Anda di halaman 1dari 40

BIOLOGI UMUM

SEMESTER GASAL 2014/2015


PRODI PENDIDIKAN FISIKA

OLEH
TIM LAYANAN BIOLOGI

SUB POKOK BAHASAN:


Mekanisme transpor pada tumbuhan
Gambaran umum mekanisme transpor pada
tumbuhan
Penyerapan air dan mineral oleh akar
Transpor getah xilem
Translokasi getah floem

Gambaran UmumMekanisme Transpor


pada Tumbuhan
Transpor pada tumbuhan terjadi pada tiga tingkatan,
yaitu:
1.Pengambilan dan pembebasan air dan zat-zat terlarut
pada tingkat sel, seperti penyerapan air dan mineral
dari tanah oleh sel-sel akar;
2.Transpor bahan-bahan jarak pendek dari sel ke sel
pada tingkat jaringan dan organ, seperti pengangkutan
gula dari sel-sel fotosintetik di daun yang telah
dewasa ke dalam pembuluh tapis floem;
3.Transpor jarak jauh cairan di dalam xilem dan floem
pada seluruh tingkatan tumbuhan tsb. secara utuh.
3

4 daun juga menukarkan gas-gas melalui stomata


dengan mengambil CO2
CO
2

yang menyediakan
H2O
karbon untuk
fotosintesis dan mengeluarkan O2
3 transpirasi, evaporasi air dari
daun (kebanyakan melalui
stomata), menciptakan suatu
tenaga dalam daun yang
menarik getah xilem ke atas
2 akar dan mineral-mineral
ditranspor ke atas
sebagai getah
HO
xilem dalam xilem 2
mineral
.
1 akar menyerap air dan
mineral-mineral terlarut dari tanah

O2

gula

cahaya
5 gula dihasilkan
melalui fotosintesis
pada daun
6 gula tsb. ditranspor dalam
floem kebentuk bahan terlarut
yang disebut getah floem ke
akar dan bagian-bagian lain
tubuh tumbuhan
7 akar juga
O2
menukarkan gasgas yang ada dlm
CO2
rongga udara tanah
dgn mengambil O2,

membebaskan CO2 .
Pertukaran gas ini menunjang repirasi selular dari sel-sel akar.
4

Mekanisme transpor di tingkat sel


Terjadi pada membran plasma
Fungsi membran plasma sebagai tempat keluar masuknya
ion, molekul, serta senyawa dari atau ke dalam sel dengan
menggunakan suatu proses tertentu. Keadaan ini sangat
bergantung pada permeabilitas selektif membran.
Permeabilitas membran ada tiga, yaitu:
1. impermeabel (tidak permeabel), sifat membran yang tidak
dapat dilewati oleh zat-zat,
2. permeabel, sifat membran yang dapat dilewati zat-zat,
3. semipermeabel, sifat membran yang hanya dapat dilalui
oleh zat-zat tertentu.

Terdiri dari: transpor pasif dan transpor aktif


1. Pasif
Absorpsi air dan zat terlarut tanpa memerlukan tenaga
hasil metabolisme, karena terjadi secara alamiah dengan
adanya perbedaan/gradien konsentrasi.
Contoh: difusi dan osmosis.
2. Aktif
Dibantu pompa proton yang menggerakkan substansi
dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi. Sel harus
mengeluarkan E metabolis, umumnya dalam bentuk
ATP. Contoh: transpor protein.

Perbandingan antara transpor


pasif dan transpor aktif

ad. 1 Transpor pasif


Terdapat 5 mekanisme utama yang menggerakkan air
dan zat terlarut dari suatu tempat ke tempat lain,
yaitu:
a.Difusi: proses perpindahan suatu zat dari tempat
dengan konsentrasi tinggi (hipertonis) ke tempat
dengan konsentrasi yang lebih rendah (hipotonis),
melalui suatu membran permeabilitas tertentu.
Kebanyakan zat terlarut berdifusi sangat lambat
ketika melewati suatu membran, kecuali zat tsb. dapat
melewati protein-protein transpor yang tertanam di
dalam membran.
8

Protein ini mempermudah difusi dengan cara


mengikatkan diri secara selektif ke suatu zat terlarut
pada salah satu sisi membran dan membebaskan zat
tsb. pada sisi membran yang berlawanan.
Contoh: pertukaran udara dan masuknya air melalui
stomata, bila setetes tinta hitam dimasukkan ke
dalam gelas yang berisi air maka warna hitam
akan menyebar ke seluruh penjuru dan akhirnya
warna hitamu merata ke seluruh air dalam gelas..

Gambar Difusi CO2, O2, H2O

10

b. Osmosis: proses berpindahnya suatu zat dari


konsentrasi yang lebih rendah ke tempat yang
konsentrasinya lebih tinggi melalui membran
semipermeabel terhenti setelah mencapai
kesetimbangan.
Contoh: masuknya larutan ke dalam sel-sel
endodermis.
c. Tekanan kapiler: tekanan yang menarik air
sehingga air bergerak ke atas sebagai akibat dari
adhesi antara dinding xilem dengan molekul air.

11

d. Tekanan hidrostatik/tekanan turgor: tekanan


terhadap dinding sel (melawan aliran air) akibat
masuknya air ke dalam sel. Tekanan ini dihasilkan
pada salah satu ujung pembuluh floem
mendorong getah ke ujung yang berlawanan.
Contoh: transpirasi pada daun akan mengurangi
tekanan pada xilem di daun menghasilkan
suatu tegangan yang menarik getah xilem dari
akar ke atas.
e. Gravitasi

12

13

ad. 2 Transpor aktif


Penyerapan ion-ion adalah paling sulit, karena
permeabilitas membran terhadap ion adalah paling
rendah. Karena itu untuk menyerapnya dibutuhkan
tenaga (aktif).
Salah satu transporter aktif yang penting dalam sel
tumbuhan, yaitu pompa proton yang menghidrolisis
ATP dan menggunakan energi (E) yang dibebaskan
dari proses ini untuk memompa H+ keluar dari sel.
Proses ini menghasilkan gradien konsentrasi proton
(merupakan bentuk E yang tersimpan), mengingat
konsentrasi H+ di luar sel lebih besar daripada di
dalam sel.
14

Cairan ekstraselular
Pompa proton
menghasilkan
potensil membran
dan gradien (H+)

Gambar Pompa proton

15

Selain itu pompa proton juga menghasilkan potensial


membran dimana bagian dalam sel tumbuhan
menjadi lebih negatif dibandingkan bagian luar.
E yang tersimpan dalam gradien proton dan potensial
membran pada tumbuhan digunakan untuk
menggerakkan transpor zat-zat terlarut yang berbeda,
seperti: penyerapan K+ dari larutan tanah oleh sel
akar, dimana potensial membran membantu
pergerakan K+ yang bermuatan positif ke dalam sel
yang bermuatan negatif..

16

Kation (K+) digerakkan ke


dalam sel melalui potensial
membran

Gambar Pengambilan kation

17

Masuknya mineral bermuatan negatif (NO3-) melalui


pembawa yang memudahkan H+ masuk ke dalam sel
mekanisme ini disebut kotranspor.

Gambar Pengambilan anion

Sel akan
mengakumulasi anion
(NO3-) dengan cara
memasangkan
transpornya dengan
difusi ke dalam H+
melalui suatu
kotransporter
18

Pengambilan gula sukrosa oleh sel tumbuhan dengan


cara mengkotranspor gula dengan H+ yang berpindah
menuruni gradiennya melalui protein tsb.
Sel-sel tumbuhan dapat juga
mengakumulasi zat terlarut
netral, seperti sukrosa dengan
cara mengkostranspor H+
menuruni gradien proton
yang tinggi.

Gambar Transpor zat terlarut netral


19

Pengangkutan air dan garam-garam pada tumbuhan


berlangsung melalui dua cara, yakni :
1.di luar pembuluh angkut (ekstravaskuler):
dari sel ke sel dan biasanya dengan arah
horisontal: epidermis bulu-bulu akar korteks
endodermis xilem sistem tunas.
2. di dalam pembuluh angkut (intravaskuler): dalam
xilem dan floem secara vertikal: air dan mineral
dalam tanah masuk melalui buluh akar epidermis
korteks endodermis perisikel dan akhirnya
masuk ke xilem dibawa naik ke seluruh tubuh
termasuk ke daun.
20

Pengangkutan ekstravasikuler
(a) Kompartemen sel

(b) Rute transpor


lateral

Kompartemen jaringan
simplas

apoplas

Gambar Kompartemen sel-sel dan jaringan tumbuhan


(a) Dinding sel, sitosol dan vakuola tiga kompartemen
(ruangan) pada sebagian besar sel tumbuhan yang telah
dewasa. Protein transpor yang terbenam dalam membran
plasma dan tonoplasma mengatur lalu lintas molekul di
antara ketiga kompartemen tsb.
21

(b) Pada tingkat jaringan dua kompartemen (simplas


dan apoplas). Simplas: kontinum sitosol yang
didasarkan pada plasmodesmata saluran yang
menghubungkan protoplas melalui dinding
(pengangkutan melalui bagian yang hidup dari sel).
Apoplas: rangkaian dinding sel dan ekstraseluler
(melalui bagian yang tidak hidup dari sel). Anatomi
ini memberi tiga rute untuk transpor lateral dalam
jaringan atau organ tumbuhan:
rute transmembran: air dan zat terlarut bergerak
menembus suatu organ melalui penembusan
membran plasma dan dinding sel secara berulang
di sepanjang lintasan tsb.
22

- rute simplastik: zat-zat yang telah memasuki satu


sel bergerak melewati suatu organ melalui
rangkaian sitolitik. Struktur plasmodesmata yang
kompleks mungkin mengatur transpor melalui
simplas, bahkan memperbolehkan aliran protein
tertentu dan molekul besar lainnya antar sel.
- rute apoplastik: air dan zat terlarut berjalan
melewati jaringan atau organ melalui dinding sel
dan ruangan ekstraseluler.

23

Gambar Rute transpor lateral mineral dan air dalam akar


24

1.Pengambilan larutan tanah oleh dinding hidrofilik


epidermis memberikan jalan masuk ke apoplas (jalur
ekstrasel), hingga air dan mineral dapat memasuki korteks
di sepanjang matriks dinding sel. Mineral dan air yang
melewati membran plasma rambut-rambut akar memasuki
simplas (jalur intrasel).
2.Saat larutan tanah bergerak di sepanjang apoplas, air dan
mineral juga diangkut ke dalam sel epidermis dan korteks
untuk kemudian masuk ke dalam melalui simplas.
3.Air dan mineral yang bergerak ke endodermis di
sepanjang dinding sel tidak dapat masuk ke dalam stele
melalui jalur apoplas, karena di dalam dinding masingmasing sel endodermal terdapat pita Caspary (suatu
daerah penghalang yang mengandung bahan berlilin yang
25
menghambat aliran air dan mineral yang terlarut).

Hanya mineral yang sebelumnya telah berada dalam


simplas atau yang memasuki lintasan melalui penembusan
membran plasma sel endodermis yang dapat bergerak
mengelilingi pita Caspary dan terus masuk ke dalam stele.
Dengan demikian, transpor mineral ke dalam stele adalah
selektif; hanya mineral yang diterima ke dalam sel oleh
membran yang memperoleh jalan masuk ke dalam jaringan
pembuluh.
4. Sel endodermis dan sel-sel parenkim di dalam stele
melepaskan air dan mineral ke dalam dindingnya, yang
bersambungan dengan pembuluh xilem sebagai bagian dari
apoplas. Air dan mineral yang diserap dari tanah sekarang
siap diangkut ke atas menuju sistem tunas.
26

Pengangkutan intravaskuler
1. Transpor getah xilem

a. Pendorongan getah xilem: tekanan akar


Pada malam hari, ketika transpirasi sangat rendah
atau bahkan nol, sel-sel akar masih tetap
menggunakan energi untuk memompa ion-ion
mineral ke dalam xilem. Endodermis yang
mengelilingi stele membantu mencegah ion-ion
keluar dari stele. Akumulasi mineral di dalam stele
akan menurunkan potensial air air akan mengalir ke
korteks akar, menghasilkan suatu tekanan positif
yang memaksa cairan naik ke xilem.
27

Contoh:
Peristiwa gutasi (pada
tumbuhan tertentu)

Gambar Gutasi pada daun


strawberry (Fresa sp.)

Juga ketika kita


memotong batang
tanaman pisang kemudian
bagian tengahnya dibuat
lekukan. Setelah satu hari
maka akan terlihat air
keluar dari permukaan
potongan ada tekanan
yang mendorong air ke
atas tekanan akar.

28

Walau demikian, bagi sebagian besar tumbuhan,


tekanan akar bukanlah mekanisme utama yang
mendorong naiknya getah xilem. Tekanan akar hanya
dapat memaksa air naik beberapa meter saja bahkan
pada banyak tumbuhan (termasuk pohon-pohon yang
tinggi) tidak dapat menghasilkan tekanan akar.
Demikian pula tumbuhan kecil yang memperlihatkan
gutasi, tekanan akar tidak dapat mengikuti kecepatan
transpirasi setelah matahari terbit.
Sebagian besar tumbuhan, getah xilem tidak didorong
dari bawah oleh tekanan akar tetapi ditarik ke atas
oleh daun.
29

b. Penarikan getah xilem: kohesi dan adhesi, serta


transpirasi
Mekanisme transpor air adalah melalui proses
penarikan air karena transpirasi.
Proses transpirasi terjadi berdasarkan sifat-sifat fisik air,
yaitu:
- molekul air melakukan tarik-menarik dengan
molekul air lainnya melalui proses kohesi.
-

molekul air dapat melakukan tarik -menarik dengan


dinding xilem melalui proses adhesi.
30

c. Penarikan getah xilem: mekanisme


transpirasi-kohesi-tegangan
- Transpirasi akan menyediakan tarikannya
- Kohesi air akibat pengikatan H akan memberi
tarikan ke atas di sepanjang seluruh xilem
hingga ke akar.

31

a. Tarikan transpirasi (transpirational pull)


Pada daun transpirasi dapat terjadi melalui
stomata

32

b. Kohesi dan adhesi air


Tarikan transpirasi pada cairan xilem dihantarkan
secara menyeluruh dari daun ke ujung akar bahkan ke
dalam larutan tanah.
Proses transpirasi terjadi berdasarkan sifat-sifat fisik
air, yaitu:
- molekul air melakukan tarik-menarik dengan
molekul air lainnya melalui proses kohesi.
- molekul air dapat melakukan tarik-menarik
dengan dinding xilem melalui proses adhesi.

33

Bagaimana air dan zat-zat terlarut dapat naik dari akar


ke daun?
1.Gaya tekan akar (telah dijelaskan)
2.Daya kapilaritas: pempuluh-pembuluh kayu di akar,
batang dan daun merupakan pipa-pipa sangat kecil
yang saling berhubungan membentuk pipa kapiler.
Pipa kapiler yang berdiameter 10 mikron, dapat
menaikkan air sampai setingga 3meter. Hal ini
menyebabkan air naik dalam pembuluh kayu dari
akarsampai ke daun. Bagi tumbuhan yang sangat
tinggi, daya kapilaritas saja tidak cukup untuk
menaikkan air sampai ke daun.
34

c. Daya isap daun: terjadi akibat penguapan air di


permukaan daun menyebabkan air dalam saluran
ikatan pembuluh naik ke daun. Besarnya penguapan
air tergantung pada luas permukaan daun. Makin
luas permukaan daun makin besar daya isap daun.
d. Pengaruh sel-sel yang hidup: pembuluh-pembuluh
kayu tersusun dari sel-sel yang mati dengan sekat di
antara sel-sel telah lenyap sehingga merupakan
pembuluh untuk jalan air dari akar ke ujung batang.

35

Peranan kohesi dan adhesi dalam


kenaikan getah xilem

36

2. Translokasi getah floem


Proses pengangkutan makanan yang dihasilkan
melalui fotosintesis ke seluruh bagian tubuh
tumbuhan disebut translokasi.
Komposisi getah floem: gula terutama sukrosa
(bisa mencapai 30% dari bobotnya), mineral, AA
dan hormon, yang dipindahkan dari satu bagian
tanaman ke bagian tanaman lain.
Floem mentranslokasikan getahnya dari sumber
gula (sugar source) ke sugar sink (organ yang
mengkonsumsi atau menyimpan gula: akar, ujung
tunas, batang, buah yang sedang tumbuh,).
37

Organ penyimpanan seperti umbi, dapat menjadi


tempat penumpukan gula bergantung pada musim:
ketika organ ini menumpuk karbohidrat selama
musim panas sugar sink dan sebaliknya.

Translokasi fotosintat
Penyaluran fotosintat terjadi dari sel penghasil
(sugar source) ke sel gudang (sugar sink)
Teori: aliran tekanan/massa gula dialirkan dari
lokasi dengan konsntrasi tinggi ke konsentrasi
rendah.

38

Mekanisme

konsentrasi
gula tinggi
tekanan air tinggi

Gula dimuat ke
dalam floem secara
sumber
transpor aktif;
Air masuk ke dalam
gula
floem secara
osmosis;
Gula dialirkan dari
sugar source ke
sugar sink
Air melalui proses
konsentrasi
osmosis kembali ke gula tinggi
xilem.
tekanan air rendah

floem

xilem
gula
air
sel penghasil

sel gudang
gula
air

39

Pustaka acuan
A. Suyitno. 2006. Penyerapan zat dan transportasi
pada tumbuhan. Materi disampaikan pada
kegiatan pendalaman materi siswi-siswi SMAN 5,
Yogyakarta, 06-02- 2006 di SMAN 5 Yogyakarta.
Yogyakarta.
Campbell N. A., J. B. Reece, L. C. Mitchell. 2003.
Biologi Edisi Kelima Jilid II. Alih Bahasa: W.
Manalu. A. Safitri, L. Simarmata, H. W. Hardani
(Eds.). Dialihbahasakan dari: Biology, Fifth
Edition. Erlangga. Jakarta.
Hidayati D. N. Mekanisme transpor pada sel.
40