Anda di halaman 1dari 19

Kelompok XIII

1. Andre Yosi (0806455572)


2. Didi Prayitno (0806321303)
3. Doni Johansyah (0806455686)
4. Gana Damar K (0806331582)
5. Rona Khairol Pratama (0806315976)
6. Wahidun Adam (0806332074)

Titanium (Ti), merupakan logam transisi dan


mempunyai nomor atom 22 dan berat atom
47,90.
Titanium adalah logam yang paling melimpah
keempat di bumi.
Titanium jarang ditemukan dalam bentuk
logam murni.
Titanium umumnya terbentuk pada batuan
igneous, sebagai ilmenite (FeTiO3) yang
banyak dijumpai di pantai selatan pulau
Jawa, Indonesia, dalam bentuk pasir besi.

Titanium sama kuatnya dengan baja, tetapi beratnya


hanya 60% dari berat baja.
Kekuatan fatik (fatigue strength) lebih tinggi daripada
paduan aluminium.
Tahan pada suhu tinggi. Ketika temperatur pemakaian
melebihi 150 0C maka dibutuhkan titanium karena
aluminium akan kehilangan kekuatannya seacara nyata.
Tahan korosi. Ketahanan korosi titanium lebih tinggi
daripada aluminium dan baja.
Dengan rasio berat-kekuatan yang lebih rendah daripada
aluminium, maka komponen-komponen yang terbuat dari
titanium membutuhkan ruang yang lebih sedikit dibanding
aluminium.

Militer dan transportasi. Oleh karena


kekuatannya, unsur ini digunakan untuk
membuat peralatan perang (tank), sepeda
motor, sepeda, mobil, dan pesawat ruang
angkasa.
Industri. Beberapa mesin pemindah panas
(heat exchanger) dan bejana bertekanan
tinggi serta pipa tahan korosi memakai bahan
titanium.

Kedokteran. Titanium digunakan dalam produksi


implan manusia karena memiliki kompatibilitas
yang baik dengan tubuh manusia. Bahan implan
gigi, penyambung tulang, pengganti tulang
tengkorak, struktur penahan katup jantung, hati
buatan, defibrillator, dan pinggul sendi siku
menggunakan titanium.
Mesin. Titanium juga digunakan sebagai material
pengganti untuk batang piston, mesin turbin gas,
pisau kompresor, casing, cowlings mesin, dan
perisai panas karena memiliki kekuatan yang
tinggi dalam pemakaian suhu tinggi.

Titanium diproduksi menggunakan proses


Kroll. Langkah-langkahnya meliputi:
ekstraksi
pemurnian
produksi spons
penciptaan paduan
forming dan shaping.

Gambar 1 : Pemrosesan bijih logam berat: a) dredger, b) sieve,


c) bunker, d) Reichert cones, e) spirals, f) magnetic sparator,
g) dryer, h) electrostatic sparator, i) shaking table, j) dry
magnetic sparator, k) vertical belt conveyor, l) electrostatic
sparator

Pada awal produksi, produsen menerima konsentrat


titanium dari penambang. Sementara rutil dapat
digunakan dalam bentuk alami, ilmenit diproses untuk
menghilangkan besi hingga mengandung minimum 85%
titanium dioksida.
Bahan-bahan ini dimasukkan dalam reaktor fluidizedbed reactor bersama dengan gas klor dan karbon.
Bahan dipanaskan sampai 1652 F (900 C) dan
menghasilkan titanium tetraklorida kotor (TiCl 4) dan
karbon monoksida. Berikut ini adalah persamaan
reaksinya:
TiO2 + 2Cl2 + 2C TiCl4 + 2CO

Pada pembentukan Titanium (IV) Chorida,


Chlorida logam lain juga bisa terbentuk. Untuk
memisahkannya, logam dimasukkan ke dalam
tangki distilasi besar kemudian dipanaskan.
Titanium (IV) Chlorida yang sangat murni bisa
dipisahkan menggunakan distilasi fraksional pada
atmosfer argon atau nitrogen, kemudian
disimpan di dalam dry tanks. Tindakan ini
menghilangkan klorida logam lain seperti besi,
vanadium, zirkonium, silikon, dan magnesium.

Titanium (IV) klorida adalah klorida kovalen


khas. Ini adalah cairan tak berwarna yang
menguap di udara lembab karena bereaksi
dengan air membentuk titanium (IV) oksida dan
gas hidrogen klorida. Semuanya harus dijaga
sangat kering untuk mencegah ini terjadi.

Reduksi oleh natrium


Titanium (IV) klorida ditambahkan ke reaktor
di mana natrium sangat murni telah
dipanaskan sampai sekitar 550 C semuanya berada pada suasana argon inert.
Setelah reaksi selesai, semuanya didinginkan
campuran dihancurkan dan dicuci dengan
asam klorida encer untuk menghilangkan
natrium klorida.
Reduksi oleh natrium
TiCl4 + 4 Na Ti + 4 NaCl

Reduksi oleh magnesium


Metode digunakan di seluruh dunia. Metode
ini mirip dengan menggunakan natrium,
reaksinya:

Spon titanium murni diubah menjadi paduan


melalui consumable-electrode arc furnace.
spons dicampur dengan berbagai paduan dan
logam tua (scrab metal). Campuran spons
dan paduan dipressure hingga menyatu, lalu
dilas membentuk elektroda spons.

Elektroda spons kemudian ditempatkan di busur


tanur vakum untuk dilebur.
Dalam air dingin pada wadah tembaga, busur
listrik digunakan untuk melebur elektroda spons
untuk membentuk ingot. Semua udara di wadah
dipindahkan (dibuat vakum) atau suasana penuh
dengan argon untuk mencegah kontaminasi.
Biasanya, ingot dilebur kembali satu atau dua
kali lagi untuk menghasilkan ingot komersial.

Selama produksi titanium murni, sejumlah


besar Magnesium Chlorida dihasilkan.
Senyawa ini didaur ulang dalam sel daur
ulang segera setelah diproduksi. Sel daur
ulang memisahkan logam magnesium dan
mengumpulkan gas klor. Kedua komponen ini
digunakan kembali dalam produksi titanium.

Proses ekstraksi yang umum digunakan


adalah proses Kroll yang ditemukan oleh
Wiliam Kroll.
Langkah-langkah ekstraksinya meliputi:
ekstraksi
pemurnian
produksi spons
penciptaan paduan
forming dan shaping.