Anda di halaman 1dari 2

Busuk Daun Antraknosa

Written by Administrator
Thursday, 24 February 2011 00:20

Antraknosa

Penyakit antraknosa merupakan sekumpulan nama infeksi pada daun bibit-bibit muda, yang
disebabkan oleh 3 genera jamur patogenik, yaitu Botryodiplodia spp., Melanconium elaeidis
dan
Glomerella cingulata
. Spora dihasilkan di dalam piknidia atau aservuli, menyebar dengan bantuan angin atau
percikan air siraman atau hujan (Turner, 1971 dan 1981 ; Barnet dan Hunter, 1972 ; Domsch,
Gams dan Anderson, 1980).
Penyakit ini telah dilaporkan terdapat di berbagai perkebunan kelapa sawit di Indonesia (Turner,
1981 ; Purba dan Sipayung, 1986 ; Purba, 1996d, 1996f, 1997d dan 1999a).

Gejala

Terutama menyerang bibit pada umur 2 bulan. Kadang-kadang dijumpai bersamaan dengan
gejala transplanting shock (cekaman pindah tanam). Gejala biasanya dijumpai pada bagian
tengah atau ujung daun, berupa bintik terang yang selanjutnya melebar dan menjadi kuning dan
coklat gelap. Jaringan sakit selanjutnya nekrosis,
bercak meluas
dengan batas antara
bercak
dengan jaringan sehat berwarna kuning.
Bercak
kadangkala memanjang sejajar tulang daun.

1/2

Busuk Daun Antraknosa


Written by Administrator
Thursday, 24 February 2011 00:20

Gambar 1. Gejala antraknosa yang disebabkan oleh jamur Botryodiplodia sp.

Faktor pendorong

Jarak antar bibit yang terlalu rapat (< 90cm). Keadaan pembibitan yang terlalu
lembab.Kelebihan air siraman dan naungan di PA. Pemindahan bibit dari PA ke PU dan
penggemburan tanah yang kurang hati-hati.

Pengendalian

Mengurangi penyiraman dan naungan di pembibitan awal, sehingga mengurangi kelembaban.


Pemindahan bibit dan penggemburan tanah harus dilakukan dengan hati-hati. Menjarangkan
letak bibit menjadi 90 cm. Mengisolasi dan memangkas daun-daun sakit dengan gejala
ringan-sedang, selanjutnya disemprot dengan fungisida ziram, thiram, kaptan atau triadimenol
dengan konsentrasi 0,1-0,2% dengan pusingan 7-10 hari, atau dengan thibenzol dengan
konsentrasi 0,1% dengan pusingan 10-14 hari, daun-daun pangkasan harus dibakar.
Memusnahkan bibit yang terserang berat.

2/2