Anda di halaman 1dari 10

1.

1 Latar Belakang

liquidnya maka gypsum tersebut akan dapat mencapai tahapan initial setting yang lebih cepat.

Dalam bidang ilmu material kedokteran gigi kita banyak menemuai aplikasi penggunaan gips, baik
untuk keperluan klinik maupun pekerjaan laboratorium.Material gips ini banyak dipergunakan antara

1.2. Tujuan

lain dalam pembuatan model dan die, articulating cast, mould, refractory investment dan lain-lain.

o Mengetahui macam-macam gypsum

Karena banyaknya pengunaan gips dalam Kedokteran Gigi ini maka perlu untuk mengetahui segala

o Mengetahui cara manipulasi gypsum yang benar

aspek dalam gips terutama sifat sifatnya sehingga akan memudahkan dalam memanipulasi, dan

o Mengetahui klasifikasi setting time, initial setting, final setting

menghasilkan suatu hasil manipulasi yang maksimal. Dan untuk lebih memahaminya maka perlu

o Mengetahui perbedaan antara initial setting dengan final setting

dilakukan suatu percobaan yang akan memperlihatkan cara manipulasi gips yang benar serta
pengaruh sifat sifatnya terhadap hasil manipulasi.

BAB I

Bahan-bahan yang dipakai di bidang Kedokteran Gigi kebanyakan mempunyai berbagai fungsi

TINJAUAN PUSTAKA

berdasarkan kegunaannya atau pemakaianya. Salah satunya adalah penggunaan Gips. Gips dalam
bidang ilmu material kedokteran gigi aplikasi bahan ini banyak sekali dijumpai, baik untuk keperluan

Gips adalah bentuk hemihidrat dari kalsium sulfat dihidrat, dengan rumus kimia (CaSO4)2H2O. Di

klinik maupun pekerjaan laboratorium.

alam, gips merupakan masa yang padat dan berwarna abu-abu, merah atau coklat. warna tersebut

Bahan yang berasal dari Gips dapat digunakan sebagai :

disebabkan adanya zat lain seperti tanah liat, oksidasi besi, anhidrat, karbokhidrat, sedikit SiO2 atau

Model dan die

oksida logam lain (Anderson 1997)

Bahan cetak

Menurut Craig dkk (1987), sifat kimia gips adalah:

Mounting

a. Solubility (daya larut) adalah banyaknya bagian dari suatu zat yang dilarutkan dengan 100 bagian

Packing

pelarut pada temperatur dan tekanan tertentu yang dinyatakan dalam persen berat/volume.

Bahan tanam

b. Setting time adalah waktu yang diperlukan gips untuk menjadi keras dan dihitung sejak gips

Gipsum merupakan produk samping dari beberapa proses kimia. Gypsum yang dihasilkan untuk

kontak dengan air.

tujuan kedokteran gigi adalah kalsium sulfat dihidrat ( CaSO4.2H2O ) murni. Produk gypsum dalam

Setting time terdapat dua tahap sebagai berikut :

kedokteran gigi digunakan untuk membuat model studi dari rongga mulut serta struktur maksilo

1. Initial setting time: permulaan setting time dimana pada waktu itu campuran gips dengan air sudah

fasial dan sebagai piranti penting untuk pekerjaan laboratorium kedokteran gigi yang melibatkan

sudah tidak dapat lagi mengalir ke dalam cetakan. secara visual ditandai dengan loss of gloss

pembuatan protesa gigi.

(hilangnya kemengkilatan/ timbulnya kemuraman). Keadaan dimana gips tidak dapat hancur tapi

Saat ini penggunaan gypsum dalam kedokteran gigi telah meluas. Penggunaan tersebut dapat

masih dapat dipotong dengan pisau.

diperlihatkan dalam pembuatan model gig tiruan. Selain itu kegunaan klinis maupun laboratories

2. Final setting: waktu yang dibutuhkan oleh gips keras untuk bereaksi secara lengkap dari kalsium

yang lain yaitu untuk membuat model kerja maupun model studi sehingga bahan gypsum ini harus

sulfat dihidrat, meskipun reaksi dehidrasinya belum selesai. Tandanya antara lain adalah kekerasan

mempunyai kekuatan tekan yang kuat agar tidak rusak dalam pembuatan restorasi gigi tiruan. Di

belum maksimum, kekuatannya belum maksimum dan dapat dilepas dari cetakan tanpa distorsi atau

alam gypsum merupakan massa yang padat dan berwarna abu-abu, merah atau coklat. Warna tersebut

patah.

disebabkan adanya zat lain seperti tanah liat, oksida besi, anhidrat, karbohidrat, sedikit SiO2 atau

Menurut Craig dkk (1987) gips keras mempunyai sifat mekanis, antara lain :

oksida lain.

1. Compressive strength (kekuatan tekan hancur)

Intial setting dan final setting pada gipsum sangat begantung dengan komposisi powder dan liquid

kekuatan gips berhubungan langsung dengan kepadatan atau masa gips. Partikel dental stone lenih

yang digunakan. Jika powder yang digunakan lebih banyak dalam artian tidak seimbang dengan

halus, maka air air yang diperlukan untuk mencampur lebih sedikit jika dibanding dengan air yang

dibutuhkan untuk pencampuran plaster of paris.

2. Model plaster (tipe II)

2. Tensile strength (daya rentang)

Model plaster biasanya digunakan untuk diagnostik cast dan artikulasi dari stone cast. Produk ini

Daya rentang dari gips sangat penting pada saat gips dikeluarkan dari bahan cetak. Karena tidak

secara tardisional diproduksi dalam warna putih untuk membedakannya dengan dental stone.

adanya sifat lentur pada gips, model akan cenderung patah. Daya rentang gips keras dua kali lebih

3. Dental stone (tipe III)

besar dari pada gips lunak baik dalam keadaan basah maupun kering.

Dental stone ideal untuk pembuatan model dari full atau partial denture, model ortodonsi dan lain

3. Surface hardness and abrassive ressistance (kekerasan permukaan dan daya tahan abrasi.

lain.Dental stone secara tradisional berwarana kuning atau putih

Kekerasan permukaan gips berhubungan dengan kekuatan tekan hancur. daya tahan abrsai meningkat

4. Dental stone, high strength (tipe IV)

dan meningkatnya kekuatan tekan hancur. Daya tahan terhadap abrasi maksimal didapat ada saat gips

Material tipe IV ini sering digunakan sebagai die stones karena cocok untuk pembuatan pola dari

mencapai daya strength. Gips keras merupakan gips yang memiliki daya tahan abrasi tinggi.

malam dalam cast restoration

Faktor-faktor berikut ini dapat diamati selama berlangsungnya reaksi setting:

5. High strength, high expansion dental stone (tipe V)

a. Campuran air dan hemyhidrat dapat dituang dengan seketika (bila digunakan perbandingan yang

Tambahan dalam klasifikasi ADA untuk material ini berkembang atas respon untuk memenuhi

benar antara air dengan puder)

kebutuhan akan kekuatan dan ekspansi gips yang lebih tinggi dibanding dental stone. Material ini

b. Bahan menjadi kaku tetapi tidak keras (initial set); pada tahap ini bahan dapat diukir tetapi sudah

berwarna biru atau hijau dan paling banyak membutuhkan biaya dibandingkan semua produk gips.

tidak dapat dibentuk/dicetak.

(Hatrick dkk, 2003)

c. Terjadi apa yang disebut final set dimana bahan menjadi keras dan kuat. Walaupun demikian pada
tahap ini reaksi hydrasi tidak berarti sudah sempurna, juga tidak berarti bahwa kekuatan dan

Sifat-Sifat

kekerasan optimum sudah tercapai.

a. Ketepatan

d. Dihasilkan panas selama setting karena hydrasi hemyhidrat bersifat eksotermis

- Plaster sangat baik dalam mencatat detil detil halus

(Combe, 1992 : 319).

- Perubahan dimensi sewaktu setting sangat kecil


- Bila terdapat undercut,cetakan gips akan pecah sewaktu dikeluarkan dari mulut

Gips adalah kalsium sulfat dihidrat,CaSO4.2H2O. Saat mengeras, dimana suhunya cukup tinggi

- Perubahan dimensi selama penyimpanan cetakan gips adalah kecil meskipun ada sedikit kontraksi

untuk menghilangkan kadar airnya, gips berubah menjadi kalsium sulfat hemihidrat,

karena pengeringan

(CaSO4)2.H2O,dan pada temperatur lebih tinggi, anhidrat dibentuk sebagaimana bertikut;

- Sebelum diisi dengan model gips cetakan harus diberi bahan separasi

Gips sampai 130o CaSO4.2H2O

b. Sifat sifat lainnya

Hemihidrat sampai 200o (CaSO4)2.H2O

- Bahan cetak gips bersifat nontoksis

Anhidrat CaSo4

- Waktu setting bisa dikontrol dengan menggunakan bahan tambahan yang tepat

(Richard dkk, 2002)

(Combe, 1992)

Klasifikasi gips (ADA) spesifikasi nomor 25

laptut skenario gips 3

1. Impression plaster (tipe I)


Impression plaster sekarang jarang digunakan dalam bidang kedokteran gigi dan bahan ini digantikan

3.2 KOMPOSISI GIPSUM

dengan bahan yang tidak terlalu kaku dan material elastik impression
Gypsum merupakan salah satu jenis bahan pengisi. Kriteria pemilihan produk gypsum
tertentu bergantung pada penggunaannya serta sifat fisik tertentu untuk penggunaan tertentu.

Misalnya, stone kedokterangigi merupakan materi yang buruk untuk digunakan sebagai bahan cetak

Anhidrat CaSo4 (Richard dkk, 2002)

karena bila ada gigi geligi, tidaklah mungkin mengeluarkan cetakan melalui undercut gigi tanpa
melukainya (karena besarnya kekuatan stone ).
Gypsum pada kedokteran gigi digunakan untuk membuat model studi dari rongga mulut

3.3 MANIPULASI GIPSUM

serta struktur maksilo-fasial dan sebagai piranti penting untuk pekerjaan laboratoriumkedokteran gigi

Proses manipulasi pertama-tama dilakukan dengan mencampurkan Plaster atau gips dengan

yang melibatkan pembuatan protesa gigi. Gips adalah salah satu bahan yang sering digunakan dalam

air atau larutan PE dengan perbandingan 100gr dengan 50 sampai 60ml. Harus dijaga agar tidak

aplikasi di bidang kedokteran gigi. Bahan dasar / komposisi utama pembuatan gips adalah Kalsium

terbentuk gelembung udara sewaktu mengaduk karena gelembung ini dapat muncul di permukaan

Sulfat Dihidrat (CaSO4.2H2O) yang dihancurkan, dipanaskan dan diolah hingga menjadi bubuk gips.

dan dapat menyebabkan ketidaktepatan hasil cetakan (Combe, 1992). Untuk lebih detailnya,

Gips telah ditemukan dan digunakan sebagai dental cast (bahan cetak) sejak 1756 (Hatrick dkk,

manipulasi gips dipengaruhi oleh beberapa hal sebagai berikut :

2003).
Saat mengeras, dimana suhunya cukup tinggi untuk menghilangkan kadar airnya, gips

Pemilihan
Untuk proses awal, harus dilakukan pemilihan gips berdasarkan aplikasi yang akan dibuat.

berubah menjadi kalsium sulfat hemihidrat,(CaSO4)2.H2O,dan pada temperatur lebih tinggi. Gypsum
sendiri dapat dibagi menjadidua jenis secara umum sebelum diklasifikasikan yaitu : Plaster dan stone

gigi.Kandungan utama plaster dan stone gigi adalah kalsium sulfat hemihidrat (CaSO4)2.H2O atau

Perbandingan (rasio P/W atau air/bubuk)


Perbandingan air dan bubuk yang tepat akan sangat menentukan proses manipulasi dan

CaSO4. . H2O. bergantung pada metode pengapuran bentuk hemihidrat yangberbeda dapat diperoleh.

juga setting reaksi, misalnya apabila terlalu banyak kandungan air dalam gips maka waktu setting

Karena gips adalah bentuk dihidrat dari kalsium sulfat (CaSO 4.2H2O), pada saat panas,

akan lebih cepat dan diperoleh hasil gips yang lunak. Karena kekuatan suatu stone secara tidak

akan kehilangan 1,5 gr mol dari H2O dan bersifat kalsium sulfat hemihidrat (CaSO4.H2O), atau bisa

langsung sebanding dengan rasio W:P adalah sangat penting untuk mempertahankan jumlah air

juga ditulis (CaSO4)2 H2O. Jika kalsium sulfat hemihidrat dicampur dengan air, reaksi berbalik dan

serendah mungkin. Namun, jangan terlalu rendah sehingga adukan tidak mengalir ke dalam setiap

kalsium sulfat hemihidrat kembali berubah ke kalsium sulfat dihidrat. Oleh karena itu, dehidrasi

detail cetakan. Sekali rasio W:P otimal ditentukan, menggunakan rasio W:P yang dianjurkan pabrik

parsial dari batu gips dehidrasi dari calsium sulfat hemihidrat tersusun secara reversibel (Robert G.

sebagai pedoman takaran yang harus selalu digunakan. Air dan bubuk harus selalu diukur dengan

Craig and John M. Power:392). Gips apabila dipanaskan dalam bejana terbuka dengan temperatur

menggunakan silinder pengukur volume air yang akurat dan menimbang kesetaraannya untuk bubuk.

110 C 120 C menghasilkan hemihidrat atau gips lunak yang lebih dikenal dengan sebutan

Bubuk tidak boleh diukur dengan volume (menggunakan sendok penakar), karena tidak dimampatkan

Plaster of Paris. Apabila gips dipanaskan dalam autoclaved pada tekanan uap pada temperatur 120 0 C

seragam. Sendok penakar tersebut mungkin bervariasi dari produk yang satu dengan yang lain, serta

- 1300 C menghasilkan hemihidrat atau lebih dikenal dengan sebutan gips keras (Dental Stone)

bubuk bisa menjadi lebih keras begitu kemasan bersisa tidak digunakan. Bila wadah kemasan

(Combe, 1992 : 320).

dikocok, volume akan meningkat sebagai akibat terjebaknya udara. Bubuk dalam kantung yang sudah

Saat mengeras, dimana suhunya cukup tinggi untuk menghilangkan kadar airnya, gips

ditimbang menjadi populer, karena memiliki keakuratan, mengurangi sisa, dan menghemat waktu.

berubah menjadi kalsium sulfat hemihidrat, (CaSO4)2.H2O, dan pada temperatur lebih tinggi, anhidrat
dibentuk sebagaimana bertikut :

Pengadukan
Bila mengaduk dengan tangan, mangkuk pengaduk harus berbentuk parabolik, halus, dan

Gips pada suhu 130 C CaSO4.2H2O

Hemihidrat pada suhu 200 C (CaSO4)2.H2O

tahan terhadap abrasi. Spatula harus memiliki bilah yang kaku serta pegangan yang nyaman
dipegang. Terjebaknya udara dalam adukan harus dihindari untuk mencegah porus yang dapat
menyebabkan kelemahan dan ketidakakuratan permukaan. Air yang sudah diukur jumlahnya
ditempatkan dalam mangkuk pengaduk, dan bubuk yang sudah ditimbang ditaburkan. Adukan

kemudian dengan cepat diputar, dengan secara periodik menyapu spatula ke dalam mangkuk

pengaduk untuk menjamin pembasahan semua bubuk serta memecahkan endapan, atau gumpalan.

Hindari terjebaknya udara


Adanya kandungan udara dalam pencampuran gips akan dapat menyebabkan porositas

Pengadukan harus terus berlangsung sampai diperoleh adukan yang halus, biasanya dalam 1 menit.

pada hasil akhir dari gips. Hal tersebut dapat dihindari dengan menuangkan air terlebih dulu ke dalam

Semakin lama waktu pengadukan berarti mengurangi waktu kerja, khususnya untuk menuang model.

wadah setelah itu diikuti dengan memasukkan powder.

Kebiasaan menambahkan air dan bubuk berulang-ulang untuk mencapai konsistensi yang
tepat harus dihindari. Hal tersebut menyebabkan ketidakseragaman pengerasan dalam massa adukan,
menghasilkan kekuatan yang rendah dan distorsi, satu penyebab utama ketidakakuratan dalam
menggunakan produk gipsum.

Penyimpanan
Gips dapat menyerap air dari lingkungan. Kelembaban dan tempat yang dekat dengan
sumber air akan berpengaruh buruk pada powdernya. Hal ini akan mempengaruhi waktu setting,
sehingga gips sebaiknya disimpan dalam kontainer tertutup. Namun terkadang diperlukan proses

Vibrator
Sewaktu menuang ke dalam cetakan model atau die biasanya digunakan vibrator untuk

merendam model gipsum dalam air, sebagai persiapan untuk teknik yang lain. Komponen gipsum
yang membentuk model umumnya sedikit larut dalam air. Jika model stone direndam dalam air

membantu mengalirnya adonan ke dalam cetakan dan mempermudah terlepasnya gelembung udara.

mengalir, dimensi liniernya akan menurun sekitar 0,1% untuk setiap 20 menit perendaman tersebut.

Penggunaan vibrator otomatis dengan frekuensi tinggi dan amplitude yang tinggi adalah membantu.

Metode teraman untuk merendam model adalah menempatkannya dalam bak berisi air yang khusus

Cegah dilakukannya vibrasi yang berlebih karena dapat menyebabkan distorsi bahan cetak.

untuk tujuan tersebut, dimana debris plaster masih tetap konstan di dasar bak air untuk membentuk
larutan jenuh kalsium sulfat.

Initial setting time-working time


Setelah dicampur selama 1 menit, working time dimulai. Selama viscositas dari campuran

Seperti dijelaskan sebelumnya, penyimpanan baik stone atau plaster pada temperatur ruang
tidak menimbulkan perubahan dimensi yang bermakna. Namun, bila temperatur penyimpanan

bertambah, bahan tidak lagi mengalir dan mulai megeruh. Saat mulai mengeruh berarti campuran

dinaikkan sampai antara 90o dan 110o C (194o-230oF), pengerutan terjadi begitu kristalisasi air

telah mencapai initial setting. Atau bisa dilihat pada awal campuran dimana bahan menjadi kaku

dikeluarkan dan dihidrat berubah menjadi hemihidrat. Kontraksi plaster pada temperatur tinggi lebih

tetapi tidak keras dan tidak dapat dibentuk serta terjadi ekspansi termis atau adanya panas. Pada

besar dibandingkan dengan stone, dan ini juga mengurangi kekuatannya.

umumnya, initial setting terjadi selama 8 10 menit mulai dari awal pengadukan.

Kontraksi tersebut dapat terjadi selama penyimpanan di atas temperatur ruang, begitupun
bila model stone sedang dikeringkan. Barangkali tidaklah aman menyimpan atau memanaskan suatu

Finnal setting
Finnal setting dicapai saat bahan dapat dengan aman dibentuk, tetapi memiliki kekuatan

model stone pada temperatur yang lebih tinggi dari 55oC (130oF).
Produk gipsum agak peka terhadap perubahan kelembaban relatif dari lingkungan. Bahkan

dan resistensi yang minimal. Saat final setting reaksi kimia selesai dan model terasa dingin saat

kekerasan permukaan dari model plaster dan stone mungkin berfluktuasi sedikit dengan kelembaban

disentuh. Sebagian besar pabrik merekomendasikan 1 jam sampai akhirnya bahan bisa dengan aman

atmosfer relatif. Permukaan gipsum yang dibuat dengan adukan yang lebih encer nampak

dilepas dari cetakan

terpengaruh lebih banyak dibandingkan dengan rasio W:P yang rendah.


Hemihidrat gipsum mengambil air dari udara dengan mudah. Misalnya, bila kelembaban

Pemberian bahan separator


Sebelum dilakukan pencetakan dengan gips sebaiknya pola diberi bahan separasi seperti

relatif melebihi 70%, plaster mengambil uap air secukupnya untuk memulai reaksi pengerasan.
Hidrasi pertama menghasilkan lebih sedikit kristal gipsum pada permukaan kristal hemihidrat. Kristal

Vaseline. Hal ini bertujuan agar setelah gips setting maka akan mudah dilepas. Namun tidak boleh

ini bertindak sebagai nukleus kristalisasi, dan manifestasi pertama dari kerusakan plaster adalah

terlalu berlebihan karena akan membuat permukaan menjadi lebik lunak.

penurunan dalam waktu pengerasan.

Begitu kerja higroskopik berlanjut, lebih banyak kristal gipsum terbentuk sampai

(CaSO4)2, H2O + 3H3O 2 CaSO4, 2 H2O+ 3900 kal/ gr mol

keseluruhan kristal hemihidrat tertutup. Pada keadaan ini air sulit menembus lapisan dihidrat, dan

Reaksi yang terjadi saat setting time ini merupakan reaksi exotermik, dimana reaksi ini menghasilkan

waktu pengerasan menjadi diperpanjang. Karena itu, adalah penting bahwa semua jenis produk

panas 3900 kal/gr mol. Pada proses tersebut terjadi :

gipsum disimpan dalam atmosfer kering. Cara penyimpanan terbaik adalah menutup produk tersebut

1.

Kalsium sulfat hemihidrat larut dan bereaksi dengan air membentuk Kalsium sulfat dihidrat.

dalam wadah logam tahan kelembaban. Bila produk gipsum disimpan dalam tempat tertutup,

2.

Terjadi presipitasi Kristal kalsium sulfat dihidrat menjadi bahn yang kaku tetapi tidak keras, dapat

umumnya waktu pengerasan hanya sedikit dihambat, sekitar 1 atau 2 menit per tahun. Bila perlu hal

diukir tetapi tidak dapat dibentuk, ekspansi thermos dan panas asih berlangsung (INITIAL

ini dapat diatasi sengan sedikit meningkatkan waktu pengadukan.

SETTTING).
3.

Bahan keras, kaku, ekspansi thermos dan panas sudah berakhir (FINAL SETTING).

Kebersihan

Ini adalah kebalikan reaksi pembentukan hemihidrate. Dari persamaan di atas dapat

Peralatan manipulasi gips harus dijaga kebersihannya. Seperti yang disebut diatas waktu

dihitung bahwa untuk menghasilkan hidrasi yang sempurna untuk 100 g hemihidrate dibutuhkan

setting gips akan lebih cepat karena pengadukan. Bowl, spatula, dan vibrator harus segera
dibersihkan segera sebelum setelah menipulasi, sehingga tidak terkontaminasi bahan lain (Hatrich

sekitar 18,6 ml air. Sewaktu hemihidrate dicampur dengan air diduga terjadi hal-hal sebagai berikut:
1.

dkk, 2003).

Sebagian hemihidrat larut dan menghasilkan ion Ca2+ dan SO4 2- kelarutan hemihidrate dalam air
0,8 %

2.
3.4 SETTING TIME

Pada suhu ini kelarutan dihidrat hanya sekitar 0,2%; hemihidrate yang larut membentuk dihidrate
dalam larutan yang kemudian menjadi terlalu jenuh. Maka dari larutan ini terjadi pertumbuhan kristal

Menurut Craig dkk (1987), Setting time adalah waktu yang diperlukan gips untuk menjadi

dihidrate

keras dan dihitung sejak gips kontak dengan air. Setting time adalah waktu yang diperlukan untuk

3.

setting (mengeras) suatu bahan sampai menjadi rigid (kaku). Waktu setting merupakan waktu yang

digunakan oleh bahan yang telah set sampai menjadi cukup kuat untuk menahan penetrasi sebuah

Faktor ang penting sehubungan dengan reaksi ini:


Terjadi pertumbuhan kristal pada inti kristalisasi; padakasus ini inti dapat berupa kristal gypsum
yang timbul sebagai impurity pada kristal hemihidrate

jarum dengan diameter tertentu dan besar beban yang diketahui. Alat penguji ini terdiri dari dua

Difusi atau pergerakan ion ke inti juga sangat penting

bagian yaitu jarum vicat dari Gillmore. Waktu setting dapat dipengaruhi oleh komposisi gips/stone,

Oleh karena dihidrate berkristalisasi maka lebih banyak hemihidrate yang larut dan proses

bentuk fisis gips/stone, suhu pencampuran, impurity, akselerator, W/P ratio, waktu pengadonan

bersanbung terus

meningkat maka setting cepat.


Setting time terdapat dua tahap sebagai berikut :
1.

2.

Faktor yang mempengaruhi Setting Time

Initial setting time: permulaan setting time dimana pada waktu itu campuran gips dengan air sudah

1.

Mixing Time: pertambahan mixing time akan mempercepat setting time.

sudah tidak dapat lagi mengalir ke dalam cetakan. Secara visual ditandai dengan loss of gloss

2.

W/ P ratio: memperkecil W/ P ratio akan mempercepat setting time.

(hilangnya kemengkilatan/ timbulnya kemuraman). Keadaan dimana gips tidak dapat hancur tapi

3.

Temperatur: meningkatkan temperatur dapat mempercepat reaksi sehingga setting time juga semakin

masih dapat dipotong dengan pisau.

cepat. Tetapi jika temperatur berada di atas 50oC maka yang terjadi adalah sebaliknya, hal ini

Final setting: waktu yang dibutuhkan oleh gips keras untuk bereaksi secara lengkap dari kalsium

disebabkan karena kelarutan hemihidrate dibandingkan dihidrate menurun. Jika temperatur melebihi

sulfat dihidrat, meskipun reaksi dehidrasinya belum selesai. Tandanya antara lain adalah kekerasan

100oC maka tidak akan terjadi reaksi, hal ini disebabkan karena kelarutan hemihidrate dan dihidrate

belum maksimum, kekuatannya belum maksimum dan dapat dilepas dari cetakan tanpa distorsi atau

sama.

patah.

4.
Ketika hemihidrat dicampur dengan air terbentuk dihidrta sebagai berikut:

Pemercepat dan penghambat (accelerators and retarders):

Akselerator , contohnya adalah Na2SO4 dapat empercepat pembentukan larutan kalsium

5.

Bahan tanam

sulfat hemihidrate, K2SO4 dapat menambah kecepatan larutnya kalsium sulfat hemihidrat, dan
gypsum mempersiapkan inti pertumbuhan Kristal dihydrat yang terbentuk lebih lanjut. NaCl dengan

Berbagai jenis plaster digunakan untuk membuat cetakan dan model dimana protesa dan

konsentrasi kurang dari 20% akan meningkatkan kelarutan hemihidrate sehingga setting time menjadi

restorasi kedokteran gigi dibuat. Bila plaster diaduk dengan silica maka dikenal dengan bahan tanam

lebih cepat.

gigi. Bahan tanam tersebut digunakan untuk membentuk mold guna mengecor restorasi gigi dengan

Retardus , contohnya Na sitrat, borax, kalsium sulfat adalah bahan yang dapat diserap oleh

logam yang dicairkan. Penambahan silica pada bahan tanam tersebut bertujuan untuk mengurangi

inti Kristal sehingga dapat meracuni inti Kristal. Retardus bekerja dengan membentuk lapisan pada

penyusutan pada gips karena panas yang dihasilkan dari pengecoran logam dan juga mengurangi

partikel hemihidrate dan dihidrate yang berakibat pada penurunan kelarutan hemihidrate dan

resiko patahnya gips saat dilakukan pengecoran (Kenneth J. Anusavice, 2004 : 155). Penggunaan

dihidrate serta menghambat perkembangannya.

gypsum dalam kedokteran gigi juga dapat diperlihatkan dalam membuat gigi tiruan. Misalnya,

5.

Koloid: darah, saliva, agar, alginat dapat memperpanjang setting time.

campuran plaster of Paris dan air ditempatkan dalam sendok cetak dan ditekan pada jaringan rahang.

6.

Gipsum: calcium sulfate dihydrate merupakan accelerator.

Plaster dibiarkan mengeras dan kemudian cetakan dikeluarkan. Dokter gigi sekarang memiliki bentuk

7.

Perubahan Setting expansion

negative dari jaringan yang dibentuk tersebut yang dibuat dalam rongga mulut. ( Kenneth

Memperbesar setting expansion, misalnya kalsium asetat menambah 1% setting expansion linear.

J.Anusavice, 2004 : 155).

Untuk kompensasi pengkerutan logam saat dingin.

Bila jenis plaster lain yang dikenal dengan stone gigi, yang sekarang diaduk dengan air

Memperkecil setting expansion , misalnya Natrium sulfat mengurangi setting expansion 0,05%.

sekarang diaduk dengan air kemudian dituang kedalam cetakan model negative yang tadi lalu

Penambahan bahan additive tersebut biasanya dapat mengurangi kekuatan dari gips itu

dibiarkan sampai mengeras. Lalu cetakan plaster yang mengeras tersebut menjadi mold untuk

sendiri.selain diengaruhi oleh penambahan bahan aditive, kekuatan gips juga bergantung pada:

menjadi model positif atau model master. Pada model inilah gigi tiruan dibuat tanpa kehadiran

Bahan yang dipergunakan ; misalnya hemihydrat yang autoclaved / calcined, dan adanya bahan

pasien. ( Kenneth J. Anusavice, 2004 :155).

additive.

Terdapat dua jenis aplikasi dari gipsum, yaitu model kerja dan model studi. Model kerja

Perbandingan air / puder.

menggunakan gipsum jenis -hemihidrat karena dibutuhkan kekerasan yang lebih dalam

Kekeringan bahan yang telah set. Untuk mendapatkan sifat sifat optimal, gips hendaknya

penggunaanya. Sedangkan untuk model studi menggunakan gipsum jenis -hemihidrat yang

dibiarkan berhydrasi selama paling sedikit 1 jam (dan kalau bisa lebih lama), dan kemudian

digunakan untuk menegakkan diagnosa sehingga tidak memerlukkan kekerasan yang lebih. Untuk

dikeringkan sampai diperoleh berat yang konstan pada suhu 450C. (E.C.Combe,1992)

model kerja sendiri berupa gipsum biru, sedangkan contoh untuk model studi yaitu alat protesa,
bentuk gigi, pembuatan rahang tanpa menghadirkan pasien, cetakan pembuatan lempeng gigit, dan

3.5 APLIKASI GIPSUM DALAM KEDOKTERAN GIGI

sebagai bahan tanam.

Produk gypsum telah digunakan secara meluas dalam kedokteran gigi untuk membuat

Model studi juga digunakan untuk bahan cetak yang memerlukkan bahan cetak non elastis.

model studi dari rongga mulut dan struktur maksilo-facial dan sebagai piranti penting untuk

Selain itu digunakan untuk mounting, packing, dan investment materials (bahan tanam). Mounting

pekerjaan laboratorium kedokteran gigi yang melibatkanpembuatan protesa gigi.

adalah memasang model gips pada artikulator. Sedangkan packing yaitu pengisian mould yang

Dalam kedokteran gigi Gipsum digunakan untuk :


1.

Model dan die

2.

Bahan cetak

3.

Mounting

4.

Packing

terbuang dari gips yang terdapat dalam kuvet logam dengan bahan plastis, kemudian diproses untuk
membuat protesa. Tipe bahan tanam:
a.

Kalsium sulfat (gipsum) bonded investment, Bahan untuk casting aloy dan pemanasan tidak boleh
lebih dari 700C

b.

Phosphate bounded investment

c.

Silica bounded investment, Merupakan bahan alternative dan digunakan untuk cast tingkat tinggi

DAFTAR PUSTAKA
Annusavice, Kenneth J. 2003. Phillips: Buku Ajar Ilmu Bahan Kedokteran Gigi. Jakarta: EGC.
Combe, EC. 1992. Sari Dental Material. Penerjemah : Slamat Tarigan. Jakarta : Balai Pustaka
Craig, Robert G, and John M. Power. 2002. Restorative Dental Material: 11th Edition. United State of America
: Mosby
Fairhurst CW. Compresive Properties Of Dental Gypsum. J Dent Res 1960; 39: 812- 824.
Harty, F.J dan R. Ogston.1995.Kamus Kedokteran Gigi.Jakarta:EGC
Mahler DB, Ady AB. An Explanation For The Hygroscopic Setting Expansion Of Dental Gypsum Products. J
Dent Res 1960; 39: 578- 589.
Robert. G. Craig, Ph. D. 1983. Dental Material Properties and Manipulation. The University of Michigan
scool of dentistry; the C. V. Mosby Company
Wilson, H. J. dkk. 1987. Dental Technology and Materials for students.Blackwell Scientific
Publication
PDF
Gip putih (Dental plaster /Plaster of Paris) : Dibuat dengan proses kalsinasi.
Gips dipanaskan pada suhu 120C untuk menghilangkan sebagian kristal air
menghasilkan partikel irreguler, porus, yang kadang-kadang disebut betha
hemihidrat. Pemanasan berlebih akan menyebabkan kehilangan air yang berlanjut
membentuk kalsium sulfat anhidrat (CaSO4), sedangkan pemanasan yang kurang
akan menghasilkan sisa dihidrat yang nyata.
Gips keras (Dental stone) Dapat dihasilkan dengan salah satu dan dua
cam. Jika gips dipanaskan pada sekitar 120C di bawah tekanan dalam autokiaf
maka terbentuk hemihidrat yang reguler dan kurang porus, sering disebut alfa
hemihidrat. Altematif lain direbus dalam larutan garam seperti CaCI2.menghasilkan
material yang sama dengan yang dibuat dengan autokiaf. Pabrik biasanya
memberikan zat wama pada gips keras untuk membedakan dengan gips putih.
JENIS GIPS
Menurut Iso 1996 jems gips ada 5 yaitu:
1. Tipe 1 : Impression plaster
2. Tipe 2 : Plaster/gips lunak
3. Tipe 3 : Dental stone ( gips keras)
4. Tipe 4 : High strength low expanssion
5. Tipe 5 : High strength high expanssion
W.P ratio:
Sejumlah harus ditakar secara tepat sesuai dengan perbandingan serbuk dan air
dari masing-masingjenis gips, sering digambarkan sebagai W.P ratio. Sebagai
contoh jika 100 gm serbuk plaster dicampur dengan 60 ml air maka W.P ratio

menjadi 0,6.
Jika 100 gm dental stone dicampur dengan 28 ml air maka W.P nya akan menjadi
0,28.
Setting time:
Waktu yang dibutuhkan dari mulai mencampurkan serbuk gips dan air sampai
material gips menjadi keras disebut sebagai setting time (gips). Biasanya diukur
dengan menggunakan alat penetrasi (tes)
Normal setting time untuk gips sekitar 10-15 menit, yang dibedakan menjadi initial
setting time dan final setting time.
Hal- hal yang mempengaruhi setting time:
1. Perbandingan air dan serbuk: Semakin banyak air yang digunakan maka
nukleus dalam volume yang terjadi semakin kecil/sedikit sehingga setting
timenya menjadi panjang.
2. Kontaminasi : Apabila kalsinasi tidak komplit sehingga terdapat partikel gypsum
atau pabrik memang menambahkan partikel gipsum maka setting timenya akan
diperpendek oleh karena potensial nukleus untuk kristalisasi meningkat
3. Bahan tambahan: Metode paling praktis dan efektif dalam mengontrol setting
time adalah dengan menambahkan berbagai material kimia pada pencampuran
plaster atau stone. Apabila material tambahan memperpendek setting time
dinamakan accelerator, sedangkan untuk memperpanjang setting time
dinamakan retarder.
Retarder biasanya berefek dengan membentuk lapisan permukaan pada
hemihidrat sehingga kelarutamiya menumn dan pada kristal gipsum untuk menghambat pertumbuhan
kristal. contohnya: gelatin, lem, garam. sitrat, asetat
dan borat.
Accelerator mempengaruhi kelarutan hemihidrat. Garam dalam konsentrasi
kecil at mempercepat setting time tetapi apabila konsentrasinya besar menjadi
retarder.
Contoh material accelerator : Potassium sulfat dipakai dengan konsentrasi lebih
dan 2 atau 3 persen.
4. Waktu pengadukan : Semakin lama dan semakin cepat plaster tercampur maka
setting time akan semakin pendek. Beberapa material gips akan membentuk
kristal secara cepat saat serbuk berkontak dengan air. Dalam pengadukan :
terbentuk kristal, dan pada waktu yang bersamaan terjadi pemecahan kristal
oleh karena spatulasi sehingga pembentukan nukleus kristal semakin
meningkat, dan setting time akan menjadi pendek
5. Temperatur Walaupun secara umum kenaikan temperatur akan mempercepat
reaksi tetapi pada pencampuran gip temperatur akan memberikan efek yang
berbeth. Apabila temperatur air Oo sampai dibawah 50 oC maka akan sedikit
mempercepat setting time. tetapi apabila temperatur air lebih dan 50 oC akan
berlaku sebagai redarder. Apabila temperatur mendekati 100 C maka tidak
akan ada reaksi yang terjadi.
Setting ekspansi:
Selama terjadi perubahan dan hemihidrat menjadi dihidrat akan terjadi perubahan
volume. Besarnya tergantung dari komposisi gipsum produk, Paling kecil 0,06
persen limer dan tertinggi 0,5 persen.
Hal-hal yang mempengaruhi besarnya setting ekspansi adalah : W.P ratio dan
adanya material retarder ataupun accelerator.
Setting ekspansi higroskopis
Material gips akan mengeras di udara. Apabila pengerasan terjadi di dalam air

maka setting ekspansi bisa menjadi 2 kalinya.


Alasan kenaikan ekspansi ini adalah saat hemihidrat bereaksi dalam air
maka terjadi penambahan pertumbuhan kristal. Secara reaksi kimiawinya sama
tetapi fisiknya yang berbeda.
Untuk membedakan setting gips yang terjadi di udara senng disebut
sebagai Normal setting expansion, sedangkan bila setting gips terjadi dalam imersi
air disebut sebagai Hygroscopic setting expansion.
Penurunan W.P rasio akan menaikkan H. Setting Exp. Demikianjuga
kenaikkan spatulasi akan menaikkan H. setting Exp.
(gambar dalam kuliah)
KEKUATAN GIPS
Secara umum gips mempunyai sifat-sifat mekanik yang dipengaruhi oleh:
1. Material yang digunakan
Contoh : Autoclaved/ kalsinasi
Adanya material lain (tambahan)
2. W.P ratio
3. Kekeringan bahan : Keadaan ini akan terlihat sekali bedanya saat gips basah
dengan setelah 16 jam,
Kekuatan mekanik gips diantaranya adalah:
1. Kekuatan kompresif
Apabila pada waktu mencampur serbuk dan air tepat maka gips mempunyai
kekuatan kompresif yang tinggi. Kandungan air yang tinggi akan menurunkan
kekuatan kompresifnya. Pada waktu kering kekuatan kompresifgips kira-kira 2
kali pada waktu basah. Kekuatan mi sangat dipengaruhi oleh W.P ratio
2. Kekerasan
Kekerasan gip berhubungan dengan kekuatan kompresif Kekerasan
permukaan tercapai lebih dahulu dibanding kekuatan kompresif oleh karena
massa bagian permukaan lebih cepat kering dibanding massa bagian tengah.
Untuk menaikkan kekerasan gips dilakukan impregnasi dengan monomer
methyl methacrylate.
3. Kekuatan tank
Untuk mengetahui kekuatan tank gips bisa dilakukan dengan tes kompresi
diametral karena gip merupakan material yang bersifat brittle
JENIS GIPS
Menurut Iso 1996 jems gips ada 5 yaitu:
1. Tipe 1 : Impression plaster
2. Tipe 2 : Plaster/ gips lunak ripe
3. Tipe 3 : Dental stone ( gips keras)
4. Tipe 4 : lonHigh strength low expanss
5. Tipe 5 : High strength high expansion
1. Tipe 1 (Bahan cetak), sekarang jarang dipergunakan lagi
a. Keras dan brittle
b. Setting time pendek yaitu 4-5 memt
c. setting ekspansi rendah ( 0,13%)
d. W.P=0,6
e. Kekuatan rendah yaitu 27,5 MPa (4000Psi)
2. Tipe 2: Model p1 aster

a. Untuk model studi, artikulator mounting dan flask gigi tiruan! resin akrilik
b. W.P = 0,5 sampai 0,6
c. Setting ekspansi 0,3%
d. Lebih kuat dibandingkan tipe 1
3. Tipe 3: Stone
a. Dipergunakan rencana perawatan dan untuk mengisi cetakan kerja
b. Lebih kuat dan keras dibanding tipe 1 ataupun 2
c. W.P=0,28 -0,3
d. Setting ekspansi 0,15 sampai 0,2%
e. Kekuatan 62 MPa ( 9000 Psi)
4. Tipe 4: Die Stone
a. Kekerasan tinggi
b. Kekauatan tinggi =79 MPa (11.500 Psi)
c. Setting ekspansi rendah yaitu: 0,08%
d. Dipergunakan untuk membuat die
e. W.P 0,24
5. Tipe 5: High strength, high ekspansi
a. Dipergunakan utuk pembuatan die yang akan dicor menggunakan
pemanasan tinggi
b. Ekspansinya tinggi = 0,3%
c. W.P=0,18 sampai0,22
d. Mempunyai kekuatan yang tinggi
SYALALA
A.

Material Gypsum
Gipsum yang digunakan kedokteran gigi : kalsium sulfat dihidrat (CaSO4.2H2O)

Manfaat :
Membuat model studi dari rongga mulut
Pembuatan protesa gigi
Bahan material untuk kedokteran gigi harus memenuhi kriteria - kriteria, antara
lain:
1.
2.
3.
4.
1.

Tidak toxic di tubuh


Tidak menyebabkan iritasi pada rongga mulut atau jaringan lain
Tidak menyebabkan reaksialergi
Tidak menjadi mutagenic atau karsinogenik

Klasifikasi Gypsum :

Plaster Cetak(Tipe I)
Bahancetak ini terdiri dari plaster of paris yang ditambahkan zat tambaha nuntuk
mengatur waktu pengerasan dan ekspansi pengerasan, dikenal juga dengan
impression plaster. Plaster cetak jarang digunakan lagi untuk mencetak dalam

kedokteran gigi karena telah digantikan oleh bahan yang kurang kaku seperti

hidrokoloid dan elastomer. Plaster terbatas digunakan untuk cetakan akhir atau

wash, dalam pembuatan gigi tiruan penuh.

2.

Model plester (Tipe II),digunakanuntuk:


Diagnostic cor,
Artikulasi batu cor,
Flasking prosedur untuk gigi palsu akrilik (akhir cast).
Campuran menghasilkan cor yang kurang kuat daripada dental
stone.
Dental Stone (Tipe III ),digunakan untuk membuat:
Gigi tiruanPenuh atau model parsial
orthodontic model
flasking prosedur untuk gigi palsu akrilik (gigi akhir)
hal ini membutuhkan sedikit air,
lebih kuat dari plester.
Dental Stone, kekuatan tinggi (Tipe IV):
digunakan dalam fabrikasi pola lilin restorasi cor (mahkota &jembatan),
implant,
sering berwarna merah muda atau hijau,
hampir 2 kali lebih kuat dari batu tipe III.

Produk Gypsum

Plaster
Biasanya berwarna putih, sifatnya paling rendah

Stone, Cast Stone


Berwarna biru
Improved Stone, Die Stone
Berwarna hijau/kuning
Specialty Stones
Investment Materials

DURURURURU
Syarat-syarat Gypsum dalam bidang Kedokteran Gigi
1.

Sifat mekanis baik, artinya harus kuat sehingga tidak mudah rusak atau tergores

2.
3.

selama proses pembuatan piranti restorasi atau saat ukir malam, dll.
Dapat mereproduksi detail yang halus dengan batas yang tajam.
Memiliki stabilitas dimensional yang baik (menunjukkan perubahan dimensi yang

4.

sangat kecil saat setting dan hendaknya cukup stabil).


Kompatibel dengan bahan cetak, tidak terjadi interaksi antara permukaan cetakan

5.

dengan permukaan model, die.


Murah dan mudah dipergunakan.