Anda di halaman 1dari 6

Zuzzy dan Pesta kembang Api

Zuzzy! Buzzy! Muzzy!


Di mana kamu? Ibu Tupai
memanggil.
Kita harus cepat.
Burung Hantu Tua sudah
memanggil semua makhluk
kecil untuk pertemuan, Ibu
Tupai berkata ketika anakanak tupai pulang. Ketika
semua makhluk kecil sudah
tiba, Burung Hantu Tua
berkata. Kita sudah tahu
tentang peristiwa istimewa
yang tengah berlangsung di
dunia manusia. Ketika langit
menjadi gelap, jika kamu pergi
ke lapangan dan menengadah
ke atas, kamu akan melihat
hmm, apa itu namanya
hmmm, oya! Api panas!
Bukan, kedengarannya
janggal hmmmm
tongkat api! Oh, aku ingat
sekarang kembang api!

Kembang api?
makhluk-makhluk kecil itu
serentak bertanya seperti
paduan suara.
Sebuah pameran di
angkasa sangat besar,
sangat terang, dan
sangat ribut. Manusia
menganggapnya sangat
indah. Nanti malam
kita semua berkumpul
di lapangan untuk
menyaksikannya. Anakanak harus tetap bersama
orang tuanya, dan
karena hari sudah larut
malam, sebaiknya kalian
beristirahat di sore hari.
Selamat menikmati!
Hore! seru Zuzzy.
Pasti akan mengasyikkan
malam nanti!
Kembali ke rumah, Ibu
berkata kepada ketiga
anak tupai jika mereka
mau melihat kembang api,
mereka harus tidur siang.

Pesta kembang api akan


berlangsung setelah jam
tidur kamu, jelas Ibu. Jadi
jika kamu tidak tidur siang
sekarang, kamu mungkin
akan jatuh tertidur sewaktu
pesta kembang api.
Aku tak pernah jatuh
tertidur kalau ada sesuatu
yang mendebarkan hati,
Zuzzy membantah. Aku
tidak perlu tidur siang.
Zuzzy, kamu harus
berbaring dan beristirahat,
bahkan jika kamu tidak jatuh
tertidur.
Zuzzy cemberut. Dia
bergegas memanjat cabang
pohon, berbaring, dan
merajuk. Melalui dedaunan,
dia dapat melihat Buzzy dan
Muzzy kedua-duanya sudah
jatuh tertidur.
Aku sudah cukup
besar untuk tetap terjaga
menonton kembang api
meskipun aku tidak tidur
siang, Zuzzy menggerutu.

Zuzzy berguling tengkurap


dan mulai menggambar di
batang pohon. Tak terasa,
dua jam sudah berlalu. Dia
mendengar Muzzy dan Buzzy
bercakap-cakap dan tahu
bahwa waktu tidur siang sudah
selesai.
Sudah sangat gelap ketika
semua makhluk kecil tiba di
lapangan. Ketika kembang api
yang pertama mengudara dan
meledak, memancarkan warnawarni yang indah di langit,
semua makhluk terpesona.
Bagus sekali! seru Muzzy.
Luar biasa, kata Zuzzy
sambil menguap dan menutup
mulutnya.

Zuzzy menggosok-gosok mata dan


menguap lagi. Aku merasa lelah! Ini
tidak boleh terjadi padaku sekarang!
Zuzzy berjuang untuk tetap
membuka matanya, tetapi matanya
terus menutup. Tak lama kemudian
dia sudah jatuh tertidur.
Zuzzy! Bangun! Ibu
mengguncang-guncang tubuhnya.
Waktunya sarapan!
Apa? Mana kembang apinya?
tanya Zuzzy dengan panik.
Sayang sekali, nampaknya
kamu jatuh tertidur sewaktu ada
pertunjukan kembang api. Muzzy
mencoba membangunkan kamu, tetapi
kamu tidur nyenyak sekali.
Pertunjukan sudah lewat dan aku
tidak melihatnya! Zuzzy terisak.
Ibu memeluk Zuzzy dan mencoba
menghiburnya. Ibu mengerti. Ibu
turut sedih. Tetapi pasti ada alasan
mengapa kamu begitu lelah, bukankah
begitu?

Zuzzy menggangguk. Bukannya tidur siang aku menggambar di batang


pohon, Zuzzy mengakui. Aku tidak tidur siang sewaktu ibu menyuruhku.
Maafkan aku karena tidak patuh.
Nak, Ayah menyela. Kelihatannya ada kesempatan lain untuk kamu.
Burung robin baru saja menyampaikan bahwa nanti malam akan ada
pertunjukan lagi.
Aku pasti akan tidur siang yang lama, kata Zuzzy.
Ibu dan Ayah tersenyum. Nah itulah anak kami yang baik, Zuzzy!
Sore itu Zuzzy tidur siang lama sekali. Dan ketika langit bermandikan
kembang api malam itu, Zuzzy menyaksikan keseluruhannya.
Sejak saat itu, Zuzzy paham bahwa apabila orang tuanya menyuruhnya
melakukan sesuatu, pasti ada alasan yang baikseringkali itu untuk
kebaikannya.
Author unknown. Illustrations by Nozomi Matsuoka. Design by Stefan Merour.
Published by My Wonder Studio. Copyright 2013 by The Family International