Anda di halaman 1dari 1

Mencintaimu

Ribuan hari telah terlewati


Aku, tak tahu harus mengatakan apa pada apa yang kurasa. Aku mencintaimu dengan
sederhana. Sesederhana aku bernafas dengan izin-Nya. Sesederhana aku mengedipkan
mata tiap waku yang berlaku memburu kita. Sesederhana aku bergerak dalam irama tiap
bait angin yang membelai membelai manja.
Aku mencintai mu dengan sederhana. Sesederhana aku menangis kala kau terluka.
Sesederhana aku menangis kala dirimu dihina. Sesederhana keberadaanmu dalam tiap
pikiranku.
Aku mencintaimu dengan sederhana. Sesederhana adanya aku dan kamu di dunia.
Sesederhana aku tak mampu bicara untuk mengungkapkannya. Sesederhana kamu terlihat
oleh mata. Sesederhana keberadaanmu yang kurasa.
Aku mencintaimu dengan sederhana. Dengan bahasa yang tak kumengerti hingga tak
dapat ku kata. Dengan nama yang tersemat dalam setiap untaian doa. Dengan apa
adanya. Tanpa dalih dari berbagai kata. Aku mencintaimu.
Hngga hari itu tiba. Atau hanya saat ini saja. Biarkan segalanya berjalan apa adanya.
Entah seperti roda yang berputar. Atau untaian tasbih yang kau dzikirkan. Bagiku,
mencintaimu bukanlah sebuah kewajiban. Melainkan kebutuhan.
Malang, 24 Juni 2015