Mitra Abadi akan
menambah jumlah distributor hingga mencapai 28-30 di seluruh Indonesia. "Saat ini jumlah
distributor kami sekitar 10 di berbagai kota besar Indonesia. Kami juga akan memasarkan ban ini
ke bengkel-bengkel modifikasi motor," ujarnya.
VIVAnews

ANALISIS 10 KEPUTUSAN MANAJEMEN STRATEGIS OPERASIONAL


QUALITY,
Kualitas suatu produk harus dipertahankan selama proses produksi
berlangsung. Sebagai contoh produk ban Michelin ternama yang
berasal dari produsen ban dunia asal prancis. Dan ban tersebut untuk
di Indonesia sendiri diproduksi oleh PT Michelindo Mitra Abadi, sebagai
pangsa pasar motor terbesar ketiga di dunia, Indonesia menjanjikan
pasar yang sangat besar untuk ban motor dan produk yang
berhubungan dengan motor. Mereka memproduksi ban dengan kualitas
premium

dengan

Standar

Nasional

Indonesia

(SNI).

Michelindo

meluncurkan tiga kategori ban motor sekaligus. Pertama, jenis Pilot


Sporty untuk dragbike dan motor sport. Kedua, tipe M29S untuk motor
skutik. Dan ketiga, tipe M85, jenis ban untuk motor bebek. Dan
masing-masing dari ketiga tersebut memiliki keunggulan-keunggulan
tersendiri, seperti yang telah dijelaskan pada artikel diatas.
Keunggulan atau kualitas lain yang ditawarkan Michelin adalah ban
radial degan umur pakai lebih lama dan ramah lingkungan.
Ban produksi baru ini diklaim mampu menempuh jarak 20% lebih
panjang. Hal ini berkat teknologi penghubung alternatif (bridging
alternative technology) yang dapat mengurangi tingkat keausan ban.
Ban produksi pabrikan asal Prancis itu juga menggunakan senyawa
silika penuh (full silica compound) . Teknologi ini mengurangi gesekan
antara

partikel karet

sehingga

mengurangi panas.

Panas

yang

berkurang menyebabkan lebih sedikit energi yang hilang sehingga


mengurangi konsumsi bahan bakar.

DAMPAK POSITIF BAGI PERKEMBANGAN BISNIS DI INDONESIA


Michelin, produsen ban asal prancis berencana membangun pabrik di
Indonesia pada 2016 atau 5 tahun mendatang, seiring potensi pasar
ban

nasional

yang

bakal

tumbuh

seiring

tumbuhnya

populasi

kendaraan bemotor serta melimpahnya bahan baku karet alam


nasional.

Hasil

produksi

tersebut

dapat

memenuhi

kebutuhan

domestik, bahkan khusus untuk ban mobil dan ban motor, sekitar 70
persen hasil produksi diekspor ke berbagai negara seperti AS, Jepang,
Asia, Australia dan Eropa. Investasi di industri ban juga bisa menarik
investor karena besarnya ketersediaan bahan baku utama berupa
karet alam di Indonesia. Selain itu, masih baiknya penjualan otomotif
nasional turut menciptakan iklim investasi kondusif.
DAMPAK NEGATIF BAGI PERKEMBANGAN BISNIS DI INDONESIA
Dampak negatifnya dirasakan oleh produsen ban lokal yang kalah
saing dengan produsen ban asal luar negeri. Hal ini bisa mematikan
usaha

ban

nasional

yang

semakin

terpuruk.

Jadi,akan

banyak

pengusaha ban yang gulung tikar akibat adanya perusahaan ban asing
yang berada di Indonesia walaupun dengan adanya perusahaan asing
itu akan membantu perekonomian Indonesia.