Anda di halaman 1dari 4

KERANGKA ACUAN KEGIATAN (KAK)

PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN


KABUPATEN SUMBAWA BARAT TAHUN 2015
A. Latar Belakang
Pembangunan kesehatan adalah salah satu bidang pembangunan nasional
yang menjadi program utama selain pendidikan. Keberhasilan pembangunan ini
ditentukan oleh adanya sumber daya manusia yang bermutu, Teknologi modern,
pendanaan yang memadai, Ilmu pengetahuan, dan sarana prasarana serta obat
dan perbekalan kesehatan yang cukup dan bermutu. WHO menyatakan bahwa
sumber daya manusia kesehatan mengambil peran yang sangat besar dalam
pembangunan kesehatan yakni

80% dari seluruh indikator pembangunan

kesehatan.
Puskesmas dan jaringannya merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan
kepada masyarakat yang secara terus menerus dipelihara dan dikembangkan baik
fisik, teknologi maupun SDM nya. Dalam rangka melanjutkan pembangunan
kesehatan untuk tahun-tahun berikutnya diperlukan peningkatan mutu pelayanan
dengan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kinerja tenaga kesehatan
khususnya yang bertugas di puskesmas dan jaringannya. Sumber daya manusia
kesehatan tidak terlepas dari manajemen pengadaannya terkait jumlah kebutuhan,
penjenisannya. pendistribusiannya dan tidak kalah penting spesifikasi pendidikan
serta

jenis

kelamin.

berkesinambungan

Hal

dalam

ini

perlu

dievaluasi

melaksanakan

dan

dimonitoring

tugas-tugasnya

serta

secara
diberikan

pembinaan bagi setiap tenaga kesehatan yang ditugaskan dipuskesmas dan


jaringannya khususnya tenaga medis, perawat dan bidan.
Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan bahwa sumber
daya manusia kesehatan terbagi menjadi 7 (tujuh) jenis dan 29 kategori. Dari 29
kategori tersebut terdapat tiga tenaga yang sebagian besar pendayagunaannya
dalam rangka penyembuhan penyakit dan pertolongan persalinan. Penyembuhan
penyakit dan pertolongan persalinan merupakan kegiatan yang sering menjadi tolak
ukur mutu pelayanan kesehatan. Dalam praktiknya maka pemerintah sebagai
pengambil kebijakan senantiasa memonitor dan mengevaluasi kegiatan tersebut
dalam rangka menjaga mutu pelayanan dan keselamatan pasien dan perlindungan
hukum baik bagi pasien maupun tenaga kesehatan sebagai pelayan.

B. Maksud dan Tujuan


1. Maksud
Kegiatan ini dimaksudkan agar terbinanya, terawasinya serta ternilainya kinerja
tenaga kesehatan yang bertugas di puskesmas, pustu dan puskesdes serta
terbitkan izin praktek dan izin kerja kepada tenaga kesehatan di Rumah Sakit,
Puskesmas, Pustu, dan Polindes, klinik dan praktek mandiri dalam
melaksanakan tugas kedinasan maupun praktik mandiri.
2. Tujuan
a. Meningkatkan mutu pelayanan dan kinerja tenaga kesehatan dipuskesmas,
pustu dan puskesdes kepada masyarakat setempat
b. Memberikan jaminan kepada masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan
dengan menjaga mutu dan kualitas pelayanan kesehatan.
c. Terwujudnya program pemerataan pelayanan kesehatan.
d. Memberikan perlindungan hukum bagi masyarakat dan tenaga kesehatan.
3. Sasaran
Seluruh Tenaga Kesehatan yang ada di Puskesmas, Polindes, Pustu, Rumah
Sakit, Klinik dan Praktik Mandiri.

C. SASARAN KEGIATAN
1. Kuantitatif
a. 887 Sumber Daya Manusia Kesehatan terdata menurut nama, pendidikan
terakhir, tupoksi dan status kepegawaian.
b. Sumber Daya Manusia Kesehatan yang belum memiliki ijin kerja dan ijin
praktek sebanyak 725 orang.
2. Kualitatif
a. 100% data SDMK tersusun menurut wilayah kerja, Tupoksi, pendidikan
terakhir dan status kepegawaiannya.
b. 100% SDMK memiliki Ijin kerja dan ijin praktek.
D. PELAKSANAAN KEGIATAN
1. Tahapan Pelaksanaan:
a. Melakukan sosialisasi ke Puskesmas dan mengumpulkan data Sumber Daya
Manusia Kesehatan berdasarkan organisasi profesi, Jenjang pendidikan dan
tupoksi di sarana Kesehatan.
b. Memilah-milah Tenaga kesehatan mana yang yang harus memiliki izin
bekerja dan izin praktik bila menyelenggarakan praktik mandiri atau swasta.
c. Memilah-milah tenaga kesehatan mana yang sudah memiliki ijin kerja dan ijin
praktek serta yang belum memiliki ijin kerja dan ijin praktek.

d. Menerbitkan ijin kerja dan ijin praktek bagi tenaga kesehatan yang sudah
mengusulkan dan memenuhi syarat yabg telah di tentukan sesuai dengan
Kepmenkes RI.
2. Metode Pelaksanaan
Penerbitan ijin kerja dan ijin praktek berdasarkan usulan yang di ajukan oleh
tenaga kesehatan yang bersangkutan berdasarkan rekomendasi dari pimpinan
unit kerja dan organisasi profesi dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
a. Pelayanan bagi tenaga kesehatan yang mengajukan izin praktik dengan
langkah sebagai berikut:
1) Verifikasi berkas pengajuan
2) Meninjau secara langsung lokasi praktik untuk memastikan syarat lengkap
sarana dan prasarana praktik sesuai aturan perundangan.
3) Menerbitkan surat izin atau tidak memberikan izin kepada pengaju yang
telah mendapatkan pemeriksaan lapangan.
4) Mengirimkan laporan ke Dinas Kesehatan Provinsi dan Organisasi Profesi
terkait ijin Praktek tenaga kesehatan.
5) Melakukan monitoring secara berkala untuk menjaga mutu pelayanan

b. Pelayanan bagi tenaga kesehatan yang mengajukan ijin kerja dengan


langkah sebagai berikut:
1) Verifikasi berkas pengajuan.
2) Menerbitkan surat ijin kerja bagi yang telah memenuhi syarat sesuai
dengan Kepmenkes RI.
3) Mengirimkan Laporan ke Dinas Kesehatan Provinsi dan Organisasi Profesi
terkait ijin kerja tenaga kesehatan.
4) Melakukan monitoring secara berkala untuk menjaga mutu pelayanan
3. Alokasi Kebutuhan Anggaran yaitu : 13.210.000 dengan rincian sebagai berikut:
a. Belanja Barang dan Jasa

: Rp. 490.000

b. SPPD dalam daerah

: Rp. 12.720.000

4. Tempat dan Waktu Pelaksanaan:


Kegiatan yang dimulai dengan sosialisasi dilaksanakan di semua Puskesmas
dilaksanakan pada semester pertama tahun 2015 dan penerbitan ijin kerja dan
ijin praktek di Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat pada Januari sampai
Desember 2015.

E. HASIL PELAKSANAAN KEGIATAN


1. Keluaran (Output)
o Terbitnya ijin kerja dan ijin praktek bagi setiap tenaga kesehatan teknis yang
menyelenggarakan praktik baik dalam rangka tugas dinas maupun praktik
mandiri/swasta.
2. Hasil (Outcame):
o Terjaminnya mutu dan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan oleh
tenaga kesehatan kepada masyarakat.
o Terlindunginya tenaga kesehatan dan pasien secara hukum.

Taliwang, 24 November 2014


Kepala Seksi Ketenagaan
Dinas Kesehatan Kab. Sumbawa Barat

Andi Riswadi, SKM., MPH


NIP. 19740404 199603 1 003