Anda di halaman 1dari 6

KEGIATAN

LABORATORIUM

Fungsi Laboratorium antara lain adalah:


• memecahkan masalah
• mendalami suatu fakta
• melatih keterampilan dan berpikir ilmiah
• menanamkan dan mengembangkan sikap ilmiah
• menemukan masalah baru dan mencari jawaban pemecahannya

PENGGUNAAN MIKROSKOP
Mikroskop merupakan alat bantu utama dalam mengamati objek-objek yang tidak kasat mata ,
yaitu organisme renik atau organisme yang bersifat mikroskopis. Mikroskop pertama kali
ditemukan oleh Antonie Van Leeuwenhoek. Mikroskop yang digunakan di laboratorium sekolah
umunya adalah mikroskop optik.
Bagian-bagian Mikroskop
1) Bagian Optik, terdiri atas:
• Cermin, digunakan untuk menerima cahaya matahari/lampu dan memantulkannya
ke dalam kondensor
• Kondensor, terdiri atas lensa kompleks yang berfungsi untuk mengumpulkan
cahaya yang terpantul atau terbias. Di dalam kondensor terdapat diafragma yang
berfungsi untuk mengatur banyaknya cahaya yang mengenai spesimen.
• Objektif, terdiri atas lensa komplek yang berfungsi untuk menerima cahaya
setelah menembus spesimen yang diamati sehingga terbentuk bayangan objek.
• Okuler, terdiri atas lensa komplek yang menerima bayangan semu dan terbalik.
2) Bagian Mekanik, terdiri atas:
• Kaki dan tangkai,sebagai penyangga bagian optik
• Knop, terdiri atas knop penggerak kasar (makrometer) dan knop penggerak halus
(mikrometer). Mekrometer digunakan untuk menggerakkan teropong dan mengatur
fokus. Mikrometer digunakan untuk mempertajam fokus. Pada beberapa jenis
mikroskop monokuler, pengaturan fokus dilakukan dengan menaik turunkan meja benda.

• Meja benda, merupakan tempat untuk meletakkan sediaan yang diamati.


• Pembawa Objektif (revolver), terletak pada ujung teropong dan digunakan untuk
memutar sekaligus tempat lensa objektif.

Cara Penggunaan Mikroskop


a) Letakkan mikroskop pada meja yang datar dan kokoh
b) Putar revolver objektif sehingga perbesaran paling lemah berada tepat di atas
kondensor
c) Putar knop makrometer sehingga meja benda terangkat 5 mm dari meja benda, atau
turunkan meja benda jika makrometer berada tepat pada meja benda
d) Buka diafragma sampai maksimum
e) Dengan melihat melalui okuler atur cermin sehingga memperoleh lingkaran pandang yang
terang
f) Letakkan sediaan yang akan diamati pada meja benda kemudian turunkan teropong
dengan hati-hati sampai ujung lensa objektif hampir menyentuh permukaan sediaan.
g) Dengan melihat okuler, putar mikrometer dengan perlahan-lahansehingga spesimen pada
sediaan tampak jelas
h) Untuk mencari bagian spesimen yang diinginkan, geser sediaan dan setelah di dapat
kemudian jepit supaya tidak bergeser.
i) Pertajam fokus dengan memutar knop mikrometer perlahan-lahan
j) Jika bayangan terlalu terang, kurangi pembukaan diafragma
k) Jika menggunakan lensa objektif dengan perbesaran 100x, teteskan minyak imersi pada
permukaan gelas penutup, maka akan didapatkan perbesaran objektif 1000x.

Pemeliharaan Mikroskop
Langkah-langkah pemeliharaan mikroskop adalah:
a) Keluarkan mikroskop dari kotak dan letakkan di atas meja praktikum
b) Bersihkan bagian luar mikroskop dengan kain lap yang bersih
c) Bersihkan lensa okuler dan objektif dengan kain flanel atau kertas pembersih lensa.
Dengan melihat melalui okuler, uji apakah lensa sudah tampak bersih.
d) Hindarkan lensa terkena air atau zat kimia. Jika hal itu terjadi, segera bersihkan
dengan pembersih lensa.
e) Apabila pengamatan sudah selesai, bersihkan lensa dan bagian luar mikroskop seperti
sebelum digunakan.
f) Sebelum dimasukkan ke dalam kotak, perhatikan apakah di dalam kotak tersedia bahan
pengering (silica gel).
MENYIAPKAN OBJEK PENGAMATAN
Sebelum melakukan pengamatan dengan menggunakan mikroskop perlu disiapkan preparat atau
sediaan objek. Untuk preparat awetan dapat langsung digunakan dan untuk preparat basah
perlu dipersiapkan terlebih dahulu.

Untuk membuat preparat basah dalam mengamati mikroba,:


• sediakan cairan yang akan diamati
• ambil contoh yang akan diamati dengan menggunakan pinset lalu letakkan pada kaca
benda/kaca objek.
• tutup dengan kaca penutup
• pasang kaca objek pada meja benda

Untuk membuat preparat organisme bersel banyak perlu membuat sayatan atau irisan

Untuk membuat sayatan yang tebalnya selapis sel diperlukan alat yang disebut mikrotom. Jika
tidak ada mikrotom, dapat menggunakan silet.
Cara membuat preparat sayatan:
• benda yang akan disayat selipkan pada gabus
• dengan hati-hati, buat sayatan setipis mungkin dengan arah sayatan menuju tubuh kita
supaya tidak membahayakan orang lain
• buat beberapa sayatan kemudian pilih yang paling tipis
• tempatkan sayatan pada kaca objek kemudian tetesi air
• tutup dengan kaca penutup

Macam-macam sayatan:
1) Sayatan melintang, jika arah bidang sayatan tegak lurus dengan arah
memanjang organ yang akan disayat.
2) Sayatan membujur, jika arah bidang sayatan sejajar dengan arah
memanjang organ yang akan disayat.

Pada pengamatan alat-alat dalam hewan perlu dilakukan pembedahan.


Cara melakukan pembedahan hewan:
• siapkan alat bedah
• matikan hewan dengan cara membiusnya dengan eter atau kloroform. Cara membius:
masukkan hewan ke dalam toples, basahi kapas dengan obat bius kemudian masukkan ke
dalam toples, tutup toples selama 5 sampai 10 menit. Cara lain yaitu dengan
menyuntikkan obat bius pada tubuh hewan yang akan dibedah. Untuk membius burung,
tempelkan kapas yang sudah dibasahi dengan eter atau kloroform pada hidungnya.
• jika hewan sudah mati, tempatkan pada papan bedah (papan parafin) dengan posisi
telentang (posisi miring untuk ikan)
• dengan menggunakan jarum pentul, tusuk ujung-ujung anggota gerak hingga tembus ke
parafin
• dengan menggunakan pisau tajam, mulailah membedah dari bagian dinding tubuh yang
lunak, kemudian pembedahan dilanjutkan dengan menggunakan gunting anatomis
• dengan menggunakan kapas, hapus darah yang keluar menutupi alat-alat tubuh yang akan
diamati
• lakukan pengamatan sesuai dengan tujuan pembedahan

KESELAMATAN KERJA
Jenis-jenis kecelakaan yang sering timbul di alboratorium
• Keracunan, akibat menyerap van-bahan kimia beracun atau toksi seperti amonia, carbón
monoksida, kloroform dlll.
• Iritasi, berupa luka pada kulit, peradangan pada saluran pernapasan ataupun pada mata
akibat kontak dengan van kimia korosif seperti asam sulfat, asam florida, natrium
hidroksida, gas klor dll.
• Kebakaran dan luka bakar,akibat kurang hati-hati dalam menangani pelarut-pelarut
organik yang mudah terbakar seperti alcohol, eter, saetón dll. Kebakaran juga dapat
terjadi akibat peledakan van kimia reaktif seperti peroksidav dan perklorat.
• Luka kulit, akibat bekerja dengan gelas atau kaca.
Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah kecelakaan di laboratorium:
• jika laboratorium sedang digunakan maka, jalan, gang dan pintu keluar harus bebas dari
halangan sehingga siap untuk digunakan jika keadaan bahaya.
• siswa tidak diperkenankan masuk ke dalam laboratorim kecuali dengan perintah dan
pengawasan guru
• semua botol yang berisi bahan kimia harus deberi label.
• bila membawa botol besar berisi bahan kimia hendaklah disangga jangan hanya
memegang lehernya
• membuat peraturan dalam laboratorium sebagai petunjuk bagi siswa jika bekerja dalam
laboratorium
• melengkapi laboratorium dengan kotak P3K
• pada saat membuka botol yang berisi zat yang mudah menguap dan korosif hendaklah
menggunakan kain untuk membungkus botol dan botol dibuka dalam bak cuci
• menyimpan bahan-bahan yang berbahaya dan beracun dalam lemari terkunci
• pada saat demonstrasi yang memungkinkan timbul bahaya, jarak siswa dengan tempat
demonstrasi harus lebih dari 2 meter
• melengkapi laboratorium dengan alat pemadam kebakaran dan saklar pusat arus listrik
Bahan Kimia dapat Masuk ke Dalam Tubuh Manusia Melalui 3 Saluran, yaitu:
1) Malalui mulut atau tertelan, mungkin terjadi jika siswa makan/minum di
laboratorium
2) Melalui pernapasan, zat-zat tertentu dapat terhirup dan langsung
masuk ke sistem peredaran darah.
3) Melalui kulit, asam sianida, fenol mudah terserap oleh kulit.

PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (P3K)


Terbakar
a) Terbakar karena api/panas ditangani dengan mendinginkan daerah terbakar dengan air
dingin atau air es hingga tidak sakit lagi, kemudian bagian yang terbakar ditutup dengan
pembalut kering yang steril.

b) Terbakar oleh asam basa, cuci dengan air dingin sebanyak-banyaknya


c) Terbakar karena natrium dan kalium, hilangkan logam kemudian cuci dengan air dingin
sebanyak-banyaknya.

Mata

a) Terkena bahan kimia, cuci mata dengan air yang banyak terus-menerus kemudian segera
ke dokter
b) Terkena asam, cuci dengan air banyak kemudian cuci dengan natrium bikarbonat 1%.
c) Terkena basa, dengan air banyak kemudian cuci dengan asam borat 1%.
d) Terkena brom. cuci dengan larutan natrium bikarbonat 1%

Luka Tergores atau Teriris

a) Untuk luka kecil cuci dengan larutan anti kuman kemudian balut dengan pembalut steril.
b) Jika luka mengeluarkan banyak darah, ambil tumpukan kapas secukupnya dan tempelkan
pada luka hingga darah tidak keluar. Jika memungkinkan buat posisi luka lebih tinggi dari
jantung.

Zat Racun Masuk ke Dalam Mulut

c) Jika zat asam, minum air kapur encer dan air yang banyak atau minum susu.
d) Jika basa, minum cuka encer dan air yang banyak atau minum susu
e) Jika racun lainnya, gunakan obat yang dapat menyebabkan muntah misalnya larutan
garam pekat atau tekan tenggorokan dengan jari agar muntah atau diberi minum susu
sambil menunggu dokter

Keracunan Gas

Bawa penderita ke tempat yang berudara segar, kendurkan pakaiannya. Jika pernapasan
terhenti beri napas buatan.
Pilihlah jawaban yang paling tepat!
05. Bahan kimia beracun dapat masuk ke
01. Untuk mengamati objek yang kasat
dalam tubuh melalui....
mata, diperlukan alat bantu berupa...
a. saluran pernapasan dan saluran darah
a. mikroskop c. mikroskopis
b. kulit, mulut dan saluran pernapasan
c. lup d. mikrotom
c. mulut, saluran darah dan saraf
d. saraf, pembuluh darah dan kulit
02. Sebelum dilakukan pembedahan, hewan
yang akan dibedah harus dimatikan
terlebih dahulu dengan cara ..... Jawablah!
a. memotong saluran pernapasan 1. Sebutkan fungsi laboratorium!
b. memotong leher hewan 2. Sebutkan kegunaan mikroskop!
c. membunuh dengan racun 3. Gambarkan bagian-bagian
d. membius dengan eter mikroskop lengkap dengan
keterangannya!
03. Untuk mengisi botol bahan kimia yang 4. Jelaskan cara membuat sayatan!
mudah menguap dan korosif, hendaknya.. 5. Jelaskan cara menyiapkan
a. membungkus botol dengan plastik
preparat basah!
b. membungkus botol dengan kain
6. Jelaskan cara melakukan pem-
c. membuka botol di dalam air
bedahan!
d. membuka botol dengan alat pembuka

04. Berikut ini adalah beberapa saran untuk


menjaga keselamatan kerja di
laboratorium. ♥♥♥♥♥
1) botol yang berisi bahan kimia
diberi label
2) melengkapi laboratorium dengan
P3K
3) menyimpan botol bahan kimia
beracun di dalam lemari yang
terkunci
4) melengkapi laboratorium dengan
alat pemadam kebakaran
Tindakan yang sifatnya memperkecil
kemungkinan terjadinya kecelakaan
dalam kerja di laboratorium adalah....
a. 1) dan 2) c. 2) dan 3)
b. 1) dan 3) d. 2) dan 4)