Anda di halaman 1dari 16

Kekurangan Vitamin D Pada Wanita Hamil

Menyebabkan Vaginosis Bakteri


TUJUAN : Data terakhir menunjukkan vitamin D (VDD) dikaitkan dengan
vaginosis bakteri (BV) selama kehamilan. Hipotesis kami pada VDD merupakan
faktor resiko untuk BV pada wanita hamil.
STUDI DESAIN : Dengan menggunakan data dari Kesehatan Nasional dan
Survey Pemeriksaan Gizi, kita melakukan analisis multinariable logistic regresi
bertingkat pada wanita hamil.
HASIL : VDD dikaitkan dengan BV hanya pada wanita hamil disesuaikan dengan
[AOR], 2.87; ketetapan 95% interval [CI], (1.13-2.8). Diantara perempuan hamil,
douching (AOR, 1.72; 95% CI, 1.25-2.37), merokok (AOR, 1.66; 95% CI, 1.232.24), dan kulit hitam (AOR, 2.41; 95% CI, 0.60; 95% CI, 0.40-0.90).BV
memoderasi hubungan antara merokok dan BV pada wanita yang tidak hamil.
KESIMPULAN : Faktor resiko untuk BV berbeda menurut status kehamilan.
VDD adalah faktor resiko untuk BV pada wanita hamil; evaluasi suplemen
vitamin D berguna untuk pencegahan atau terapi tambahan BV pada wanita hamil.
Bakteri vaginosis (BV) sangat sering mempengaruhi wanita usia subur yaitu
sekitar 30% di Amerika Serikat. Meskipun terjadi perubahan dramatis dalam
mikroflora vagina yang menjadi ciri BV sehingga sering terjadi tanpa adanya
gejala, mereka yang terkena dengan gejala yang merugikan banyak meningkatkan
resiko infeksi menular seksual, persalinan premature, dan endometritis
postpartum.Meskipun pemberantasan BV dengan menggunakan antimikroba yang
tepat, tetapi penyakit masih tetap berulang.Pengobatan wanita hamil dengan BV
sangat sulit karena percobaan clinical besar telah gagal untuk menunjukkan
penurunan hasil kehamilan buruk dengan terapi sntibiotic.Identifikasi faktor
resiko potensial merupakan kesempatan yang bagus untuk mengurangi beban BV
dan morbiditas.

Baru-baru ini Bodner et al diidentifikasi kekurangan vitamin D (VDD0


merupakan faktor resiko independen untuk BV pada wanita hamil. Analisis crosssectional menunjukkan hubungan yang signifikan antara konsentrasi serum D 25hidroksivitamin (25d), yang beredar terutama vitamin D, dan kehadiran BV pada
trimester pertama. Temuan-temuan ini memiliki implikasi yang besar dalam
kesehatan prevalensi tinggi VDD di Amerika Serikat, diperkiran 78% di antara
perempuan hamil dan berkisar dari 83% pada trimester pertama menjadi 47%
pada trimester ketiga antara Ibu hamil. karenaVDD adalah dimodifikasi melalui
suplementasi dalam mengurangi beban BV.
Sekarang juga diakui bahwa vitamin D merupakan regulator penting dari respon
kekebalan host, dan VDD telah dikaitkan dengan peningkatan kerentaan terhadap
berbagai penyakit menular. Ikatan-dihydroxyvitamin 1,25 D untuk reseptor dan
hasil akhirnyaditranskripsi ratusan gen, termasuk komponen integral dari sistem
kekebalan host.
Kekebalan diubah dalam vagina memberikan penjelasan mekanis potensial untuk
asosiasi diamati antara VDD dan pengembangan BV.
Hubungan antara VDD dan BV pada wanita yang tidak hamil dieksplorasi.
Selanjutnya, tidak diketahui apakah faktor resiko lain untuk BV berbeda menurut
status kehamilan. Kami menilai apakah faktor resiko BV berbeda antara
perempuan hamil dan tidak hamil dengan focus khusus pada VDD di seluruh
subkelompok dengan menggunakan data besar perwakilan nasional yang
ditetapkan
Karakteristik

Keseluruhan (n=3523)
AOR (95% CI)

P value

Vitamin D
Cukup
Kurang

1.00 (referensi)
1.03 (0.75-1.44)

Usia, y

1.00 (0.98-1.02)

.
84
.
95

Ras/etnik
Putih
Hitam
Amerika meksiko/lain

1.00 (referensi)
2.41 (1.64-3.55)
1.54 (1.00-2.37)

<.01
.
2

04
Pendidikan
Lulusan SMA
Dbawah SMA

1.00 (referensi)
1.12 (0.60-1.00)

.
58

Indek Kemiskinan
Dibawah tingkat kemiskinan
Diatas tingkat kemiskinan

1.00 (referensi)
0.78 (0.60-1.00)

.
05

Status Perkawinan
Tidak Kawin
Kawin

1.00 (referensi)
0.89 (0,62-1.27

.
52

Usia saat sex pertama


Belum pernah sex
14

1.00 (referensi)
3.04 (1.12-8.24)

.
03

Tingkat nikotin
<3ng/ml
3ng/ml
BMI
Normal
Underweigh

1.00 (referensi)
1.63 (1.22-2.16)

<.01

1.00 (referensi)
0.82 (0.38-1.77)

.
62

Overweigh

1.29 (0.88-1.90)

.
19

Obesitas

1.26 (0.87-181)

.
22

AOR, rasio odds yang disesuaikan, BMI, tidak masa tubuh BV, vaginosis bakteri;
CL, interval konviden; GED, pengembangan pendidikan umum, OC, konsentrasi
oral.
aBy uji wald x2, b kekurangan vitamin D < 30ng/ml; c hanya termasuk untuk
wanita usia 20-49 tahun; d tanda 0 menunjukka n jumlah sel untuk kategori
referensi; AOR tidak sex tanpa kondom, penggunaan kondom satu kali atau lebih
dalam 30 hari antara perempuan dengan beberapa mitra pada tahun lalu, f normal,
BMi 18.5 kg/m2 dan 24,9kg/m2, berat badan, BMi < 18.5 kg/m2, kelebihan berat
badan, BMI 25.0 kg/m2 dan 29.9 kg/m2, gemuk, BMI 30.0kg/m2.
Hensel, kehamilan, vitamin D, dan BV. Am J Obstet Gynecol 2011

BAHAN DAN METODE


Pemeriksaan Kesehatan Nasional dan Survei Gizi yang dilakukan oleh pusat
Statistik Kesehatan Nasional (NCHS), Pusat Pengendalian dan pencegahan
Penyakit,
15 or 16
17 or 18
19
Pasangan sex seumur hidup
0 or 1
2-4
5-8
9
Pernah memiliki pasangan
sex perempuan
Tidak
Ya
sex tanpa kondom
Tidak
Ya
Status Kehamilan
Tidak hamil
Hamil
Penggunaan
kontrasepsi
oral
Tidak
Ya
Douching frekuensi terakhir
6 bulan
Tidak pernah
Minimal sekali

2.55 (0.94-6.94)
2.24 (0,79-6.33)
2.16 (0.85-5.49)

.07
.13
.10

1.00 (referensi)
0.78 (0.53-1.17)
0,94 (0.61-1.47)
0.98 (0.62-1.27)

.23
.80
.51

1.00 (referensi)
1.76 (0.07-2.91)

.03

1.00 (referensi)
1.13 (0,78-1.64)

.51

1.00 (referensi)
0,59 (0.32-107)

.08

1.00 (referensi)
0,60 (0.40-0.90)

.01

1.00 (referensi)
1.68 (1.21-2.33)

<.01

Yang menilai faktor penyakit dan resiko di antara penduduk, dilembaga sipil
Amerika Serikat.
NHANES menggunakan kompleks, multistage, probabilitas desain sampel dan
lebih dari sampel orang Amerika Serikat, American Meksiko, orang-orang
berpenghasilan rendah, dan remaja berusia 12-19 tahun selama 2001-2004 untuk
mendapat ukuran sampel yang cukup banyakuntuk perkiraan stabil antara
kelompok-kelompok ini. Pemeriksaan Kesehatan dan beberapa wawancara,

termasuk perilaku seksual dan kesehatan reproduksi, dilakukan di pusat


pemeriksaan mobile (MEC).
Kriteria yang termasuk untuk analisis ini adalah wanita berusia 14-49 tahun yang
berpartisipasi dalam komponen MEC dari NHANES. Kriteria yang tidak termasuk
menurut skor Nugent dilaporkan untuk BV dan / atau 25D konsentrasi serum.
Peserta berusia 12 tahun atau lebih diberikan persetujuan untuk pemeriksaan dan
wawancara, orang tua dari peserta lebih muda 18 tahun juga memberikan
persetujuan atas partisipasi anak-anak mereka.Pusat Statistik Kesehatan Nasional
Etik Penelitian Review Board diberikan kecuali untuk analisis ini.
Ras/etnis dilaporkan dan diklasifikasi sebagai non-Hispanik kulit putih, nonHispanik hitam, Amerika meksiko, dan lainya, termasuk orang multirasdan orangorang

keturunan

Hispanic

non

Meksiko.Indeks

kemiskinan

dihitung

denganembandingkan pendapatan keluarga yang dilaporkan sendiri dengan


ambang kemiskinan sesuai keluarga.Pencapaian pendidikan, status perkawinan,
penggunaan kontrasepsi oral saat ini, dan frekwensi douching dalam 6 bulan
terakhir yang dilaporkan. Perilaku seksual (termasuk kedua pasangan seksual lakilaki dan perempuan), pernah memiliki pasangan seksual wanita, usia saat pertama,
dan hubungan seks tanpa kondom dalam 30 hari terakhir telah dilaporkan.
Peserta diminta untuk mempertimbangkan seks oral, anal, dan vagina sebagai
seks dalam respons mereka.Hanya wanita yang memiliki banyak pasangan sex
dilaporkan pada tahun lalu dan ditanya tentang penggunaan kondom dalam 30
hari sebelumnya. Oleh Karena itu, klasifikasi memiliki seks yang tidak aman
terbatas pada wanita yang memiliki lebih dari 1 pasangan seksual dalam satu
tahun teraklhir dan yang melaporkan seks tanpa kondom setidaknya sekali dalam
30 hari sebelumnya. Wanita dengan hanya 1 pasangan seklsual dalam tahun lalu
dikategorikan sebagai tidak memiliki seks yang tidak aman sehingga mereka
tidak ditanya tentang penggunaan kondom. Analisis ni meliputi data perilaku
seksual hanya untuk wanita 20 tahun atau lebih tua.
Status Kehamilan dikonfirmasi oleh tes urin. Body mass index (BMI) dihitung
dari pengukuran tinggi dan berat badan dan klasifikasinya dalam kategori sebagai

berikut : normal, BMI> / 18.5kg/m2 dan </ 24,9 kg/m2, berat badan, BMI > / 30,0
kg/m2. Tingkat vitamin D dan nikotin (sebuah serum metabolit nikotin) tingkat
ditentukan menggunakan serum yang dikumpulkan melalui venipuncture oleh
phlebotomists bersertifikat di MEC. Metode Analisis dijelaskan ditempat lain.
Dalam analisis ini, VDD diklasifikasikan sebagai kurang dari 3 ng/mL
menunjukkan perokok aktif.Usapan vagina vaginal swab digunakan untuk
menentukan BV dan dikumpulkan di MEC. Staf MEC kemudian meletakkan hasil
vaginal swab ke slide kaca, yang kemudian dikirim ke Magee Womens Hospital
(pittsbourgh, PA) untuk pewarnaan Gram dan Nugent supaya hasil atau nilainya
keluar, menurut Nugent nilai 7-10 menunjukkan BV.
Analisis statistic dilakukan dengan menggunakan prosedur survey di SAS (versi
9.2, SAS Institute, cary, Nc) yang menjelaskan bobot yang tidak sama dari orang
dalam desain sampel NHANES, dan data yang hilang dikeluarkan dari analisis.
Berat badan dilaporkan oleh NCHS untuk 2001-2002 dan 2003-2004 data siklus
digunakan untuk mencerminkan probabilitas yang tidak merata dan untuk
menyesuaikan respon antara orang dalam sampel.Taylor seri digunakan untuk
estimasi varians untuk menghasilkan perkiraan yang tidak bisa.
Dalam analisis bivariabel, disesuaikan dengan regresi logistic yang digunakan
untuk menghitung ransum mentah yang bertentangan dengan interval ketepatan
95%.Asosiasi Nilai P dihitung dengan menggunakan uji Wald x2.Variable dengan
p </ .10 yang dimasukkan sebagai kovariat dalam analisis regresi logistic
multivariable adalah umur, yang termasuk dari konvensi, dan status kehamilan,
yang berdasarkan tingkat literatus.
Analisis kedua tingkat populasi menurut status kehamilan.Analisa bivariabel
untuk Ibu hamil dan tidak hamil dilakukan seperti yang dijelaskan sebelumnya.
Analisis multivariable logistic dilakukan terpisah untuk Ibu hamil dan tidak yang
termasuk kovarist yang sama yang digunakan dalam analisis multivariable logistik
regresi tidak bertingkat, kecuali status kehamilan.
Terakhir, analisis multivariable logistic regresi dalam analisis ini lebih besar dari
yang disarankan, hubungan antara kadar nikotin dan BV dapat tergantung pada

status vitamin D. stratifikasi menurut status vitamin D diperbolehkan pemeriksaan


efek mederat ini dihipotesiskan, yang termasuk dalam kovarist model ini adalah
sama dengan yang digunakan dalam analisis multivariable logistic regresi
bertingkat, kecuali status vitamin D.
HASIL
Dari 3527 wanita yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, 4 wanita yang
melaporkan tidak pernah berhubungan seks tapi tes urine kehamilan positif pada
saat pemeriksaan. Para wanita ini dikeluarkan dari analisis mengakibatkan n =\
3523 untuk sampel. Prevalensi BV 29%.
Mirip dengan temuan sebelumnya, karakteristik demografi, perilaku, dan beberapa
klinis bermakna dikaitkan dengan BV dalam analisis variable bi, termasuk ras
hitam (p < .01), Meksiko Amerika/ras lain/etnit (p = .05), debut sekssual 14 tahun
atau lebih muda (p < .01) atau pada usia 15 atau 16 tahun (p =.03), jumlahseumur
hidup mira seksual (5-8;9 atau lebih; p <.01 untuk masing-masing), douching
setidaknya sekali dalam 6 bulan teraksir (p <.01). dan kelebihan berat badan 9p = .
03) atau obesitas (p <.01).
Table 2
Analisa multivariable karakteristik demografi, perilaku, dan klinis yang terkait
dengan gejala BV menurut status kehamilan.

Karakteristik
Vitamin D
Cukup
Kurang
Usia, y
Ras/etnik
Putih
Hitam
Amerika Meksiko/lain
Pendidikan
Lulusan SMA

Tidak hamil
(n=3044)
AOR
( 95% CI)

P
value

AOR
(95% CI)

P
value

1.00 (referensi)
0.99 (0.69-1.40)
1.00 (0.98-1.020

.93
.94

1.00 (referensi)
2.87 (1.13-7.280
1.01 (0.91-1.13)

.03
.84

<.01
.02

1.00 (referensi)
2.10 (0,59-7.54)
0.61 (0.16-2.36)

.25
.48

1.00 (referensi)
2.41 (1.67-3.47)
1.63 (1.09-2.44)
1.00 (referensi)

Hamil (440)

1.00 (referensi)

Dibawah SMA
Indek kemiskinan
Dibawah tingkat kemiskinan
Diatas tingkat kemiskinan
Status perkawinan
Tidak kawin
Kawin
Usia saat sex pertama
Belum pernah sex
14
15 or 16
17 0r 18
19
Pasangan sex seumur hidup
0 or 1
2-4
5-8
9
Pernah memiliki pasangan
sex perempuan
Tidak
Ya
Sex tanpa kondom
Tidak
Ya
Penggunaan kontrasepsi oral
Tidak
Ya
Douching frekwensi teraksi 6
bulan
Tidak pernah
Minimal sekali
Tingkat nikotin
<3ng/ml
3 ng/ml
BMI
Normal
Underweigh
Overweigh
Obesitas

1.12 (0,74-1.70)
1.00 (referensi)
0.76 (0.58-1.01)
1.00 (referensi)
0.80 (0.63-1.26)
1.00 (referensi)
3.02 (1.107-8.58)
2.64 (0.97-7.17)
2.14 (0.76-6.03)
2.21 (0.88-5.56)
1.00 (referensi)
0.80 (0.52-1.22)
0.93 (0.58-1.49)
0.86 (0.58-1.28)

.59

0.61 (0.42-6.21

.49

.05

1.00 9referensi)
0.96 (0.32-2.89

.94

.51

1.00 (referensi)
0.79 (0.22-2.90

.73

.04
.06
.15

.29
.76
.46

1.00 (referensi)
0.40 (0.11-1.44)
1.39(0.43-4.54)
1.56 (0.51-4.80)

.16
.58
.43

1.00 (referensi)
1.66 (0.96-2.86)

.07

1.00 (referensi)
4.51 (0,97-21.71)

.06

1.00 (referensi)
1.22 (0,82-1.81)

.33

1.00 (referensi)
0.33(0.07-1.54)

.16

.01

<.01

1.00 (referensi)
1.06 (0.22-5.13)

.95

<.01

1.00 (referensi)
0.77 (0.22-2.64)

.67

57
.20
.25

1.00 (referensi)
3.56 (0.32-39.42)
1.21 (0.31-4.68)
1.27 (0.40-3.97)

30
.78
.69

1.00 (referensi)
0.60 (0.40-0.90)

1.00 (referensi)
1.72 (1.25-2.37)
1.00 (referensi)
1.66 (1.23-2.24)
1.00 (referensi)
0.79 (0.35-177)
1.30 (0.87-1.95)
1.26 (0.85-1.85)

Aor, rasio odds yang rasio odds yang disesuaikan; BMI, indek masa tubuh;BV,
vaginosis bakteri; Cl, interval konviden;GED, pengembangan pendidikan umum,
OC, kontrasepsi oral.
aBy uji wald x2; b kekurangan vitamin D <30ng/mL; c hanya termasuk untuk
wanita usia 20-49 tahun; d tanda hubung 0 menunjukkan jumlah sel untuk
kategori referensi; AOR tidak tersedia;e sek tanpa kondom; penggunaan kondom
satu kali atau lebih dalam 30 hari antara perempuan dengan beberapa mitra pada
tahu

lalu,

normal,

BMI

18.5kg/m2

dan

24,9kg/m2;berat

badan,

BMI<18.5kg/m2; kelebihan berat badan, BMI 25.0 kg/m2 dan 29.9kg/m2, gemuk,
BMI 30.0kg/m2.
Hensel. Kehamilan, vitamin D, dan BV.Am J Obstet Gynecol 2011
VDD (p<.01), memiliki hubungan seks tanpa kondom dalam 30 hari terakhir
(p<.01), dan tingkat nikotin dari 3 ng/mL atau lebih besar (p<.01) juga bermakna
dengan BV.Tingkat penghasilan diatas kemiskinan (p<.01), menikah / hidup
sebagai menikah (p<.01), dan kontrasepsi oral (OC) menggunakan (p<.01) secara
bermakna berbanding terbalik terkait dengan BV. Serum Median 25d adalah 23,00
ng/mL (antar kuartil range [IQR], 17,00-30,00).
Analisis bivariabel dikelompokkan berdasarkan status kehamilan, pada wanita
hamil yang merokok, VDD (p<.01), ras hitam (p<.01), Meksiko Amerika / ras
lain/ etnis (p<.01), pendidikan sekolah tinggi (p=.02), pernah berhubungan seks
(p=.05), debut seksual pada usia 14 tahun lebih muda (p<.01) atau pada usia 15
atau 16 tahun (p=.02), mitra seksual perempuan (p<.01), hubungan seks tanpa
kondom dalam 30 hari terakhir (p<.01), douching setidaknya sekali dalam 6 bulan
terakhir (p<.01), kadar nikotin dari 3 ng / (p=.03) mL atau lebih besar (p<.01), dan
kelebihan berat badan atau (p<.01) obesitas semuanya signifikan terkait dengan
BV. Penghasilan diatas tingkat kemiskinan (p<.01), yang menikah menggunakan /
hidup sebagai menikah (p<.01), dan OC saat ini (p<.01) secara bermakna
berbanding terbalik terkait dengan BV pada wanita tidak hamil.
Diantara perempuan hamil, VDD (p<.01), ras hitam (p=.02), dan pernah memiliki
pasangan seksual perempuan (p<.01) secara bermakna dikaitkan dengan BV

dalam analisis bivariabel menurut status perkawinan (p<.01) secara bermakna


berbanding terbalik dengan BV. Serum Median 25d adalah 23,00 ng/mL (IQR,
17,00-30,00) diantara perempuan tidak hamil dan 25,00 ng/mL (IQR, 17,0031,00) pada wanita hamil.
Beberapa karakteristik tetap asosiasi dengan BV dalam analisis multivariable
logistic regresi (Tabel 1). Hitam ras (rasio odds yang disesuaikan [AOR], 2,41,
95%

confidence

interval

[CI],

1,64-3,55),

Meksiko

Amerika/ras/etnis

(AOR,3,04,95% CI, 1,00-2,37) lainnya debut seksual pada usia 14 tahun atau
lebih muda (AOR, 3,04, 95% CI, 1,12 8,24), pernah memiliki pasangan seksual
perempuan (AOR, 1,6, 95% CI, 1,07-2,91), douching setidaknya sekali dalam 6
bulan terakhir (AOR, 1,68; 95% CI, 1,21-2,33), dan kadar nikotin dari 3 ng/mL
atau parutan (AOR, 1,63, 95% Cl, 1.22-2 0,16) secara bermakna terkait dengan
BV. OC saat ini menggunakan (AOR, 0,60, 95% El,0.40-0.90) secara bermakna
berbanding terbalik dengan BV.
Karakteristik bermakna dikaitkan dengan BV berbeda dengan status kehamilan
dalam model multivariable berlapis (Tabel 2). Diantara perempuan hamil yang
merokok, ras hitam (AOR,2,41, 95% CI, 1,67 3,47), Meksiko Amerika / ras /
etnis lainnya (AOR, 1,63, 95% CI, 1,09-2,44), debut seksual pada 14 tahun atau
lebih muda (AOR, 3,02, 95% CI, 1.07-8,58), douching setidaknya sekali dalam 6
bulan terakhir (AOR, 1,72, 95% CI, 1,25-2,37), dan tingkat nikotin dari 3 ng/mL
atau lebih (AOR, 1,66;95%CI, 1,23-2,24) secara bermakna terkait dengan BV. OC
saat ini menggunakan (AOR, 0,60, 95% CI, 0,40-0,90) secara bermakna
berbanding terbalik dikaitkan dengan BV pada wanita yang tidak hamil. Diantara
perempuan hamil, VDD (AOR, 2,87, 95% CI, 1,13-7,28) secara bermakna
dikaitkan dengan BV.
Dalam model multivariable dikelompokkan berdasarkan status vitamin D (TAbel
3), Meksiko Amerika / etnis ras lain (AOR, 3,37, 95% CI, 1,26-9,02), douching
setidaknya sekali dalam 6 bulan terakhir (AOR, 3,12;95% CI, 1,33 7,31), dan
kelebihan berat badan (AOR, 1,85, 95% CI, 1,03-3,32) secara bermakna dikaitkan
dengan BV dalam kalangan perempuan yang cukup vitamin D. Penghasilan diatas
tingkat kemiskinan (AOR, 0,36;95% CI, 0,18-0,72), sedang hamil (AOR, 0,14,

10

95% CI, 0,06-0,31) dan menggunakan OC (AOR, 0,44, 95% CI, 0,22-0,91) secara
bermakna berbanding terbalik dengan BV dalam kalangan perempuan yang cukup
vitamin D. Diantara perempuan kekurangan vitamin D, ras hitam (AOR,
2,60,95% CI, 1,20-1,87), dan nikotin tingkat 3 ng/mL atau lebih (AOR, 1,72,95%
CI, 1,23-2,39) secara bermakna terkait dengan BV.

Tabel 3
Analisa multivariable karekteristic demografi, prilaku, dan klinis yang terkait
dengan gejala BV menurut status vitamin D
Cukup vitamin
D(n=736)

0.97 (0.93-1.01)

P
valu
e
.09

1.00 (referensi)
1.78 (0.25-12.54)
3.37 (1.26-9.02)

Karakteristik
AOR( 95% CI)
Usia, y
Ras/etnik
Putih
Hitam
Amerika
Meksiko/lain
Pendidikan
Lulusan SMA
Dibawah SMA
Indek kemiskinan
Dibawah tingkat
kemiskinan
Diatas tingkat
kemiskinan
Status
Perkawinan
Tidak kawin
Kawin
Usia saat sex
pertama
Belum pernah sex
14
15 or 16
17 or 18

Kekurangan vitamin
D (n=2787)

1.00 (referensi)
1.29 (0.39-4.24)

1.00 (referensi)
1.29 (0.62-2.67)

P
value

1.01 (0.99-1.03)

.54

.56
.02

1.00 (referensi)
2.60 (1.79-3.78)
1.45 (0.93-2.29)

<.01
.10

.68

1.00 (referensi)
1.08 (0.69-1.26)

.73

1.00 (referensi)
0.36 (0.18-0.72)

AOR(95% CI)

1.00 (referensi)
<.01

0.92 (0.67-1.26)

.50

1.00 (referensi)
0.98 (0.61-1.23

1.00 (referensi)
2.31 (0.82-6.53)
2.01 (0.75-5.56)
2.00 (0.72-5.56)

.60

.11
.17
.19

11

19
Pasangan sex
seumur hidup
0 or 1
2-4
5-8
19
Pernah memiliki
pasangan sex
perempuan
Tidak
Ya
Sex tanpa kondom
Tidak
Ya
Status perkawinan
Tidak hamil
Hamil
Penggunaan
kontrasepsi oral
Tidak
Ya
Douching
frekuensi terakhir
6 bula
Tidak pernah
Minimal sekali
Tingkat nikotin
<3ng/mL
.3ng/mL
BMI
Normal
Underweigh
Overweigh
Obesitas

1.86 (0.73-4.73)

.19

1.00 (referensi)
1.61 (0.63-4.15)
1.94 (0.76-499)
1.71 (0.71-4.11)

.32
.17
.23

1.00 (referensi)
0.70 (0.48-1.04)
0.92 (0.61-1.18)
0.85 (0.61-1.18)

.08
.69
.32

1.00 (referensi)
1.83 (0.47-7.09)

.38

1.64 (0.95-2.84)

.08

.29

1.00 (referensi)
0.98 (0.63-1.52)

.92

<.01

1.00 (referensi)
0.82 (0.41-1.64)

.58

.03

1.00 (referensi)
0.65 (0.37-1.16)

.15

1.00 (referensi)
3.12 (1.33-7.31)

<.01

1.00 (referensi)
1.50 (1.20-1.87)

<01.

1.00 (referensi)
1.13 (0.46-2.79)

.80

1.00 (referensi)
1.72 (1.23-2.39)

<01.

.42
.04
.99

1.00 (referensi)
0.48 (0.12-1.91)
1.16 (0.375-1.80)
1.22 (0.77-1.94)

.30
.50
.40

1.00 (referensi)
1.87 (0.58-5.98)
1.00 (referensi)
0.14 (0.06-0.31)

1.00 (referensi)
0.44 (0.22-0.91)

1.00 (referensi)
2.18 (0.33-14-41)
1.85 (1.03-3.32)
0.99 (0.87-2.76)

AOR, rasio odds yang disesuaikan; BMI, indek masa tubuh; BV, vaginosis
bakteri; Cl, interval konviden; GED, pengembangan pendidikan umum, OC,
kotrasepsi oral.
aBy uji wald x2; b kekurangan vitamin D <30ng/mL; c hanya termasuk untuk
wanita usia 20-49 tahun; d tanda hubung 0 menujukkan jumlah sel untuk kategori

12

referensi; AOr tidak tersedia; e sek tanpa kondom; penggunaan kondom satu kali
atau lebih dalam 30 hari antara perempuan dengan beberapa mitra pada tahun lalu,
f orma, BMI 18.5 kg/m2 dan 24,9 kg/m2, gemuk, BMI 30.0 kg/m2
Hensel, Kehamilan, vitamin D, dan BV. Am J Obstet Gynecol 2011

KOMENTAR
Karakteristik yang berhubungan dengan BV dalam model multivariable konsisten
dengan temuan sebelumnya. Merokok, ras hitam, etnis Amerika Meksiko, dan
douching dikenal faktor risiko BV dan secara bermakna terkait dengan prevalansi
BV dalam analisis ini (AOR merokok, 1,63,95%CI, 1,22-2,16;AOR ras kulit
hitam, 2,41, 95%CI, 1,64 3,55; Meksiko Amerika/ras lain/etnis AOR, 1,54, 95%
CI, 1,00-2,37; AOR douching, 1,68, 95% CL, 1,21-2,33). Pernah memiliki
pasangan seks wanita, karakterisitk konsisten terkait dengan BV dalam literature
juga bermakna dikaitkan dengan BV (AOR, 1,76, 95% CI, 1,07-2,91). OC saat ini
digunakan, yang sebelumnya ditemukan menjadi pelindung terhadap BV dan
dapat memodulasi kekebalan host local dalam pengaturan BV berbanding terbalik
dikaitkan dengan BV (AOR, 0,60, 95% CI, 0,40-0,90). Seksual debut di usia 14
tahun atau lebih muda juga bermakna dikaitkan dengan BV dalam analisis (AOR,
3,04, 95% CI, 1,12-8,24). Hal ini terkait dengan BV diadakan di analisis
multivariable, bahkan setelah penyesuaian untuk beberapa karakteristik lainnya
yang terkait dengan BV. Hal ini menunjukkan bahwa BV adalah penyakit
kompleks dengan berbagai risiko dan faktor pelindung yang berkontribusi
terhadap prevalensi dalam puopulasi usia reproduksi.
Faktor risiko untuk BV berbeda menurut status kehamilan. VDD dikaitkan dengan
BV pada wanita hamil (AOR, 2,87, 95% CI, 1.13-7-28), konsisten

dengan

temuan sebelumnya. Berbeda dengan hipotesis awal kami, VDD tidak bermakna
dikaitkan dengan BV pada wanita tidak hamil (AOR, 0,99%, 95% CI, 0,69-1,40).
Diantara perempuan hamil rokok, debut seksual pada usia 14 tahun atau lebih
muda (AOR, 3,02,95% CI, 1,07-8,58), douching (AOR, 1,72, 95% CI, 1,25-2,37),
merokok (AOR, 1,66;95%CI, 1,23-2,24), ras hitam (AOR, 2,41, 95% CI, 1,67-

13

3,47), dan Meksiko Amerika/ras lain / etnis (AOR,1,63, 95% CI, 1,09-2,44) secara
bermakna terkait dengan BV;OC saat ini menggunakan berbanding terbalik
dikaitkan dengan BV (AOR, 0,60, 95% CI, 0,40-0,90).
Analisis multivariable dikelompokkan berdasarkan status kehamilan, merokok
aktif, ditandai dengan kadar nikotin dari 3 ng/mL atau lebih, dikaitkan dengan BV
pada wanita tidak hamil (AOR, 1,66, 95% CI, 1,23-2,24) tetapi tidak pada wanita
hamil (AOR, 0,77; CI 95%, 0,22-2,64). Selanjutnya kita mencatat merokok
dikaitkan dengan BV ketika VDD tidak bermakna dikaitkan dengan
BV.Selanjutnya kita kaitkan multivariable dengan status vitamin D untuk meneliti
hubungan antara merokok dan BV.
Diantara perempuan yang kekurangan vitamin D, kebiasaan merokok secara
bermakna dikaitkan dengan BV (AOR, 1,72, 95% CI, 1,23-2,39). Diantara
perempuan-perempuan yang cukup vitamin D, bagaimanapun, merokok tidak
berhubungan secara signifikan dengan BV (AOR, 1,13, 95% CI, 0,46-2,79).
Hasil dari analisis tingkat 2 bahwa meskipun hubungan antara VDD dan BV
berbeda dengan status kehamilan, VDD mungkin penting dalam prevalensi BV
tinggi diantara kedua wanita hamil dan tidak hamil. Bagi wanit hamil, VDD
secara langsung berhubungan dengan peluang peningkatan BV dan merupakan
faktor risiko berpotensi dimodifikasi untuk penyakit.Pada wanita hamil yang
merokok, VDD dapat memoderasi hubungan antara merokok dan peluang
peningkatan BV.Oleh karena itu, pengobatan VDD diantara kedua wanita hamil
dan tidak hamil secara teoritis dapat mengurangi prevalensi BV pada populasi
umum.
Perbedaan dalam faktor risiko BV dengan diskusi analisis NHANES sebelumnya.
Analisis kami menunjukkan bahwa kadar nikotin yang tinggi, yang berkorelasi
dengan merokok aktif, secara bermakna dikaitkan dengan BV dalam model
multivariable. Tingkat Nikotin yang tersedia untuk semua sejumlah perempuan
dalam sampel kami. Dalam analisis sebelumnya,data yang merokok telah tersedia
untuk siklus 2003-2004 data, dan 2001-2001 data yang tersedia hanya untuk
wanita 20 tahun atau lebih tua memiliki pasangan seksual perempuan dan debut

14

seksual di 14 tahun atau lebih muda secara bermakna dikaitkan dengan BV dalam
analisis saat ini tetapi tidak dalam analisis sebelumnya. Meningkatkan jumlah
partner seksual seumur hidup tidak signifikan dalam analisis multivariable logistic
regresi tetapi telah sebelumnya.Perbedaan ini mungkin karena perbedaan dalam
ukuran sampel di data untuk perilaku seksual.
Analisis ini memiliki beberapa kekuatan dan beberapa keterbatasan.Pertama,
analisis ini diperiksa VDD dan hubungannya dengan prevalensi BV diantara
penduduk, umum perwakilan nasional dari wanita remaja dan dewasa.Penelitian
sebelumnya pada VDD dan BV telah dilakukan antara populasi obstetric secara
eksklusif.Kedua, analisis ini menggunakan serum nikotin untuk meningkatkan
hubungan

antara

merokok

dan

prevalensi

BV.Studi

sebelumnya

telah

mengandalkan status merokok yang dilaporkan sendiri.Ketiga, analisis ini termsuk


model multivariable

dikelompokkan berdasarkanstatus

kehamilan.Hal ini

memungkinkan pemeriksaan side-by-side faktor risiko untuk ibu hamil da tidak


hamil diantara sampel perwakilan nasional dari perempuan.
Analisis ini dibatasi oleh desain cross-sectional; temporalitas antara karakteristik
dan BV tidak dapat dibangun.Selain itu, data perilaku seksual yang terbatas pada
wanita 20 tahun atau lebih tua, dan informasi tentang hubungan seks tanpa
kondom hanya meminta perempuan melaporkan pasangan seksual dalam
setahun.Variabilitas dalam uji vitamin D karena perubahan dalam metode
laboratorium dari waktu ke waktu telah dicatat adalah keterbatasan.Terakhir,
analisis ini tidak meneliti hubungan antara VDD dan BV dengan trimester
kehamilan.Persentase meningkat pada perempuan dengan vitamin D yang cukup
dari trimester pertama sampai ketiga sebagai durasi suplementasi sampel, dan
kemungkinan BV lebih rendah diantara perempuan yang cukup vitamin D pada
trimester pertama.Oleh karena itu, kami berspekulasi bahwa prevalensi BV dapat
menurun dari trimester pertama sampai ketiga pada wanita yang cukup vitamin D.
Temuan kami dalam VDD dan BV pada wanita hamil memvalidasi mereka dari
studi sebelumnya.Karena data yang tersedia terbatas pada VDD dan BV dalam
kehamilan dan kekuatan asosiasi dalam analisis kami adalah signifikan, namun
moderat, penelitian tambahan diperlukan.Khususnya, studi prospektif diperlukan

15

untuk membangun temporalitas dalam hubungan antara VDD dan BV dalam


kehamilan.Studi epidemiologi lebih lanjut VDD dan BV pada wanita tidak hamil
juga diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan kami.
Karena pengobatan antimikroba untuk BV telah gagal untuk mengurangi beberapa
gejala sisa yang merugikan penyakit ini dalam kehamilan, pencegahan BV adalah
yang terpenting.VDD sangat umum dikalangan wanita di Amerika Serikat dan
dapat diperbaiki melalui suplemen.Oleh karena itu, identifikasi VDD sebagai
faktor risiko yang dapat dimodifikasi untuk BV pada wanita hamil mungkin
penting dalam meningkatkan hasil kesehatan antara populasi ini.
Merokok juga tetap terjadi di Amerika Serikat meskipun penurunan dalam
beberapa tahun terakhir.Bahwa merokok merupakan faktor resiko independen dan
dimodifikasi untuk BV pada wanita hamil yang merokok. VDD dapat
memberikan titik lain intervensi. Baik merokok dan VDD dapat menurunkan
respon imun bawaan pada tingkat mukosa, namun hubungan mekanistik antara
vitamin d, merokok, dan BV membutuhkan eksplorasi lebih lanjut.
VDD diidentifikasi sebagai faktor risiko hanya dimodifikasi pada ibu hamil.VDD
juga dapat memoderasi hubungan antara merokok dan BV pada wanita tidak
hamil.Suplemen vitamin D mungkin memiliki peran dalam strategi pencegahan
dan terapeutik baru untuk BV pada kedua populasi kebidanan dan tidak
kebidanan, meskipun studi tambahan diperlukan sebelum pelaksanaan intervensi
ini diusulkan.Selain itu, optimasi strategi untuk penggunaan vitamin prenatal,
termasuk penggunaan pra konseptual, dapat membantu dalam pencegahan BV
selama kehamilan.

16