Anda di halaman 1dari 28

BAB V

ANALISA DATA DAN DESAIN SISTEM PENYEDIAAN


AIR BERSIH DI KECAMATAN PURWODADI
5.1

ANALISA DATA

5.1.1

Daerah Pelayanan
Daerah pelayanan yang direncanakan dalam perencanaan sistem penyediaan air

minum (SPAM) ini yaitu wilayah Kecamatan Purwodadi yang memiliki luas daerah 53,96
km2.
Dalam menentukan daerah pelayanan dilakukan dilakukan pembagian blok. Tujuan
dari pembagian blok ini adalah agar jaringan pendistribusian air minum dapat melayani
daerah seefektif mungkin dan mempermudah jaringan distribusi dan dimensi saluran
distribusi.
Pada perencanaan ini, kriteria pembagian blok pelayanan didasarkan tata guna lahan
serta kontur tiap wilayah.
Daerah pelayanan untuk distribusi air bersih secara garis besar melayani 40 desa.
Pembagian wilayah dibagi menjadi 12 blok, dapat dilihat pada tabel berikut meliputi.

Tabel 5.1 Pembagian Kecamatan Purwodadi Per Blok (DATA 2011)

Blok
Blok 1

Desa
Karangmulyo, Keduren,

Blok 2

Sumberejo, Brondongrejo
Sendangsari, Tlogorejo, Kesugihan, 3546

Blok 3
Blok 4
Blok 5
Blok 6

Pundendsari
Bragolan, Jenarlor, Ketangi, Plandi
Jenarkidul, Jenarwetan, Purwosari
Purwodadi, Guyangan
Bongkot, Sukomanah, Sumbersari,

6310
5129
2837
3818

Blok 7
Blok 8

Tegalaren
Keponggok, Nampu, Gesing
Blendung, Bubutan, Kebonsari,

1366
3266

Blok 9

Sidoharjo
Jogoresan, Karangsari, Watukuro,

4187

Banjarsari

Jumlah Penduduk (Jiwa)


4529

Blok 10
Blok 11
Blok 12

Kentengrejo, Nampurejo
Jatimalang, Geparang
Gedangan, Jatikontal, Jogoboyo,

1456
2774
3229

Karanganyar
Sumber: analisa data

5.1.2 Sistem Pelayanan


Desain rencana penyediaan air bersih Kecamatan Purwodadi diutamakan kepada
pemerataan penyediaan air bersih di daerah yang belum terjangkau oleh sistem pelayanan
dengan jaringan perpipaan.
Berdasarkan data yang diperoleh dari laporan perusahaan PDAM Kabupaten
Purworejo, saat ini sistem pelayanan didaerah Kabupaten Purworejo meliputi:
1. Tingkat pelayanan tahun 2012 adalah 10% dan pada tahun 2027 adalah 80%
2. Jumlah penduduk terlayani pada tahun 2012 sebanyak 4327 orang dan pada tahun 2027
adalah 38.074 orang.
3. Kebocoran air 20%
5.1.3 Pendekatan Teknik Studi
Untuk perencanaan sistem penyediaan air minum Kecamatan Purwodadi berdasarkan
kriteria penyediaan air minum, dipertimbangkan juga keadaan kondisi setempat.
Tabel 5.2
Kriteria Penyediaan Air Minum
No

Jenis Kota

Jumlah Penduduk(jiwa)

Kebutuhan Air
Domestik rata-rata
(l/j/h)

Metropolitan

P > 1.000.000

190

Kota besar

500.000 < P < 1.000.000

170

Kota sedang

100.000 < P < 500.000

150

Kota kecil

20.000 < P < 100.000

130

Kota kecamatan

P < 20.000

100

Sumber : Dirjen Cipta Karya


Tabel 5.3
Kriteria Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih Perpipaan

Kecamatan Purwodadi
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Uraian
Pelayanan
@ Sambungan Rumah
@ Hidran Umum
Penduduk yang dilayani ( % )
Perbandingan SR : HU
Kehilangan air
Faktor pengaliran
@ hari maksimum
@ Jam puncak
Pemakaian per unit
@ SR
@ HU
Jam operasi
Kecepatan air dalam pipa
Alokasi air untuk non domestik

Kriteria/ Standar Perencanaan


100 lt/orang/hari
30 lt/orang/hari
20-80 % jumlah penduduk
80 % : 20%
20 %
1,5
2
5 Jiwa
100 Jiwa
24 Jam
0,3 3 m / detik
kurang lebih 20 % x Q domestik

Sumber: Analisis Data

5.1.4

Kebutuhan Air Bersih


Pelayanan air bersih pada 40 desa di Kecamatan Purwodadi, meliputi kebutuhan

domestik dan kebutuhan non domestik. Jumlah kebutuhan domestik ditentukan berdasarkan
proyeksi penduduk dari tahun 2012 sampai 2027. Sedangkan kebutuhan nondomestik
ditentukan berdasarkan tingkat perekonomian serta perkiraan jumlah fasilitas umum dan
perdagangan yang menunjang di kedua wilayah perencanaan tersebut hingga tahun 2027.
Perencanaan tingkat pelayanan pada Kecamatan Purwodadi berdasar pada peraturan MDGs
yang menyatakan pada tahun 2015 tingkat pelayanan pada daerah pedesaan harus mencapai
65%.
Dalam pelayanan kebutuhan air minum tersebut diperkirakan bahwa kehilangan atau
kebocoran air yang terjadi pada sistem penyediaan air bersih dapat terjadi pada :
a. Transmisi, kemungkinan adanya kebocoran pipa atau pencurian oleh penduduk.
b. Distribusi, kebocoran pipa ataupun pencurian oleh penduduk.

Untuk mengatasi kehilangan air oleh faktor-faktor tersebut, maka perlu koreksi
dengan kapasitas produksi sebesar beberapa persen dari kebutuhan air untuk domestik dan
non domestik. Kehilangan air di Indonesia umumnya adalah berkisar 10-60% dari total
kebutuhan air. Sedangkan di Kecamatan Purwodadi, 20% pada tahun 2012 dan 20% pada
tahun 2027. Sistem penyediaan air bersih Kecamatan Purwodadi dilakukan sampai dengan
tahun 2027 dengan berpedoman pada RUTRK Kabupaten Purworejo. Perencanaan ini sangat
dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
a. Proyeksi penduduk
b. Asumsi kebutuhan air untuk kepentingan domestik dan non domestik
c. Asumsi kehilangan air yang di produksi, di instalasi, dan di distribusi.
d. Fluktuasi pemakaian air
e. Data pendukung lain, seperti daerah pelayanan dan tata guna lahan
5.1.4.1 Proyeksi Penduduk
Pertumbuhan penduduk merupakan dasar penentuan kebutuhan air di suatu wilayah.
Karena itu, pertumbuhan penduduk harus diproyeksikan terlebih dahulu sebelum
merencanakan kebutuhan airnya. Untuk itu, terdapat bermacam-macam metode.
Beberapa metode yang sering dipakai diantaranya adalah metode aritmatika, metode
logaritmik, dan metode eksponensial. Dari ketiga metode ini, dipilih metode yang paling
tepat. Penentuan metode ini dilakukan dengan cara membandingakan nilai regresi linear dari
tiap-tiap metode dalam perhitugan pertumbuhan penduduk 5 6 tahun sebelumnya. Nilai
regresi yang paling besar menunjukkan bahwa perhitungan pertumbuhan penduduk
menggunakan metode tersebut paling mendekati linier, maka proyeksi penduduk tahun 2012
2027 akan menggunakan cara tersebut.
Adapun tiga metode yang digunakan untuk menentukan proyeksi penduduk yaitu :
1. Metode Aritmatik
2. Metode Geometrik
3. Metode Eksponensial
Penentuan metode proyeksi dapat dilakukan dengan pengujian angka korelasi, dimana
metode yang dipilih adalah yang mendekati atau sama dengan 1. Adapun rumus korelasi yaitu
:
r =

n ( xy ) - ( x ) ( y )
{ ( n ( y ) - ( y ) ) x ( n ( x ) - ( x ) ) }

Tabel 5.4 Jumlah Penduduk Per Blok di Kec. Purwodadi


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Blok
2006
Blok 1
4416
Blok 2
3502
Blok 3
6185
Blok 4
5083
Blok 5
2812
Blok 6
3735
Blok 7
1316
Blok 8
3239
Blok 9
4140
Blok 10
1424
Blok 11
2722
Blok 12
3186
Sumber : BPS Purworejo

2007
4420
3510
6201
5095
2820
3756
1318
3247
4155
1430
2730
3190

2008
4435
3522
6254
5108
2824
3789
1323
3253
4166
1443
2744
3195

2009
4499
3533
6260
5124
2832
3800
1344
3263
4173
1450
2756
3210

2010
4528
3560
6283
5137
2845
3809
1360
3278
4186
1454
2770
3227

Hasil perhitungan proyeksi penduduk untuk tahun 2012 2027 ditampilkan dalam
tabel 5.1.
Tabel 5.1 Hasil Perhitungan Proyeksi Penduduk Blok I Kecamatan Purwodadi
Tahun 2012 2027

NO

TAHUN

JUMLAH PENDUDUK
(JIWA)

1
2012
2
2013
3
2014
4
2015
5
2016
6
2017
7
2018
8
2019
9
2020
10
2021
11
2022
12
2023
13
2024
14
2025
15
2026
16
2027
Sumber: Analisis Data

4556
4584
4611
4639
4667
4695
4723
4752
4780
4809
4838
4867
4897
4926
4956
4986

Tabel 5.2 Hasil Perhitungan Proyeksi Penduduk Blok II Kecamatan Purwodadi


Tahun 2012 2027

NO

TAHUN

JUMLAH PENDUDUK
(JIWA)

1
2012
2
2013
3
2014
4
2015
5
2016
6
2017
7
2018
8
2019
9
2020
10
2021
11
2022
12
2023
13
2024
14
2025
15
2026
16
2027
Sumber: Analisis Data

3557
3568
3578
3589
3600
3611
3622
3632
3643
3654
3665
3676
3687
3698
3709
3721

Tabel 5.3 Hasil Perhitungan Proyeksi Penduduk Blok III Kecamatan Purwodadi
Tahun 2012 2027

NO

TAHUN

1
2012
2
2013
3
2014
4
2015
5
2016
6
2017
7
2018
8
2019
9
2020
10
2021
11
2022
12
2023
13
2024
14
2025
15
2026
16
2027
Sumber: Analisis Data

JUMLAH PENDUDUK
(JIWA)
6335
6360
6386
6411
6437
6463
6489
6515
6541
6567
6593
6620
6646
6673
6700
6727

Tabel 5.4 Hasil Perhitungan Proyeksi Penduduk Blok IV Kecamatan Purwodadi


Tahun 2012 2027

NO

TAHUN

JUMLAH PENDUDUK
(JIWA)

1
2012
2
2013
3
2014
4
2015
5
2016
6
2017
7
2018
8
2019
9
2020
10
2021
11
2022
12
2023
13
2024
14
2025
15
2026
16
2027
Sumber: Analisis Data

5139
5150
5160
5170
5181
5191
5201
5212
5222
5233
5243
5254
5264
5275
5285
5296

Tabel 5.5 Hasil Perhitungan Proyeksi Penduduk Blok V Kecamatan Purwodadi


Tahun 2012 2027

NO

TAHUN

JUMLAH PENDUDUK
(JIWA)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

2012
2013
2014
2015
2016
2017
2018
2019
2020
2021
2022
2023
2024
2025

2843
2848
2854
2860
2865
2871
2877
2883
2888
2894
2900
2906
2912
2917

15
2026
16
2027
Sumber: Analisis Data

2923
2929

Tabel 5.6 Hasil Perhitungan Proyeksi Penduduk Blok VI Kecamatan Purwodadi


Tahun 2012 2027

NO

TAHUN

JUMLAH PENDUDUK
(JIWA)

1
2012
2
2013
3
2014
4
2015
5
2016
6
2017
7
2018
8
2019
9
2020
10
2021
11
2022
12
2023
13
2024
14
2025
15
2026
16
2027
Sumber: Analisis Data

3825
3832
3837
3842
3847
3851
3855
3859
3862
3865
3868
3871
3873
3876
3878
3881

Tabel 5.7 Hasil Perhitungan Proyeksi Penduduk Blok VII Kecamatan Purwodadi
Tahun 2012 2027

NO

TAHUN

JUMLAH PENDUDUK
(JIWA)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

2012
2013
2014
2015
2016
2017
2018
2019
2020
2021
2022

1378
1389
1401
1412
1423
1435
1446
1458
1469
1480
1492

12
2023
13
2024
14
2025
15
2026
16
2027
Sumber: Analisis Data

1503
1515
1526
1537
1549

Tabel 5.8 Hasil Perhitungan Proyeksi Penduduk Blok VIII Kecamatan Purwodadi
Tahun 2012 2027

NO

TAHUN

JUMLAH PENDUDUK
(JIWA)

1
2012
2
2013
3
2014
4
2015
5
2016
6
2017
7
2018
8
2019
9
2020
10
2021
11
2022
12
2023
13
2024
14
2025
15
2026
16
2027
Sumber: Analisis Data

3272
3279
3286
3292
3299
3305
3312
3319
3325
3332
3339
3345
3352
3359
3365
3372

Tabel 5.9 Hasil Perhitungan Proyeksi Penduduk Blok IX Kecamatan Purwodadi


Tahun 2012 2027

NO

TAHUN

JUMLAH PENDUDUK
(JIWA)

1
2
3
4
5
6
7
8

2012
2013
2014
2015
2016
2017
2018
2019

4191
4194
4198
4200
4203
4205
4208
4210

9
2020
10
2021
11
2022
12
2023
13
2024
14
2025
15
2026
16
2027
Sumber: Analisis Data

4211
4213
4215
4216
4218
4219
4221
4222

Tabel 5.10 Hasil Perhitungan Proyeksi Penduduk Blok X Kecamatan Purwodadi


Tahun 2012 2027

NO

TAHUN

JUMLAH PENDUDUK
(JIWA)

1
2012
2
2013
3
2014
4
2015
5
2016
6
2017
7
2018
8
2019
9
2020
10
2021
11
2022
12
2023
13
2024
14
2025
15
2026
16
2027
Sumber: Analisis Data

1459
1462
1464
1466
1468
1470
1471
1473
1474
1476
1477
1478
1479
1480
1481
1482

Tabel 5.11 Hasil Perhitungan Proyeksi Penduduk Blok XI Kecamatan Purwodadi


Tahun 2012 2027

NO

TAHUN

JUMLAH PENDUDUK
(JIWA)

1
2
3
4
5

2012
2013
2014
2015
2016

2785
2796
2807
2819
2830

6
2017
7
2018
8
2019
9
2020
10
2021
11
2022
12
2023
13
2024
14
2025
15
2026
16
2027
Sumber: Analisis Data

2841
2853
2864
2875
2887
2899
2910
2922
2934
2945
2957

Tabel 5.12 Hasil Perhitungan Proyeksi Penduduk Blok II Kecamatan Purwodadi


Tahun 2012 2027

NO

TAHUN

1
2012
2
2013
3
2014
4
2015
5
2016
6
2017
7
2018
8
2019
9
2020
10
2021
11
2022
12
2023
13
2024
14
2025
15
2026
16
2027
Sumber: Analisis Data

JUMLAH PENDUDUK
(JIWA)
3238
3248
3258
3268
3277
3287
3297
3307
3317
3327
3337
3347
3357
3367
3377
3387

5.1.4.2 Proyeksi Kebutuhan Air Bersih


Untuk sistem perpipaan, kebutuhan air dibagi sesuai dengan jenis klasifikasi
konsumen dan macam kebutuhannya, selanjutnya dibagi ke dalam kelompok sebagai berikut:

a.

Kebutuhan air domestik meliputi sambungan rumah dan hidran


umum.

b.

Kebutuhan air non domestik meliputi pendidikan, peribadatan,


kesehatan, perdagangan, dll.

c.

Kehilangan air (kebocoran).

d.

Kapasitas produksi.

e.

Kebutuhan maksimum

5.1.4.3 Kebutuhan Air Domestik


Kebutuhan air bersih domestik meliputi kebutuhan sambungan rumah (SR) dan hidran
umum (HU). Pada tahun 2012 SR sebesar 20% dan HU sebesar 80%, sedangkan pada tahun
2027 untuk SR 91% dan HU 9%.
Kebutuhan air untuk perorang untuk sambungan rumah adalah 100 L/org/hari pada
tahun 2012 dan pada tahun 2027 adalah tetap 100 L/org/hari. Satu sambungan melayani satu
rumah tangga yang diperkirakan setiap rumah terdiri dari 5 jiwa. Sehingga kebutuhan air
sambungan rumah untuk tahun 2027 Kecamatan Purwodadi adalah 36 L/detik.
Pelayanan hidran umum pada tahun 2012 adalah 80% dan menjadi 9% pada tahun
2027. Satu sambungan HU melayani 100 jiwa, sehingga kebutuhan air Hidran umum tahun
2027 adalah 1,09 L/detik.
Kebutuhan air domestik total untuk tahun 2027 Kecamatan Purwodadi adalah 38,6
L/detik.
Untuk proyeksi kebutuhan air Kecamatan Purwodadi 2012 -2027 dapat dilihat pada
tabel lampiran.
5.1.4.4 Kebutuhan Air Non Domestik
Kebutuhan air bersih non domestik meliputi kebutuhan :
1.

Fasilitas sosial, meliputi:


a

Pendidikan, yang terdiri dari tingkatan TK sampai SLTA yang mempunyai


kebutuhan air pada tahun 2012 adalah 19 L/dtk dan pada tahun 2028
kebutuhan air untuk pendidikan 22 L/dtk.

Kesehatan, yang terdiri dari Puskesmas, Puskemas Pembantu, Poliklinik


desa, dan Posyandu. Semua fasilitas kesehatan tersebut membutuhkan air
pada tahun 2008 sebesar 0,231 L/dtk sedangkan kebutuhan air untuk
fasilitas tersebut pada tahun 2030 sama yaitu 0,264 L/dtk.

Tempat ibadah, yang terdiri dari masjid, musholla, pondok pesantren.


Kebutuhan air untuk tempat ibadah tahun 2008 adalah 3,681 L/det dan
pada tahun 2030 meningkat menjadi 4,205 L/dtk.

Untuk kebutuhan air non domestik secara lengkap dapat dilihat pada tabel lampiran.

5.1.4.5 Kehilangan Air


Kehilangan air pada system penyediaan air minum sebaiknya 20%, namun hal
tersebut sulit untuk direalisasikan karena banyak hal yang pada saat sekarang ini sulit untuk
diatasi seperti:
a.Akurasi meter induk dan meter air konsumen.
b.Akurasi pembacaan meter.
c.Sambungan liar.
d.Kebocoran di sambungan pipa dan akibat pipa yang pecah atau rusak.
Jumlah kebocoran di Kecamatan Purwodadi pada tahun 2012 yaitu 2,5 L/detik dan
pada tahun 2027 yaitu 10,2 L/detik.

5.1.4.6 Kebutuhan Air Harian Maksimum dan Kebutuhan Jam Puncak


Kebutuhan hari maksimum di Kecamatan Purwodadi tahun 2012 yaitu 22,93 L/detik
dan pada tahun 2027 meningkat menjadi 97,94 L/detik.
Sedangkan kebutuhan jam puncak tahun 2012 adalah 30,02 L/detik dan tahun 2027
meningkat menjadi 130,61 L/detik.
Untuk lebih lengkap dapat dilihat pada tabel lampiran.
5.1.4.7 Perhitungan Kebutuhan Air per Blok
Setelah mendapatkan jumlah penduduk tahun 2027 dari hasil proyeksi, maka langkah
selanjutnya adalah menghitung kebutuhan air total satu kecamatan (terlampir), menentukan
blok pelayanan dan kemudian menghitung kebutuhan air tiap blok tersebut (terlampir).
Berikut ini akan diberikan contoh perhitungan kebutuhan air di blok I Kecamatan
Purwodadi Kabupaten Purworejo.
1.

Penduduk

Diketahui jumlah penduduk blok I tahun 2027 = 4986


Tingkat pelayanan dari sistem penyediaan air minum adalah 80 %.
Maka jumlah penduduk yang terlayani adalah = 80% x 4986
= 3988,8
3989 jiwa
Asumsi satu keluarga terdiri dari 5 jiwa, maka jumlah keluarga terlayani :
3989 : 5 = 798 KK
2.

Kebutuhan Air Domestik


Dari 798 KK yang terlayani, pelayanan dibedakan menjadi Sambungan Rumah
(SR) dan Hidran Umum (HU) dengan perbandingan 80% : 20%
Sehingga jumlah yang terlayani untuk :
SR
80% x 798 = 638 unit
HU
20% x 798 : 20 = 8 unit
Kebutuhan air SR= 100 x Jumlah SR x 5 : 86400
= 100 x 638 x 5 : 86400 = 3,692 l/s
Kebutuhan air HU = 30 x Jumlah HU x 100 : 86400
= 30 x 8 x 100 : 86400 = 0,278 l/s
Total kebutuhan Domestik = 3,692 l/s + 0,278 l/s
= 3,970 l/s

3.

Kebutuhan Air Non Domestik


a. Pendidikan
Tabel 4.3
Jumlah Fasilitas Pendidikan pada Blok I
Fasilita

Jumlah

Kebutuha

(unit)

n Air (l/s)

2
2
0

0,011
0,044
0

TK
SD
SLTP

0,035
1
SLTA
Maka, total kebutuhan air pendidikan untuk blok I
= 0,09 l/s
b. Peribadatan
Tabel 4.4
Jumlah Fasilitas Ibadah pada Blok I
Fasilitas
Masjid
Mushola
Gereja
Pura/wihara

Jumlah
(unit)
7
8
2
0

Kebutuhan Air
(l/s)
0,06
0,06
0,02
0

Jumlah kebutuhan air fasilitas peribadatan untuk blok I


= 0,06 + 0,06 + 0,02 = 0,14 l/s
c. Kesehatan
Fasilitas
Jumlah (Unit)
Puskesmas
0
Puskesmas Pembantu
0
Poliklinik Desa
1
Pos KB Desa
4
Jumlah kebutuhan air fasilitas kesehatan untuk blok I

Kebutuhan Air (l/s)


0
0
0,02
0,09

= 0,02 + 0,09 = 0,1 l/s


d. Perdagangan dan Jasa
Tabel 4.5
Jumlah Fasilitas Perdagangan dan Jasa pada Blok I
Fasilitas

Jumlah (unit)

Kebutuha

n Air (l/s)
Kios/Toko
17
0,04
Jumlah kebutuhan air fasilitas perdagangan dan jasa untuk blok I
= 0,04
e. Perindustrian
Tabel 4.6

Jumlah Fasilitas Perindustrian pada Blok I


Fasilitas

Jumlah

Kebutuhan Air

(unit)
Industri sedang
1
3
Industri kecil
17
Industri rumah tangga
Maka kebutuhan air untuk industri untuk blok I

(l/s)
0,12
0,12
0,03

= 0,12 + 0,12 + 0,03 = 0,27 l/s


Total Kebutuhan Non Domestik = 1,33 l/s
Total Kebutuhan Air = Total kebutuhan air domestik + Total kebutuhan air non
domestik
= 1,67 + 0,81 = 2,48 L/s.
Untuk kebutuhan air non domestik secara lengkap dapat dilihat pada lampiran.
Tambahin dari excel
Gambar pembagian blok Kecamatan Purwodadi terdapat dalam lampiran.
Proyeksi Kebutuhan Air per Blok Kecamatan Purwodadi tahun 2030

terdapat dalam

lampiran.
5.1.5

Sumber Air Baku


Sistem penyediaan air minum yang direncanakan untuk Kecamatan Purwodadi

menggunakan sumber air baku dari sungai untuk memenuhi kebutuhan airnya, dengan debit
12 L/s.
5.1.6. Perhitungan Volume dan Dimensi Reservoir
Untuk menentukan kapasitas dan dimensi reservoir, data yang diperlukan adalah nilai
kapasitas instalasi (Q max day) yang sebelumnya telah dihitung dari kebutuhan air total dan
besarnya pemakaian air perjam. Kapasitas reservoir adalah 20% dari Qmax day
Menurut standar yang berlaku, kapasitas reservoir harus dapat menyimpan air untuk
melayani kebutuhan selama 8-12 jam atau minimal selama 6 jam pemakaian.

Dasar Perhitungan Reservoir

Debit Rata-rata = 146,387 l/s

Debit maksimum harian, Qmd 2030 = 86400 x Q rata-rata


= 86400 x 175,664 l/s
= 15,177 x 106 l/s

Fungsi reservoir

Tempat Klorinasi-0new

Penyeimbang fluktuasi pemakaian air

Kapasitas reservoir = 20 % dari Qmd

Kapasitas reservoir V = 20% x 15,177 x 106 l/s


= 3,035473 x 106 l/s
= 3035,473 m3
Reservoir terbuat dari beton berbentuk silinder dengan dimensi sebagai berikut :
- Kedalaman efektif / Tinggi = 6 m
- Diameter

= 25 m

- Free Board

= 15 % x kedalaman efektif = 0.9 m

Perlengkapan Reservoir
o

Inlet

Inlet berupa pipa dengan diameter 500 mm, dan inlet tersebut diletakkan 30
cm di atas level air maksimum.
o

Outlet

Pipa outlet berdiameter 250 mm, diletakkan 10 cm di atas dasar lantai


reservoir. Pada pipa outlet dilengkapi dengan meter induk.
o

Overflow Pipa

Pipa overflow memiliki diameter 200 mm


o

Penguras

Pipa penguras memiliki diameter 200 mm.


o

Ventilasi

Dipasang pipa ventilasi dengan diameter 75 mm sebanyak 10 tempat.


5.2
DESAIN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM
5.2.1 Sistem Transmisi
5.2.1.1Pemilihan Sistem Transmisi
Sesuai dengan deskripsi daerah dan profil muka tanah yang ada, serta pertimbangan
fungsional dan ekonomis untuk satu periode desain, maka dipilih sistem perpipaan

yang memiliki kelebihan-kelebihan dibandingkan dengan sistem lainnya. Kelebihan


transmisi dengan sistem perpipaan antara lain adalah :
Kecepatan tinggi karena aliran berada di bawah tekanan.
Dapat dioperasikan tanpa gangguan.
Dilihat dari segi konstruksi, pemasangan pipa relatif lebih mudah dibandingkan
dengan membuat saluran terbuka atau aquaduct.
Untuk memilih pipa yang akan digunakan, perlu pertimbangan :

Kekuatan pipa, baik dari tekanan dalam maupun luar pipa.

Bahan pipa.

Mempunyai sedikit gangguan pada pengoperasiannya.

Harga.

Kapasitas.

Jenis-jenis pipa yang biasa digunakan adalah :

Pipa besi (Cast Iron Pipe / CIP), dapat digunakan selama kurang lebih 100
tahun. Kelemahan pipa ini adalah mudahnya terkena korosi sehingga akan
menimbulkan penipisan pipa dan menambah kekasaran pipa.

Pipa baja (Steel Pipe), digunakan untuk air dengan tekanan tinggi dan dengan
keperluan besar (diameter besar). Harga lebih murah dibandingkan dengan
pipa besi, di samping itu lebih kuat dan lebih mudah ditransportasikan.

Pipa beton, tidak akan terkena korosi dan tidak akan kehilangan energi hidrolis
seiring dengan bertambahnya waktu, dan dapat digunakan sampai 75 tahun.

Pipa plastik, biasa digunakan untuk plambing domestik. Lebih mudah


ditangani, lebih ringan dan lebih murah dibandingkan dengan jenis pipa
lainnya.

Pipa asbestos cement (ACP), bagian dalam pipa sangat licin dan mempunyai
karakter hidrolik yang sangat baik. Kelemahannya adalah sifatnya yang
karsinogen.

Dengan pertimbangan di atas, maka digunakan pipa baja yang memiliki koefisien
kekasaran (c) antara 90 130. Untuk perhitungan sistem transmisi ini, digunakan nilai c
sebesar 130 agar perhitungan dapat digunakan sampai tahun ke 15 masa perencanaan yaitu
tahun 2023.

5.2.1.2 Dasar-dasar Perencanaan


Di dalam dasar perencanaan sistem transmisi, ada beberapa hal yang harus
diketahui sebelum menentukan dimensi pipa, antara lain :
a. Debit.
Desain penyediaan air bersih menggunakan Qmax day, yaitu debit kebutuhan yang
tertinggi pada satu hari dalam satu tahun.
b. Kecepatan aliran.
Kecepatan aliran yang terlalu tinggi akan merusak pipa karena gesekan antara
padatan (pasir) yang terbawa aliran dengan dinding pipa. Sebaliknya, aliran yang terlalu
pelan akan menimbulkan masalah pada endapan yang mungkin terjadi di dalam pipa.
Aliran yang terlalu pelan memerlukan diameter pipa yang lebih besar (investasi lebih
mahal).
c. Perlengkapan pipa.
Yang dimaksud di sini adalah bangunan dan perlengkapan pipa yang diperlukan
dalam sistem, antara lain :
-

Gate Valve
Fungsinya untuk mengatur debit aliran dan memungkinkan untuk pemeriksaan,
pemeliharaan serta perbaikan. Dipasang pada percabangan pipa, awal atau akhir
saluran dan pemasangannya tiap jarak 304,8 457,2 m.

Blow Off
Berfungsi untuk menguras kotoran dan endapan dalam pipa, juga sangat
diperlukan dalam keadaan darurat, misalnya saat pipa akan terputus.
Pemasangannya pada bagian terendah / tekanan terendah dari jalur pipa.

Air Valve
Berfungsi untuk mengeluarkan udara yang terakumulasi dalam pipa. Udara
yang terakumulasi dalam pipa dapat disebabkan perhitungan desain yang
kurang baik, dekatnya jarak inlet dan permukaan debit minimum, turbulensi
aliran dan kemiringan yang terlalu tinggi. Pemasangannya umumnya pada pipa
elevasi tertinggi atau pada lokasi dimana kemiringan lintasan berubah menjadi
lebih curam.

Bend
Sambungan pipa untuk belokan.

Jembatan Pipa

Apabila sistem perpipaan melewati medan berupa lembah atau sungai maka
harus dibangun jembatan khusus untuk pipa atau dapat juga dengan
pemanfaatan jembatan yang sudah ada dengan mempertimbangkan perubahan
konstruksi pondasi.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan rinci jembatan pipa
adalah :
1. Konstruksi jembatan diperhitungkan dengan beban pipa dalam kondisi yang
terisi penuh.
2. Pipa yang digunakan adalah pipa baja.
3. Sambungan pada kedua ujung memiliki fleksibilitas untuk mencegah resiko
kerusakan pipa akibat deformasi dari jembatan, yaitu dengan memasang
expansion joint.
-

Expansion Joint
Fungsinya untuk mengatasi kemungkinan adanya pergerakan pipa akibat
penyusutan atau pemuaian pipa karena perubahan temperatur.

Flexible Joint
Dipasang di antara dua pipa yang diragukan kestabilan posisinya satu sama lain
atau untuk sambungan pipa pada belokan dengan sudut yang kecil (kurang dari
11,25)

5.2.1.3 Perencanaan Dimensi Jalur Pipa Transmisi


Untuk mengalirkan air dari sumber air ke instalasi pengolahan air yang jaraknya
sangat dekat, tidak perlu menggunakan alternatif sistem transmisi. Apabila
menggunakan alternatif transmisi, maka kriteria dalam menetapkan jalur terpilih
antara lain :
a. Hidrologis.
Diharapkan sisa tekan harus lebih atau sama dengan 10 meter.
b. Ekonomis.
-

Jarak pipa terpendek

Diameter ekonomis

Pemasangan mudah

c. Peralatan

Pemeliharaan dan pengontrolan mudah

Tidak menggunakan peralatan yang terlalu banyak.


5.1.2.4 Perhitungan Sistem Transmisi
Qmax day pada tahun 2023 = 0,12708 m3/s
Panjang pipa transmisi dari sumber ke reservoir distribusi = 430 m
Kecepatan air dalam pipa = 2 m/s
Berdasarkan persamaan
Q = V.A
A = 1/4 D2

D=

4 x0,12708
2 x3.14

4Q
V

= 0.2845 m

Jadi diameter pipa transmisi = 0,2845 m = 284.5 mm


Digunakan pipa yang ada dipasaran yaitu 300 mm

v=

Q
1 / 4D 2

0.12708
1 / 4 x3.14 x 0,42
=

= 1.01178 m/s

Kehilangan tekanan pada pipa


Pipa yang digunakan adalah pipa steel

H mayor

Q 1.85 xL

0,2785 xCxD2, 63

H mayor
H min or

(0,127081,85 ) x 430

0,2785 x130 x 0,2845


10%.H mayor

2 , 63

9.4626m

H min or 0,1x9.4626 0.94626


H f H mayor H min or
H f 9.4626 0.94626 10.41
Head statis (HS) = elevasi sumber elevasi reservoir
= 506 455
= 51
Hmin = 1 m
Tinggi kecepatan (HV)

V2
2g
HV =

2 x12
2 x9.81

= 0.22

Head pompa = Hf + Hs + Hmin + HV


= 10.41+51+ 1 + 0.22
= 62.63
Daya hidrolik pompa (WHP)

Nh = 0.120 x Q x H x
= 0.120 x 0.12708 x 62.63 x 1
= 0.955 Kwatt = 0.01273
Break horse power (BHP)
Nh
p

Np =

0.955
0.7

= 1.3643 kWatt (nilai

dilihat dari table 3.85, Noerbambang dan

Morimura, 1999)
Daya motor penggerak pompa (Nm)

Nm = Np ( 1 + A ) / ( p x k )
= 1.3643 (1 + 0.1 ) / ( 0.70 x 1)
= 2.1439
5.2.2Sistem Distribusi
Sistem distribusi merupakan salah satu komponen yang sangat penting dan paling
besar dalam sistem penyediaan air minum. Dalam sistem distribusi, terdapat kriteria-kriteria
yang harus dipenuhi agar diperoleh keuntungan dengan manfaat optimal bagi pelaksanaan
proyek umumnya dan bagi masyarakat yang dilayani khususnya.
Tujuan pokok perencanaan sistem distribusi adalah agar kebutuhan masyarakat akan
air dapat terlayani dengan baik. Adapun kriteria-kriteria yang harus dipenuhi adalah :
a. Secara kualitas air yang dialirkan harus tersedia dalam jumlah yang cukup dan
memenuhi kebutuhan dimanapun dan setiap saat kapan pun.
b. Penurunan mutu air harus diusahakan sekecil mungkin.
c. Secara kualitas, air harus sampai ke masyarakat layanan dalam kondisi memenuhi
standar, jadi air yang dialirkan sepanjang perpipaan tidak boleh mengalami
kontaminasi.

d. Kebocoran dalam sistem perpipaan sedapat mungkin dihindari. Hal ini dapat
dilakukan dengan menggunakan pipa yang bermutu baik melalui penggunaan seluruh
jaringan dan peralatan seefektif mungkin.
e. Harus ada tekanan yang cukup agar pengaliran berjalan dengan normal.
f. Jalur perpipaan harus sependek mungkin, tetapi mudah untuk dilakukan pemeriksaan
dan perawatan yang dilakukan secara rutin oleh pihak PDAM.
g. Jalur perpipaan diusahakan seefektif mungkin untuk mengurangi biaya operasional.
h. Jalur yang direncanakan harus diamankan dari gangguan-gangguan luar yang dapat
merusak pipa.
Sistem distribusi terdiri dari dua bagian pokok, yaitu :
1. Sub sistem jaringan distribusi.
2. Sub sistem jaringan reservoir.
5.2.2.1 Perencanaan Sistem Distribusi
Untuk mendistribusikan air ke suatu daerah pelayanan, diperlukan suatu sistem
distribusi berupa sistem perpipaan yang mencakup daerah pelayanan tersebut. Di daerah
distribusi, pipa utama dibagi menjadi pipa-pipa cabang.
Sistem distribusi berfungsi sebagai pembagi air kepada konsumen, baik dengan
sambungan langsung maupun sambungan tidak langsung seperti sambungan halaman atau
kran umum.
Dalam pengembangan sistem distribusi, masalah pokok yang harus diperhatikan
adalah :
a. Perpipaan distribusi.

Sistem lingkaran tertutup

Sistem cabang

b. Sistem zoning
Pembagian sistem distribusi atau zone-zone distribusi. Hal ini tergantung pada :

Luas kota, menyangkut pertimbangan efisiensi dan kelancaran pelayanan

Perbedaan elevasi kota

c. Sistem pengaliran

Gravitasi

Pemompaan

Gravitasi dan pemompaan

d. Masalah teknis dan kerekayasaan

Kapasitas sistem

Konstruksi

Peralatan / perlengkapan

Bahan pipa

Perhitungan engineering

5.2.2.2 Sistem Perpipaan Distribusi


Sistem perpipaan distribusi merupakan faktor yang menentukan baik tidaknya sistem
pelayanan. Investasi sistem distribusi sebesar 60 70% dari seluruh sistem.
Jaringan distribusi terdiri dari :
a. Feeder System
Disebut juga jaringan utama atau pipa induk atau pipa hantar dalam daerah
distribusi. Sistem feeder ini mempunyai dua pola yaitu :
1)

Sistem cabang
Digunakan di daerah distribusi yang mempunyai elevasi menurun ke satu
arah.
Ciri-ciri :
-

Arah aliran satu arah dan bentuknya cabang.

Gradasi pipa jelas terlihat, dimana diameter pipa makin ke bawah


makin kecil.

Mempunyai banyak titik mati.

Kelebihan :
-

Tidak perlu balancing pressure.

Investasi lebih murah.

Perhitungan lebih mudah.

Pipa distribusi lebih pendek.

Tekanan air dapat tinggi.

Kerugian :
-

Bila terjadi kerusakan pipa, daerah di bawahnya tidak


mendapatkan suplai air.

Terdapat endapan pada pipa sehingga diperlukan pengurasan dan


kran pembuang.

2)

Sistem ring
Ciri-ciri :
-

Tidak ada titik mati (dead end).

Arah aliran dapat bolak-balik.

Gradasi pipa tidak terlalu jelas. Ukuran diameter pipa hampirhampir sama.

Kelebihan :
-

Bila ada kerusakan, tidak mengganggu sektor lain.

Tidak terjadi pengendapan di titik tertentu, sehingga tidak


diperlukan pengurasan dan konstruksi pengurasan Lumpur.

Tekanan air cukup merata sehingga distribusi dapat merata.

Satu titik tujuan aliran dapat disuplai air dari dua arah atau lebih.

Kekurangan :
-

Perlu balancing pressure di titik junction.

Perhitungan dimensi rumit.

Tekanan dalam pipa rendah.

Investasi lebih besar daripada sistem cabang.

b. Pipa pelayanan distribusi


Terdiri dari :

Pipa pelayanan utama (small distribution main).

Pipa pelayanan (service line).


Sistem distribusi yang digunakan pada kecamatan Ajibarang adalah sistem
lingkaran (loop), dengan pertimbangan penentuan alternatif loop adalah sebagai
berikut :

Peletakan pipa.

Topografi.
Penyebaran penduduk.

Ketersediaan energi gravitasi yang dapat digunakan.

5.2.2.3 Diameter Pipa Distribusi (Dari Reservoir Ke Junction 3)

Q =200 l/s = 0.2 m3/det


L = 500 m
H
L

Berdasarkan persamaan

S=
`
S = 400 = 0,8

0.279CD 2.63 S 0.54

500

Q=
0,2 m3/det = 0,279x130D2,630,80,54
D

= 0,4 mm

jadi diameter pipa distribusi (reservoir- junction 3) = 0,4 m = 400 mm = 16 inch.


cek kecepatan

Q
0,2

1.592m / s
(1 / 4) xxD 2 (1 / 4) x3.14 x 0,4 2

5.2.2.4 Diameter Pipa Distribusi (Dari Junction 3 Ke Junction 4)


Q =200 l/s = 0.2 m3/det
L = 650 m
H
L

Berdasarkan persamaan

S=
`

S = 395 = 0,6
650

0.279CD 2.63 S 0.54

Q=

0,2 m3/det = 0,279x130D2,630,60,54


D

= 0,275 mm

jadi diameter pipa distribusi (junction3- junction 4) = 0,275 m = 275 mm = 11 inch.

cek kecepatan

5.3.

Q
0,2

1.592m / s
2
(1 / 4) xxD
(1 / 4) x3.14 x 0,4 2

SIMULASI PERENCANAAN DENGAN EPANET VERSI 2.0

Dalam simulasi ini bertujuan untuk mendapatkan nilai tekanan dan aliran yang maksimal dan
minimal yang terjadi pada wilayah perencanaan (dengan pola simulasi single period maupun
multiple period) simulasi ini menggunakan ketentuan kecepatan aliran dan tekanan air yang
telah ditetapkan.
Pada simulasi ini akan ditampilkan gambaran jaringan perpipaan pada kecamatan
Sedan, beserta node-nodenya, detail pipa, (panjang, diameter, velocity, headloss) dan detail
node (elevasi dan pressure).
Pada simulasi ini menggunakan pola simulasi 24 hours period, semua ketentuan baik
besar kecepatan aliran / velocity (0,3 3 m/s) maupun besar tekanan/pressure yang terjadi
pada pipa (10 60 m) telah memenuhi persyaratan. Oleh karena itu sistem perencanaan
jaringan distribusi air bersih pada kecamatan Wedung pada akhir tahun perencanaan telah
normal dan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sistem distribusi menggunakan sistem jaringan pipa tertutup (sistem loop).Cara
pengalirannya menggunakan sistem gravitasi. Sistem pengalirannya disebut ; gravitasi karena
reservoir berada pada tempat yang lebih tinggi dari daerah perencanaan. . Kemudian dibuat
jaringan pipa distribusi dilengkapi dengan titik node dan tapping, lalu dihitung menggunakan
program Loop metode Hardy Cross. Pipa distribusi direncanakan menggunakan data pada
tahun 2028.
Analisa Hardy Cross
Berdasarkan perhitungan Hardy Cross dapat diketahui bahwa pada beberapa pipa
memiliki velocity yang rendah atau headloss yang tinggi, untuk mengatasi hal tersebut maka
perlu diberi perlengkapan pipa untuk mengatasi rendahnya velocity atau tingginya headloss.