Anda di halaman 1dari 54

Osteoarthritis

(OA)
Pembimbing : dr.Alif Noeriyanto Rahman, SpOT
Disusun oleh : Koass Bedah RSU Bhakti Yudha
Periode 04 Mei 11 Juli 2015
Stella Kusumawardhani
Tubagus Siswadi
Regina Enggeline
Yolanda Kesuma

1.1 Latar Belakang

1.2 Batasan Masalah

2.1 Anatomi dan Fisiologi


Tulang

2.1 Anatomi dan Fisiologi


Tulang

Fungsi Tulang

2.2 Definisi

2.2 Definisi

A.Bila terjadi kerusakan pada tulang sub-artikuler (1),


meningkatnya tekanan pada titik tertentu pada tulang rawan
(2), sehingga beban yang diterima pada daerah tersebut
berlebihan atau kerusakan tulang rawan sendi oleh karena
suatu hal (3) dapat menyebabkan osteoartritis
B.Gambar skematis tekanan yang diterima akibat beban tubuh
pada sendi yang normal

2.3 Epidemiologi

2.3 Epidemiologi

2.4 Etiologi dan Faktor


Resiko

2.5 Klasifikasi

2.6 Patogenesis dan


Patologis

Patologis

2.7 Gejala Klinis

2.7 Gejala Klinis

2.8 Diagnosis

Foto Rontgen

1. Gambaran Radiologis Pada OA Menurut Kellgren & L


Grade of
Osteoarthri

Description

tis
0
1
2
3
4

No radiographic findings of osteoarthritis


Minute

osteophytes

of

doubtful

clinical

significance
Definite
osteophytes with unimpaired joint
space
Definite osteophytes with moderate joint space
narrowing
Definite osteophytes with severe joint space
narrowing and subchondral sclerosis
Sumber : American Journal of Roentgenology, 29 Juni 2006

Foto Rontgen Lateral Sendi Lutut Normal


Foto Rontgen Sendi Lutut Normal P
Sumber : Atlas Anatomi Sobotta Edisi 22 Jilid 2

Gambar atas kiri :


pandangan anteroposterior
menunjukkan menyempitnya celah sendi (tanda
panah)
Gambar bawah kiri
:
pandangan lateral
menunjukkan
sklerosis
yang
ditandai
terbentuknya osteofit (tanda panah)
Gambar atas kanan
:
menyempitnya celah
sendi (tanda panah putih) menyebabkan destruksi
padapada
dan
sunchondral
(tanda
iel, Deborah Hellinger. 2001. Radiographic
Assessment kartilago
of Osteoarthritis.
American
Family Physician.
64 (2)panah
: 279-286

Pencitraan radiologis sinar-x pada osteoarthritis panggul

Gambar atas : gambar pertama menunjukkan penyempitan celah sendi


pada panggul (tanda panah putih), sklerosis subchondral
(kepala panah putih), dan terbentuknya kista (kepala panah
transparan).
Gambar bawah :
gambar kedua diambil 2 tahun setelah gambar
pertama yang menunjukkan semakin menyempitnya celah
sendi
(tanda
panah
putih) dan
sklerosis
(kepala
iel, Deborah Hellinger. 2001.
Radiographic
Assessment
of Osteoarthritis.
American
Family Physician.
64 (2)panah
: 279-286

OA pada jari tangan

OA pada jari kaki

Gambaran
radiologis
posteroanterior
menunjukkan
penyempitan
ruang
sendi
interphalangeal,
sklerosis
subchondral, dan pembentukan osteofit (panah)

al. 2008. Radiographic Evaluation of Arthritis : Degenerative Joint Disease and Variation. Radiology. 248(3) : 737-747.

Pencitraan radiologis sinar-x


osteoarthritis pada lutut
Gambaran radiologis anteroposterior lutut menunjukkan
penyempitan ruang sendi, sklerosis, dan pembentukan
osteofit (panah)
al. 2008. Radiographic Evaluation of Arthritis : Degenerative Joint Disease and Variation. Radiology. 248(3) : 737-747.

Pencitraan radiologis sinar-x osteoarthritis pada pinggu


Kedua gambar di atas menunjukkan penyempitan ruang
superolateral sendi, sklerosis, kista subkondral, dan
pembentukan osteofit (panah)

al. 2008. Radiographic Evaluation of Arthritis : Degenerative Joint Disease and Variation. Radiology. 248(3) : 737-747.

Pencitraan radiologis sinar-x osteoarthritis


pada panggul
Rheumatoid
arthritis
dengan
osteoartritis
sekunder.
Gambaran radiologis panggul anteroposterior menunjukkan
penyempitan ruang sendi setiap sendi panggul. Perhatikan
erosi (anak panah) dan osteofit (panah)
al. 2008. Radiographic Evaluation of Arthritis : Degenerative Joint Disease and Variation. Radiology. 248(3) : 737-747.

Adanya
pembentukan
Gambaran sendi tungkai normalosteofit dan penyempitan
celah sendi pada sendi
tungkai

Adanya pembentukan osteofit


Gambaran sendi panggul normal
pada sendi panggul

Pembentukan
sklerosis subkondral
Osteofit pada sendi jari tangan (DIP
1)

CT Scan dan MRI

Gambaran MRI Sendi Lutut yang Normal


Sumber : Atlas Anatomi Sobotta Edisi

Radiografi Konvensional
pada lutut : menunjukkan
terjadinya penyempitan
celah
sendi
pada
kompartemen
lateral
(panah merah).

MRI : menunjukkan focal


grade 3 cartilage defect

A. Radiografi
Konvensional
:
pateilar
C. (sunrise
MRI : T1 weighted
projection)
Terdapat kista kecil di
bagian apex patella

B. Axial CT Scan :
Terdapat kista kecil di bagian
D. apex
MRI patela
: T2 weighted
Terjadi
cartilage
denudation

A. Radiografi Konvensional : B. MRI : tampak adanya sclerosis


tampak adanya sclerosis subchondral
subchondral, penyempitan
ruang sendi, dan osteofit

A. Radiografi
Konvension
al
:
pembentuk
an osteofit

B.

CT
Scan
:
tampak adanya
osteophytosis
pada
kompartemen
medial
dan

C. MRI : osteophytosis
terlihat lebih jelas
dan nyata
Terdapat
intercondylar
osteophyte

A. Radiografi
Konvensional
:
tidak
tampak
tanda
tanda
pembentukan
kista

B.

CT Scan : tampak C. MRI : terlihat adanya


kista
subchondral
kista subchondral
(panah) yang memiliki
yang kecil yang
intensitas tinggi
dikelilingi oleh thin
sclerotic halo

Pemeriksaan Lain

2.9 Diagnosis Banding


Gambaran
Radiologi

Osteoartritis

Artritis Reumatoid

Gout

Sendi penyangga

Mengenai sendi-

Daerah

berat badan

sendi kecil PIP, MCP, MTP 1

Predileksi

seperti coxae,

pergelangan siku,

genu, vertebre

pergelangan kaki, dll

Menyempit

Menyempit

Tidak ada

Erosif sekitar sendi

Celahsendi

Paling sering pada

Baik hingga
menyempit
Erosi pada pinggir
tulang over hanging
lip

Erosi

Punched out
dengan garis

Simetri
Kista

Tidak simetris

Simetris dan

sklerotik
Asimetris

bilateral
Ada
Ada (pseudocyst)
Tidak Ada
dengan
AdaPerbadingan
pada pinggir OA
Tidak
ada RA dan Gout
Tidak ada

Rheumatoid arthritis
Adalah penyakit yang bersifat progresif, kronik,
systemic inflamatory, yang mengenai synovial
joint,
Wanita > pria
3 : 1.
Rheumatoid factor .
Seronegatif rheumatoid factor

Osteoporosis.
Joint space narrowing .
Articular erosion .
Synovial cyst/pseudo cyst
Joint effusion.
Soft tissue swlling
Marginal erosion.
Joint deformity----boutonniere, swan neck
deformity
Simetris

Erosif yang mengenai tulang


karpal dan sendi
Metakarpofalangs pada RA

nt WE and Helms CA, editors. Fundamentals of Diagnostic Radiology 2nd ed. New York: Lippicott Williams & Wilkins; 2007.p.1135

RA

OA
Sumber : The WHO Manual of Diagnostic Imaging

bedaan Gambaran Deformitas yang terjadi pada RA da

Gambaran Radiologi Gout

Pembengkakan dan erosi pada sendi PIP-5 pada Gout


Sumber : Berquist, Thomash H. Musculoskeletal Imaging Companion 2nd ed. New York: Lippicott Williams & Wilkins; 2007.p.803-6

2.10 Tatalaksana

Prinsip Pengobatan
Mengurangi/ menghilangkan rasa sakit
Mencegah / mengurangi gangguan fungsi
Mencegah timbulnya kecacatan

Non Farmakologis
Istirahat sendi, Hindarkan stress sendi, Jangan
lama berdiri, jongkok dan lama duduk bersila
Berat Badan ideal
Pemakaian alat bantu (tongkat penyangga, alat
bantu jalan), Pemakaian korset, Pemakaian
sepatu khusus
Pemberian kompres lokal panas / dingin
Aktifitas teratur, latihan ringan : jalan kaki ,
bersepeda , berenang, senam ringan,aerobik
tanpa lompat
Diet cukup vitamin C, D, E

Farmakologis
Analgetik : aspirin, salisilat, parasetamol
Phenilbutazone
Codein
NSAID
COX-2 Inhibitor
Minyak ikan / omega-3
Systemic Adrenocorticotropic >> kontra indikasi

Local Inj./intra articular adrenocorticosteroid

Farmakologis
Hyaluronan / Hyalgan inj. Intra articular
Molekul pendukung utama proteoglikan
Mengaktifkan proses perbaikan rawan. - Normalisasi
kualitas cairan sinovial.

Intra artikular inj. 20 mg (1 amp) tiap minggu


selama 5-7 minggu

Glycosaminoglycan Poly Sulphate(Arteparon)


o Menghambat proses degenerasi rawan
Glycosaminoglycan Sulphate Peptida (Rumalon)
o Menghambat proses degenerasi rawan

Farmakologis
Chloroquin :
o Menghambat ekspresi IL-1
o Mencegah penekanan sintese prostaglandin
o Memperlambat derajat OA
o Memperbaiki patologi OA

Chondroitin Sulphate
o Membentuk matrix proteoglikan
o Diberikan per-oral 400 mg kapsul 3x sehari.

Doxicycline (derifat Tetracycline)


o Menghambat aktivasi kolagenase dan gelatinase pada tulang rawan dengan
menghambat aktivasi oksidate pro-enzym.
o Diberikan per-oral 100 mg/hari

BEDAH
Artroskopi
Osteotomy
Artoplasti >> Total knee replacement

2.11 Prognosis

TERIMA KASIH