Anda di halaman 1dari 17

UJI DIAGNOSTIK

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA
UTARA
2012

1.
2.
3.

Anamnesis
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan penunjang
MULTIVARIAT

DIAGNOSIS

Uji yang pasti memberikan


hasil positif pada semua subjek
yang sakit, serta memberi hasil
negatif pada subjek yang tidak
sakit

1. Menegakkan diagnosis penyakit atau


menyingkirkan penyakit
2. Kepentingan Skrining (mencari penyakit pada
subjek yang asimptomatik) penegakkan
diagnosa dini
3. Pengobatan pasien:

Memantau perjalan penyakit


Mengidentifikasi komplikasi
Mengetahui kadar terapi suatu obat
Menetapkan prognosis
Mengkonfirmasi suatu hasil pemeriksaan yang tak
terduga

4. Studi Epidemiologi:
prevalens penyakit
Pada penelitian kohort uji diagnostik

menunjukkan efek yang timbul

TES MEDIS SEDERHANA

TES YG MEMERLUKAN PERALATAN


RUMIT

DIGUNAKAN OLEH TEKNOLOGI MEDIS


PENGGUNAAN TEATER OPERASI STERIL

TES MEMERLUKAN JAR ATAU CAIRAN TBH

PEMERIKSAAN FISIK MEMBUTUHKAN ALAT2


SEDERHANA
SEORG PRAKTISI YG TRAMPIL
BBRP UJI KIMIA SEDERHANA pH urine,
DILAKUKAN DI PRAKTEK DOKTER

DIKIRIM KE LAB PATOLOGI UTK ANALISA LBH LANJUT

KEBANYAKAN TES MEDIS ORG HIDUP,


TES ORG SDH MATI (AUTOPSI)

Pemeriksaan Uji Diagnostik dapat


dilakukan secara:
1. Serial (bertahap)
2. Paralel (beberapa uji sekaligus)

Positif
Positif
a
Negatif
c
Jumlah a + c

Negatif Jumlah
b
a+b
d
c+d
b + d a+b+c
+d

Sensitifitas
= a: (a+c)
Spesifisitas
= d: (b+d)
Nilai prediktif positif = a: (a+b)
Nilai prediktif negatif
= d:(c+d)

Multivariat Tabel 2 x 2

Skala dikotom; skala nominal yang mempunyai 2


nilai; mis: hasil positif atau hasil negatif
Penilaian Kualitatif

Skala Ordinal: hasil pemeriksaan negatif, positif


lemah, positif, positif kuat Penilaian semikualitatif

Skala numerik; mis kadar gula darah 120 mg/dl


(harus ada cutoff poin) Penilaian Kuantitatif

AKURASI DARI UJI LAB KORESPONDENSI


DG NILAI SEBENARNYA
DIMAKSIMALKAN OLEH KALIBRASI PERALATAN LAB DG

BHN REFERENSI DAN PROGRAM PENGENDALIAN


MUTU EKSTERNAL.

PRECISION UKURAN TES


REPRODUKSIBILITAS KETIKA TERULANG
PD SAMPEL YG SAMA
TES TDK TEPAT MENGHSLKAN HSL YG

BERVARIASI SCR LUAS PENGUKURAN BERULANG


PRESISI DIMONITOR DI LAB DG
MENGGUNAKAN BHN KONTROL.

KEPEKAAN
KEKHUSUSAN
NILAI PREDIKSI POSITIF
NILAI PREDIKSI NEGATIF
POSITIF PALSU
NEGATIF PALSU
RELIABILITAS TES-TES ULANG

HASIL TES POSITIF ATAU NEGATIF TDK ADA


HUB DG BURUKNYA PROGNOSIS, LBH BERARTI
TES BEKERJA ATAU TDK, PARAMETER TERTENTU
YG DIEVALUASI HADIR ATAU TDK
MISALNYA TES SKRINING NEGATIF UTK KANKER

PAYUDARA BERARTI TDK ADA TANDA2 KANKER


PAYUDARA (YG SEBENARNYA SGT POSITIF BAGI
PASIEN)

DI RUANG PEMERIKSAAN/KONSULTASI

auskultasi termasuk mendengarkan, dengan stetoskop


mengukur beratbadan dan ketinggian serta ketebalan
mengukur tekanan darah
mengukur denyut nadi pasien
pemeriksaan pernafasan
pemeriksaan refleks
pemeriksaan mata
oftalmoskopi
test pendengaran
pemeriksaan rektal digital
pemeriksaan vagina

INVASIF PEMERIKSAAN PROSEDUR


STERIL

biopsi
lumbal pungsi

ANALISIS DI LABORATORIUM

Tes Urine
Tes Feses
Tes air liur
Tes Rambut
Tes darah
Kadar
sedimentasi eritrosit (ESR)
hitung darah lengkap
(CBC)
Komprehensif metabolism
e panel
(CMP)
Gas darah arteri (ABG)
Qadir's test

Membutuhkan peralatan medis yang rumit


Sinar-X
barium enema
pyelogram intravena (IVP test)
ultrasound scan
elektrokardiogram (ECG atau EKG)
electroencephalogram (EEG)
dibantu komputer tomography (CAT) scan
positron emission tomography (PET)
magnetic resonance imaging (MRI)
oMRI fungsional
endoskopi
colonoscopy
cystoscopy
sigmoidoskopi
kolposkopi
tes darah

Langkah-langkah penelitian
Diagnostik:
1. Mengapa diperlukan Uji Diagnostik
2. Menetapkan tujuan utama Uji
Diagnostik
3. Menetapkan subjek penelitian
4. Menetapkan baku emas
5. Melaksanakan pengukuran