Anda di halaman 1dari 26

GANGGUAN

METABOLISME DAN
ENDOKRIN
Bagian Patologi Anatomi
dr. Danang.S

Proses metabolisme

secara garis besar terdiri dari dua cakupan yakni


karbohidrat
reaksi pemecahan atau katabolisme dan reaksi
pembentukan atau anabolisme. Pada proses
pembentukan, salah satu unsur yang harus
terpenuhi adalah energi. Energi ini dihasilkan
dari proses katabolisme. Sementara itu, tahapan
metabolisme sendiri terdiri atas beberapa
bagian yakni glikolisis, oksidasi piruvat ke asetilKoA, glikogenesis, glikogenolisis, hexose
monophosphate shunt dan terakhir adalah
Glukoneogenesis.

GANGGUAN
METABOLISME

Segolongan penyakit akibat gangguan


metabolisme dan bersifat sistemik
Gangguan metabolisme karbohidrat

Dapat menimbulkan kelebihan atau


kekurangan zat bersangkutan

GANGGUAN METABOLISME
KARBOHIDRAT
Diabetes melitus (Hiperglykemia)

Dasar penyakit adalah defisiensi insulin

Gejala klinis penyakit :


Hiperglikemia
Glikosuria
Dapat diikuti gangguan sekunder metabolisme protein dan
lemak
Dapat berakhir dengan kematian

Insidensi terbanyak usia 50 60 thn

Dapat juga dekade pertama atau pada yang sudah lanjut

Penyakit ini diturunkan secara autosomal resesif

Etiologi:

Sebab tepat belum diketahui


berhubungan dgn kelainan hormonal
Insulin
Growth hormon
Hormon steroid
Keadaan diabetes timbul akibat ketidak seimbangan dalam
interaksi pankreas, hipofisis dan adreanal

Pankreas
Pankreas mempunyai pulau Langerhans : sel beta dan sel alpha
Sel beta : hormon insulin
Sel alpha : menghasilkan hormon glukgon
Efek anti insulin berfungsi sebagai faktor hiperglikemik dan
glikogenolitik meningkatkan kadar gula darah

Cara kerja insulin

Ada 2 teori cara kerja insulin

Teori 1 = Teori Levine :

Insulin mentransfer glukosa melalui membran sel


otot serat lintang, tetapi tidak menggangu
perpindahan glukosa melalui sel membran hati
Teori 2

Insulin diperlukan untuk fosforilasi glukosa dalam sel


glukosa 6 posfatase

Untuk pengikatan ini dibutuhkan enzim hexokinase


yang dihasilkan oleh sel hati

Kelenjar hipofisis menghasilkan zat inhibitor


hexokinase

Insulin merupakan zat antagonis terhadap


hexokinase

Kelenjar Hipofisis

Growth hormon
Hormon ACTH
Efek menghambat enzim hexoki nase.
Bila kelenjar hipofisis hiperaktif menyebabkan terjadi
diabetes

Kelenjar Adrenal

Glukoneogenesis yaitu perubahan bentuk protein menjadi


karbohidrat.
Karena pengaruh hormon steroid yang dihasilkan oleh kortex
adrenal
Bila berlangsung terus menerus menekan sel beta pankreas
menimbulkan difesiensi insulin permanen
Aktivitas adrenal bergantung kepada kelenjar hipofisis anterior

KOMPLIKASI DIABETES MELITUS

Merupakan gangguan biokimia.


Cedera morfologik sebenarnya tidak dapat untuk menegakkan
diagnosis
Tidak selalu sebagai dasar dari pada gangguan metabolisme
20 % penderita meninggal tidak menunjukkan bukti-bukti
kelainan anatomik

Pankreas

Seperempat penderita : pankreasnya normal


Pada umumnya kerusakan pada sel beta ringan tidak
mungkin menimbulkan gangguan produksi insulin
Bila ada :
Hialinisasi
Fibrosis
Vakoalisasi hidropik yang sebenarnya merupakan
penimbunan glikogen

Pembuluh darah

Bila gangguan metabolisme karbohidrat terlalu lama


hiperglikemik menahun, pada otot, hati dan jantung terjadi
difisiensi.
Lemak dimobilisasi sebagai sumber tenaga lemak dalam darah
bertambah.
Lipaemia dan cholestrolimia gangguan vaskular, dengan
komplikasi aterioskelosis merata skeloris pembuluh darah arteri
coronaria, ginjal dan retina

Mata

Skelosis arteri retina retinitis diabetika.


Berupa

perdarahan kecil-kecil tidak teratur


pelebaran pembuluh darah retina dan berkeluk-keluk
kapiler-kapiler membentuk mikroaneurisma

Jantung

Sklerosis arteri coronaria infrak otot jantung

Ginjal

Kelainan degeneratif pada alat vaskular glomeruler tubular


pyleonepritis akut maupun kronis

Kulit

Penimbunan lipid dlm makropag-makropag pada dermis


xantoma diabetikum

Susunan syaraf

Pada syaraf tepi dan kadang medula spinalis


Perubahan degeneratif

Demyelinisasi
Fibrosis
Mungkin berhubungan dengan skelosis pembuluh darah

Hati

Perlemakan hepatomegali dan infiltasi glikogen


Disebabkan karena defisiensi karbohidrat sumber tenaga
dari lemak imobilisasi lemak berlebihan defisiensi
lipotropik lemak tidak dapat diangkut dari sel
penimbunan lemak berlebihan

Klinis

Polyphagia : tubuh tidak dapat memetabolisme karbohidrat


yg dimakan penderita banyak makan
Polidipsia : glycosuria (diuresis osmotik) kompensasi:
penderita banyak minum
Polyuria : glycosuria (diuresis osmotik) penderita banyak
kencing

Hipoglykemia
Patologis : Sering ditemukan pada 3 keadaan:
1.
Akibat pemakaian insulin berlebihan pada diabetes
2.
Pada pengobatan psykosis dengan shock hipoglikemik
3.
Akibat pembentukan insulin berlebihan pada tumor
pankreas yg dibentuk oleh sel beta

GANGGUAN METABOLISME
PROTEIN.

Penyakit akibat kelebihan protein (-)


Defisiensi protein
Terjadi pada pemasukan protein kurang
kekurangan kalori, asam amino, mineral, dan faktor
lipotropik
Akibatnya :
Pertumbuhan tubuh
Pemeliharaan jaringan tubuh
Pembentukkan zat anti dan serum protein akan
terganggu.
Penderita mudah terserang penyakit infeksi,
perjalanan infeksi berat, luka sukar sembuh dan
mudah terserang penyakit hati akibat kekurangan
faktor lipotropik

MACAM-MACAM PENYAKIT DEFISIENSI


PROTEIN.

Hipoproteinemia

Sebab :

Exkresi protein darah berlebihan melalui air kemih

Pembentukan albumin terganggu spt pada penyakit hati

Absorpsi albumin berkurang akibat kelaparan atau penyakit


usus, juga pada penyakit ginjal

Hipo dan Agammaglubulinemia


Ada 3 jenis :
1.
Hipoagammaglobulinemia kongenital

Penyakit herediter, terutama anak laki-laki antara 9 12 thn

Mudah terserang infeksi. Kematian sering terjadi akibat


infeksi

Plasma darah tidak mengandung gamma protein

Dapat terjadi penyakit hipersensitivas (ex: penyakit artritis)


krn tubuh tidak dapat membentuk Ig

2. Hipo/ (a) gammaglobulinemia didapat

Pada pria dan wanita pada semua usia


Penderita mudah terkena infeksi
Terjadi hiperplasi konpensatorik sel retikulum
mengakibatkan limfadenopathi dan splenomegali

3. Hipoagammaglobulinemia sementara

Hanya ditemukan pada bayi


Merupakan peralihan pada waktu gamma globulin yang
didapat dari ibu habis dan anak harus membentuk
gamma globulin sendiri

Pirai atau Gout

Akibat gangguan metabolisme asam urat asam urat serum


meninggi pengendapan urat pada berbagai jaringan
Asam urat merupakan hasil akhir dari pada metabolisme purin.
Secara klinis :
Arthritis akut yg sering kambuh secara menahun
Pada jaringan ditemukan tonjolan-tonjolan disebut tophus

Di sekitar sendi
Bursa
Tulang rawan
Telinga
Ginjal
Katup jantung

GANGGUAN METABOLISME
LEMAKlemak (Obesitas)
Kelebihan

Terjadi kalori didapat > kalori yg dimetabolisme


(hipometabolisme)
Terjadi pada hipopituitarisme dan hipotiroidisme.
Kalori yg dibutuhkan menurun berat badan naik, meskipun
diberi makan tidak berlebihan
Lemak ditimbun pada:
Jaringan subkutis
Jaringan retroperitoneum
Peritoneum
Omentum
Pericardium
Pankreas
Obesitas memperberat hipertensi, diabetes, penyakit jantung

Hiperlipemia

Jumlah lipid darah total dan kholesterol meningkat


Terdapat pada :

Diabetes melitus tidak diobati


Hipotiroidisme
Nefrosis lupoid
Penyakit hati
Sirhrosis biliaris
Xantomatosa
Hiperlipidemi
Hiperkholesterolemi

Penimbunan lemak terjadi di dinding pembuluh


darah arteriosklerosis

Defisiensi lemak

Terjadi pada
Kelaparan (starvation)
Gangguan penyerapan (malabsorption) : penyakit
celiac, sprue, penyakit Whipple.
Tubuh terpaksa mengambil kalori dari simpanannya krn
intake kurang
Yang mula-mula dimobilisasi : karbohidrat dan lemak,
dan hanya pada keadaan gizi buruk akhirnya protein
diambil dari jaringan
Pada penyakit Whipple selain difisiensi lemak, juga
difisensi protein, karbohidrat dan vitamin.

SUSUNAN ENDOKRIN

Sistem endokrin : kelenjar yang tidak mempunyai saluran


keluar (duktus eksretorius)
Produknya

Disebut hormon
langsung masuk aliran darah mempengaruhi
pertum- buhan, metabolisme, reproduksi dll.

Sistem endokrin:
1. Kelenjar Hipofisis
2. Kelenjar Thyroid
3. Kelenjar Para thyroid
4. Kelenjar thymus

5. Kelenjar adrenal
6. Kelenjar Langerhans pankreas
7. Gonad: Ovarium dan testis
8. Placenta

HIPOFISIS

Menghasilkan hormon yang tidak langsung mempengaruhi sel


tubuh, tapi mempengaruhi kelenjar endokrin lain
Target organ
Thyroid
Adrenal
menghasilkan hormon mempengaruhi sel tubuh
Gonad
Kelenjar hipofisis terdiri dari 2 lobus yaitu lobus anterior dan
posterior.
Lobus anterior

Growth hormon
Thyrotropin (TSH)
Folikel stimulating hormon (FSH) dan Luteinizing
hormon
Prolaktin hormon

Lobus posterior

Anti diuretik (ADH)

THYROID

Embriologi:

Fisiologi:

Dari invaginasi tuber (endoderm) dari dasar lidah (foramen caecum)


tumbuh ke bawah, di muka trachea dan tulang rawan thyroid
Mempertahankan derajat metabolisme lebih tinggi
Merupakan alat tubuh yg sensitif dan dapat bereksi terhadap berbagai
rangsangan

Pada masa pubertas, kehamilan, dan stres atau pada waktu haid
kelenjar membesar dan berfungsi lebih aktif
Kelainan yg terjadi :
Hiperplasi epitel
Resorpsi koloid
sel-sel folikel menjadi lebih tinggi kadang membentuk tonjolan-tonjolan
ke dalam lumen.
Apabila stres dan rangsangan lain hilang involusi, kelenjar
mengecil

Fungsi thyroid dipengaruhi oleh hipofisis melalui TSH.


Apabila TSH negatif (ex: pada hipopituitarisme) thyroid
atropi
Apabila TSH meningkat hormon thyroid juga
meningkat menekan hungsi hipofisis, dan sebaliknya
Apabila thyroid menurun merangsang hipofisis
mengeluarkan TSH lebih banyak.
Menyebabkan hiperplasi dan pembesaran kelenjar thyroid
seperti pada penderita kekurangan jodium pada penyakit
gondok.

BIOSINTESIS PRODUKSI
H.THYROID.
Produksi hormon thyroid melalui 4 tingkat.
Tingkat 1. TRAPPING: plasma I

gradient

Tingkat II. BINDING: I Oxidasi


MTI + (I)
Tingkat III. COUPLING : DIT + DIT

Thyroid I

(I) monoiodothyrosin (MTI)


Diioxdotrhyrosin (DIT)
Tetraiodothyrosin =
thyrosin (T4).
DIT + MIT
Triodothyronine (T3).
Tingkat IV. Releasing: Thyroglobulin
proteolisis
MIT +
DIT + T3 + T4
plasma T3 + T4
MIT + DIT
Deiodinisasi
Thyrosin
Thyroid I

KETERANGAN
Jodium dari makanan dan minuman diabsorpsi dari sal
percernaan sebagai jodida
Thyroid mempunyai kemampuan utk menarik jodida kemudian
dikonsentrasi
Trapingkan yaitu mempertahankan jodida gradient melalui
dinding sel antara plasma dan thyroid
Gradient dapat meningkat secara langsung melalui TSH atau
tdk langsung melalui simpanan thyroid yg rendah
Jodium dengan cepat terikat dengan tyrosin membentuk MIT,
DIT
DIT + DIT Thyrosin (T4) atau MIT +DIT T3 dan disimpan
dalam folikel kelenjar thyroid sebagai Thyroglobulin

Terima kasih.